Kamis, 29 Desember 2011 - 13:53:29 WIB

Masa Balita Masa Emas (The Golden Age)

Diposting oleh : Reportase Indonesia
ReportaseIndonesia.com - Anak dibawah lima tahun atau Balita adalah bayi berada pada rentang usia nol sampai lima tahun. Pada usia ini otak anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat yang dikenal dengan istilah Masa Emas (The Golden Age). Masa the golden age pada fase nol sampai dua tahun, harus mendapatkan stimulasi secara menyeruh baik kesehatan, gizi, pengasuhan dan pendidikan. Istilah ini sudah sering di dengar dan dipahami oleh semua orang tua, karenanya pasti semua orang tua balita mengingkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas, tapi tidak sedikit yang tidak memanfaatkan peluang ini karena merasa pertumbuhan anak adalah proses alami yang akan terjadi sendirnya tanpa atau dengan interpensi orang tuanya atau siapapun.

Masa emas atau the golden age, adalah suatu masa penting dalam fase pertumbuhan manusia terutama bagi fase tumbuh kembang anak. Fase ini otak manusia berkembang pesat dan kritis, dan terjadi hanya satu kali. Pada fase ini seorang anak manusia diberikan keistimewaan oleh Tuhan untuk memilik kemapuan menyerap informasi sebanyak 100%. Semua informai yang diterima pada masa ini akan mberdampak pada perkembangan IQ sampai mencapai 50%. Jadi masa balita adalah masa keemasan saat penanaman prinsip-prinsip kehidupan dan penghidupan yang baik. Masa semai dan masa tanam kepribadian dan karakter seorang manuia di fase ini. Semua nilai-nilai agama, sosial dan kepribadian akan sangat mudah dibentuk pada masa ini.

Dalam kondisi ini, orang tua sangat mempunyai peranan dominan, karena apa yang dilihat, diraba dan didengar balita, akan diserap secara total. Padahal pada fase ini hampir dipastikan seorang manusia berada pada lingkungan disekitar yang tentu siapapun tahu dan menyadari kondisi ini menjadi tanggung jawab orang tua. Coba kita resapi, masa lima tahun kehidupan seorang anak adalah milik orang tuanya, yang teruatama adalah ibunya, wajar adanya apabila ada istilah ibu adalah pendidikan pertama dan utama.

Berikutnya lima tahun kedua anak sudah mulai bersosialisasi dengan lingkungan di luar lingkungan keluarga dan teman sebaya atau teman bermain. Pada fase ini orang tua harus ikut memberikan bimbingan dan pendidikan terutama dalam mempersiapkan anak memasuki dunia sekolah. Lima tahun ketiga adalah milik temannya, karena itu feer group lebih dominan mengusai anak manusia. Pada masa ini lebih mempercayai temannya dibanding siapapun termasuk orang tuanya. Sedangkan lima tahun keempat milik dunianya.

Berdasarkan fase-fase inilah, maka BKKBN mengambil peran kegiatan interpensi melalui program ketahanan keluarga dengan diawali program BKB (Bina Keluarga Balita), karena masa ini adalah masa sangat menentukan kehidupan selanjutanya. Dan progaram lanjutannya yang ditawarkan BKKBN dalam bentuk program (BKR) Bina Keluarga Remaja, dua program ini sasaran utamanya para orang tua. Khusus bagi anak manusia fase lima tahun ketiga, juga di interpensi melalui program PKBR melalui wadah PIK-R (Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi badi Remaja) dengan pendekatan kepada remaja dan feer group.

Semua program tawaran BKKBN ini tidak akan bisa berjalan sesuai dengan tujuan apabila tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat terutama kader program KB di lini terdepan. Kelompok kader ini adalah pejuang tanpa pamrih dan tanpa nama, karena kader KB memang tidak menuntut imbalan dan juga tidak menuntut nama. Karena itu, maka khusus bagi para kader BKB yang selama ini telah berbuat banyak untuk membantu menyiapkan generasi penerus di fase balita, dan kepada pengelola program BKB yang selama ini memberikan pembinaan dan fasilitasi dalam meningkatkan kualitas kelompok BKB.

Pada peringatan Hari Ibu ke 83 tahun ini, yang mengambil tema “Peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi menuju kesejahteraan bangsa”, BKKBN memberikan penghargaan kepada kelompok dan pengelola BKB terbaik dari seluruh provinsi. Ada 6 nominasi kelompok Bina Keluarga Balita terbaik tahun ini yaitu : Kelompok BKB Melati dari Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara DKI Jakarta yang diketuai oleh HJ. Siti Salmah LC; BKB Tulip yang diketuai Hj. Indar Ardiansyah dari Kotabatu, Ciomas, Bogor Jawa Barat, BKB Ceria yang diketuai Trisnowati Sulatif dari Panjang Baru, Pekalongan Utara, Pekalongan, Jawa Tengah, BKB Kelinci yang diketuai Idah Rosilawati, SH dari Tungkai IV Kota, Tungkal Ilir, Tanjung Jabung Barat, Jambi, BKB Tunas Harapan yang diketuai Rasmi dari Sumbersono, Lengkong, Nganjuk, Jawa Timur, BKB Edelwais yang diketuai oleh Tumiyem dari Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta.


Pengelola dan pelaksana program BKB melakukan pembinaan kepada kelompok dalam rangka penguatan kembali program BKB sebagai sarana pembinaan kepada keluarga agar mampu mengasuh dan membina tumbuh kembang anak secara optimal. Melalui BKB diharapkan dapat meningkatkan komitmen para pengambil kebijakan, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan hak-hak anak melalui pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang yang baik sejak dini. Institusi masyarakat yang sangat potensial berperan sebagai perencana dan pengelola Program BKB sekaligus sebagai mitra pemerintah yang dapat memberikan sinergi terhadap revitalisasi program BKB.

Revitalisasi program BKB sangat bertumpu pada peran pemerintah daerah yang telah mempunyai kewenangan penuh untuk menentukan Program KB sebagai program prioritas di daerahnya. Program BKB harus menjadi kebutuhan setiap keluarga dalam menyiapkan SDM sejak dini. Karena itu kapasitas dan kompetensi petugas lapangan dan kader sebagai ujung tombak kelangsungan program BKB perlu ditingkatkan.

Kegiatan BKB diharapkan keluarga mampu mengasuh anaknya dengan baik, memenuhi kebutuhan dasar anak, menjadi wahana persemaian nilai-nilai luhur, mampu meningkatkan kesejahteraannya, serta membangun potensi keluarganya. Melalui pemberian penghargaan ini dapat memicu dan memacu semangat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas program BKB sebagai landasan pembangunan SDM potensial yang dimulai sejak usia dini.

Tanggung jawab orang tua
Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatirkan terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah mengucapkan perkataan yang benar.
[QS. An-Nisa 9]
Firman Allah di atas mempertegas tanggung jawab dalam rangka mempersiapkan generasi yang kuat dan handal, baik dalam iman dan takwa maupun dalam penguasaan ilmu pengetahuan & teknologi. (uk/mas)


SIARAN PERS

Biro Hukum, Organisasi, dan Humas
Gedung Halim II Lantai 1
Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma
Jakarta 13650
Telp./Fax: (021) 8004981

e-mail: humas@bkkbn.go.id
kontak: Kabag Humas BKKBN; U. Kusmana (081807325447/08128204938)
kasubag Hubungan Media masa; Muktiani Asrie (08179843489/081280607869)
e-mail: uung.kusmana@bkkbn.go.id, uung_kusmana@yahoo.com
anie_asrie@yahoo.co.id, muktiani21@yahoo.com


    CopyRight www.ReportaseIndonesia.com 2010-2013