Connect with us

Teknologi

Dorong Ekonomi Digital Nasional Melalui SuperMom Brand Awards 2023

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Pidato Pembukaan Menteri Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, Sandiaga Uno mengenai SuperMom Brand Awards 2023.

“Ibu adalah sosok utama yang memegang peranan penting dalam sebuah keluarga. Ibu memiliki banyak peranan dan mampu melakukan banyak hal untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga. Sosok seorang ibu mampu melakukan banyak hal termasuk dalam pengambilan keputusan terbaik bagi kebutuhan keluarga. Saya, Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sangat mengapresiasi SuperMom yang telah menciptakan platform digital yang memberikan ruang, khususnya para ibu, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.Dengan adanya platform SuperMom, diharapkan dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya para ibu”.

“Kegiatan awarding ini, merupakan ruang apresiasi bagi pilihan produk terbaik para ibu.Diharapkan ke depannya, platform ini dapat menjembatani para ibu untuk memilih berbagai produk-produk ekonomi kreatif, yang pada gilirannya dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia” kata Sandiaga Uno.

SuperMom Melibatkan Secara Aktif dan Mendukung Peranan Para Ibu di Indonesia sebagai Pendorong Ekonomi Digital Nasional melalui SuperMom Brand Awards

• SuperMom Brand Awards adalah satu-satunya penghargaan berdasarkan 100% pilihan konsumen di mana penghargaan tersebut mengukur kepercayaan merek di antara merek yang dibeli oleh ibu dan keluarga. Merek yang divoting terbanyak menandakan bahwa merek tersebut dicoba dan dipercaya oleh para ibu di Indonesia.

• Selain memberikan penghargaan kepada merek, SuperMom juga memberikan penghargaan Social Impact Awards kepada empat perempuan hebat Indonesia yang telah bergerak menolong perempuan dan anak kurang beruntung dalam bidang kesehatan, kesetaraan gender, edukasi dan ekonomi

Ibu memiliki peranan penting dalam keluarga dan memiliki beban yang lebih berat saat pandemi COVID-19 berlangsung. Baik ibu pekerja maupun ibu rumah tangga, mereka harus memberikan pengasuhan anak bersamaan dengan mengurus perihal domestik rumah tangga karena tugas mereka sebagai orang tua. Beban tambahan selama pembatasan saat pandemi and potensi terjadinya inflasi ekonomi membuat tugas mereka sebagai ibu menjadi lebih berat.

Sebuah studi dari UN Women mengungkapkan 57% perempuan mengalami peningkatan stress dan kecemasan akibat bertambahnya beban mengurus keluarga dan juga pekerjaan rumah tangga serta permasalahan ekonomi.

Dukungan seorang teman yang dapat dipercaya untuk membantu ibu terutama dalam aktivitas keseharian, seperti berbelanja, mendapatkan penghasilan tambahan dan memperbaiki manajemen keluarga sangatlah dibutuhkan. Di saat seperti inilah, SuperMom hadir bagi para ibu, berbekal teknologi platform digital yang dapat dipercayai oleh para ibu untuk saling belajar, berbagi, memperoleh penghasilan tambahan dan berbelanja sekaligus mendapatkan rekomendasi produk terbaik.

Untuk pertama kalinya, SuperMom Brand Awards diadakan di Indonesia, mengikuti jejak sukses SuperMom Brand Awards yang telah diadakan di Singapura mulai tahun 2018.

Teknologi SuperMom yang berbasis Artificial Intelligence (AI),  memudahkan para ibu untuk mendapatkan produk terbaik dan termurah untuk kebutuhan ibu dan keluarga.Fitur jajak pendapat dan survei yang dimiliki oleh SuperMom, juga mampu memberikan gambaran pasar serta persepsi dan preferensi akan suatu merek dengan waktu cepat dari para ibu di Indonesia.

”SuperMom Brand Awards nyata 100% didasarkan pada pilihan para ibu. Hal ini berarti para pemenang kategori merek tidak perlu beriklan atau menjadi sponsor SuperMom. Semua pemenang merek, benar-benar berdasarkan pilihan para ibu. Penghargaan ini terbagi dalam dua kategori utama yaitu Ibu dan Anak (9 kategori) dan Keluarga (7 kategori)”, kata Luke Lim, Executive Chairman SuperMom.

SuperMom Brand Awards juga memiliki Panel Dewan Penasehat yang beranggotakan berbagai ahli dari Indonesia dan Singapura, termasuk Luke Lim (Chairman of Supermom), Dr. Lau Kong Cheen (Associate Professor of Marketing Singapore University of Social Science),  Soeprapto Tan (IPSOS Marketing Research Company), Fibra Amukti (Pemimpin Redaksi Media Perempuan) dan Mia Amalia Manan (Pelatih Bersertifikasi dan Penyiar Siniar).

“Merek-merek yang mendapatkan penghargaan dari SuperMom Brand Awards, merupakan merek-merek yang paling banyak dibeli dan direferensikan oleh ibu-ibu di Indonesia. Hal ini menandakan merek tersebut mendapat kepercayaan yang tinggi dari para ibu di Indonesia. Untuk itu, maka sangatlah penting bagi sebuah merek untuk membangun kepercayaan dari para ibu,” ujar Anwesh Bose, Country Director Supermom Indonesia.

Yenny Stutts, Vice President Marketing & Operational Supermom Indonesia menambahkan, ”Selain memberikan penghargaan kepada merek-merek terpercaya bagi para ibu, kami juga memberikan apresiasi kepada empat perempuan hebat di Indonesia  yang bergerak menolong perempuan dan anak kurang beruntung, baik dalam bidang kesehatan, edukasi, kesetaraan gender dan ekonomi di Indonesia, melalui gerakan sosialnya. Mereka telah berhasil memberikan dampak langsung ke komunitas,  memiliki nilai kepatutan, minat, keberlanjutan akan gerakan sosial, kepemimpinan serta jangkauan sosial media yang positif. Penghargaan Social Impact Award sejalan dengan misi kami yaitu melakukan bisnis untuk kebaikan”.

Ke-4 perempuan yang meraih penghargaan dari SuperMom melalui Social Impact Awards adalah Mieke Randa dari Rumah Harapan Indonesia, Alimah Fauzan dari Perempuan Berkisah, Maureen Hitipeuw dari Single Moms Indonesiaa dan Nila Tanzil dari Taman Bacaan Pelangi.

SuperMom yang berambisi menjadi jejaring ibu terbesar di Indonesia juga mengumumkan kerjasama yang terjalin dengan AC Ventures,  sebuah firma investasi berfokus pada perusahaan teknologi tahap awal yang memiliki pertumbuhan tinggi. Helen Wong, selaku Managing Partner dari AC Ventures menagatakan, ”Kami bangga bisa memberikan dukungan terhadap perluasan pasar SuperMom di Indonesia. Indonesia yang memiliki populasi 134.72 juta perempuan, adalah pasar yang sangat menjanjikan untuk SuperMom memberdayakan dan mengedukasi para ibu dan calon ibu. Kami percaya SuperMom bisa menjadi pemimpin pasar di Indonesia”.

Weisheng Neo, Partner dari Qualgro menambahkan, “Kami sangat antusias bermitra dengan SuperMom untuk melayani 250 juta orang tua di Asia Tenggara lebih baik lagi, terutama dalam menghadapi tantangan yang dihadapi dalam pola pengasuhan. Dengan kemampuan data yang canggih, SuperMom dapat mendukung dan memberikan saran personal secara cepat dan relevan ke para orang tua, di mana hal ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai sumber paling terpercaya untuk sgala informasi mengenai pola pengasuhan”.

SuperMom yang akan menjadi jejaring ibu terbesar di Indonesia melalui tiga pilar pendukung utamanya, yaitu fasilitas jejaring percakapan bagi para ibu, berbagi pengalaman antar ibu dan pemberi rekomendasi belanja bagi para ibu, akan menjadikan SuperMom Brand Awards sebagai perhelatan rutin tahunannya.

“Ketika kami mendirikan SuperMom pada tahun 2015, kami ingin menolong para ibu baru dan orang tua yang kekurangan waktu, untuk bisa mendapatkan informasi bermakna yang bisa membantu mereka dalam pengasuhan anak serta membuat mereka tidak merasa sendirian. Inilah mengapa SuperMom akan terus melibatkan para ibu di Indonesia secara aktif serta mendukung peranannya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia melalui berbagai fitur aplikasi dan program yang kami terus kembangkan,”tutup Joan Ong, pendiri SuperMom. (sil)

Teknologi

Apa yang Dilakukan Telkom setelah Starlink Resmi Masuk Indonesia?

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Banyak yang bertanya-tanya bagaimana Telkom menyingkapi masuknya Starlink ke Indonesia.

Ini mengingat Starlink sendiri sudah mengantongi dua perizinan sebagai penyelenggara layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Internet Service Provider (ISP). Arinya, dengan dua izin tadi, Starlink bisa menyediakan internet ke konsumen dalam skema Business-to-Consumer (B2C) di Tanah Air, alias langsung ke pengguna rumahan di Indonesia.

Ternyata, Telkom lewat anak perusahaan Telkomsat sudah melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) dengan Starlink untuk layanan segmen enterprise berbagai wilayah di Indonesia sejak 15 Mei 2024 kemarin.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd. Rauf dengan VP Starlink Commercial Sales beberapa waktu lalu.

“Kerja sama ini mengukuhkan posisi Telkomsat sebagai mitra strategis pertama dan utama Starlink di Indonesia,” kata Lukman Hakim dalam keterangan resmi, Sabtu, (18/5/2024).

Maka, kerja sama ini memungkinkan Telkomsat untuk menggelar layanan bisnis (business services) berbasis Starlink yang kompetitif dan setara dengan penawaran paket bisnis yang ditawarkan melalui website Starlink. Sebelumnya, Telkomsat sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Starlink sejak 2021.

Bahkan, mereka sudah menggelar layanan backhaul Starlink di 2022 dengan memanfaatkan hak labuh yang telah diberikan pemerintah.

Lukman menyebut, infrastruktur backhaul yang digelar oleh Telkomsat ini mampu memberikan layanan konektivitas satelit yang berkualitas dengan tetap menjamin kedaulatan dan keamanan data nasional. Sementara itu, SVP Corporate dan Communication Telkom, Ahmad Reza justru menyambut baik kehadiran Starlink ke Indonesia.

Ia melihat kerja sama TelkomGroup dalam hal ini Telkomsat bersama Starlink, menunjukkan komitmen perusahaan pelat merah itu untuk berupaya mendukung program pemerintah untuk percepatan pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia. “Khususnya untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” bebernya.

Telkomsat sendiri baru saja mengoperasikan Satelit Merah Putih 2 pada awal 2024.

Adapun menurut laman resmi Starlink, paket enteprise terbagi menjadi tiga paket yaitu Lokasi Tetap, Mobilitas Darat, dan Maritim. Paket internet tersebut dimulai dari Rp1,1 juta untuk prioritas-40 GB hingga Rp12,3 juta untukprioritas-6TB. (tw)

Continue Reading

Teknologi

UU Penyiaran Wajibkan YouTuber dan Tiktoker Verifikasi Konten ke KPI

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Rencana revisi Undang-Undang (UU) Penyiaran menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Alasannya, beberapa aspek yang diatur dalam draf revisi ini dianggap melampaui kewenangan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan lainnya.

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah tentang regulasi platform digital penyiaran. Dalam konteks ini, para pembuat konten yang aktif di platform media sosial seperti Youtube atau yang sering disebut sebagai Youtuber, serta pengguna TikTok yang dikenal sebagai Tiktoker, juga akan terpengaruh oleh UU Penyiaran yang direvisi ini.

Wahyudi Djafar, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), mengamati bahwa menurut rumusan draf yang sedang disusun oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), revisi UU Penyiaran akan mencakup regulasi terhadap platform digital.

Ini termasuk juga konten yang dibuat dan disebarkan melalui platform berbasis user generated content (UGC).

Menurut Wahyudi pada Rabu (15/4/2024), “Platform seperti Youtube, TikTok, dan sejenisnya” akan terpengaruh oleh regulasi ini.

Regulasi ini dianggap tumpang tindih dengan peraturan dalam undang-undang lain. Saat ini, regulasi terhadap platform berbasis UGC seperti Youtube, TikTok, dan lainnya diatur oleh Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Bahkan, aturan-aturan terkait konten yang disebarluaskan melalui platform UGC telah diatur secara jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 5 Tahun 2020.

“Masalahnya timbul ketika konten yang disebarkan melalui platform UGC itu dianggap setara dengan konten siaran,” ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, konten siaran biasanya dihasilkan oleh lembaga penyiaran seperti stasiun televisi, rumah produksi, dan sebagainya. Sementara konten yang dibuat dan disebarkan melalui platform UGC adalah hasil karya individu atau content creator yang kemudian diunggah melalui platform UGC.

Sebagaimana tertera dalam pasal 34F ayat (2), disebutkan bahwa:

“Penyelenggara platform digital penyiaran dan/atau platform teknologi penyiaran lainnya wajib melakukan verifikasi konten siaran ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).”

Ini sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran (PPP) dan Standar Isi Siaran (SIS).

Dengan polemik yang muncul terkait draft revisi UU Penyiaran ini, perlu adanya diskusi mendalam yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk regulator, akademisi, serta para praktisi industri penyiaran dan konten digital.

Hal ini penting agar regulasi yang dihasilkan mampu mengakomodasi perkembangan media digital tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi dan inovasi kreatif. (tri)

Continue Reading

Teknologi

Peluncuran Platform MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti di Acara Dies Natalis ke-40

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti dengan bangga mengumumkan peluncuran platform pembelajaran digital terbaru, MY EDI-E-Learning LPMA, dalam acara soft launch yang diadakan bersamaan dengan peringatan Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti. Platform ini merupakan inisiatif inovatif dari Lembaga Pendidikan Manajemen Asuransi (LPMA) yang dirancang untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang asuransi dan manajemen risiko.

Penjelasan Mengenai MY EDI-E-Learning LPMA

MY EDI-E-Learning LPMA adalah sebuah platform e-learning yang dirancang untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi di bidang asuransi dan manajemen risiko. Platform ini menawarkan berbagai kursus dan modul yang dapat diakses secara online, memungkinkan pengguna untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Dengan teknologi terbaru, MY EDI-E-Learning LPMA menyajikan pengalaman belajar yang interaktif dan user-friendly.

Dilakukan juga penanda-tanganan perjanjian kerja-sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara STMA Trisakti yang di wakili oleh Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE dengan pihak Dewan Asuransi Indonesia (DAI) yang diwakili oleh Yulius Bhayangakara saat peluncuran Soft Launching MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti di Jakarta.

Turut hadir juga Bayu Widdhisiadji SE, M.M, AAAIK, AJIS, QRGP, QCRO, CCOP, ANZIIF selaku Ketua LPMA-STMA Trisakti, serta Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti, Robidi, S.H., M.H, QCRO selaku Sekretaris LPMA-STMA Trisakti.

Tujuan utama dari peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA adalah untuk:

1. Meningkatkan aksesibilitas pendidikan berkualitas tinggi di bidang asuransi dan manajemen risiko.

2. Memfasilitasi pembelajaran yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual pengguna.

3. Mendukung pengembangan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia di industri asuransi.

Platform MY EDI-E-Learning LPMA menawarkan sejumlah manfaat yang signifikan, antara lain:

1. Akses Fleksibel: Pengguna dapat mengakses modul pembelajaran kapan saja dan di mana saja, memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel.

2. Materi Berkualitas: Konten yang disusun oleh para ahli di bidang asuransi dan manajemen risiko, memastikan materi yang relevan dan terkini.

3. Pengalaman Interaktif: Fitur-fitur interaktif seperti video, kuis, dan forum diskusi untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman pengguna.

4. Sertifikasi: Menyediakan sertifikasi bagi peserta yang menyelesaikan modul tertentu, menambah nilai profesional mereka di dunia kerja.

Ketua STMA Trisakti Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE, MM menyatakan, “Peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk memperkuat pendidikan di bidang asuransi dan manajemen risiko. Kami percaya bahwa platform ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme di industri ini.”

“Kami berharap MY EDI-E-Learning LPMA dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang asuransi.”, ungkapnya di saat Soft launching MY EDI-E-Learning LPMA,STMA Trisakti di jakarta, (14/5/2024).

Dengan peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA, STMA Trisakti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di industri asuransi Indonesia. Platform ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi utama dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital, serta menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk mengadopsi teknologi serupa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai MY EDI-E-Learning LPMA, silakan kunjungi website STMA Trisakti atau hubungi humas STMA Trisakti di nomor (021) 12345678. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending