Connect with us

Teknologi

Cara Dapatkan KTP Digital, Wajib Punya HP Sendiri

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, KTP digital adalah pemindahan bentuk KTP Elektronik yang saat ini digunakan oleh pendudukan Indonesia ke dalam ponsel pintar atau smartphone. KTP digital kini hadir dalam bentuk foto atau QR Code.

Untuk mengetahui lebih lanjut, detikers bisa simak ulasan dibawah ini tentang apa itu KTP digital. Perhatikan juga beberapa persyaratan dan langkah pembuatannya yang sudah dirangkum dari laman resmi Kemendagri RI berikut ini.

Apa Itu KTP Digital?
KTP digital adalah Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam bentuk aplikasi digital yang bisa diakses oleh seluruh penduduk Indonesia melalui ponsel pintar. KTP elektronik nantinya akan diganti dengan KTP digital.

Bahkan Ditjen Dukcapil Kemendagri RI sudah menyatakan tidak akan menambah persediaan untuk blangko e-KTP lagi. Pemerintah juga menargetkan sekitar 50 juta penduduk RI akan menggunakan KTP digital tahun ini.

Apakah ada persyaratan khusus untuk membuat KTP digital? Lantas bagaimana caranya?

Persyaratan dan Cara Mendapatkan KTP Digital
Seperti yang sudah dijelaskan, KTP digital diakses melalui aplikasi di ponsel pintar. Maka penduduk harus terlebih dahulu mengunduh atau download aplikasi IKD yang disiapkan Kemendagri di PlayStore.

Persyaratan membuat KTP digital:

Sudah memiliki e-KTP atau KTP elektronik.
Memiliki akun e-mail pribadi yang aktif.
Memiliki ponsel pintar atau smartphone berbasis android.
Cara membuat KTP digital:

Buka aplikasi IKD atau Identitas Kependudukan Digital yang sudah diunduh.
Isi data berupa NIK, e-mail, dan nomor ponsel aktif. Kemudian klik “Verifikasi Data”.
Lakukan verifikasi wajah dengan pilih tombol “Ambil Foto” untuk melakukan pemadanan Face Recognition.
Kemudian pilih scan QR Code yang didapat dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Jika sudah berhasil, cek akun e-mail yang didaftarkan. Lalu lakukan aktivasi IKD.
Masukkan kode aktivasi dan kode captcha.
Aktivasi IKD telah selesai dilakukan.
Untuk aktivasi KTP digital ini juga bisa dilakukan di Kantor Kecamatan atau Kantor Dukcapil sesuai domisili. Namun pendaftaran aplikasi IKD harus didampingi oleh petugas Dukcapil, karena memerlukan verifikasi dan validasi dengan teknologi Face Recognition.

Gimana? Cukup mudah bukan membuat KTP digital? Semoga informasi dalam artikel ini bisa membantu dan bermanfaat untuk detikers semua. (ur)

Teknologi

Peluncuran Platform MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti di Acara Dies Natalis ke-40

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti dengan bangga mengumumkan peluncuran platform pembelajaran digital terbaru, MY EDI-E-Learning LPMA, dalam acara soft launch yang diadakan bersamaan dengan peringatan Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti. Platform ini merupakan inisiatif inovatif dari Lembaga Pendidikan Manajemen Asuransi (LPMA) yang dirancang untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang asuransi dan manajemen risiko.

Penjelasan Mengenai MY EDI-E-Learning LPMA

MY EDI-E-Learning LPMA adalah sebuah platform e-learning yang dirancang untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi di bidang asuransi dan manajemen risiko. Platform ini menawarkan berbagai kursus dan modul yang dapat diakses secara online, memungkinkan pengguna untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Dengan teknologi terbaru, MY EDI-E-Learning LPMA menyajikan pengalaman belajar yang interaktif dan user-friendly.

Dilakukan juga penanda-tanganan perjanjian kerja-sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara STMA Trisakti yang di wakili oleh Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE dengan pihak Dewan Asuransi Indonesia (DAI) yang diwakili oleh Yulius Bhayangakara saat peluncuran Soft Launching MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti di Jakarta.

Turut hadir juga Bayu Widdhisiadji SE, M.M, AAAIK, AJIS, QRGP, QCRO, CCOP, ANZIIF selaku Ketua LPMA-STMA Trisakti, serta Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti, Robidi, S.H., M.H, QCRO selaku Sekretaris LPMA-STMA Trisakti.

Tujuan utama dari peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA adalah untuk:

1. Meningkatkan aksesibilitas pendidikan berkualitas tinggi di bidang asuransi dan manajemen risiko.

2. Memfasilitasi pembelajaran yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual pengguna.

3. Mendukung pengembangan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia di industri asuransi.

Platform MY EDI-E-Learning LPMA menawarkan sejumlah manfaat yang signifikan, antara lain:

1. Akses Fleksibel: Pengguna dapat mengakses modul pembelajaran kapan saja dan di mana saja, memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel.

2. Materi Berkualitas: Konten yang disusun oleh para ahli di bidang asuransi dan manajemen risiko, memastikan materi yang relevan dan terkini.

3. Pengalaman Interaktif: Fitur-fitur interaktif seperti video, kuis, dan forum diskusi untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman pengguna.

4. Sertifikasi: Menyediakan sertifikasi bagi peserta yang menyelesaikan modul tertentu, menambah nilai profesional mereka di dunia kerja.

Ketua STMA Trisakti Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE, MM menyatakan, “Peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk memperkuat pendidikan di bidang asuransi dan manajemen risiko. Kami percaya bahwa platform ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme di industri ini.”

“Kami berharap MY EDI-E-Learning LPMA dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang asuransi.”, ungkapnya di saat Soft launching MY EDI-E-Learning LPMA,STMA Trisakti di jakarta, (14/5/2024).

Dengan peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA, STMA Trisakti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di industri asuransi Indonesia. Platform ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi utama dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital, serta menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk mengadopsi teknologi serupa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai MY EDI-E-Learning LPMA, silakan kunjungi website STMA Trisakti atau hubungi humas STMA Trisakti di nomor (021) 12345678. (ut)

Continue Reading

Teknologi

Investasi Apple Rp 1,6 Triliun di Indonesia Batal dan Tak Jelas

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, CEO Apple Tim Cook bertemu dengan Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Rabu (17/4/2024) lalu. Dalam pertemuan tersebut, Tim Cook menyatakan komitmen Apple untuk berinvestasi di Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang yang mendampingi Jokowi saat pertemuan dengan Tim Cook, mengatakan bahwa Apple telah meneken perjanjian investasi terbaru senilai Rp 1,6 triliun.

Investasi itu digunakan untuk membangun infrastruktur pendidikan lewat program Apple Developer Acedemy keempat yang berlokasi di Bali. Lokasi teranyar ini merupakan tambahan dari tiga Apple Developer Academy yang sudah ada sebelumnya, yakni di Tangerang Selatan, Batam, dan Surabaya.

Akan tetapi, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadila mengatakan bahwa sampai saat ini, pihaknya belum menerima konfirmasi dari Apple, terkait permohonan investasi maupun perizinan dari Apple, sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya.

Inilah akibat Jokowi sering nge-prank rakyatnya dengan janji-janji palsu dan kebohongannya, akhirnya kena karma di prank oleh bos Apple, Mundur Wir! (tri)

Continue Reading

Teknologi

Cara Langganan Internet Starlink di RI, Ini Kisaran Harganya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Starlink akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Hal ini diungkap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) beberapa saat lalu.

Perusahaan milik Elon Musk tersebut akan menggandeng perusahaan lokal untuk beroperasi di Indonesia. Starlink mengajukan dua izin, yakni sebagai penyedia VSAT dan internet bagi masyarakat.

Starlink Indonesia berbeda dengan Starlink yang berbasis di Amerika Serikat. Starlink Indonesia membeli perangkat stasiun bumi dan akses internet ke Starlink.

Kemudian, perangkat dan akses internet tersebut digunakan untuk menyediakan layanan internet kepada pengguna di RI.

Situs Starlink Indonesia sudah mengudara. Bahkan, sudah dipampang harga berlangganan dan produk yang ditawarkan.

Harga langganan untuk paket ‘Standar’ yang disebut cocok untuk keluarga adalah Rp 750.000 per bulan. Paketnya mencakup kuota tanpa batas. Fitur utamanya disebut memberikan internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah tanpa batas.

Namun, belum ada informasi terkait kecepatan download/upload yang disediakan Starlink Indonesia.

Selain harga langganan bulanan, pengguna juga membutuhkan perangkat keras ‘Standar Teraktuasi’ yang direkomendasikan Starlink Indonesia. Harganya dipatok Rp 7.800.000. Adapula deposito senilai harga satu bulan langganan, yakni Rp 750.000.

Dalam laman Starlink Indonesia, pelanggan bisa memilih apakah membutuhkan layanan internet untuk pribadi atau bisnis. Namun, belum diungkap harga paket untuk bisnis.

Selain itu, Starlink Indonesia juga menyediakan uji coba selama 30 hari. Jika pelanggan tak puas, bisa mendapatkan pengembalian dana penuh.

Saat ini, layanan Starlink Indonesia belum tersedia. Namun, Anda bisa mendaftarkan email di laman depan untuk diberi notifikasi ketersediaan Starlink Indonesia.

Selain itu, pemesanan juga bisa dilakukan di laman resmi Starlink Indonesia.

  • Isi kolom alamat ke ‘Indonesia’ di laman Starlink Indonesia.
  • Klik ‘Pesan Sekarang’.
  • Isi ‘Informasi Kontak’ berupa nama dan nomor telepon, serta ‘Alamat Pengiriman’.
  • Klik ‘Melakukan Pemesanan’.

Selain harga langganan bulanan dan perangkat keras, Anda juga harus membayar biaya pengiriman dan penanganan. Nominalnya sesuai dengan alamat yang dimasukkan. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending