Connect with us

Otomotif

Capres Anies Baswedan Hadir di Formula E Jakarta 2023

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga saat ini ikut Capres 2024 Anies Baswedan hadir di Formula E Jakarta, Sabtu (3/6). Dia datang ke lokasi bersama keluarga dan naik kendaraan umum yang telah disediakan panitia.

Sebelumnya, publik penasaran, mungkinkah Anies Baswedan akan hadir di Formula E Jakarta tahun ini? Sebab, saat masih menjadi Gubernur DKI, dia merupakan sosok yang menginisiasi digelarnya balapan mobil listrik tersebut.

Formula E digelar kedua kalinya.
Dulu ketika masih Jadi Gubernur DKI saat akan menggelar Formula E tanpa mendapat dukungan BUMN, Para buzzer menghujat nyinyir super duper, terutama si ketua PSI Giring.

Anies menyelenggarakan Formula E untuk pertama kalinya dan mendapat beberapa kendala dan penjegalan salah satunya tidak bisa membeli aspal, diblok semua karena para penjual tidak berani menjual aspal, akhirnya buat sendiri beli bahan sendiri.

Dan Pada akhirnya pembangunan sirkuit kelas dunia jadi juga dalam 54 Hari.

Saat ditemui awak media di Jakarta Pusat kemarin, Anies tak tegas menyampaikan kepastian hadir di sirkuit. Dia hanya berkata ‘lihat saja nanti’ sambil sedikit tertawa.

Anies Baswedan hadir di Sirkuit Internasional Ancol, Jakarta Utara bersama keluarganya. Dia hadir sebagai penonton biasa dan menempati tribun grand-stand alias bukan VIP.

“Mudah-mudahan race-nya bagus dan penonton yang hadir di sirkuit puas,” demikian komentar singkat Anies Baswedan kepada wartawan di Sirkuit Formula E Jakarta, Sabtu (3/6).

Sebelumnya, melalui Instagram resminya, Anies Baswedan sempat membagikan perjalanannya dari rumah menuju lokasi sirkuit. Dia bersama keluarganya naik shuttle bus yang tersedia di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dia juga sempat menunjukkan tiket grand stand-nya yang berwarna merah muda. Itu artinya, dia akan berdampingan dengan penonton-penonton umum lain di tribun non-VIP. Bukan hanya itu, dia juga menjalani prosedur pemeriksaan layaknya pengunjung lainnya.

“Mudah-mudahan ini bisa melambungkan nama Indonesia dan Jakarta,” kata dia.

Diketahui, berbeda dengan musim lalu, Formula E Jakarta 2023 akan menghadirkan dua kali balapan atau double-header. Sebab, berkaca dari musim lalu, ada banyak penonton yang mau menyaksikan sesi race di sirkuit, namun tak kebagian tiket masuk.

Formula E Jakarta sendiri akan dihadiri 11 tim balap mobil listrik dari 8 negara di dunia. Hingga kemarin, seluruh tiket kejuaraan tersebut sudah ludes terjual atau sold out. Bahkan, tiket VIP yang harganya belasan hingga puluhan juta rupiah habis lebih dulu. (ut)

https://fb.watch/l39VHuMu_t/?mibextid=Nif5oz

Otomotif

Motor Listrik Mirip Vespa Ini Dijual Cuma Rp 4 Juta di GIIAS 2024

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di ICE BSD Tangerang, motor listrik yang mirip Vespa yaitu ZPT Nimbuzz NYX dijual cuma Rp 4 jutaan OTR Jakarta.

Harga ZPT Nimbuzz NYX Rp 4 jutaan tentunya setelah mendapatkan subsidi pembelian motor listrik dari pemerintah yang bernilai Rp 7 juta.

“Harga Rp 4 jutaan OTR Jakarta selama pemeran di GIIAS 2024,” buka Andika selaku sales ZPT Nimbuzz kepada GridOto pada Kamis (18/7/2024).

Berikut spesifikasi motor listrik murah ZPT Nimbuzz tipe NYX.

Dalam kondisi baterai penuh, motor listrik yang mempunyai daya angkut hingga 200 kg ini dapat berjalan sejauh 70 km.

ZPT Nimbuzz NYX diklaim dapat berlari hingga 60 km/jam.

Oya, buat yang minat sama ZPT Nimbuzz NYX tampaknya harus bersabar.

“Kalau mau pesan ZPT Nimbuzz NYX saat ini harus inden hingga 3-6 bulan dengan DP Rp 1 juta,” tutup Andika saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show ( GIIAS) 2024 di ICE BSD Tangerang.

Gimana sobat skuter tertarik ingin beli silakan hubungi sales penjualan kontak 085718199758. (utw)

Continue Reading

Otomotif

Mobil Listrik Karya Mahasiswa Muhammadiyah Juarai Kompetisi Tingkat Asia

Published

on

By

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Mobil hemat listrik yang dibuat oleh KHAD Eco Team masuk dalam kategori prototype kelas battery elektrik dengan komponen utama penilaiannya adalah kilo watt hours (kwh). Mobil tersebut diberi nama Lingsar Proto EV 2.

Azizan Masud Alauddin Ketua KHAD Eco Team mengatakan ada beberapa tantangan yang dihadapi timnya sebelum mengikuti pertandingan tersebut. Khususnya dalam proses riset mobil listrik, agar bisa membuat mobil listrik yang hemat energi.

“Pada saat riset tantangan yang kami hadapi yaitu cara agar mobil kami bisa mendapatkan hasil sehemat mungkin. Karena itu, kami harus melakukan riset controller, meriset motor agar mencapai performa yang kita inginkan, bobot bodi dan frame yang kami buat seringan mungkin, serta meriset komponen mekanis dalam mobil,” jelas Azizan, Senin (15/7).

Sedangkan pada saat kejuaraan, beberapa tantangan yang harus dihadapi yaitu tim harus lolos Technical Inspection, memahami sirkuit yang akan digunakan, serta strategi yang dilakukan pada saat perlombaan.

Tim KHAD berhasil meraih peringkat tiga berkat dukungan besar yang diberikan oleh dosen pembimbing dan pihak kampus yang memberikan fasilitas dan pendanaan biaya selama riset pembuatan mobil listrik hemat energi. (tw)

Continue Reading

Otomotif

Ricky Elson Wong Indonesia, Si Genius Perintis Mobil Listrik Indonesia yang Tak Dihargai di Negeri Sendiri

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Kisah DR. Ricky Elson adalah salah satu ironi di negara ini, Indonesia.

Si genius asal Padang ini menjadi perintis mobil listrik Indonesia, namun karyanya seperti tak dihargai di negeri sendiri.

Para pengusaha dan pemodal lebih tergila-gila dengan mengimpor Tesla, mobil pintar Amerika buatan Elon Musk, ketimbang mendukung Ricky Elson.

di era SBY, beliau mendapat kesempatan untuk membuat maha karyanya dan sempat disupport oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, seiring berjalannya waktu dan SBY sudah tidak menjabat presiden lagi, akhirnya Ricky pun tersingkir.

Kisah Ricky Elson

Ricky Elson, seorang insinyur dan inovator asal Indonesia, dikenal sebagai perintis mobil listrik yang karyanya diakui di dalam dan luar negeri.

Lahir pada 11 Januari 1980 di Padang, Sumatera Barat, Ricky telah menorehkan banyak prestasi dalam bidang teknologi motor listrik, baik di Indonesia maupun di Jepang.

Perjalanan kariernya mencerminkan dedikasi dan kegigihannya dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan.

Karier dan Inovasi di Jepang

Setelah menyelesaikan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Ricky melanjutkan kariernya di Jepang.

Di sana, ia bekerja di perusahaan-perusahaan teknologi tinggi yang fokus pada pengembangan motor listrik.

Salah satu pencapaian besar Ricky adalah keterlibatannya dalam pengembangan teknologi motor listrik yang digunakan dalam kendaraan listrik yang terkenal secara global.

Contoh merek mobil yang menggunakan teknologi motor listrik hasil karyanya di Jepang antara lain:

  1. Mitsubishi i-MiEV
    Mitsubishi i-MiEV adalah salah satu mobil listrik pertama yang diproduksi massal di dunia.

Teknologi motor listrik efisien yang digunakan dalam mobil ini adalah hasil kontribusi tim Ricky Elson di perusahaan Jepang tempatnya bekerja.

  1. Nissan Leaf
    Nissan Leaf adalah mobil listrik yang sangat populer di pasar global.

Motor listrik efisiensi tinggi yang digunakan dalam Nissan Leaf juga mendapat kontribusi dari inovasi yang dikembangkan oleh Ricky dan timnya.

Proyek Mobil Listrik di Indonesia

Setelah sukses di Jepang, Ricky Elson kembali ke Indonesia dengan tujuan mengembangkan teknologi mobil listrik di tanah air.

Berikut beberapa proyek mobil listrik yang dikembangkannya di Indonesia:

  1. Tucuxi
    Tucuxi adalah proyek mobil listrik sport yang dirancang oleh Ricky Elson.

Mobil ini sempat mencuri perhatian publik ketika digunakan oleh Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN, dalam perjalanan dari Solo ke Surabaya pada Januari 2013.

Sayangnya, mobil ini mengalami kecelakaan karena masalah pada sistem pengereman.

  1. Selo
    Selo adalah mobil listrik sport lainnya yang dirancang oleh Ricky.

Mobil ini diperkenalkan pada tahun 2014 dan diharapkan dapat menjadi mobil listrik nasional.

Selo dirancang dengan lebih banyak fitur modern dan efisien dibandingkan Tucuxi, namun proyek ini juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk regulasi dan dukungan infrastruktur.

  1. Gendhis
    Gendhis adalah mobil listrik yang dirancang untuk keperluan transportasi yang lebih luas, termasuk sebagai angkutan umum dan kendaraan keluarga.

Proyek ini menunjukkan komitmen Ricky untuk menciptakan solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Permasalahan

Proyek mobil listrik karya Ricky Elson dan timnya lebih disebabkan oleh pendanaan dan rumitnya regulasi di Indonesia.

Minim investor yang menanamkan modal untuk proyek hebat ini.

Di rejim Jokowi lah, Ricky Elson Wong Indonesia asli, Si Genius Perintis Mobil Listrik Indonesia yang Tak Dihargai di Negeri Sendiri.

Pemerintah saat ini, dianggap kurang dalam memberikan dukungan finansial. Para pemodal dan pengusaha lebih memilih mengimpor Tesla-nya Elon Musk ketimbang mendukung lahirnya mobil listrik Indonesia. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending