Connect with us

Otomotif

Anak Buah Luhut Ungkap Alasan Motor Listrik Subsidi Sepi Peminat

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rachmat Kaimuddin membeberkan alasan motor listrik subsidi masih sepi peminat.
Pemerintah menargetkan, pada 2023 penyaluran subsidi motor listrik baru tembus hingga 200.000 unit. Namun saat ini, penyalurannya baru sampai 8.638. Rachmat menilai, kondisi ini sedikit banyak didorong oleh faktor opsi merek.

“Ada nggak barang yang menarik, yang baik, yang reliable dan lain sebagainya. Kalau kita cerita, motor mungkin banyak, ada 17 brand yang TKDN 40%. Namun memang belum ada dominan brand,” kata Rachmat dalam acara Forum Diskusi dan Konferensi Pers Post COP 28 di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2023).

Menurutnya, apabila para pemain tersebut turut serta menjajakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), minat pasar akan ikut terkerek naik. Adapun yang dimaksudnya, merek-merek motor dominan tersebut adalah para pemain-pemain besar yang menguasai pasar Indonesia.

“Biasanya saya beli motornya yang brand x, y, atau z. Ini (merek motor listrik) di luar itu. Nah ini juga akan kita lihat, either kita boost beberapa atau, tentu ini bukan tugas pemerintah ya, tapi mungkin nanti perlu branding dulu nih untuk motor-motornya. Hopefully ada old players yang akan ikut masuk dan bisa menggairahkan,” ujarnya.

Selain itu, program pemberian insentif sendiri baru diluncurkan pada 19 September 2023 lalu sehingga jaraknya cukup mepet hingga akhir tahun untuk merealisasikannya mencapai target.

Meski demikian, ia optimistis pada tahun depan target pemerintah bisa tercapai. Hal ini didukung dengan akan masuknya pemain-pemain baru di 2024. Apalagi dengan melihat angka penjualan motor listrik secara harian terbilang cukup baik. Harapannya, target 200.000 motor bisa teralisasi tahun depan.

“Ke depan kita juga tentunya selain menambah juga, mulai dari awal tahun kita player-player ini mulai lebih banyak lagi. Misalnya yang Indonesia ada, juga Honda juga udah keluarin, dan lain-lain juga udah mulai produk-produk, semakin produknya luas,” ujarnya, ditemui selepas acara.

“Masalahnya 200.000 itu kan, kita lihat rata-rata hariannya, karena mungkin saat ini sekitar 180-an per hari dan dari yang sangat kecil menjadi naik. Harapannya sih tahun depan bisa tercapai,” sambungnya.

Selain itu, ia juga turut menyoroti tentang ketersediaan tempat pengisian daya kendaraan listrik. Menurutnya, hal ini juga menjadi PR besar pemerintah mengingat sebarannya masih minim.

“Mungkin PR dari kami yang perlu kita lihat juga adalah mengenai baterai swap atau charging station-nya itu kita akan coba review lah. Bagaimana caranya bisa lebih banyak lagi swap station dan juga charging station,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, berdasarkan data SISAPIRa per 15 Desember 2023, per pukul 12.23 WIB dari 200.000 kuota insentif pembelian motor baru 8.683 motor listrik yang tersalurkan alias terbeli. Sementara itu, ada sebanyak 6.182 dalam proses pendaftaran pembelian dan 3.034 pembeli dalam proses verifikasi,

Sementara itu, sesuai Permenperin No. 21/2023, pemerintah menargetkan 200.000 unit motor listrik subsidi terjual tahun ini dan 600.000 unit motor listrik subsidi terjual pada tahun 2024. Namun Kementerian Perindustrian menurunkan kuotanya untuk tahun depan menjadi hanya 50.000 unit.

Inilah akibat para pejabat nyambi jadi pengusaha dan akhirnya menggerogoti uang APBN hanya untuk kepentingan mereka, (ut)

Otomotif

Motor Listrik Ini Dijual Hanya Rp 3 Juta di IIMS 2024

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS 2024), ZPT Nimbuzz dijual hanya Rp 3 jutaan.

Harga ZPT Nimbuzz Rp 3 jutaan tentunya setelah mendapatkan subsidi pembelian motor listrik dari pemerintah yang bernilai Rp 7 juta.

“Harga awal sebelum subsidi pemerintah itu Rp 9,9 juta,” buka Karen selaku sales ZPT Nimbuzz pada Rabu (21/02/2024).

Berikut spesifikasi motor listrik murah ZPT Nimbuzz.

Meskipun termasuk motor listrik murah, ZPT Electric Vehicle kasih beberapa bonus untuk perawatan.

“Pembelian ZPT Nimbuzz sudah termasuk garansi jasa service seumur hidup,” jelas Karen.

“Untuk servicenya bisa datang ke showroom kami di Tebet dan Tangerang atau bisa home service ke rumah,” tambahnya.

ZPT Nimbuzz pakai motor listrik yang berada di roda belakang atau biasa disebut dengan hub drive 1.000 watt atau 1 Kw.

Dalam kondisi baterai penuh, motor listrik yang mempunyai daya angkut hingga 200 kg ini dapat berjalan hingga 70 km.

ZPT Nimbuzz diklaim dapat berlari hingga 60 km/jam.

Oya, buat yang minat sama ZPT Nimbuzz tampaknya harus bersabar.

“Kalau mau pesan ZPT Nimbuzz saat ini harus inden hingga 3 bulan dengan DP Rp 1 juta,” tutupnya saat ditemui di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat. (tw)

Continue Reading

Otomotif

Alasan Motor Listrik Tidak Laku di Pasaran

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Seiring dengan proses elektrifikasi di Indonesia, Pemerintah terus berupaya dalam meyakinkan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik baik itu mobil maupun motor.

Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang meragukan untuk menggunakan motor listrik sebagai mobilitas harian.

Hal ini berdasarkan data dari Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli) per November 2023, yang mengungkapkan penjualan motor listrik sampai belum mencapai target yang telah ditetapkan untuk tahun ini.

Padahal, target penjualan motor listrik yang telah ditetapkan sebanyak 200.000 unit tetapi menjelang akhir tahun, penjualan baru mencapai 15.000 unit.

Ada tiga alasan mengapa motor listrik tidak laku di pasaran.

Yang Pertama, pasti (masyarakat) bertanya-tanya tentang jarak. Jaraknya jauh atau enggak. Rata-rata sekarang kan hanya 50-60 (kilometer) maksimum, sehingga kalau orang di Tangerang mau ke Jakarta 60 km, masih mikir-mikir begitu. Nanti charger-nya gimana?

Yang Kedua, mengungkapkan harga baterai yang masih mahal menjadi salah satu alasan masyarakat masih enggan menggunakan motor listrik.

Yang Ketiga, charging. Charging nya itu masih lama, rata-rata masih antara minimum 2,5 jam hingga 4 jam, bahkan ada juga yang 6 jam.

Tiga alasan ini yang menjadi akibat motor listrik masih kurang diminati oleh masyarakat. (tw)

Continue Reading

Otomotif

Motor Listrik Murah Rp 7 Jutaan dari Greentech, Mirip Vespa Jarak Tempuh 100 Km

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Kabar bagus buat yang penasaran dengan motor listrik baru, Indonesia International Motor Show atau IIMS 2024 jadi momen yang pas.

Yup, IIMS 2024 bakal digelar dalam waktu dekat, tepatnya 15 sampai 25 Februari 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Jadi salah satu peserta pameran, Greentech punya beberapa motor listrik harga murah meriah.

Di antaranya Greentech VP yang dibanderol Rp 7.500.000 On The Road (OTR) Jakarta.

Harga segitu sudah termasuk potongan dari bantuan pemerintah sebesar Rp 7.000.000, seperti pantauan MOTOR Plus-Online hari ini, Rabu (31/1/2024).

Ada 5 pilihan warna, yaitu Black, Tosca Grey, Yellow, Champagne Gold, dan Red Maroon.

Untuk spesifikasinya, Greentech VP memakai baterai KK Super Graphene dengan kapasitas 72V32Ah.

Motor tanpa bensin tersebut memiliki daya 1.000 watt dengan kontroller 60/72 volt.

Estimasi jarak alias jarak tempuh motor listrik tersebut berada di angka 100 km sekali pengecasan.

Untuk top speed atau kecepatan maksimalnya di kisaran 55 km/jam.

Dengan berat 108 kg, beban maksimal Greentech VP yang disarankan 175 kg.

Dari kaki-kakinya, kedua pelek dibalut ban dengan ukuran 90/90 dengan diameter 10 inci.

Untuk pengeremannya menggunakan cakram pada depan dan belakang motor listrik Greentech ini. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending