Connect with us

Nusantara

Beberapa Bandara Internasional yang Diresmikan Jokowi, Terburuk di Dunia

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Bandara Udara Internasional Syamsudin Noor menjadi bandara terburuk di dunia menurut survei AirHelp Inc. Bandara ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu. 

Bandara yang sebelumnya bernama Lapangan Terbang Ulin tersebut memiliki luas area 257 hektar. Pertama kali beroperasi pada tahun 1939 dan pada tahunu 1975 bandara ini resmi ditetapkan sebagai bandara sipil dan diubah namanya menjadi Bandara Syamsudin Noor.

Pada 18 Desember 2019, Presiden Joko Widodo meresmikan bandara yang terlatak di kota Banjar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu sebagai bandara Internasional. Saat peresmian Jokowi berharap dengan terbangunnya terminal bandara baru ini dapat memacu perkonomian masyarakat di Kalimantan Selatan.

“Kita bangga perlu lah, sekarang bandaranya lebih besar, tapi yang penting timbulkan triger ekonomi di daerah, jadi masyarakat betul-betul merasakan. (Bandara) Ini memang benar-benar bagus betul, dari tadi saya turun tadi memang gede banget dan bagus betul,” ujar Presiden Joko Widodo dikutp dari siaran pers yang diunggah website Kementerian Perhubungan.

Presiden Jokowi menceritakan kilas balik Bandara Syamsudi Noor yang lama. Ia mengatakan bandara saat ini lebih besar 8 kali lipat dari yang sebelumnya, hal tersebut merupakan loncatan tinggi dari Pemerintah.

“Banyak yang menyampaikan infrastruktur gunanya dan manfaatnya apa, antar negara persaingan betul-betul sangat sengit sekali, antar negara kalau daya saing kita kalah jangan bermimpi kita jadi negara maju. Kita kejar baik namanya jalan tol, airport, pembangkit listrik, pelabuhan, kawasan-kawasan industri semuanya berkaitan itu terus kita kejar,” kata Jokowi saat itu.

PT Angkasa Pura I (Persero) membangun terminal baru Bandara Syamsudin Noor beserta fasilitas penunjang lainnya untuk mengatasi permasalahan lack of capacity ini dengan nilai investasi sebesar Rp 2,2 triliun. 

Proyek pengembangan bandara ini juga termasuk ke dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan pada tanggal 10 Desember 2019 yang lalu hasil pengembangan tersbut telah dioperasionalkan dalam rangka pemanfaatan hasil pengembangan.

Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin terdiri dari 2 Paket pekerjaan.

Paket I yang efektif dimulai pada tahun 2018 meliputi pekerjaan diantaranya pembangunan gedung terminal penumpang seluas 77.569 m2 yang mampu menampung 7 juta penumpang/tahun, dilengkapi dengan 42 Check-In Counter, 3 buah garbarata dan 4 buah baggage conveyor.

Paket 2 yang efektif dimulai tahun 2017 meliputi pekerjaan diantaranya perluasan apron untuk seluas 129.812 m2 untuk menampung parker 14 pesawat narrow body, fasilitas bangunan penunjang serta infrastruktur pendukung lain termasuk Gedung Kargo seluas 3.079 m2 dan halaman parkir kendaraan seluas total 36.780 m2 untuk menampung 1.199 kendaraan roda 4 dan 720 kendaraan roda 2.

Bandara Internasional Denpasar Ngurah Rai, Bali

Bandara internasional yang terletak di sebelah selatan Bali, Indonesia, tepatnya di daerah Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sekitar 13 km dari Denpasar juga masuk dalam daftar bandara terburuk di dunia menurut survei AirHelp Inc.

Dibangun pada tahun 1930 oleh Departement Voor Varkeer en Waterstaats. Landas pacu berupa airstrip sepanjang 700 meter dari rumput di tengah ladang dan pekuburan di desa Tuban. Karena lokasinya berada di Desa Tuban, masyarakat sekitar menamakan airstrip ini sebagai Pelabuhan udara Tuban.

Bandara ini terus direnovasi untuk meningkatkan pariwisata Bali. Lalu pada tahun 2014 seperti yang diberitakan di laman resmi Angkasa Pura I, terminal baru kedatangan penumpang domestik di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali dioperasikan, Minggu (25/5). 

“Kami lakukan ini sebagai upaya percepatan penyelesaian renovasi terminal,” kata General Manager Angkasa Pura Airports Cabang Bandara Gusti Ngurah Rai, Herry Sikado, di Denpasar saat itu.

Terminal kedatangan yang baru memiliki luas dan fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan terminal lama. Jika terminal lama hanya memiliki dua jalur pengambilan bagasi berjalan atau conveyor belt, nantinya terminal baru akan dilengkapi dengan lima conveyor belt dengan area pengambilan bagasi yang lebih luas.

Renovasi terminal domestik yang dilakukan sejak tahun 2013 itu memakan biaya sebesar Rp318 miliar dan direncanakan rampung pada akhir bulan Juni mendatang. “Diharapkan menjelang libur panjang anak sekolah yang jatuh pada akhir Juni seluruh pekerjaan renovasi dapat kami selesaikan sehingga para penumpang dapat menikmati kenyamanan terminal baru,” imbuhnya. 

Terminal baru khusus penerbangan domestik itu ditargetkan mampu menampung sebanyak 9,4 juta penumpang per tahun.

Bandara Halim Perdanakusuma

Bandara Halim Perdanakusuma masuk juga sebagai bandara terburuk menurut survei AirHelp Inc.

Bandara halim merupakan markas Komando Operasi Angaktan Udara I selain digunakan sebagai bandar udara komersial untuk wilayah Jabodetabek. Awalnya, bandara tersebut digunakan untuk mengalihkan penerbangan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang dinilai telah penuh sesak. (tw)

Nusantara

Jusuf Kalla Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua DMI Periode 2024-2029

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Muktamar ke-VIII Dewan Masjid Indonesia (DMI) secara aklamasi menerima laporan pertanggungjawaban PP DMI dan secara aklamasi menetapkan kembali Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum DMI 2024-2029.

Sebanyak 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) menyampaikan pandangan umum dan penilaian pada muktamar yang dihadiri oleh ribuan utusan dari DPW dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) seluruh Indonesia.

Wakil Ketua Umum DMI Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo pun mengapresiasi pelaksanaan muktamar yang berjalan dengan baik, tertib, khidmat dan lancar.

Muktamar rencananya ditutup oleh Wakil Presiden RI KH. Makruf Amin pada 3 Maret 2024. (ut)

Continue Reading

Nusantara

Muhammadiyah Minta Menag Kaji Ulang Rencana KUA Jadi Tempat Nikah Semua Agama

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyoroti rencana Menag Yaqut Cholil Qoumas yang ingin menjadikan KUA (kantor urusan agama) sebagai tempat menikah semua agama. Menurut Abdul Mu’ti rencana tersebut perlu dikaji dengan seksama.

“Rencana Kemenag menjadikan KUA sebagai tempat pencatatan pernikahan dan perceraian perlu dikaji dengan seksama. Kemenag sebaiknya melakukan hearing dengan mengundang berbagai pihak, khususnya stake holder utama yaitu organisasi-organisasi agama dan kementerian terkait,” kata Abdul Mu’ti saat dihubungi, Senin (26/2/2024).

Abdul Mu’ti menuturkan perlu diperhitungkan dampak yang akan ditimbulkan dari rencana tersebut. Untuk itu perlu adanya kajian yang komperhensif.

“Perlu dilakukan kajian komprehensif terkait dengan kesiapan dan dampak yang ditimbulkan, mempertimbangkan dengan seksama, manfaat dan madlaratnya,” tuturnya.

Abdul Mu’ti mengatakan perlu ada penertiban pernikahan antara yang sah secara hukum dan yang hanya secara agama. Dia mencontohkan pernikahan siri.

“Gagasan integrasi pencatatan pernikahan dan perceraian memang sangat diperlukan. Selain itu juga perlu dilakukan penertiban pernikahan yang tidak tercatat di dalam administrasi. Misalnya pernikahan di bawah tangan (siri) dan ‘pernikahan agama’,” ucapnya.

“Dikotomi antara pernikahan ‘agama’ dan negara tidak seharusnya dibiarkan terus terjadi. Selain menimbulkan masalah sosial, pernikahan agama juga menimbulkan masalah dikotomi hukum agama dan negara,” lanjutnya.

Penjelasan Menag
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Kantor Urusan Agama (KUA) rencananya akan menjadi tempat menikah semua agama. Ia ingin memberikan kemudahan bagi warga nonmuslim.

“Selama ini kan saudara-saudara kita non-Islam mencatatkan pernikahannya di catatan sipil. Kan gitu. Kita kan ingin memberikan kemudahan. Masa nggak boleh memberikan kemudahan kepada semua warga negara?” ujar Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/2/2024).

Menurutnya, KUA adalah etalase Kementerian Agama. Kementerian Agama, baginya, adalah kementerian untuk semua agama.

“KUA juga memberikan pelayanan keagamaan pada umat agama non-Islam,” lanjut Yaqut.

Yaqut menyebut pihaknya sedang membicarakan tentang prosedur pernikahan di KUA untuk semua agama. Mekanisme hingga regulasinya sedang dalam tahap pembahasan. (tw)

Continue Reading

Nusantara

Bos Bulog Akui Harga Beras Makin Mahal, Ungkap Lumbung Padi Defisit

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkap belum turunnya harga beras disebabkan produksi dari petani dalam negeri kurang dari kebutuhan atau defisit. Hal ini juga terjadi pada salah satu sentra produksi beras di Indonesia, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Itulah sebabnya, harga beras mengalami kenaikan di seluruh daerah. Secara nasional, Januari hingga Februari 2024, produksi beras mengalami defisit sebesar 2,8 juta ton.

“Seperti yang dikatakan Pak Kepala Bapanas, kita defisit 2,8 juta ton, termasuk Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan ini sentra produksi beras Indonesia, memasok ke daerah-daerah lain.

Tapi, sekarang yang ada di Bulog di Sulawesi Selatan, yang dibagikan ini semua adalah beras impor. Itu menunjukkan produksi Sulawesi Selatan sedang jelek, panennya terlambat,” kata dia ditemui Gudang Bulog Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (22/2/2024).

Rendahnya produksi di sentra produksi ini juga menyebabkan harga gabah melonjak.

Bayu menyebut saat ini harga gabah di Sulawesi Selatan melonjak hingga Rp 8.400 per kilogram (kg).

Padahal dalam aturan Badan Pangan Nasional, Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp 5.000/kg, Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat penggilingan Rp 5.100/kg, Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan Rp 6.200/kg, Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Perum Bulog Rp 6.300/kg.

“Harga gabah petani Sulawesi Selatan, itu sekarang berkisar antara Rp 7.900-8.400/kg. Itu artinya harga berasnya di penggilingan padi itu kira-kira dua kali lipat, berkisar antara Rp 16.900/kg, Rp 17.500/kg, Rp 18.000/kg, itu yang sampai di konsumennya,” ujar dia.

Harga beras memang telah mengalami kenaikan sejak akhir 2022 hingga saat ini. Semakin mahalnya harga beras, seiring dengan rendahnya produksi dari dalam negeri.

Untuk 2023, produksi sepanjang Januari-September setara dengan 26,11 juta ton beras atau mengalami penurunan sebesar 58,56 ribu ton beras 0,22% dibandingkan Januari-September 2022 yang sebesar 26,17 juta ton beras.

Sementara itu, potensi produksi beras sepanjang Oktober-Desember 2023 ialah sebesar 4,78 juta ton beras. Dengan demikian, total produksi beras pada 2023 diperkirakan sekitar 30,90 juta ton beras atau mengalami penurunan sebesar 645,09 ribu ton beras (2,05%) dibandingkan produksi beras pada 2022 yang sebesar 31,54 juta ton beras.

Kemudian rendahnya produksi masih berlanjut hingga awal 2024, di mana terjadi defisit 2,8 juta ton. Turunnya produksi dalam negeri ini juga terjadi di sentra sentra produksi beras di Indonesia.

Adapun sejumlah wilayah yang menjadi sentra produksi beras yakni, Jawa Timur Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Banten. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending