Connect with us

Nusantara

Apa Kabar Bukit Algoritma? Mangkrak, Perlu Audit dan Investigasi

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Sukabumi, Proyek Bukit Algoritma mangkrak. Selain tidak memiliki perencanaan matang, Bukit Algoritma juga tidak mempertimbangkan situasi nasional maupun global yang dihantam pandemi. Banyak perusahaan besar tumbang akibat pandemi, apalagi proyek rintisan.

“Untuk mencegah munculnya kerugian negara yang timbul sebagai akibat ikutan kegagalan proyek ini, harus ada audit. BUMN Amarta Karya harus memberi penjelasan kepada masyarakat. Komisi VI DPR akan mendalami masalah tersebut”, kata anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak menjawab pertanyaan media terkait mangkraknya proyek yang digadang-gadang sebagai ‘silicon valeynya’ Indonesia itu.

“Saya khawatir, meski proyek Bukit Algoritma sampai saat ini mangkrak, namun investasi sudah dikucurkan. Perlu audit dan investigasi untuk mencegah APBN terseret oleh proyek ini,” kata Amin.

Lebih jauh Amin mengungkapkan, berbagai proyek mangkrak terjadi karena buruknya perencanaan. Proyek tidak didukung dengan kelayakan studi secara profesional.

“Sejak awal, Gubernur Ridwan Kamil sudah mengingatkan kelemahan proyek Bukit Algoritma ini. Tapi peringatan itu dianggap angin lalu,” kata Amin.

Sejak terobosan dua tahun lalu, proyek Bukit Algoritma berpotensi membebani keuangan negara meskipun dianggap tidak menggunakan APBN. Pelibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Amarta Karya dalam proyek ini, pada akhirnya bisa menyeret keuangan negara.

Menurut Amin, dari sejumlah kasus yang bermasalah antara lain LRT Palembang, Bandara Kertajati, dan lain-lain, meskipun awalnya tidak menggunakan anggaran dari negara, karena bermasalah, negara terpaksa menyuntikkan modal kepada BUMN atau perusahaan-perusahaan yang belum menyelesaikan proyek tersebut.

“Saat BUMN mengerjakan mega proyek senilai triliunan rupiah, biasanya mereka menerbitkan surat utang dengan jaminan pemerintah. Karena BUMN keuangan akan mengalami ‘pendarahan’ jika tidak menerbitkan surat hutang,” beber Amin.

Agar investor swasta mau membeli surat utang tersebut, maka dibutuhkan jaminan dari pemerintah. Dengan cara itu, swasta yakin jika terjadi masalah dengan proyek, investasi mereka mendapatkan perlindungan melalui penjaminan pemerintah.

Konsep lembah silikon itu menggabungkan tiga hal yakni, Universitas dengan kapasitas riset dan inovasi tinggi, pendukung industri yang mendukung inovasi, serta institusi keuangan yang siap mendanai proyek riset dan rintisan (start up).

Sinyalir ketiga pilar yang akan menopang keberlangsungan proyek tersebut tidak terwujud. Dalam dua tahun terakhir sejak ground breaking, tidak ada variasi riel untuk memenuhi tiga pilar tersebut.

Proyek korup dan mangrak di rejim jokowi ini akhirnya menggunakan anggaran multiyears APBN yang akhirnya tergerus. (utw)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10228338186514260&id=1667463503&mibextid=Nif5oz

Nusantara

Tambah Lokasi, Ojol dan Pengusaha Ikut Berbagi di Warung Makan Gratis Cirebon

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Cirebon, Masih ingat dengan Warung Makan Gratis dengan menu telur yang ada di Pemuda Sport Center, Jalan Pemuda, Kota Cirebon? Sejak ramai di media sosial, warung nasi gratis ini banyak didatangi pengunjung.

Bukan saja datang karena sekedar makan, ada juga yang datang membawa bantuan seperti telur, beras, garam, penyedap rasa, hingga kecap. Warung dengan tagline “Hari Ini Aku Bahagia”, saat ini bisa memberikan lebih dari 200 porsi nasi telur setiap harinya.

Bantuan yang datang bukan hanya dari warga sekitar Cirebon saja, tapi informasi warung makan gratis ini sampai ke telinga pengusaha di Jakarta yang menjadi donatur. Juga teman-teman ojek online yang mengirim beras dan telur.

“Kami percaya bahwa kebaikan itu menular. Hal ini terbukti dari teman-teman ojol ada yang menyumbang telur entah seperempat, atau ada yang kirim penyedap rasa, garam. Itu yang membuat saya dampak yang sangat luar biasa,” ujar Willian pencetus Warung Makan Gratis, Jumat (17/5/2024).

“Setelah ramai di media sosial, karena kita tidak menerima uang, akhirnya yang datang ada yang bawa beras, telur, garam, penyedap rasa, hingga kecap. Bahkan ada pengusaha dari Jakarta wps.inc juga menjadi donatur,” katanya.

“Dampaknya sangat positif, jadi kebaikan itu menular dan mereka akhirnya ingin berbagi juga. Karena mereka belum berani memulai, akhirnya dia berbagi dengan kami,” sambungnya.

Jika semakin banyak orang-orang yang membantu, menurut Willian, secepatnya akan membuka warung makan gratis di tempat lain. Karena beras dilama-lamain akan semakin banyak kutu dan telur akan busuk.

“Kalau semakin banyak sumbangan, bukan saya tambahin menu. Tapi saya tambahin porsi dan tempat,” katanya.

Willian berencana, akan membuka warung makan gratis di Jalan Tuparev, atau tepatnya di area kampus UMC Tuparev. Karena, Willian ingin menggandeng teman-teman mahasiswa untuk bisa berkolaborasi dengan mereka.

“Dipilihnya Jalan Tuparev, saya melihat aktivitas di sekitar itu sangat padat dan terjangkau. Kedua akan buka di Jalan Kesambi, Ketiga Jalan Majasem, dan keempat antara Jalan Wahidin atau Jalan Siliwangi,” pungkasnya.

Bisa jadi program 02 akan kadaluarsa karena saat ini, sudah banyak rakyat yang melakukan hal itu.(utw)

Continue Reading

Nusantara

Warung Madura Mulai Mengundang kegelisahan Pengusaha Kapitalis Minimarket

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Rasanya tak kufu’ kalau warung kecil punya keinginan menggulung yang lebih besar. Namun Warung Madura mulai mengundang kegelisahan pengusaha minimarket dan Kapitalpun gelisah pada yang ujung dan kecil.

Berbekal keinginan yang sama untuk menyambung hidup, si kecil mengeluarkan effort lebih besar. Menurut ilmu ekonomi, tak soal selama matanya masih kuat terbuka di sepanjang malam, dan tubuhnya tak ambruk dalam kegelapan.

Tentu selama tidak melanggar konstitusi juga. Kalau khawatir, berikan effort lebih juga. Buktinya sebagian si besar juga ada yang buka 168 jam seminggu.

“Semakin banyak warung yang ‘hanya tutup kalau kiamat’, semakin banyak segmen masyarakat yang terbantu,” ungkap nitizen di Jakarta, (3/5/2024).

Mari kaum pribumi, demi meningkatkan taraf hidupnya, dan berusaha jangan miskin agar tidak dibodohi oleh rezim saat ini, mari setiapdaerah galakkan UMKMnya dengan membuat lebih banyak seperti MaduraMart yang terus buka 24 jam hingga akhir kiamat.

Bukalah tiap daerah seperti: AcehMart, MedanMart, BantenMart, DayakMart hingga PapuaMart untuk terus berdagang dan mencari rejeki yang halal serta lawan segala kebijakan rezim ini yang terus memiskinkan dan membodohi rakyatnya. Merdeka! (utw)

Continue Reading

Nusantara

Jangan Sampai Tanah Diserobot Pengembang! Ini Cara Mencegahnya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Kasus penyerobotan tanah kerap terjadi di masyarakat, termasuk oleh pengembang untuk dibangun rumah maupun jalan. Tanah kosong yang lama dibiarkan berpotensi disalahgunakan orang lain, apalagi kalau status kepemilikan tanah tidak jelas.

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) DPC Jakarta Utara, Sabar Ompu Sunggu mengatakan pengembang memiliki izin lokasi atau izin pembebasan dari pemerintah untuk mengembangkan suatu tanah. Dengan surat izin tersebut, mereka dapat meratakan suatu wilayah.

“Kadang-kadang ada juga developer yang nakal yang tidak mau tau malam-malam di buldoser, akhirnya (merugikan) orang pemilik tanah yang punya girik yang bukan sertifikat. Kalau yang sertifikat kan jelas sudah susah untuk digarap (pengembang) karena pengembalian batas juga gampang itu setiap sertifikat ada,” ujar Sabar, Senin (22/4/2024).

Menurut Sabar, tanah yang diserobot orang biasanya memiliki kelemahan, sehingga pengembang nakal berani untuk mengambil alih tanah. Maka, perlu dilakukan beberapa langkah pencegahan untuk menjaga tanah kosong, serta memiliki kekuatan di mata hukum.

Tingkatkan Kepemilikan Tanah

Sabar menyampaikan satu-satunya cara agar tanah tidak diserobot adalah dengan meningkatkan kepemilikan tanah menjadi sertifikat. Sebab, ia menilai rata-rata tanah yang diserobot karena tidak ada sertifikat kepemilikan tanah.

“Kalau ada sertifikatnya nggak mungkin (diserobot), pasti dia ngotot itu (pemilik tanah).Apalagi sertifikatnya lebih lama dan lebih duluan lagi daripada developer, mungkin yang masuk ke masyarakat itu ada sertifikat palsu mungkin bisa aja gitu. Tapi kebenaran itu akan tetap diuji di pengadilan,” jelasnya.

Selain itu, sertifikat tanah penting untuk memastikan lokasi dan batas tanah. Pemilik harus mengetahui letak dan batas tanah, salah satunya dengan sertifikat tersebut. Sebab, syarat untuk menggugat mengenai kepemilikan tanah di pengadilan harus mengetahui batas-batas tanah.

“Misalnya girik, merekanya itu nggak ada batas-batasnya. Itu sebetulnya yang menyulitkan kami selama ini untuk melawan pengembang,” ungkapnya.

Jangan Biarkan Tanah Kosong

Selanjutnya, Sabar menekankan agar pemilik tanah menguasai fisik tanah dengan tidak membiarkan lahan kosong begitu saja. Pemilik harus aktif menggunakan tanah, seperti dengan menanam tumbuh-tumbuhan ataupun membangun rumah dan lain sebagainya.

“Tanamlah jagung, apa segala macam sampai ini (pengembang) nggak mendapatkan suatu bukti hak sempurna, yaitu sertifikat atas tanahnya. Secara terus-menerus (pemilik) jangan dianggurkan (tanahnya),” pungkasnya.

Meski bukan langkah hukum, cara itu sebagai bukti tanah dimiliki oleh seseorang. Bahkan, kalau sampai pengembang merusak barang pada lahan tersebut, maka semakin banyak urusan dengan pengadilan. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending