Connect with us

Ekonomi

Bencana di Sumatera Berlarut-Larut, Pemerintah Alokasikan Rp 500 miliar untuk penanganannya?

Published

on

Bencana di Sumatera Berlarut-Larut, Pemerintah Alokasikan Rp 500 miliar untuk penanganannya?

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Bencana di Sumatera telah berlangsung berhari-hari, tetapi pemerintah hanya akan mengalokasikan Rp 500 miliar untuk penanganannya.

Pada saat yang sama, publik dikejutkan dengan angka anggaran Program Makan Bergizi Gratis yang mencapai Rp1,2 triliun per hari.

Perbandingan ini memantik kritik soal prioritas negara. Masyarakat menyebut respons terhadap bencana masih tertinggal dari kebutuhan di lapangan mulai dari logistik, hunian sementara, hingga pemulihan infrastruktur dasar.

Karena lambatnya gerakan pemerintah, masyarakat membuat gerakan β€˜warga bantu warga’ untuk bisa segera memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

Sementara itu, pemerintah enggan menaikan status menjadi bencana nasional dan menyatakan kondisi bantuan yang diberikan sudah cukup, dan keadaan di lokasi bencana sudah membaik. Padahal faktanya masih banyak daerah-daerah yang terisolasi, dan masih banyak masyarakat yang belum tersentuh bantuan yang layak.

Banjir besar yang melanda Kota Medan turut mendapat perhatian media internasional

Salah satu stasiun televisi di Jepang menayangkan laporan mengenai kondisi banjir di Medan sekaligus menyinggung dugaan korupsi dalam proyek penanggulangan banjir di kota tersebut.

Dalam tayangannya, media Jepang itu menyoroti parahnya genangan yang melumpuhkan sejumlah kawasan serta mempertanyakan efektivitas proyek-proyek pengendalian banjir yang selama ini dijalankan pemerintah daerah. Dugaan adanya penyimpangan anggaran turut disebut sebagai salah satu faktor yang membuat upaya mitigasi banjir tidak berjalan optimal.

Pemberitaan tersebut menambah sorotan terhadap penanganan banjir di Medan yang dalam beberapa hari terakhir menjadi keluhan warga akibat kerusakan infrastruktur dan minimnya sistem drainase yang berfungsi. (ut)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement