Connect with us

Peristiwa

Anggota DPR Sebut Campur Tangan Polri di MBG Bikin Masalah

Published

on

Anggota DPR Sebut Campur Tangan Polri di MBG Bikin Masalah

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Anggota Komisi IX DPR, Muhammad Yahya Zaini, menyoroti keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Polri karena dianggap menimbulkan konflik di lapangan.

Yahya menyebut, sejumlah aparat kepolisian diduga melakukan pendekatan langsung ke sekolah-sekolah untuk mencari penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bahkan menyerobot wilayah distribusi yang sebelumnya dikelola masyarakat.

Ia mencontohkan kasus di Grobogan dan Brebes, Jawa Tengah, di mana masyarakat merasa takut akibat intervensi aparat.

Yahya pun meminta pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) menertibkan tumpang tindih pengelolaan agar distribusi MBG berjalan adil.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, SPPG Polri berfokus pada keamanan pangan dan kualitas gizi, namun DPR menilai perlu dilakukan evaluasi agar peran Polri tidak tumpang tindih dengan masyarakat.

Aturan BGN Kelola Maksimal 10 Dapur MBG Tak Berlaku di Sulawesi Selatan

Ternyata satu yayasan mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dibolehkan mengelola maksimal 10 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di satu provinsi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan hal tersebut untuk merespons beberapa laporan yang menyebutkan oknum yayasan memiliki puluhan SPPG dalam satu wilayah.

Keterangan Dadan berberda dengan kejadian di Sulawesi Selatan.

Di Sulsel, anak Wakil Ketua DPRD Provinsi, Yasir Machmud memiliki 41 dapur MBG.

Terdapat 16 dapur di Kota Makassar, 3 dapur di Parepare, 2 dapur di Gowa, serta 10 dapur di Kabupaten Bone.

Informasi dihimpun Tribun-timur, untuk mendirikan satu dapur membutuhkan anggaran hingga Rp1,5 M.

Anggaran ini sudah termasuk pendirian dapur hingga perlengkapan peralatan. (tw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement