Connect with us

Keamanan

Alasan Roketsan Mau Bangun Fasilitas di Indonesia Karena RI Dianggap Sebagai Kapal Induk Bagi Mereka

Published

on

Alasan Roketsan Mau Bangun Fasilitas di Indonesia Karena RI Dianggap Sebagai Kapal Induk Bagi Mereka

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Perusahaan pertahanan terkemuka asal TurkiRoketsan, resmi menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Indonesia.

Untuk membangun fasilitas produksi bersama di bidang pertahanan.

Dikutip dari Turkiye Today edisi Sabtu, 12 April 2025 berjudul “Roketsan to establish joint defense production facility in Indonesia.”

Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh General Manager Roketsan, Murat Ikinci.

Dalam forum internasional Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2025, Sabtu, 9 Maret 2025.

Indonesia dinilai sebagai negara kunci di kawasan Asia Tenggara, bahkan oleh pihak Turki disebut sebagai “kapal induk” atau aircraft carrier.

Karena peran strategisnya di ASEAN dan kedekatannya dengan negara-negara penting di Asia.

Dalam pernyataannya, Murat Ikinci menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya mencakup pembelian produk.

Tetapi juga menyasar pada pembangunan fasilitas produksi bersama, alih teknologi, dan pelatihan sumber daya manusia di bidang pertahanan.

“Kami baru saja menandatangani perjanjian produksi bersama dengan Indonesia.”

“Proyek ini mencakup pembuatan rudal anti-kapal, rudal jelajah, dan berbagai sistem amunisi pintar.”

“Presiden Indonesia juga hadir dan kami memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengannya,” ungkap Ikinci, dikutip dari Anadolu Agency, 9 Maret 2025.

Ikinci menambahkan bahwa hubungan bilateral yang kuat antara Turki dan Indonesia sangat penting untuk mempercepat ekspor industri pertahanan Turki.

Ia juga menyampaikan bahwa Turki ingin meningkatkan kerja sama internasional demi memperluas pengaruh global di sektor industri militer.

Nuri Doğan Karadeniz, Ketua Dewan Bisnis Türkiye-Indonesia dari Foreign Economic Relations Board (DEIK), menyatakan bahwa Indonesia memegang peranan penting di kawasan.

Dikutip dari Daily Sabah edisi Minggu, 13 April 2025 berjudul “Turkish firm to set up joint defense production facility in Indonesia.”

Ia bahkan menyebut Indonesia sebagai “kapal induk” karena lokasinya yang strategis dan potensinya sebagai penghubung ekonomi kawasan Asia.

“Indonesia adalah lokomotif dari negara-negara ASEAN. Jika melihat kedekatannya dengan negara seperti Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Filipina, Indonesia adalah aircraft carrier bagi kami,” ucap Karadeniz.

Menurut Karadeniz, hubungan kedua negara mengalami perkembangan pesat.

Terutama setelah kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdoğan ke Indonesia dan kunjungan balasan Presiden Prabowo Subianto ke Turki.

Pertemuan-pertemuan tersebut membuka banyak peluang baru.

Salah satunya adalah penguatan kerja sama di sektor pertahanan.

Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah alih teknologi dan pelatihan tenaga kerja lokal. (ut)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement