Connect with us

Teknologi

Bawaslu: e-Wallet Berpotensi Jadi Sarana Money Politic di Pemilu 2024

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Koordinator Tenaga Ahli, Bawaslu RI, Bachtiar Baetal mengatakan, narasi politik uang kerap kali muncul pada setiap perhelatan Pemilu, termasuk praktik money politic menggunakan sarana e-Wallet pada kontestasi Pemilu 2024.

Meski begitu, penggunaan e-Wallet sebagai sarana politik uang dapat diatur melalui surat edaran atau surat keputusan, termasuk menggandeng para penyedia jasa e-Wallet untuk mencegah terjadinya politik uang pada Pemilu 2024.

Bachtiar menambahkan, Bawaslu sudah melakukan pemetaan-pemetaan hingga tingkat bawah terkait potensi-potensi yang bisa saja terjadi pada Pemilu 2024, sehingga pengawas di setiap tingkatan bisa melakukan pencegahan terlebih dahulu.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk bersama-sama mencegah masifnya praktik politik uang dalam Pemilu 2024 maupun setelahnya,” katanya di Jakarta (11/12/2023). (tw)

Teknologi

Sertifikasi ISO 41001:2018 untuk Mewujudkan Efisiensi pada Perusahaan ataupun Organisasi

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Memperoleh sertifikasi ISO bagi Manajemen Fasilitas pada sebuah perusahaan adalah cara untuk memberdayakan profesional Facilities Management. Mengingat lanskap yang sangat dinamis dan selalu berkembang, termasuk teknologi dan ESG, standar ISO sangat penting bagi manajer fasilitas dan manajemen fasilitas.

Hal tersebut penting agar memberikan kerangka kerja praktik terbaik untuk menjaga dan mengoperasikan fasilitas secara efektif.

Standarisasi ini menjamin konsistensi, kualitas, dan keamanan dalam area penting seperti efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan keselamatan.

Christina Ng, Head of Facilities Management mengatakan bahwa “Meskipun peran Manajemen Fasilitas dalam perusahaan semakin diakui, tim Facilities Management Colliers Indonesia menyadari bahwa masih banyak perusahaan yang belum memperoleh sertifikasi, termasuk ISO 41001:2018, untuk tim Manajemen Fasilitas mereka.”

ISO 41001 berfungsi sebagai standar Facility Management (FM), yang dirancang untuk membantu organisasi atau perusahaan dalam menetapkan, melaksanakan, menjaga, dan meningkatkan program kepatuhan Manajemen Fasilitas yang terintegrasi.

Adanya penerapan sistem ISO 41001, organisasi atau perusahaan dapat mewujudkan efisiensi dalam bentuk sebagai berikut:

-. Menentukan arah tim FM agar sejalan dengan kebutuhan, visi, dan misi perusahaan.

-. Memetakan risiko dan mengidentifikasi peluang perbaikan untuk menghindari biaya yang lebih tinggi terkait aspek bahaya atau risiko.

-. Meningkatkan kualitas layanan melalui kriteria tenaga kerja dan meningkatkan kinerja tim.

-. Mengorganisir dokumentasi lebih efektif. Menerapkan KPI yang sesuai dapat membantu organisasi mengukur aspek yang perlu diperbaiki. Hal tersebut guna mencapai efisiensi yang lebih baik. (utw)

Continue Reading

Teknologi

Pakar IT Roy Suryo Sebut Server Sirekap KPU Diam-Diam Sudah Dipindah dari Singapura ke Indonesia

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pengamat telematika Roy Suryo menyebut server Sirekap KPU sudah diam diam dipindah ke Indonesia. “Alhamdulillah, anak ayam sudah kembali ke induknya, istilah ini mungkin cocok untuk menggambarkan bagaimana Situs Sirekap KPU yang sebelumnya menggunakan IP Address 170.33.13.55 milik Aliyun Computing Co.Ltd alias Alibaba.com Singapore e commerce Private Ltd) kini diam-diam sudah dipindah ke Bumi Pertiwi alias Indonesia. Jadi kalau dalam beberapa hari kemarin Sirekap tersebut sempat “mati” alias tidak berfungsi, memang saat itulah terjadi migrasi tersebut,” kata Roy Suryo dalam pernyataan tertulis, Sabtu (24/2/2024).

Saat ini, kata Roy Suryo, Sirekap KPU sudah menggunakan IP Address 163.181.100.202 alias di Jakarta Raya (meski masih terdaftar di Alibaba Cloud LLC). “Sehingga pemindahan atau migrasi sekalilagi diam diam, dengan alasan “perbaikan sistem” ini mungkin memang buru-buru dikejar sebelum audit forensik IT KPU jadi dilaksanakan untuyk Proyek yang sudah membuat heboh dan menimbulkan keresahan masyarakat tersebut. Istilahnya, sebelum ketahuan sudah “dilarikan atau diselamatkan” terlebih dahulu,” timpalnya.

Menurut Roy, secara pribadi dirinya tidak berpretensi apapun terhadap semua yang selama ini diungkap. “Tentu bersyukur bahwa akhirnya KPU sadar bahwa meskipun UU PDP / Perlindungan Data Pribadi No 27/2022 itu yang didalamnya memuat aturan agar data-data penting dan vital harus disimpan di dalam negeri belum sepenuhnya diberlakukan karena baru disahkan Oktober 2022 lalu, alias baru Oktober 2024 yang berlaku penuh.  Namun seharusnya UU tersebut dipatuhi oleh KPU sebagai Lembaga yang resmi menyelenggarakan Pemilu,” ungkap Roy.

Roy menegaskan, meski demikian saat audit forensik IT tersebut nantinya dilakukan, jikalau auditor yang digunakan benar (baca: Pintar). Pasti tetap akan menemukan “Jejak Digital” Perpindahan IP Address dari yang sebelumnya Singapore menjadi Jakarta diatas. Roy mengingatkan,sSekali lagi meski hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan aturan perundang-undangan yang ada, namun sebelumnya de facto pernah terjadi (Minsrea ?) data-data di Cloud Sirekap tersebut disimpan di luar negeri yang tidak sesuai Aturan atau telah melanggar tindak pidana hukum.

“Jadi selain saya tetap mendorong audit forensik IT tersebut dilakukan, karena selain membongkar “Jejak Digital” diatas juga utk menelisik mengapa bisa terjadi “Auto Algorithm” yang mengakibatkan angka-angka bisa “otomatis” melonjak tajam, tidak hanya salah baca 1 jadi 4 atau 7 terapi bisa bertambah desimalnya menjadi puluhan, ratusan bahkan ribuan kemarin. Tentu hal ini tetap salah dan tidak masuk akal secara teknis, karena OCR (Optical Character Recognizer) dan OMR (Optical Mark Reader) tidaklah “sebodoh” itu menimbulkan kesalahannya,” ungkap Pakar Telematika ini.

Roy menegaskan, juga sangat penting adalah apa yang sudah disampaikan oleh rekan-rekan ICW atau Indonesian Corruption Watch dan Kontras tentang perlunya dilakukan Audit Investigatif untuk membuka Anggaran Uang Rakyat yang sudah dihabiskan sangat besar (bahkan menurut media ternama sampai Rp3,5 miliar) dari Proyek yang dikerjasamakan KPU dengan salah satu kampus ternama di Bandung sesuai MoU tahun 2021 ini. Audit Investigatif, lanjut Roy, juga bisa membuka anggaran-anggaran (gelap) perpindahan penyewaan server yang sebelumnya di Singapore ke Jakarta tersebut, karena pasti ada anggarannya atau ada pihak yang mau dikorbankan menanggung biayanya agar tidak ditulis.

Hal ini, lanjut dia, berarti bahwa citra kampus di Bandung tersebut dapat “dipulihkan” agar tidak terus-terusan menjadi perbincangan di berbagai sosial media akhir-akhir ini. Apalagi di media ternama sudah jelas jelas disebut nama GAPS selaku Penanggungjawab Proyek tersebut sebagai realisasi adanya MoU antara kampus di Bandung tersebut dan KPU. Semua akan menjadi terang benderang dan terbuka, bermanfaat untuk masyarakat.

Sehingga kalau saja, ungkap Roy, KPU kemudian menolak diselenggarakannya Audit oleh Institusi yang Independen tersebut maka jelas-jelas sudah terjadi pelanggaran UU KIP/ Keterbukaan Informasi Publik No 14/2008 dimana di dalamnya jelas mempersyaratkan bahwa Pengungkapan Proyek yang menggunakan Anggaran Negara atau Uang Rakyat tidak termasuk dalam hal yang dirahasiakan, artinya harus dibuka sejelas jelasnya ke Publik.

“Semua hasil Audit Forensik IT dan Investigatif Anggaran ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi bahan yang diperlukan besoknya jika DPR-RI benar-benar bisa menggunakan akal sehatnya untuk jadi membuat Hak Angket Penyelenggaraan Pemilu 2024 yang disebut-sebut oleh banyak pihak sebagai “Pemilu terburuk sepanjang Reformasi” ini. Karena hasil dari audit akan bisa menentukan siapa-siapa yang harus bertanggungjawab dalam kesalahan-kesalahan kemarin,” kata dia.

Pelaksanaan Hak Angket di DPR, ujar Roy, juga bisa membongkar apakah modus-modus kesalahan yang terjadi selama Pemilu 2024 ini (termasuk soal Sirekap) adalah bersifat Terstruktur Sistematis Masif (TSM) atau tidak, karena Pansus Angket akan leluasa untuk memanggil semua pihak yang diperlukan yang terkait atau terlibat dengan kegiatan tersebut.

“Sekali lagi ini lebih penting dibandingkan sekedar membuktikan kuantitas kesalahan di Mahkamah Kalkulator, eh, Mahkamah Konstitusi sebagaimana selama ini terjadi.
Jadi sekali lagi sebagaimana tulisan-tulisan sebelumnya saya tetap mendorong Audit Forensik IT, Audit Investigatif Anggaran sampai ke DPR untuk bisa tetap menyelenggarakan Hak Angket tersebut dan benar-benar dilakukan, karena partai-partai politik adalah representasi rakyat yang membawa amanah mulia akal sehat dan waras tersebut untuk mendorong terlaksananya hal itu. Jangan sampai Hak Angket yang sudah disounding hari-hari ini malahan layu sebelum berkembang karena (mungkin) ada lobby-lobby pemufakatan jahat yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menggagalkannya.

“Kesimpulannya, meski pemindahan server Sirekap KPU tersebut bisa juga dianggap oleh sebagian kalangan sebagai upaya TSM untuk  ‘Bersih-bersih Kesalahan’ (baca: Penghilangan Barang Bukti). Namun saya tetap bersyukur dan mengucap selamat kepada KPU karena sudah mendengar kritik akan lokasi data server yang kemarin saya permasalahkan. Memang sekali lagi saya nothing to loose dalam hal ini, jadi kalau data sudah dipindah ke Indonesia ya Alhamdulillah, semoga KPU tidak melakukan kesalahan kesalahan yang lainnya,” tandas Roy Suryo.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) menepis kabar atau isu yang menyebut aplikasi sistem informasi rekapitulasi suara (Sirekap) Pemilu 2024 menggunakan server atau cloud di luar negeri. Pusat data disebut berada di Indonesia. “Seluruh data Sirekap diproses dan disimpan dalam pusat data yang berada di Indonesia sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Anggota KPU Betty Epsilon Idroos yang didampingi ketua KPU Hasyim dalam jumpa pers terkait perkembangan Pemilu 2024 di Media Center KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2024).

Namun, Betty tak menampik laman Sirekap menjadi sasaran gangguan siber. Dia memastikan KPU bersama tim gugus siber berupaya menangkal gangguan tersebut.  

“Gangguan terhadap sistem Sirekap terjadi mulai tanggal 14 Februari 2024 yang angkanya meninggi dan salah satunya adalah gangguan DDos (distributed denial of service),” pungkas Betty.

LOGIKA UAS (Ust abd Somad)
Kemana Kita Berpihak….???

Ustadz ABDUL SOMAD (UAS),
bertanya kepada jama’ahnya,

UAS 😗 :
“Andai kita hidup pd zaman Fira’un,
kira-kira kita jadi pengikut siapa,
Fir’aun atau Nabi Musa?”

Jama’ah: “Musaaaaa.”
(Jawab jama’ah kompak).

UAS 😗 “Yakiiin?”
Jama’ah 😗 “Yakiiiiiin…..”

UAS 😗
Tapi yang membangun kota Mesir, Fir’aun.
Yang bangun infrastruktur juga dia.
Yang bangun piramida, Fir’aun.
Yang paling kaya, Fir’aun.
Yang punya bala tentara banyak
dan kuat, Fir’aun.
Yang punya banyak pengikut, Fir’aun.
Yang bisa memberi perlindungan
dan jaminan,
Fir’aun.
Yang Berkuasa, Fir’aun.
Yang bisa menyediakan
makanan dan minuman,
Fir’aun.
Yang bisa adakan hiburan, Fir’aun.
Yang bisa buat pusat perbelanjaan, Fir’aun.
Bahkan jika teknologi nya sudah ada,
mungkin Kartu Mesir Sehat
dan Kartu Mesir Pintar juga dibuatnya.”

Sementara Nabi Musa……
siapa dia?
Hanya seorang penggembala kambing.
Bicara saja tidak fasih alias cadel
(akibat pernah memakan bara api diwaktu bayi).
Hanya memiliki sebatang tongkat butut.

Masih yakin mau ikut Nabi Musa……..?
Tanya UAS sekali lagi.

Jamaah terdiam… Saling toleh satu sama lain.

UAS 😗
“Kerjaan Nabi Musa hanya
sebagai penjaga kambing,
tiba-tiba mau mengajak kita menyeberangi lautan,
tanpa memakai sampan, tanpa perahu, tanpa kapal.
Apakah yakin kita mau ikut Nabi Musa?”

Tak satupun jama’ah berani menjawab.
Semua tertunduk, diam seribu bahasa.

UAS 😗
Betapa sesungguhnya manusia
zaman Firaun dan zaman sekarang,
tidak ada bedanya.
Di Zaman sekarang ini, mayoritas
tergila gila pada harta, wanita, pangkat, jabatan, pujian, rayuan. Cinta materi. Al Wahn
(cinta keduniawian)

Sungguh, Fir’aun itu akan tetap ada
hingga akhir zaman.
Hanya saja berubah wajah dan bentuknya.
Juga namanya.
Namun secara hakikat dia akan terus ada.
Sebab sejarah akan berulang,
dan kita harus tetap yakin seyakinnya biidznillah
Fir’aun dikalahkan oleh Musa,
karena Kuasa ALLAH AZZA WA JALLA.

Siapapun yang akan jadi PEMIMPIN1
itu sudah menjadi TAKDIR yang Sudah tertulis
di LAUHUL MAHFUDZ tetapi ALLAH akan mencatat dimana KITA BERPIHAK😊

Belajarlah dari CICAK dan BURUNG PIPIT

Dahulu saat Nabi Ibrahim Alaihi Salam dibakar oleh Raja Namrud,
datanglah burung pipit yang
bolak balik mengambil air
dan meneteskan air itu di atas api
yang membakar Nabi Ibrahim AS.

Cicak yang melihatnya tertawa. “Hai pipit, bodoh amat yang kau lakukan itu.
Paruhmu yang kecil hanya bisa menghasilkan
beberapa tetes air saja,
mana mungkin bisa memadamkan api itu..?

Burung pipit pun menjawab:
“Wahai cicak, memang tak mungkinlah
aku bisa memadamkan api yang besar itu,
tapi aku tak mau jika ALLAH melihat Aku diam saja
saat sesuatu yang ALLAH cintai dizholimi.
Allah tak akan melihat
apakah aku berhasil memadamkan
api itu atau tidak.
Tetapi Allah akan melihat
di mana aku berpihak.

Cicak terus tertawa, dan sambil
menjulurkan lidahnya ia berusaha
meniup api yang membakar
Nabi Ibrahim Alaihi Salam
agar cepat membesar.

Memang tiupan cicak tak
ada artinya tak menambah
besar api yang membakar
Nabi Ibrahim,
tetapi Allah melihat dimana Cicak berpihak.

Hikayat ini terjadi sekarang.
dan akan terus berulang.
Saat Al-Qur’an dinistakan,
suara Azan dipermasalahkan,
bendera tauhid dibakar dan
pembela Agama dikriminalisasi.

Untuk kita Renungkan
Semoga Kita semua selalu dalam Lindungan ALLAH SWT Aamiin…yaa Mujibassailiin… 🤲. (ut)

Continue Reading

Teknologi

Server Sirekap KPU Terhubung ke Alibaba Singapura, Roy Suryo: Sangat Ceroboh dan Tak Masuk Akal!

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pakar telematika Roy Suryo menyebut, penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (Sirekap) yang ada di KPU sangat ceroboh. Sirekap tidak benar-benar independen dan mandiri dijalankan di Indonesia.

Dia menyebut, situs Sirekap terhubung dengan Alibaba Cloud yang beralamat di Singapura. Menurutnya, secara teknis Sirekap-web.kpu.go.id yang digunakan petugas KPPS terhubung dengan IP Address 170.33.13.

“Jika ditelusuri alamat website tersebut mengarah pada “Alibaba Singapura”. Kemudian, website pemilu2024.kpu.go.id terhubung dengan Zhejiang Taobao Network Co., Ltd,” kata Roy dalam keterangannya, Sabtu (17/2/2024).

Roy menyinggung, hal ini terkait dengan etika. Sementara Undang-Undang Data Pribadi (UU PDP) yang disahkan sejak 17 Oktober 2022 lalu secara efektif baru akan wajib digunakan 2 tahun setelah diundangkan, alias beberapa bulan lagi.

“Jadi pemanfaatan server Alibaba di luar negeri ini memang belum bisa dipidana secara hukum, namun sangat tidak etis masih dipakai mengingat seharusnya KPU mempertimbangkan SDM nasional dari Indonesia sendiri, apalagi biaya yang digunakan sangat besar,” ujar Roy.

Dia menyimpulkan, langkah yang dilakukan KPU ini sangat ceroboh dan tidak masuk akal. Selain soal sistem yang belum teruji hingga belum kompetennya sumber daya manusia, data yang disimpan ternyata terkait dengan server di luar negeri yang sangat rawan terjadi kebocoran data.

“Kesimpulannya, sangat ceroboh dan tidak masuk akal sistem Sirekap yang digunakan di Pemilu 2024 ini,” kata Roy.

Oleh karena itu, Roy mendesak agar teknologi informasi atau IT KPU diperiksa dan diaudit forensik.

Menurutnya, jika pemeriksaan tidak dilakukan maka aplikasi Sirekap dinilai tidak memiliki keabsahan data. Keabsahan data yang dikeluarkan akan selalu dipertanyakan.

“Saya sarankan periksa dan audit forensik IT KPU agar legitimasi data yang dihasilkan bisa dipercaya dan sah secara hukum untuk hasil Pemilu 2024,” kata Roy.

bongkar kecurangan Pemilu di KPU yang mungkin saja memang di setting dan dijalankan sistematis sejak tahun 2014 hingga sekarang! (utw)

Continue Reading
Advertisement

Trending