Internasional
12 Aktivis Kemanusiaan untuk Palestina di Kapal madleen Ditahan Israel
REPORTASE INDONESIA – Gaza, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan awak Madleen dibawa ke Israel setelah pasukan komando Israel menyita kapal tersebut di perairan internasional.
Al Jazeera melaporkan, kapal Madleen—yang diluncurkan oleh Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition/FFC)—berada sekitar 100 mil [160km] dari Gaza saat dihentikan pada Senin (9/6/2014) dini hari.
Kapal itu membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina yang kelaparan akibat pengepungan Israel. Blokade total terakhir Israel dimulai pada tanggal 2 Maret, dan baru dicabut sebagian karena tekanan internasional yang meningkat.
Greta menyampaikan pesan melalui unggahan videonya sebelum pasukan Israel membajak kapal Madleen yang ditumpanginya.
“Nama saya Greta Thunberg dan saya dari Swedia,” katanya dalam rekaman video tersebut.
“Jika kalian melihat video ini, kami sudah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh tentara pendudukan Israel atau pasukan yang mendukung Israel,” sambungnya.
“Saya serukan kepada semua teman, keluarga, dan kamerad untuk menekan pemerintah Swedia untuk melepaskan saya dan yang lainnya segera,” tutur Greta.
Madleen meninggalkan Sisilia pada tanggal 1 Juni, satu bulan setelah pesawat nirawak Israel mengebom kapal bantuan lain yang menuju Gaza. Aktivis lingkungan dan kemanusiaan Greta Thunberg termasuk di antara 12 aktivis yang kini ditahan oleh Israel.
Israel telah menewaskan lebih dari 54.000 orang di Gaza selama perang ini setelah mempertahankan blokade darat, laut, dan udara sejak 2007. (tri)
