Ekonomi
Cina dan India Kurangi Impor Batubara dari Indonesia dan Beralih ke Negara Lain
REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Cina dan India memangkas impor batu bara dari Indonesia. Kedua importir ini beralih ke batu bara dengan nilai kalori tinggi dari negara lain.
Impor baru bara kedua negara memang turun, menurut laporan Reuters. Namun penurunan pembelian dari Indonesia lebih tinggi ketimbang keseluruhan impor batu bara di Cina maupun India.
Secara keseluruhan, impor batu bara Cina turun hampir 10% menjadi 137,4 juta ton dalam lima bulan pertama tahun ini dan di India turun lebih dari 5% menjadi 74 juta ton.
Ekspor Indonesia menjadi yang paling terpukul, dengan pasokan ke Cina dan India masing-masing turun 12,3% dan 14,3%.
Total ekspor batu bara Indonesia turun 12% menjadi 187 juta ton dalam periode Januari-Mei, menurut data dari firma analitik Kpler.
βCina dan India beralih ke batu bara dengan nilai kalori yang lebih tinggi, yang menghasilkan lebih banyak energi per ton,β kata pejabat industri, selasa (1/7/2025).
Direktur I-Energy Natural Resources yang berbasis di India, Vasudev Pamnani menyampaikan, harga batu bara dengan nilai kalori yang lebih tinggi memang lebih mahal, tetapi menghasilkan lebih banyak energi untuk setiap dolar yang dibelanjakan pada harga saat ini.
Indeks batu bara Indonesia dan Australia, yang mencerminkan mutu yang disukai pembeli Cina, telah mengalami tren penurunan sejak Oktober 2023, dengan patokan Australia menurun lebih cepat daripada patokan Indonesia.
Indonesia membatasi harga batu bara yang dijual ke perusahaan listrik, sehingga pabrik peleburan menjadi alternatif yang lebih menarik daripada ekspor.
“Industri pabrik peleburan adalah titik terang saat ini, kami memperoleh harga yang lebih baik daripada yang kami peroleh dari industri listrik atau penjualan ke Cina,” kata Presiden Direktur Ombilin Energi, perusahaan tambang Indonesia, Ramli Ahmad.
Ia mengatakan batu bara Indonesia dapat bangkit kembali, jika konflik di Timur Tengah membuat harga komoditas dengan nilai kalori lebih tinggi naik.
Mengapa hal ini bisa terjadi, negara lain sudah menilai bahwa Indonesia saat ini adalah negara terkorup dan para pejabatnya bermain dalam pusaran ini serta banyaknya pungli di lapangan yang pada akhirnya, negara lain tak ingin mengimpor sumber daya alam dari Indonesia. (tw)
