Gayahidup
Dahsyatnya Menyentuh Pohon Saat Bertelanjang Kaki
REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pendapat yang menyatakan bahwa menyentuh pohon sambil bertelanjang kaki dapat membawa dampak dahsyat dan berpotensi mengubah hidup dalam waktu singkat (misalnya 15 menit) berkaitan erat dengan praktik yang dikenal sebagai Grounding atau Earthing, serta manfaat dari “Forest Bathing” (Shinrin-Yoku).
Berikut penjelasan mendalam mengenai hal ini:
1. Grounding (Earthing): Koneksi Langsung dengan Bumi.
Grounding atau Earthing adalah praktik yang melibatkan kontak fisik langsung antara kulit manusia dengan permukaan alami bumi, seperti tanah, rumput, atau pasir, biasanya dengan berjalan tanpa alas kaki atau berbaring di tanah.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Bumi memiliki medan listrik alami dan menyimpan cadangan elektron bebas negatif. Ketika Anda berjalan tanpa alas kaki di permukaan alami (atau bahkan menyentuh pohon, yang berfungsi sebagai “konduktor alami” yang terhubung ke bumi), tubuh Anda dipercaya dapat:
Menyerap Elektron Bebas: Elektron-elektron ini masuk ke dalam tubuh dan bertindak seperti antioksidan alami.
Menetralkan Radikal Bebas: Diperkirakan bahwa elektron-elektron ini membantu menetralisir radikal bebas, yang merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan peradangan, stres oksidatif, dan kerusakan sel yang dikaitkan dengan berbagai penyakit.
Menyeimbangkan Energi: Praktisi percaya bahwa grounding membantu menyeimbangkan potensi listrik internal tubuh dengan potensi listrik bumi, sehingga dapat “mereset” sistem listrik tubuh.
Manfaat yang Diklaim dan Didukung Studi Awal:
Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, beberapa studi awal dan laporan anekdotal menunjukkan bahwa grounding/earthing secara rutin dapat memberikan manfaat signifikan, bahkan dalam waktu singkat:
Mengurangi Stres dan Kecemasan: Kontak dengan bumi dapat menenangkan sistem saraf otonom dan membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh. Hal ini dapat membuat Anda merasa lebih rileks dan tenang dengan cepat.
Meningkatkan Kualitas Tidur: Grounding dipercaya membantu menstabilkan ritme sirkadian (jam biologis tubuh), yang mengarah pada tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.
Mengurangi Peradangan dan Nyeri: Karena efek antioksidan yang diduga berasal dari elektron bebas, praktik ini dapat membantu mengurangi peradangan kronis dan rasa sakit ringan pada tubuh.
Meningkatkan Mood: Rasa tenang dan koneksi dengan alam sering kali memicu pelepasan hormon bahagia (endorfin), sehingga dapat meningkatkan suasana hati (mood).
2. Menyentuh Pohon (Shinrin-Yoku)
Menyentuh atau memeluk pohon adalah bagian dari praktik Forest Bathing atau Shinrin-Yoku (berasal dari Jepang, yang berarti “mandi hutan”). Praktik ini menekankan pada penyerapan atmosfer hutan melalui panca indera.
Dampak Positif Kontak dengan Pohon:
Koneksi Sensorik: Batang pohon memiliki tekstur alami yang kasar atau unik. Menyentuhnya sambil fokus pada sensasi tersebut adalah salah satu bentuk meditasi kesadaran (mindfulness) yang bisa langsung mengalihkan pikiran dari stres dan kecemasan, membawa Anda kembali ke momen saat ini.
Pelepasan Kimiawi: Berada di lingkungan hutan, terutama dekat pohon, memungkinkan Anda menghirup fitonsida, yaitu senyawa antimikroba alami yang dikeluarkan pohon untuk melindungi diri dari hama dan penyakit. Menghirup fitonsida telah dikaitkan dengan peningkatan aktivitas sel pembunuh alami (Natural Killer cell), bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, serta efek menenangkan.
Gabungan Manfaat: Ketika Anda menyentuh pohon sambil bertelanjang kaki di tanah, Anda menggabungkan dua manfaat: (1) efek psikologis menenangkan dari pohon (Shinrin-Yoku) dan (2) efek biologis/fisiologis dari Grounding.
Dengan menggabungkan kedua praktik sederhana ini selama 15 menit, banyak orang merasakan efek langsung seperti penurunan ketegangan, pikiran lebih jernih, dan peningkatan energi, yang bagi sebagian orang, bisa dianggap sebagai pengalaman yang sangat transformatif dan “mengubah hidup”. (tw)
