Connect with us

Tokoh RI

Capres No.1 Anies Tegaskan Kekuasaan itu Diatur oleh Hukum, Bukan Hukum Diatur Penguasa

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Tangerang, Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, berjanji akan mengembalikan Indonesia sebagai negara hukum jika kelak terpilih sebagai Presiden.

Menurut dia, masyarakat saat ini juga menyerukan adanya perubahan dalam tatanan bernegara yang dipengaruhi oleh kekuasaan.

Anies memastikan tema perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dia usung juga menjunjung tinggi etika.

“Kita ingin Indonesia tetap menjadi negara hukum bukan negara kekuasaan. Negara hukum artinya kekuasaan diatur oleh hukum. kalau negara kekuasaan, hukum diatur oleh kekuasaan,” ujar Anies di tangerang (2/12/2023).

Dalam orasinya, Anies menyindir saat ini masyarakat Indonesia disuguhkan hal-hal kurang baik dalam tatanan kehidupan bernegara.

Untuk itu, dia bertekad jika terpilih dan menang sebagai Presiden RI 2024 akan mengembalikan tatanan bernegara ke arah yang lebih baik dengan menegakan hukum.

“Kita ingin mengembalikan agar negara ini tetap menjadi negara hukum Dan itu membutuhkan perubahan. Karena Itulah kenapa saya mengajak mari pada semuanya di sini yang memiliki gagasan untuk Indonesia lebih baik, Indonesia lebih adil makmur untuk semua nomor satu adalah pilihan,” tegas Anies di hadapan massa pendukungnya di Tangerang. (ut)

Tokoh RI

Anies Minta Kecurangan Pemilu Ditangani Serius, Ini Tanggapan KPU

Published

on

REPORTASEE INDONESIA – Jakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) merespons permintaan capres nomor urut 1 Anies Baswedan agar laporan kecurangan dalam Pemilu 2024 ditangani serius.

Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik mengatakan Bawaslu merupakan lembaga yang diberi kewenangan atributif untuk menangani dugaan pelanggaran dalam Pemilu 2024.

Menurut dia, hal itu diatur dalam pasal 462 UU Nomor 7 Tahun 2017. Di dalamnya, KPU wajib menindaklanjuti putusan Bawaslu paling lama tiga hari.

Selain itu, ada juga Pasal 475 ayat (4) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang KPU wajib menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi.

“Bawaslu selaku lembaga yang diberi kewenangan atributif oleh UU Pemilu pasti akan menangani dugaan pelanggaran pelaksanaan aturan pemilu dalam pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara,” kata Idham di Jakarta, (18/2/2024).

Lebih lanjut, Idham mengatakan KPU telah menindaklanjuti putusan Bawaslu terkait dugaan pelanggaran Pemilu 2024. Salah satunya, melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara ulang.

“Itu sebagai bukti bahwa KPU berkomitmen melaksanakan aturan teknis pemungutan dan penghitungan suara di TPS sebagaimana diatur di dalam UUPemilu,” ia menuturkan.

Sebelumnya, Anies yang ditemui di FKUI Salemba mengatakan KPU harus serius menyikapi dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024. Sebab, semua laporan mengenai masalah yang terjadi di lapangan perlu ditanggapi.

“Salah satu indikasi demokrasi baik itu adalah Pemilu yang bersih, kemudian jujur. Ya kalau ada kekurangan-kekurangan harus ditindaklanjuti, harus dilakukan langkah-langkah untuk memastikan setiap suara rakyat itu terhitung dan semua aspirasi sesuai dikalkulasi ya,” kata dia. (ut)

Continue Reading

Tokoh RI

Minta Pendukungnya Menangkan AMIN, Habib Rizieq: Dulu Kita Kalahkan Ahok di Pilgub Jakarta

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Habib Rizieq Shihab menyinggung nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada saat menyampaikan ceramahnya di acara Istighosah Kubro yang digelar PA 212 di Pademangan, Jakarta Utara, Jum’at (9/2/2024) dini hari.

