Connect with us

Nusantara

Ayo Wisata Religi ke Wali Songo yang Tersebar di Seluruh Pulau Jawa

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jawa, Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa tak terlepas dari peran Wali Songo. Wali Songo atau sembilan orang yang dipercaya ini merupakan tokoh Islam yang dihormati di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.

Untuk menghormati sekaligus mengenang jasa-jasanya, banyak umat muslim yang berziarah ke makamnya. Makam-makam para wali pun dijadikan jujugan wisata religi.

Biasanya, saat bulan Ramadan tiba, kawasan makam Wali Songo sangat ramai, lho. Kalau kamu berencana berwisata religi ke makam Wali Songo, simak daftar lokasinya di bawah ini:

1.Makam Sunan Ampel

Kompleks pemakaman Sunan Ampel berada di dekat Masjid Ampel yang didirikan pada tahun 1421. Di sekitar kawasan ini, terdapat pasar yang menjual kurma, peralatan salat, makanan khas Arab, dan lain-lain. Saat bulan Ramadan tiba, biasanya jumlah peziarahnya mencapai puluhan ribu orang.

Lokasi: Jalan Ampel Masjid Nomor 43, Kelurahan Ampel. Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional: 24 jam

Harga: gratis

2. Makam Sunan Gresik

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim dianggap sebagai orang yang pertama menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Setelah meninggal dunia, Sunan Gresik dimakamkan di sebuah bangunan berbentuk pendopo yang berisi makam istri beserta anaknya. Jaraknya hanya sekitar 200 meter dari Kota Gresik.

Lokasi: Jalan Malik Ibrahim Nomor 52-62, Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Jam operasional: 24 jam

Harga: gratis

3. Makam Sunan Bonang

Sunan Bonang adalah anak dari Sunan Ampel bersama istri pertamanya yang bernama Dewi Candra Wati. Untuk menuju kompleks pemakaman Sunan Bonang, kamu harus naik becak seharga Rp18 ribu pulang dan pergi.

Sesampainya di lokasi, kamu bisa melihat ratusan makam dengan jalan setapak menuju ke pendopo di mana Sunan Bonang dimakamkan.

Lokasi: Jalan KH Mustain, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur

Jam operasional: 24 jam

Harga: gratis

4. Makam Sunan Drajat

Tak jauh berbeda dengan makam Wali Songo lainnya, makam Sunan Drajat pun ditempatkan di bangunan menyerupai pendopo berbentuk cungkup. Saat memasuki makam, kamu akan melewati gerbang batu dengan ukiran tumbuhan. Di sekitar kawasan ini terdapat ada pasar yang menjual aneka makanan laut.

Lokasi: Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

Jam operasional: 24 jam

Harga: gratis

5. Makam Sunan Kudus

Saat memasuki kawasan ini, kamu akan langsung melihat Masjid Menara Kudus yang bentuknya menyerupai candi. Di kawasan makam utama Sunan Kudus, ada bangunan kecil yang biasanya ditutupi kelambu. Para peziarah bisa berdoa di sekeliling bangunan kecil ini.

Lokasi: Kelurahan Kauman, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah

Jam operasional: 24 jam

Harga: gratis

6. Makam Sunan Giri

Di area pintu masuk makam Sunan Giri, ada Candi Bentar yang dijaga patung naga besar. Untuk makam Sunan Giri dikelilingi tembok kayu dengan ukiran indah. Di sekitar makam ini, ada cungkup milik Sunan Dalem, yakni anak dari Sunan Giri.

Lokasi: Jalan Sunan Prapen Nomor 7, Kelurahan Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Jam operasional: 24 jam

Harga: gratis

7. Makam Sunan Kalijaga

Makam Sunan Kalijaga berada di kompleks Masjid Agung Demak. Sebelum memasuki kawasan ini, kamu harus mengisi buku tamu dahulu.

Setelah itu, barulah masuk ke area makam. Untuk makam Sunan Kalijaga sendiri dilapisi keramik dengan pilar bertuliskan kaligrafi.

Lokasi: Jalan Raden Sahid, Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah

Jam operasional: 24 jam

Harga: gratis

8. Makam Sunan Muria

Makam Sunan Muria berada pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Di kawasan ini pun ada Masjid Sunan Muria yang gak kalah menawan.

Berbeda dengan makam Wali Songo lainnya, kawasan ini lebih sejuk dengan pemandangan yang cantik, karena berada di dekat Gunung Muria.

Lokasi: Desa Colo, Kecamatan Gawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah

Jam operasional: 24 jam

Harga: gratis

9. Makam Sunan Gunung Jati

Bangunan makam ini memiliki gaya arsitektur Jawa, Tiongkok, dan Arab. Dindingnya dihiasi dengan keramik yang berumur ratusan tahun.

Ada pula ukiran kaligrafi yang bikin makin menawan. Di sekitar kawasan ini, banyak sekali tempat makan yang menyajikan aneka hidangan, lho.

Lokasi: Jalan Alun-alun Ciledug Nomor 53, Kelurahan Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat

Jam operasional: 24 jam

Harga: gratis

Dari beberapa wisata Wali Songo di Pulau Jawa, kamu udah pernah berkunjung ke mana aja, nih? (tri)

Nusantara

Agak Laen, Mudik Idul Fitri 2024 Pakai Helikopter Hanya Rp 2,5 Juta dan Anti Macet

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jateng, Minimal sekali dalam seumur hidup anda mencoba naik Helikopter, terlebih momen Idul Fitri dimana semua orang ingin mudik ke kampung halaman dan terlihat agak laen.

Mudik ke kampung halaman dengan helikopter akan terasa lebih cepat, bebas macet, bebas banjir pake saja jasa helikopter.

Heli Jateng pada edisi Idul Fitri 2024/1445 Hijriyah ini membuka promo tanpa minimum pax. Khusus buat anda yang ingin merasakan sensasi dan experience naik helikopter anda harus menyiapkan Rp 2,5 juta/pax 13 menit.

Untuk pemesanan anda bisa mengunjungi https://helijateng.com, titik poin di Demak Green Garden.

Selain promo mudik HeliJateng juga melayani jasa Medical and Evacuation, Heli Agent Bisnis, Heli Sky Tour, Heli Charter A to B dan Heli Entertain and Event.

Helikopter Spesifikasi: Bell 206 JET, Ranger III, Registrasi PK – AVT, Cabin 4 Setter, Endurace 03.30 Hours. (ut)

Continue Reading

Nusantara

Berpisah dari Jabar, Kabupaten Berusia 346 Tahun Ini Punya Nama Baru Usai Gabung dengan Jakarta

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Cianjur, Jawa barat akan berpisah dengan Kabupaten yang berusia 346 tahun.

Kabupaten ini akan berpisah dengan Jawa Barat dan bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta.

Akibat berpisah dengan Jawa Barat, Kabupaten ini pun harus berganti nama.

Padahal sebelum berpisah dengan Jawa Barat, Kabupaten ini menjadi salah satu daerah penopang ekonomi terutama dari sektor pertanian.

Tahukah anda Kabupaten mana yang akan berpisah dengan Jawa Barat dan bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta? Jawabannya ialah Kabupaten Cianjur.

Ya, Kabupaten Cianjur tak akan lagi masuk ke dalam bagian Jawa Barat.

Kabupaten Cianjur akan masuk ke dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek tetangga Jawa Barat.

Dengan bergabungnya Kabupaten Cianjur wilayah aglomerasi tersebut kini disebut dengan Jabodetabekjur.

Keputusan berpisahnya Kabupaten Cianjur dari Jawa Barat merupakan imbas dari pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN.

DKI Jakarta yang sudah tidak lagi menjadi ibu kota menjaikan Kabupaten Cianjur yang sebelumnya di Jawa Barat kini menjadi keluarga baru mereka.

Dilansir laman Pemerintah Kabupate Cianjur, sebagian besar wilayah Kabupaten Cianjur berupa pegunungan, kecuali di sebagian pantai selatan berupa daratan rendah.

Kabupaten Cianjur punya julukan sebagai kota santri. Citra sebagai daerah agamis telah dimiliki Cianjur sejak tahun 1677. (tri)

Continue Reading

Nusantara

Perampasan Lahan di IKN, Kepala Adat Suku Dayak: Kami Belum Pernah Dapat Tawaran Ganti Rugi

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Paser Besar, Konflik Agraria yang menyertainya istilah “memindahkan ibu kota” ke Kalimantan semakin menjadi sorotan.

Masyarakat yang terdampak merasa tidak mendapat ganti rugi atas lahan mereka yang digusur secara paksa pembangunan Ibu kota Nusantara atau IKN.

Bahkan, tidak ada dialog yang diberikan kepada mereka terkait dengan kompensasi yang seharusnya mereka terima.

Pada tanggal 18 Maret 2024, lima Kelurahan, yaitu Rico, Maridan, Jenebora, Gersik, dan Pantai Langgo, menerima himbauan untuk tidak melakukan apapun di tanah nenek moyang mereka sendiri.

Masyarakat merasa terpinggirkan karena tidak ada kesempatan untuk berdialog dengan pemerintah terkait ganti rugi pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN yang seharusnya mereka terima.

“Tanah kami ini mau dipindahkan ke tanahnya orang lain lagi di sana, saya bilang saya tidak mau, tidak mau saya dipindahkan.” ungkap Yusni, kepala adat Paser Besar, dikutip dari channel youtube pada 30 Maret 2024.

Yusni mengungkapkan bahwa mereka bahkan belum pernah mendapat tawaran ganti rugi atas lahan mereka.

Patok-patok dari badan bank tanah bahkan telah ditancapkan di lahan mereka tanpa izin. Mereka merasa pasrah dan hanya bisa berharap agar ada kompensasi yang sesuai dengan kerugian yang mereka alami.

“kami ini kan sudah pasrah, kalau ada sekarang yang mau ganti rugi dengan sesuai, istilahnya di sini kami siap angkat kaki,” kata Yusni.

Pemerintah menilai bahwa rumah-rumah yang dihuni oleh masyarakat adat tidak sesuai dengan tata ruang pembangunan IKN.

Namun, masyarakat adat merasa bahwa mereka telah lama mendiami tanah tersebut dengan bukti-bukti konkret seperti makam, silsilah, dan peninggalan sejarah lainnya.

Mereka merasa bahwa tanah tersebut bukanlah tanah negara yang belum pernah diinjak oleh masyarakat.

“Kenapa bilang ada tanah negara? yang dikatakan tanah negara belum pernah diinjak oleh masyarakat adat, termasuk tanah kayak rumah Bupati, rumah kapolres, rumah dinas-dinas ASN, Itulah tanah negara. Disini sudah ada kuburan kami, sudah lama di situ Kok” ungkap Noriah, salah satu masyarakat adat dayak balik.

Konflik agraria di IKN telah mencatat angka yang mengkhawatirkan, dengan luas konflik mencapai 38 persen dari total kasus di Indonesia.

Masyarakat adat menjadi pihak yang lemah secara hukum meskipun memiliki bukti-bukti yang kuat tentang klaim atas tanah tersebut.

Hingga saat ini, masyarakat adat di lima Kelurahan yang terdampak terus berjuang untuk mempertahankan tanah mereka atau setidaknya mendapatkan kompensasi yang layak dari pemerintah.

Tanpa solusi yang memadai, konflik agraria ini akan terus menjadi penghalang bagi ambisi pemerintah dalam memindahkan ibu kota ke Kalimantan. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending