Connect with us

Internasional

Anak-Anak Muslim yang Meninggal Sebelum Baligh di Gaza

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Gaza, Perlu kita ketahui, semua manusia telah Allah tentukan ajalnya. Di titik manapun didunia, jika ajalnya telah datang maka sedetik pun ia tidak dapat menundanya, meskipun ia orang dewasa maupun anak-anak. Para anak-anak Muslimin yang meninggal sebelum baligh memiliki keutamaan besar dalam agama Islam. Ia menjadi sumber pahala yang besar jika orang tuanya bersabar. Lalu, kemana perginya anak anak Muslimin yg meninggal sebelum Baligh? Rasûlullâh ﷺ bersabda,

إِنَّ ذَرَارِيَّ الْمُؤْمِنِينَ فِي الْجَنَّةِ يَكْفُلُهُمْ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ

“Sungguh anak keturunan dari kaum Muslimin akan masuk surga, Ibrâhîm Alaihissalam akan mengasuh mereka.” (HR. Ahmad No. 8324)

Anak-anak Muslimin yang meninggal sebelum Baligh, Allah memuliakan mereka dengan mempermudah jalan mereka ke Surga. Dan juga saat sekarang mereka berada ditempat yang aman dan nyaman. Selanjutnya tergantung kelapangan dari orang tua memahami Kematian adalah takdir dari Allah. Rasulullah ﷺ bersabda,

إِذَا مَاتَ وَلَدُ العَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ: قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي، فَيَقُولُونَ: نَعَمْ، فَيَقُولُ: قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ، فَيَقُولُونَ: نَعَمْ، فَيَقُولُ: مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟ فَيَقُولُونَ: حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ، فَيَقُولُ اللَّهُ: ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الجَنَّةِ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الحَمْدِ “

“Jika anak seorang hamba meninggal, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Kalian telah mencabut anak hamba-Ku.’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ (Allah Ta’ala) berfirman, ‘Kalian telah mencabut buah hatinya.’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ (Allah Ta’ala) bertanya, ‘Apa yang dikatakan hamba-Ku.’ Mereka menjawab, ‘Dia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’.’ Allah berkata, ‘Bangunlah untuk hamba-Ku satu rumah di surga, dan berilah nama dengan Baitul Hamd’.” (HR. Tirmidzi No. 1021). Allahu Ta’ala A’lam bishawab. (tw)

Internasional

Pemimpin Amerika Latin Serentak Kecam Genosida dan Tuduh AS, Inggris serta Uni Eropa yang Dukung Serangan Israel ke Warga Gaza

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Brazil, Sejumlah pemimpin negara-negara Amerika Latin pada Jumat (1/3) serentak mengecam agresi militer Israel di Jalur Gaza dalam Konferensi Tingkat Tinggi Komunitas Negara Amerika Latin dan Karibia (Celac) ke-8 yang digelar di Saint Vincent dan Grenadines.

Sementara itu, Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva mengusulkan Celac menerbitkan resolusi untuk mendesak pengakhiran segera genosida di Jalur Gaza.

“Tragedi kemanusiaan di Gaza menuntut kita untuk menghentikan hukuman kolektif yang ditimpakan Israel kepada rakyat Palestina,” ucap Lula di Brazil, (1/3/2024).

Presiden Venezuela Nicolas Maduro juga mengecam pengadilan internasional yang ia anggap tidak efektif menghentikan pembantaian yang terjadi di Jalur Gaza.

Para Pemimpin Amerika Latin ini saja yang mempunyai keyakinan berbeda dengan Umat muslim, mau bergerak dan bertindak untuk membantu Palestina, bagaimana dengan negara-negqra di Timur Tengah seperti UEA dan Arab Saudi? (tw)

Continue Reading

Internasional

Contract Farming di Thailand Hasilkan Beras Melimpah, Sempat Jadi Program Anies

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Contract farming yang dijalankan di Thailand mengemuka setelah negara tersebut berhasil menjadi salah satu pemain utama produksi beras dunia.