Hal itu bermula saat Habib Rizieq yang menyatakan dukungan untuk pasangan calon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) meminta agar pendukungnya tidak takut untuk memenangkan capres dan cawapres itu meski tak didukung oleh kekuatan kekuatan elite politik hingga ekonomi.

“Enggak usah takut kalau ada calon lain didukung oleh kekuatan ekonomi, kekuatan politik, kekuatan segala-gala yang mereka miliki, enggak usah takut,” ujar Habib Rizieq.

Kemudian Habib Rizieq pun mengungkit pengalaman pihaknya saat momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta beberapa waktu lalu yang dimana saat itu Anies dan Ahok saling bersaing.

Habib Rizieq mengatakan, pada waktu itu ia dan pendukungnya merasa tak punya modal apa-apa ketimbang Ahok yang didukung dengan sejumlah instrumen kekuatan yang ada di tanah air.

“Di Jakarta waktu kita lawan Ahok kita punya apa sih? Ingat waktu Pilkada di Jakarta? Ahok didukung presiden, Kapolri, Panglima TNI, didukung semua media mainstream, partai-partai besar, didukung konglomerat, lembaga-lembaga survei, semua lembaga survei mengatakan menang satu putaran dia akan mendapat 70 persen suara,” ucap Habib Rizieq.

Lanjutnya, Ahok kala itu diatas kertas diprediksi akan menang lantaran memiliki seluruh kekuatan yang diperlukan guna melenggang mulus menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Namun kenyataanya berbalik, kata dia akhirnya kalah dan batal menjabat sebagai orang nomor satu di Ibu Kota negara.

“Ahok didukung oleh kekuatan luar negeri, saudara. Di atas kertas seharusnya menang. Tapi apa yang terjadi setelah itu, Allah SWT tetap menghendaki Ahok lengser dan longsor umat Islam yang diberikan kemenangan saudara,” jelasnya.

Menurutnya, kegagalan Ahok menang pada Pilkada DKI Jakarta saat itu karena adanya kecurangan.

Selain itu kekompakan dari pendukungnya juga menjadi faktor kekalahan Ahok pada perebutan tampuk kepemimpinan kepala daerah tersebut.

“Kita berjuang bersama, akhirnya saudara berhala yang satu ini dipuja dipuji oleh kelompok-kelompok tertentu, kalah, lengser, longsor. Udah kalah masuk penjara lagi saudara. Alhamdulillah,” cetusnya.

Akan tetapi Habib Rizieq mengklaim bahwa pernyataanya itu bukan sebagai upaya dirinya mengungkit luka lama yang pernah terjadi saat itu.

Dirinya pun menekankan bahwa hal itu semata sebagai pengingat pendukungnya agar jangan takut dengan kebesaran musuh.

“Saya bukan ingin membuka luka lama, hanya ingin jadi pengingat kita jangan takut lihat kebesaran musuh, jangan,” pungkasnya. (ut)

Continue Reading

Tokoh RI

Capres No.1 Anies: Negara Jangan Pelit Soal Pendidikan Pada Rakyatnya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Menurut Anies Baswedan, seluruh pihak harus memandang bahwa pengeluaran di bidang pendidikan jangan dianggap sebagai biaya, tapi pandanglah sebagai investasi.

Menurutnya, seluruh pihak harus memandang bahwa pengeluaran di bidang pendidikan jangan dianggap sebagai biaya, tapi pandanglah sebagai investasi.

“Karena itu, negara jangan pelit kalau bicara tentang investasi di bidang pendidikan, jangan pelit kalau sama guru, jangan pernah kita memberikan yang seminim mungkin untuk guru,” tegasnya saatacara final debat Capres 2024 di Jakarta, (4/2/2024).

Anies juga ungkap sekarang ini, hanya segelintir orang atau kelompok saja yang menguasai sebagian besar perekonomian Indonesia, sehingga masih banyak rakyat kita yang miskin, dimana tanggung jawab negara? (utw)

Continue Reading
Advertisement

Trending