Connect with us

Peristiwa

Berumah tangga Bukan untuk Menyakiti, Maka Berhati-Hatilah dalam Menjalaninya

Published

on

Berumah tangga Bukan untuk Menyakiti, Maka Berhati-Hatilah dalam Menjalaninya

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Jika mengikuti beritanya, Insanul Fahmi ini bener-bener buaya profesional. Dia mengaku ke Inara sudah menalak dua Mawa dan dalam proses perceraian.

Lalu ke Mawa ngakunya ada kerjasama bareng Inara. Tapi, lama-lama bilang kalau IR wanita yg baik dan berharap Mawa menerima IR di hidup mereka, alias mau poligami.

Mawa mengatakan memiliki bukti rekaman. Gak tanggung-tanggung, berdurasi dua jam, di mana di dalam rekaman tersebut ada adegan perzinahan antara suaminya dan IR.
Mereka melakukannya sambil tertawa-tawa bahagia.

Mawa kecewa ya wajar, dia memutuskan untuk melaporkan keduanya ke polisi dengan pasal perzinahan dan perselingkuhan.

Sementara sosok IF juga ternyata mem-branding dirinya di media sosial sebagai single man alias pria lajang + pebisnis.
Konon alasannya tidak menampilkan istri dan anak untuk melindungi mereka dari ain, dari predator sosial media, dan dari mafia.
Alasan banget wkwk.
Padahal bisa foto dari belakang kek.

Oke, terlepas dari kasus mereka bertiga.
Di daerahku juga pernah ada kasus serupa. Di mana ada seorang pekerja tambang, ngaku lajang dan lamar anak gadis di desa. Mereka pun menikah.
Tapi, bertahun-tahun kemudian, si cowok pergi merantau dan gak pulang-pulang.
Pas dicari-cari dan disusulin, taunya si cowok pulang ke istri pertamanya.
🥲🥲🥲

Di kasus lain, ada juga cowok yang ngaku pengusaha. Kalau ngapel ke rumah si cewek mobilnya gonta-ganti.

Keluarga si cewek seneng banget dong. Bangga banget. Mereka pun nikah.
Beberapa bulan kemudian si cowok kabur. Dan ternyata dia kerja di rental mobil, hanya karyawan, bukan pemilik rental.

Dan masih banyak lagi kasus serupa.
Dari kasus-kasus di atas, seringnya, perempuanlah yg menjadi korban.

Jangan gampang terlena bujuk rayu buaya darat. Jangan gampang silau sama kekayaan yg dipamerkan. Pastikan dulu kalau semua aset itu emang bener miliknya.

Pastikan kalau calon kita bener-bener lajang. Minta lihat KTP-nya. Tapi kadang mereka pakai KTP ganda, alias KTP saat masih bujang. Namanya juga buaya.

Minta ketemuan sama keluarga mereka. Para buaya darat ini biasanya beralasan keluarga tinggal di luar pulau sehingga gak bisa datang saat proses lamaran juga akad. Minta mereka video call sama keluarganya.

Cari media sosialnya.
Tanya temennya.

Pokoknya terus cari tahu dulu latar belakangnya. Jangan gampang percaya gitu aja. Lebih baik hati-hati daripada terjerat dan terpedaya.

Soo, be careful Ladies!
Jangan mudah ditipu buaya birahi. (tri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement