Connect with us

DKI Jakarta

ABUPI Menggelar RAKERNAS 2023 di Jakarta

Published

on

ABUPI Menggelar RAKERNAS 2023 di Jakarta

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, 17 Maret 2023 – Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia – ABUPI, melaksanakan Rapat Kerja Nasional Tahun 2023 di Menara Kadin, Jakarta, pada hari Jumat 17 Maret 2023. Rapat Kerja Nasional ini menyampaikan laporan kegiatan dan sebagai evaluasi terkait pencapaian yang telah dilaksanakan oleh Pengurus ABUPI untuk Tahun 2022. Selain laporan dan evaluasi juga untuk menyusun Program Kerja ABUPI Tahun 2023.

Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional dilakukan secara Hybrid, yaitu offline dan online yang dihadiri oleh seluruh Pengurus Pusat, Koordinator Wilayah dan anggota ABUPI dari seluruh Indonesia.

“Rakernas ini mempunyai arti yang strategis, utamanya dalam rangka melahirkan kebijakan program kerja organisasi yang tujuannya agar program kerja organisasi menghasilkan berbagai manfaat yang dirasakan oleh anggota” ujar Febri panggilannya yang juga sebagai Ketua Umum ABUPI.

“Harapannya melalui Rakernas ini, dapat dibangun konsepsi bersama arah dan kebijakan tata Kelola Pelabuhan yang baik, melalui program kerja yang akan dilaksanakan”, demikian Febri menambahkan.

“Fokus untuk program kerja tahun 2023 ini, antara lain adalah pengembangan Koordinator Wilayah di seluruh wilayah Indonesia, menyelenggarakan seminar terkait kebijakan-kebijakan pemerintah tentang kepelabuhanan, pendampingan dan peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia melalui Pendidikan dan pelatihan yang selama ini telah dilaksanakan secara regular”, ujar Liana Trisnawati, Sekretaris Jenderal ABUPI.

Sampai dengan akhir tahun 2022 anggota ABUPI terdaftar sebanyak 89 Badan Usaha Pelabuhan dan di tahun 2023 sampai dengan bulan Februari ada 6 Badan Usaha Pelabuhan yang telah mendaftar sebagai anggota serta pembentukan 3 (tiga) Koordinator Wilayah baru di Sulawesi”, ujar Sekjen ABUPI Liana Trisnawati mengakhiri. (ut)

DKI Jakarta

Cara Mengaktifkan Kembali NIK yang Dinonaktifkan Dukcapil DKI Jakarta

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta akan menonaktifkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga yang tidak lagi berdomisili di wilayah Jakarta pada pekan ini.

Langkah ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan menonaktifkan 81.300 NIK warga yang telah meninggal dunia dan 13.000 NIK warga yang tinggal di rukun tetangga (RT) yang berbeda.

“Kami ajukan (penonaktifan KTP) minggu ini,” ujar Kepala Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin, Senin (15/4/2024).

Bagi warga Jakarta yang ingin memastikan status NIK mereka, Dukcapil DKI Jakarta menyediakan layanan pengecekan online melalui laman datawarga-dukcapil.jakarta.go.id. Berikut cara mengeceknya.

Cara Cek NIK Dukcapil DKI Jakarta

  1. Kunjungi laman https://datawarga-dukcapil.jakarta.go.id/
  2. Masukkan NIK
  3. Masukkan captcha yang tersedia
  4. Klik “Cari Data Pembekuan”

Jika NIK warga ternyata telah dinonaktifkan namun mereka masih merasa berdomisili atau memiliki aset di DKI Jakarta, warga dapat mengajukan pengaktifan NIK kembali.

Caranya, warga harus membawa surat keterangan dari RT/RW lalu mendatangi loket pelayanan Dukcapil di kelurahan sesuai domisili.

“Untuk mendapatkan informasi terkait NIK-nya agar dapat diaktifkan kembali sesuai dengan prosedur yang berlaku,” terang Budi.

Budi menambahkan, pihaknya tidak akan menonaktifkan NIK warga yang bertugas, berdinas, atau belajar di luar Jakarta maupun luar negeri, serta warga yang masih mempunyai aset di Jakarta.

Mereka tidak termasuk dalam program penataan dan penertiban kependudukan sesuai domisili.

Dukcapil DKI Jakarta berharap dapat memperoleh data kependudukan yang akurat dan terkini sesuai dengan kondisi warga yang berdomisili di ibukota. Hal ini penting untuk memastikan layanan publik dapat disalurkan secara tepat sasaran. (tw)

Continue Reading

DKI Jakarta

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni Sarankan Jokowi Pecat Pj Gubernur DKI Jakarta

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Polemik mengenai program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyita perhatian banyak pihak. Bahkan, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni sampai menyarankan Presiden Joko Widodo memecat Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.

Heru menanggapi pernyataan Sahroni saat ditanya oleh wartawan. Ia hanya memberikan senyum menanggapi pertanyaan wartawan ketika dimintai tanggapan atas pernyataan Sahroni. Setelahnya, ia justru menyebutkan slogan DKI Jakarta.

“Sukses Jakarta untuk Indonesia,” kata Heru di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Heru Budi pun menegaskan, bahwa tidak ada pemotongan anggaran untuk program KJMU pada 2024. Pasalnya, saat ini Pemprov DKI Jakarta masih bisa membiayai para penerima manfaat KJMU.

Sebelumnya, Ahmad Sahroni mengatakan, langkah pemutusan KJMU di tengah jalan ini merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Menurut dia, kebijakan Pj Gubernur DKI Jakarta sama sekali tidak sejalan dengan spirit dan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang prorakyat, khususnya soal pendidikan. 

“Jadi, Pak Pj Heru sama saja telah merusak nama baik Pak Jokowi. Maka sebaiknya Pak Presiden segera pecat Pj Heru. Kebijakannya sudah banyak yang sangat ekstrem dan jelas merugikan masyarakat,” kata dia melalui keterangan tertulis, Kamis.

Sahroni juga meminta Pj Gubernur untuk tidak membuat kebijakan yang merenggut hak masyarakat kecil. Ia menilai, pencabutan KJMU itu membuat ketimpangan akses pendidikan semakin besar di Jakarta. (tri)

Continue Reading

DKI Jakarta

Dihina Lurah, Puluhan Petugas PPSU Ancol Mogok Kerja

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, mogok kerja karena adanya penghinaan yang dilakukan Lurah Saud M Manik dan Sekretaris Kelurahan Ancol, Khenny Hutagaol kepada mereka. 

Petugas PPSU, Pipit Mulyaningsih menambahkan, Sekretaris Lurah kalau bicara selalu menyakitkan dan selalu berkata miskin ke PPSU. “Jadi kayaknya anak-anak sakit hati,” kata dia di Jakarta, (19/2024).

Sementara itu, Lurah Ancol, Saud M Manik mengatakan, aksi yang dilakukan PPSU tersebut sebagai bentuk solidaritas petugas yang diberhentikan. “Hari ini hanya lima PPSU yang masuk dan lainnya tidak masuk,” kata dia.

Ia mengatakan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang diputuskan hubungan kerjanya. “Ada satu pekerja yang kami berhentikan karena memang melanggar kontrak kerja,” kata dia. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending