Connect with us

Gayahidup

Cara Sedekah Ala Utsman bin Affan yang Patut Dicontoh

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, KHALIFAH Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat nabi yang menikahi dua putri Nabi Muhammad SAW yakni Ummu Kultsum dan Ruqayyah RA sehingga ia mendapat julukan Dzun Nuurain (orang yang mempunyai dua cahaya).

Ini kisah tentang Utsman RA yang dermawan dengan ikhlas melakukan sedekah dan infak di jalan Allah SWT tanpa mengharap balasan apapun kecuali ridho Allah SWT dan pahala.

Suatu hari kaum muslimin sedang mengalami kesusahan dan kekurangan air untuk diminum. Sumber air yang paling bagus dan jernih pada saat itu hanya sebuah sumur yang dimiliki oleh orang Yahudi. Apabila kaum muslimin yang ingin membeli air itu, maka orang Yahudi menaikkan harganya. Melihat peristiwa itu, Utsman RA membeli setengah dari sumur itu untuk digunakan kaum muslimin tanpa pungutan biaya sepeser pun.

Kesepakatan penggunaannya dibagi dua, sehari untuk si Yahudi dan sehari lagi untuk Utsman yang dipersembahkan untuk kaum muslimin. Setelah setengah sumur itu dibeli Utsman RA, maka ketika waktunya sumur digunakan untuk si Yahudi, tidak ada lagi yang mau membeli airnya. Sehingga akhirnya orang Yahudi itu menjual saham atas sumurnya kepada Utsman RA dan menghadiahkannya untuk kaum muslimin. Hal yang ingin dicapai Utsman RA adalah kesejahteraan dan kemakmuran kaum muslimin.

Kisah lain tentang kebaikan Utsman RA adalah ketika kaum muslimin dilanda kekurangan bahan pangan. Siang itu datang kafilah dagangan milik Utman RA yang terdiri dari seribu unta yang masing – masing membawa makanan dan gandum. Melihat hal itu, para pedagang mendatangi Utsman RA untuk melakukan kerjasama. Ia membujuk Utsman RA untuk bersedia menjual makanan dan gandumnya itu dengan balasan mendapat keuntungan dua dirham setiap sepuluh dirham modal. Namun Utsman RA tidak menyepakatinya.

Kemudian para pedagang merayunya lagi dengan keuntungan yang lebih besar yaitu empat kali lipat, dimana empat dirham sebagai ganti dari dua dirham. Dan Utsman RA tetap menolaknya seraya berkata, “Ada yang menjanjikanku keuntungan yang lebih banyak lagi dari itu.”

Mereka bertanya, “Kami adalah para pedagang dari Madinah , siapa lagi pedagang yang berani menjanjikan keuntungan lebih besar dari kami?”

Utsman RA menjawab, “Allah SWT memberikan keuntungan lebih tinggi dan besar dari kalian. Karena dari setiap satu dirham, dia memberikan untung sepuluh dirham. Sesuai dengan firman – Nya dalam QS. Al – An’aam : 160”.

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.”

Dan akhirnya Utsman RA tidak ingin menjual melainkan menginginkan untuk menyedahkannya untuk kamu muslimin.

Bersedekahlah layaknya Utsman RA, karena ia melakukannya dengan niat mengharapkan ridho dari Allah SWT dan rela berkorban untuk kepentingan umat. Sosok pemimpin yang sudah sangat langka dewasa ini. Ia bersedekah bukan untuk ria pada orang lain dan ingin disanjung, namun dengan hati yang ikhlas. Dan ia tidak merasa takut untuk kehabisan, kehilangan dan rugi telah bersedekah, karena Allah menggantinya lebih dari yang ia sedekahkan.

Sultan Bojong Koneng Berangkatkan 1000 Warga Gratis Umrah

Bojong koneng – Media Sosial sedang ramai ketika terdapat video seorang warga di Bojong Koneng, Desa Telaga Murni, Cikarang Barat, Bekasi berangkatkan 1000 warga untuk Umrah Gratis.

Bahkan dalam video tersebut, sekitar ratusan warga berkumpul di rumah besar yang pria itu dijuluki sebagai Sultan Bojong Koneng tersebut.

Lantas banyak warganet bertanya, siapakah pria yang dijuluki Sultan Bojong Koneng tersebut dan melakukan aksi yang sangat mulia?

Pria tersebut adalah H. Agus Suhela beserta istrinya Hj. Yanti.