Di sisi lain Indonesia yang dicap sebagai negara agraris justru kelimpungan memenuhi kebutuhan pasokan beras dalam negeri. Pemerintah justru berencana melakukan impor beras dari Negeri Gajah Putih itu. 

Melansir laporan Asian Development Bank, sistem contract farming yang dijalankan Thailand merupakan sarana untuk membantu petani kecil dalam mendapatkan akses pasar dan mengurangi risiko harga. Dalam sistem contract farming ini, pemerintah secara ketat mengontrol harga dan kebijakan tenaga kerja pertanian.

Pemerintah membangun lingkungan dan infrastruktur yang mumpuni untuk mendorong investasi di bidang agribisnis dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Pemerintah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani hingga 80 persen. Kebijakan pun mendorong diversifikasi pertanian kendati beras tetap menjadi komoditas utama. Dengan kebijakan ini para petani bisa menanam berbagai tanaman komersial seperti singkong, tebu, dan jagung. Kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau juga ditanam di lahan kering.

Contract framing mulai dipromosikan sejak Rencana Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional keempat (1977 – 1981). Kebijakan untuk ekspor nilai tambah dipromosikan dan agroindustri tumbuh pesat, terutama pada ikan kaleng, nanas, dan produk tomat. Kemudian rencana ke-6 mempromosikan integrasi pertanian dan pengolahan dan ekspor bernilai tambah tinggi.

Dibandingkan dengan yang lain Negara-negara Asia, pada awal 1990 Thailand mungkin memiliki pengalaman paling luas dengan contract farming dan jangkauan tanaman terluas.

Pada pertengahan Rencana ke-7, nilai ekspor produk agroindustri telah mencapai 82.000 juta Baht dan tumbuh menjadi 247.000 juta pada tahun 2003 (Departemen Pertanian dan Koperasi 2004) dan mencapai 303.069 juta Baht pada tahun 2006. 

Di sektor pengolahan buah dan sayuran dan unggas di mana kontrak produksi sangat luas, tingkat pertumbuhan selama 2005-2006 mempertahankan tingkat tinggi 11,1% dan 8% masing-masing (Departemen Pertanian dan Koperasi 2007).

Contract farming telah berperan penting dalam memberikan petani akses ke rantai pasokan dengan stabilitas pasar dan harga, serta bantuan teknis. 

Kebijakan khusus juga diterapkan untuk petani miskin. Bekerja sama dengan perusahaan swasta, para petani sering mendapatkan kredit dari perusahaan.

Timbal baliknya, perusahaan mengharapkan pengiriman barang dalam jumlah tertentu, namun kualitas dan harga telah ditetapkan. Pasar dan kepastian harga bagi kedua belah pihak yakni petani dan perusahaan membuat kualitas produk meningkat dan rantai pasok menjadi lebih efisien.

Lalu bagaimana dengan program Food Estate Jokowi dan prabowo? Bongkar Food Estate yang bermasalah di Kalimantan dan Impor beras ugal-ugalan yang dilakukan Pemerintah! (tw)

Continue Reading

Internasional

Lebih dari 100 Warga Gaza Tewas Diserang Teroris Israel Saat Menunggu Bantuan Kemanusiaan

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Sedikitnya 104 warga Palestina dilaporkan terbunuh dan 760 lainnya cedera ketika tentara Israel menembaki kerumunan warga yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Kota Gaza bagian selatan, Kamis (29/2).

Sementara itu, pihak Israel mengeklaim sebagian besar korban tewas karena terjatuh akibat berdesak-desakan dalam kerumunan serta tertabrak truk pembawa bantuan.

Militer Israel menyatakan, penyelidikan awal mendapati bahwa beberapa warga Palestina berupaya mendekati titik pos pemeriksaan Israel yang dilewati truk pembawa bantuan.

Untuk menghentikan mereka, pasukan yang berjaga memberi tembakan peringatan dan menembak ke arah kaki warga Palestina yang tidak berhenti berjalan menghampiri pos Israel itu. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending