Connect with us

Gayahidup

10 Alasan Wanita Harus Memiliki Baju Dress

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Dress, atau gaun, adalah salah satu pakaian yang paling ikonik dan serbaguna dalam dunia fashion. Meskipun tren dan gaya mungkin berubah seiring berjalannya waktu, dress wanita tetap menjadi pilihan yang tak tergantikan dalam lemari pakaian setiap wanita.

Anda bisa mendapatkan dress wanita dengan beragam model dengan sangat mudah. Cukup berbelanja online lewat Blibli, Anda bisa temukan dress wanita pilihan Anda.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa setiap wanita harus memiliki beberapa gaun dalam koleksi pakaian mereka.

  1. Keindahan dan Elegansi

Salah satu alasan utama mengapa setiap wanita harus memiliki gaun adalah untuk keindahan dan elegansinya. Tidak ada yang bisa menandingi pesona seorang wanita dalam sebuah gaun. Dengan berbagai model dan desain yang tersedia, wanita dapat memilih gaun yang sesuai dengan kepribadian dan selera mereka, baik itu gaun pendek yang santai atau gaun panjang yang megah. Sebuah gaun selalu memberikan sentuhan elegan pada penampilan.

  1. Kepakaran dalam Penampilan Formal

Gaun seringkali menjadi pilihan utama untuk acara-acara formal seperti pernikahan, pesta koktail, atau acara black-tie. Memiliki setidaknya satu gaun formal yang cantik dalam lemari pakaian adalah suatu keharusan. Gaun formal akan membantu Anda tampil anggun dan percaya diri dalam situasi-situasi ini.

  1. Kenyamanan

Meskipun mungkin terlihat seperti gaun adalah pilihan yang kurang nyaman dibandingkan dengan pakaian kasual, sebenarnya banyak gaun yang sangat nyaman. Gaun yang terbuat dari bahan yang lembut dan ringan dapat memberikan kenyamanan maksimal, terutama pada hari-hari panas. Selain itu, gaun juga memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik, membuat Anda tetap sejuk dan nyaman sepanjang hari.

  1. Fleksibilitas Gaya

Gaun adalah salah satu pakaian paling fleksibel yang dapat diandalkan oleh wanita. Dengan mengganti aksesori, sepatu, atau jaket, Anda dapat mengubah penampilan gaun dari yang santai menjadi yang formal, atau dari yang kasual menjadi yang chic. Ini memberi Anda banyak opsi untuk bereksperimen dengan gaya Anda dan selalu terlihat segar.

  1. Kemudahan dalam Memilih Pakaian

Ketika Anda terburu-buru dan tidak tahu harus memakai apa, gaun adalah solusi cepat yang tidak pernah gagal. Anda hanya perlu mengambil satu gaun, dan Anda sudah memiliki pakaian lengkap. Tidak perlu memikirkan padu-padan atasan dan bawahan atau mencocokkan warna. Gaun adalah pilihan efisien yang akan membantu Anda tetap tampil rapi dalam waktu singkat.

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Memakai gaun seringkali dapat meningkatkan rasa percaya diri seorang wanita. Ketika Anda merasa cantik dan nyaman dalam gaun Anda, Anda akan memancarkan aura positif yang dapat memengaruhi bagaimana Anda berinteraksi dengan orang lain. Rasa percaya diri yang tinggi adalah kunci untuk kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan.

  1. Gaya Klasik yang Tidak Pernah Usang

Beberapa gaya gaun adalah klasik yang tidak pernah usang. Misalnya, gaun little black dress atau gaun putih sederhana selalu menjadi pilihan yang aman dan modis. Investasi dalam gaun-gaun seperti ini adalah investasi jangka panjang dalam gaya pribadi Anda.

  1. Ekspresi Diri yang Kreatif

Memilih gaun juga merupakan bentuk ekspresi diri yang kreatif. Dari pola, warna, hingga potongan, Anda memiliki banyak pilihan untuk mengekspresikan gaya dan kepribadian Anda. Gaun dapat mencerminkan bagaimana Anda ingin dilihat oleh dunia.

  1. Tren yang Berubah, Gaun Tetap Elegan

Tren fashion selalu berubah dari waktu ke waktu. Tetapi, gaun selalu menjadi pilihan yang tetap elegan dan tidak lekang oleh waktu. Anda bisa mengandalkan gaun sebagai pakaian yang selalu stylish, bahkan ketika tren lain berubah.

  1. Perasaan Istimewa

Akhirnya, mengenakan gaun dapat memberikan perasaan istimewa. Gaun sering dikaitkan dengan momen-momen penting dalam hidup, seperti pernikahan, ulang tahun, atau acara-acara istimewa lainnya. Ketika Anda mengenakan gaun, Anda merasa seperti seorang bintang.

Dalam rangkaian pakaian seorang wanita, gaun adalah salah satu item yang paling penting dan berharga. Meskipun mungkin tidak selalu sesuai untuk setiap kesempatan, memiliki beberapa gaun yang indah dan sesuai gaya adalah investasi yang bijak dalam gaya pribadi Anda. Gaun adalah simbol kecantikan, keanggunan, dan ekspresi diri yang tak ternilai. (utw)

Gayahidup

Syarat Orang Berkurban dan Kriterianya Menurut Empat Mazhab

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Jelang, Hari raya Idul Adha identik dengan dua momen penting pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Umat Islam disunahkan berkurban saat Idul Adha. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi orang berkurban. Apa saja itu?
Muslim yang berkecukupan dan mampu, dianjurkan menunaikan kurban. Namun, sebelum berkurban ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi. Termasuk syarat orang berkurban dan kriterianya menurut syariat Islam dalam empat mazhab di bawah ini.

Syarat Orang Berkurban
Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, orang yang berkurban harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Berikut syarat-syarat orang yang diperbolehkan menunaikan kurban sesuai syariat Islam.

Beragama Islam.
Merdeka atau bukan budak.
Mukallaf (orang yang sudah dibebankan perintah dan larangan dalam agama).
Balig.
Mampu atau memiliki kelebihan harta yang cukup untuk membeli hewan kurban.
Ketentuan Berkurban
Orang yang berkurban diwajibkan melakukan niat berkurban saat menyembelih. Bagi orang yang berkurban diperbolehkan menyerahkan niatnya kepada orang Islam yang telah berkategori tamyiz, baik dalam status wakil atau bukan.

Orang yang berkurban dibagi menjadi dua jenis, kurban karena nazar dan kurban sunah (bukan karena nazar). Berikut ketentuan umum orang yang hendak berkurban.

Bagi laki-laki, hewan kurban sunah disembelih sendiri karena itba’ (mengikuti anjuran Nabi).
Bagi perempuan, sunah untuk diwakilkan dan sunah baginya menyaksikan penyembelihan yang dilakukan wakilnya.
Sementara ada ketentuan yang juga harus dipenuhi orang yang berkurban bukan karena nazar. Berikut ketentuan bagi orang yang kurban tidak nazar (sunah).

Sunah baginya memakan daging kurban, satu, dua atau tiga suap, karena untuk tabarruk (mencari berkah) dengan udlhiyahnya.
Diperbolehkan baginya memberi makan (ith’am) pada orang kaya yang Islam.

Wajib baginya menyedekahkan daging kurban yang paling afdal adalah menyedekahkan seluruh daging kurban, kecuali yang ia makan untuk kesunahan.

Apabila orang yang berkurban mengumpulkannya untuk dimakan, sedekah, dan menghadiahkan pada orang lain, maka disunahkan baginya agar tidak memakan atas sepertiga bagian tersebut dan tidak sedekah di bawah sepertiganya.

Menyedekahkan kulit hewan kurban atau membuatnya menjadi perabot dan dimanfaatkan untuk orang banyak. Tidak diperbolehkan baginya untuk menjualnya atau menyewakannya.

Kriteria Orang yang Dikatakan Mampu Berkurban
Beberapa ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait kriteria orang yang dikatakan mampu berkurban. Berikut kriteria orang yang dikatakan mampu berkurban menurut empat mazhab.

  1. Imam Syafi’i
    Menurut Imam Syafi’i, orang yang mampu berkurban diartikan sebagai orang yang memiliki harta lebih dari cukup untuk membeli hewan kurban pada hari raya Idul Adha. Harta tersebut dimaksudkan tidak mengganggu kebutuhan pokok hidupnya dan orang yang wajib ditanggung.
  2. Imam Abu Hanifah
    Imam Abu Hanifah menyebutkan definisi mampu merupakan orang yang memiliki harta lebih senilai nisabnya harta, yaitu 200 dirham. Harta yang ditujukan untuk kurban tidak mengganggu kebutuhan pokok berupa bahan sandang, pangan, papan, serta kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya.
  3. Imam Malik
    Sementara Imam Malik memiliki pendapat yang berbeda, orang yang mampu berkurban merupakan orang yang mempunyai harta lebih, dan harta tersebut saat digunakan untuk membeli hewan kurban tidak mengganggu kebutuhan pokok dalam kurun waktu satu tahun.
  4. Imam Ahmad bin Hambal
    Imam Ahmad bin Hambal mendefinisikan kriteria mampu sebagai orang yang memiliki harta cukup untuk membeli hewan kurban, meskipun dengan cara berutang dan memiliki keyakinan ia mampu mengembalikan utang tersebut.

Itulah penjelasan terkait syarat orang berkurban dan kriterianya menurut empat mazhab. Sebelum berkurban, pastikan mengetahui beberapa ketentuan di atas. (ut)

Continue Reading

Gayahidup

Amalan Bos PO Haryanto Hingga Mempunyai 300 Bus

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Bagi Anda yang suka melakukan perjalanan jauh atau pulang kampung ke Jawa menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan mengenal PO Haryanto. Bus eksekutif ini hadir pada era pertengahan 2000-an.

PO Haryanto didirikan pada 2002 oleh Haji Haryanto, pria asal Kudus, Jawa Tengah. Usahanya dibangun setelah purnatugas di Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Kostrad TNI Angkatan Darat, Tangerang.

Sebagai seorang pekerja keras, saat masih dinas usai bertugas H Haryanto menjadi sopir angkutan kota dari sore hingga subuh. Sampai akhirnya, dia memiliki angkot sendiri.

Setelah melalui berbagai ujian dalam usaha, H Haryanto akhirnya merambah angkutan bus. Dari lima bus terus berkembang hingga puluhan bus, dan sekarang memiliki 300 bus lebih. Sebagai salah satu perusahaan otobus (PO) terbesar, PO Haryanto pun kini memiliki 2.000 karyawan.

Rian Mahendra, putra H Hariyanto sekaligus direktur operasional PO Haryanto menuturkan, usaha sang ayah tidak instan. Banyak lika-liku yang dilalui.

Dia mengatakan sebelum besar seperti sekarang keluarganya sempat jauh dari Tuhan. Ini membuat keluarganya tidak tenteram.

Namun, seiring dengan waktu Haji Haryanto dan keluarga hijrah menjadikan usahanya sebagai ladang ibadah untuk mendapat keberkahan. H Haryanto bahkan menjalankan puasa selama 20 tahun.

“Ini dilakukan H Haryanto dari 2001 sampai sekarang setiap hari. Bapak puasa terus. Kecuali hari raya Idul Fitri dan hari raya Islam lainnya,” kata Rian, dilansir di Channel YouTube Coach Yudi Chandra, (10/6/2024).

Bahkan, Rian mengaku dirinya juga ikut rajin berpuasa. Dia menilai banyak manfaat dari berpuasa selain untuk kesehatan. “Saya bisa ngopi dan rokok setelah puasa,” katanya, sambil tersenyum.

Dia menegaskan, PO Haryanto berkomitmen menjadikan usahanya sebagai ladang ibadah. Walau kondisi perusahaan naik turun, sejak 2002 H Haryanto tetap menyantuni anak yatim piatu yang jumlahnya kini mencapai 5.361 orang. Bahkan, setiap tahun mereka memberangkatkan umrah dan naik haji, serta terus membangun masjid.

Rian pun menekankan karyawan untuk mengutamakan sholat. Termasuk sopir yang bertugas mengantarkan penumpang. (ut)

Continue Reading

Gayahidup

Puasa Dzulhijjah, Amalan yang Penting Sebelum Idul Adha

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puasa Dzulhijjah merupakan amalan yang penting bagi umat muslim sebelum memasuki Idul Adha atau hari raya kurban.

Dari Abu Bakrah -semoga Allah meridhoinya-, dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- beliau bersabda:

“Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil tsani dan Sya’ban.” (HR.Muttafaq ‘alaihi).

10 PERTAMA DZULHIJJAH, Perbanyaklah Amalan Ini

Youtube (4K): https://youtu.be/7x7crkHOHd8

Di antara nikmat Allah yang agung yang dikaruniakan kepada seorang hamba adalah nikmat dipertemukannya kembali seorang hamba dengan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Maka, sebagai bukti nyata kesyukuran kita atas nikmat tersebut bahkan nikmatNya yang lainnya, di antaranya adalah memperbanyak tahlil, tahmid dan takbir. Inilah dzikir yang disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana sabdanya,

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.” (HR. Ahmad). (tri)

Continue Reading
Advertisement

Trending