Agus Suhela diketahui adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki perusahaan kontraktor dan pengembang Perumahan bernama PT. Saipul Putra Sakti.

Agus Suhela sering dijuluki sebagai The Real Sultan karena ia menggunakan dana pribadinya untuk membiayai perjalanan umrah bagi penduduk dari dua wilayah sekitarnya.

Agus kabarnya bahkan telah mendata nama-nama warga yang akan diberangkatkan ke Tanah suci sejak 4 tahun lalu, tepatnya 2019.

Pihak yang diberangkatkan Umroh berasal RT 1 serta RT 2 di Kampung Bojong Koneng.

Kemudian hingga akhirnya kisah Agus ini viral di sosial media dimana akun yang pertama kali mengunggah hal ini adalah akun twitter @sosmedkeras

“Dia adalah Agus Suhela, Sultan dari Bojong Koneng yang mendata sejak tahun 2019, RT 1 dan RT 2 RW 7 warga Kampung Bojong Koneng, Desa Telaga Murni untuk berangkat umrah,” isi cuitan tersebut pada Kamis, 11 Mei 2023.

Agus mengaku telah memberangkatkan 1.000 orang Umrah gratis hingga tahun 2023 ini.

Patut Dicontoh, Siti Aisyah Wakafkan Hotel Jadi Sekolah dan Sedekah Miliaran

Sosok perempuan yang mewakafkan hotel miliknya untuk jadi sekolah dan bersedekah dengan jumlah miliaran rupiah. Sosok tersebut bernama Siti Aisyah.

Aisyah telah mewakafkan tanahnya seluas 5000 meter senilai Rp100 miliar untuk dijadikan sekolah pesantren.

Tidak hanya itu, ia juga diketahui mewakafkan restorannya di daerah prestisius di Surabaya dengan nilai puluhan miliar.

Melalui Youtube Cinta Quran TV, Siti Aisyah mengatakan apa yang dilakukannya digerakkan langsung dari hati oleh Allah SWT setelah mendengar tausiyah dari ustadz yang memandu acara bincang tersebut.

“Yang muncul bukan rasa kehilangan, justru yang muncul ada rasa bahagia bahwa kita bisa berbagi segitu. Menurut saya itu masih sangat kecil. Rasa bahagia itu tidak ternilai dengan miliar” ucap Siti Aisyah dikutip Youtube Cinta Quran TV.

Dalam kesempatan itu juga, Aisyah mengungkap kalau dirinya belajar sedekah dan berbagi dari orang tuanya. Siti Aisyah mengaku bahwa apa yang dilakukannya belum sebanding dengan apa yang sudah dilakukan oleh orang tuanya.

Dia bercerita hotel milik orang tuanya pernah ingin dibeli oleh Megawati, namun orang tuanya memberikan hotel tersebut ke Nahdlatul Ulama.

Selain itu, orang tuanya juga memberikan tanah mereka untuk diwakafkan. Aisyah mengatakan orang tuanya tidak pernah memberikan ke anak-anaknya. Ia diajarkan untuk berjuang sendiri oleh orang tuanya.

Bagi Aisyah, yang membuatnya bahagia adalah sedekah. Semakin banyak berbagi akan semakin bahagia. Ia mengatakan berbagi satu, datang 700 kali. Karena itu hartanya seperti tidak pernah habis. (tri)

Gayahidup

Kuliner Khas Bukittinggi Nasi Kapau, Lalu Apa bedanya dengan Nasi Padang?

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Nasi kapau adalah salah satu kuliner dari Bukittinggi dengan lauk yang kaya dengan bumbu bercita rasa khas Minang.

Karena terlihat serupa, banyak orang yang mengira nasi kapau dan nasi padang adalah kuliner yang sama.

Padahal nasi kapau dan nasi padang adalah dua kuliner berbeda, walau keduanya sama-sama berasal dari Tanah Minang.

Asal-usul Nasi Kapau

Warga setempat kerap menyebut warung yang menjajakan kuliner ini sebagai “rumah makan nagari kapau”.

Hal ini karena nasi kapau ternyata berasal dari nama sebuah nagari (desa) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dari nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam itulah kuliner nasi kapau bermula.

Seiring berjalannya waktu, nasi kapau kemudian banyak dikenal hingga menjadi kuliner khas di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Ragam Lauk Khas Nasi Kapau

Sajian nasi kapau juga identik dengan lauk khas seperti rendang ayam, gulai tambusu, gulai ikan bertelur, gulai tunjang, gulai kapau, serta dendeng kering.

Beberapa lauk pendamping ini memang hanya bisa ditemukan di lapau nasi kapau saja.

Sajian nasi kapau identik dengan gulai kapau yang berbahan dasar kol, nangka dan kacang panjang dengan kuah santan kuning yang bercita rasa sedikit asam.

Gulai kapau sangat cocok disantap dengan nasi hangat dan lauk khas kapau yakni rendang ayam.

Rendang yang merujuk cara memasak menjadi ciri khas di masing-masing daerah di Sumbar, di mana di Kapau yang menjadi ciri khas adalah rendang ayam.

Menu khas andalan nasi kapau yang lain adalah gulai tambunsu yang berbahan dasar usus sapi yang dimasukkan adonan telur dan tahu.

Namun saat ini penikmat nasi kapau juga bisa memilih ragam lauk lain dari olahan ikan, ayam, atau daging sapi.

Selain itu, di beberapa lapau nasi kapau juga menyediakan hidangan pencuci mulut manis seperti bubur kampiun dan es tebak, serta pilihan menu kudapan otentik seperti keripik singkong pedas (balado) dan lemang tapai.

Baik rumah makan padang maupun lapau kapau, keduanya memiliki cara menyajikan makanan yang berbeda dan menjadi ciri khas tersendiri.

“Penyajian nasi kapau itu dengan cara bertingkat, dari atas ke bawah seperti tangga, diletakkan di atas meja di dekat lapau,” ungkap pemilik nasi Kapau di jakarta, (15/2024).

Sementara rumah makan padang menyajikan lauk di atas piring, lalu meletakkannya di etalase. (utw)

Continue Reading

Gayahidup

Hikmah Isra’ Mi’raj yang Bisa Dipetik Umat Islam

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi hari penting bagi umat Islam. Berikut beberapa hikmah Isra Miraj yang bisa dipetik umat Islam.

Peristiwa Isra Mikraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Pada tahun ini, 27 Rajab bertepatan dengan 8 Februari 2024.

Isra dan Mikraj sendiri pada dasarnya merupakan dua peristiwa berbeda. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah me Masjidil Aqsa di Palestina.

Sementara Mikraj merupakan naiknya Rasulullah SAW ke Sidratul Muntaha, langit tertinggi yang tak dapat dijangkau oleh siapa pun.

Perjalanan itu dialami Rasulullah dalam waktu yang sangat singkat, yakni hanya dalam semalam.

Berikut bunyi ayat Al-Qur’an yang bicara tentang Isra Miraj:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Subhanalladzi asra bi’abdihi lailam minal-masjidil-harami ilal-masjidil-aqsallazi barakna haulahu linuriyahu min ayatina, innahu huwas-sami’ul-basiir.

Artinya:

“Maha Suci Allah, yang telah menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda [kebesaran] Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Israa-1)

Hikmah Isra Miraj

Ada beberapa hikmah dari peristiwa Isra Miraj yang bisa didapat umat Muslim. Berikut di antaranya.

1. Mempercayai kekuasaan Allah SWT

Peristiwa Isra dan Mikraj jadi bukti keagungan dan kekuasaan Allah SWT. Perjalanan Rasulullah SAW seolah tak masuk akal jika hanya dituntaskan dalam satu malam.

2. Ujian keimanan

Menerima kebenaran peristiwa Isra Miraj akan menambah keimanan seorang Muslim.

Hal ini disebutkan dalam ayat suci Al-Qur’an surat Al-Israa ayat 60:

… وَمَا جَعَلْنَا ٱلرُّءْيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيْنَٰكَ إِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ…

Wa ma ja’alnar-ru yallati arainaka illa fitnatal linnasi.

Artinya:
“Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia…”

3. Perintah salat lima waktu

Allah SWT menurunkan perintah salat lima waktu kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung melalui peristiwa Isra Mikraj.

Mulanya, Allah SWT memerintahkan Rasulullah untuk menjalankan salat 50 waktu dalam sehari. Namun, Rasulullah meminta keringanan sehingga menjadi salat lima waktu dalam sehari.

Dari sini-lah, salat lima waktu menjadi ibadah wajib bagi umat Muslim.

4. Malam hari sebagai waktu terbaik untuk berdoa

Malam hari adalah waktu yang paling istimewa. Salah satunya dibuktikan dalam perjalanan Isra dan Mikraj yang dialami Nabi Muhammad SAW.

Malam merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Demikian beberapa hikmah Isra Miraj yang bisa dipetik umat Muslim. (utw)

Continue Reading

Gayahidup

MSG untuk Masakan Lezat, Halal, Bergizi dan Juga Mecin yang Sehat

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya organisasi P2MI (Perkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia), menyelenggrakan Sharing Time dengan tema; “MSG untuk Masakan Lezat, Sehat, Halal dan Bergizi”.

Acara ini dihadiri oleh anggota P2MI serta berbagai komunitas yang berhubungan dengan ekosistem bahan pangan di Indonesia, termasuk sejumlah wartawan yang mewakili berbagai media massa. Acara ini berlangsung pada Hari Senin (29/01/24), pukul 11.00 – 15.00 WIB., di Wajik Resto, Hotel Luminor Mangga Besar-Jakarta.

Narasumber yang hadir dalam sharing session itu, terdiri dari 2 Pakar; Nutrisi dan Gizi; Prof. Hardinsyah MS, PhD., dan dr. Sheena M.Gz, SpGk, AIFO., serta 2 Ahli Masak; Chef Muto dan Chef Ajis. Dalam acara tersebut, para pakar akan membahas secara obyektif dan faktual tentang MSG dan manfaatnya bagi tubuh manusia.

Sekaligus akan membeberkan berbagai mitos yang berkembang dimasyarakat Indonesia, tentang MSG alias Mecin alia Vitsin, tentang penyedap masakan, yang sering kita temui, saat menikmati Bakso, Nasi Goreng serta berbagai jenis makanan lainnya.

MSG (MonoSodium Glutamat) atau Bumbu Ummi telah digunakan selama lebih dari satu abad untuk meningkatkan dan menyeimbangkan rasa gurih makanan. Meskipun penggunaannya tersebar luas dan banyak manfaatnya, kesalahpahaman konsumen tentang MSG cukup umum, dengan banyaknya mitos tentang MSG yang beredar di Internet dalam beberapa tahun terakhir.

Apakah MSG itu Bumbu Masak yang Berbahaya? Mitos atau Fakta? Mari Kita Buktikan

Mitos: MSG menyebabkan reaksi alergi
Faktanya, glutamat merupakan salah satu asam amino yang paling umum (bahan yang membangun protein dalam makanan dan tubuh kita) di alam. Ini adalah penambah rasa alami dan banyak ditemukan pada makanan seperti jamur, keju parmesan, dan tomat. Tubuh kita memperlakukan glutamat dalam bumbu MSG dan glutamat alami dari banyak makanan yang kita nikmati sehari-hari dengan cara yang sama tanpa membedakan asal-usulnya. Karenanya kecil kemungkinan orang-orang sensitif terhadap MSG.

Mitos: MSG menyebabkan efek di otak
Faktanya: sejumlah penelitian menunjukkan bahwa MSG tidak memiliki efek negatif pada sistem saraf pusat otak. Bahkan dalam satu penelitian di mana glutamat plasma dinaikkan 10 kali lipat di atas normal, yang mana tidak pernah benar-benar terjadi di kehidupan nyata, tidak ada glutamat yang masuk ke otak. Ini menunjukkan keefektifan otak dalam menangkal glutamat agar tidak memasuki otak.

Selain itu, MSG adalah bahan yang membatasi diri. Setelah sejumlah MSG yang sesuai telah ditambahkan ke makanan, menggunakan lebih banyak hanya memberikan sedikit tambahan rasa. Faktanya, menambahkan terlalu banyak MSG sebagai bumbu tambahan justru dapat mengurangi kelezatan dari makanan tersebut.

Mitos: MSG dapat menyebabkan sakit kepala atau migrain?
Faktanya: MSG tidak memicu sakit kepala.

“Beberapa makanan memang telah dikaitkan dengan migrain, tetapi baik glutamat maupun MSG tidak terbukti menjadi penyebab langsung, bahkan setelah dilakukannya penelitian ekstensif dengan dosis glutamat yang besar,” ungkap dr. Sheena M.Gz, SpGk, AIFO di Jakarta, (29/1/2024).

Pada Januari 2018, International Headache Society menghapus MSG dari daftar faktor penyebab sakit kepala. Sebelumnya, MSG telah terdaftar sebagai zat yang dikaitkan dengan sakit kepala di International Classification of Headache Disorders (ICHD) Society. Sekarang, dalam ICHD edisi ke-3, berdasarkan bukti ilmiah terbaru, MSG telah dihapus dari daftar ini.

Mitos: MSG mengandung sodium yang tinggi
Faktanya, Monosodium glutamat, atau MSG, adalah bentuk glutamat murni, yang bergabung dengan natrium (sodium). MSG memiliki kandungan natrium yang lebih rendah daripada garam meja dan sering digunakan untuk membantu meningkatkan rasa pada makanan yang rendah natrium. Mengganti garam dengan beberapa MSG dalam resep masakan akan mengurangi kandungan natrium pada masakan tersebut. Hal ini dikarenakan MSG memiliki natrium dua pertiga lebih sedikit daripada garam meja.

Dalam sebuah penelitian, yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition (April 2010), para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Jiangsu menilai asupan glutamat makanan pada hampir 1.300 orang Tiongkok. Para peneliti mengamati bahwa selama penelitian 5 tahun, tidak ada hubungan antara konsumsi MSG dan penambahan berat badan, bahkan pada orang dengan asupan MSG yang relatif tinggi.

Sebuah studi sebelumnya yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition (EJCN) edisi Februari 2019, menemukan bahwa monosodium glutamat (MSG) dalam makanan mungkin memiliki efek positif pada fungsi kognitif pada orang yang menderita demensia.

Dalam studi EJCN, para peneliti di School of Health Science, Tottori University Jepang, membagi peserta studi menjadi dua kelompok berdasarkan apakah mereka mengonsumsi MSG. Ini adalah uji coba dengan sistem single-blind (di mana subjek penelitian tidak mengetahui bahan uji yang diberikan) dan placebo-controlled (di mana subjek penelitian dibagi menjadi 2 dan diberi bahan uji berbeda). Penelitian ini melibatkan 159 subjek dengan penyakit demensia yang tinggal di rumah sakit atau panti jompo. Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengonsumsi MSG setiap hari mengalami sedikit peningkatan dalam memori. Misalnya, mereka mampu mengingat lebih banyak kata dalam tes dan merasa lebih mudah untuk mengetahui waktu.

Para peneliti tidak dapat menjelaskan mengapa MSG mungkin memiliki efek positif pada memori, tetapi mereka menyebutkan itu mungkin karena meningkatkan penyerapan seng pada tubuh. Para peneliti mencatat, “Meskipun kami tidak dapat membuat kesimpulan yang jelas, regenerasi pengecap sebagai respons terhadap peningkatan penyerapan seng selama periode asupan MSG mungkin muncul sebagai efek berkelanjutan, bahkan setelah konsumi MSG dihentikan.”
Para peneliti menyatakan sebagai kesimpulan, “Hasil kami menunjukkan bahwa konsumsi MSG secara terus- menerus memiliki efek pada fungsi kognitif,” mencatat bahwa subjek dalam kelompok MSG menunjukkan peningkatan fungsi kognitif pada tindak lanjut empat minggu setelah periode intervensi.

APA ITU P2MI?
P2MI berdiri sejak 15 September 1971, dengan didasari atas kepentingan untuk memajukan dunia usaha pangan khususnya bahan tambahan pangan MSG (monosodium glutamat) dan turunannya diseluruh wilayah Indonesia. Anggotanya adalah perusahaan yang memproduksi MSG atau masyarakat umum menyebutnya mecin bernama; Sasa, Miwon dan Ajinomoto. Tentu saja, perusahaan-perusahaan tersebut telah memiliki sertifikat halal dari MUI dan izin edar dari BPOM.

Adapun Visi P2MI adalah; Untuk menjadi asosiasi yang memberikan informasi yang benar dan faktual tentang MSG dan turunannya kepada masyarakat dan instansi terkait, serta memajukan Industri MSG dan GA di Indonesia, agar dapat berdaya saing tinggi.

Sementara Misi P2MI adalah; Memperjuangkan kepentingan Industri MSG dan GA dalam hubungannya dengan Pemangku kepentingan yang terkait, mengusahakan penyediaan produk pangan yang berkwalitas tinggi, sesuai dengan ketentuan perundangan, serta menguatkan kemampuan anggotanya dan masyarakat dengan program-program yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat Indonesia. (utw)

Continue Reading
Advertisement

Trending