Peristiwa
Erick Thohir Harusnya Mundur: Pertanggungjawaban atas Mega Korupsi di PT Pertamina
REPORTASE INDONESIA – Aceh, Dalam situasi yang semakin memprihatinkan terkait dengan dugaan mega korupsi di PT Pertamina, Menteri BUMN Erick Thohir harus segera mengambil tanggung jawab dan mundur dari jabatannya. Korupsi yang terjadi di perusahaan plat merah ini tidak hanya merugikan negara, namun juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap manajemen BUMN
Pengurus HMI BADKO Aceh, Nirwanda Hendriyansyah dalam pers rilisnya kembali menyuarakan pendapatnya terkait dugaan mega korupsi yang melibatkan PT Pertamina. Menurut Nirwanda, Erick Thohir, selaku Menteri BUMN, harus bertanggung jawab atas skandal tersebut dan segera mundur dari jabatannya.
“Korupsi yang terjadi di PT Pertamina bukanlah masalah kecil. Ini adalah masalah yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar dan mempengaruhi kepercayaan publik terhadap perusahaan negara yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat,” tulis Nirwanda dalam pernyataannya tersebut pada Minggu (2/3/2025).
Dia menambahkan bahwa sejak Erick Thohir dilantik sebagai Menteri BUMN, berbagai skandal korupsi, termasuk yang melibatkan Pertamina, semakin meningkat.
“Meskipun telah ada beberapa upaya perbaikan, namun kenyataannya PT Pertamina terus menjadi ladang subur bagi praktik-praktik korupsi yang merugikan negara dan rakyat. Hal ini menunjukkan kegagalan kepemimpinan yang tidak bisa ditoleransi lagi,” tegas Nirwanda.
Nirwanda juga mengungkapkan, skandal korupsi ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan fungsi pengawasan yang efektif terhadap BUMN.
“Erick Thohir harus menunjukkan rasa tanggung jawab yang lebih besar, baik terhadap rakyat Indonesia maupun terhadap integritas pemerintahannya. Tidak ada tempat bagi pemimpin yang gagal dalam memimpin dan memberantas korupsi,” tulisnya.
https://www.facebook.com/share/v/15z8RDCBK2
Sebagai solusi, Nirwanda menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto segera mengevaluasi kepemimpinan Erick Thohir di Kementerian BUMN dan mengambil langkah tegas untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor BUMN.
” Jika Erick Thohir tetap bertahan, maka hal ini hanya akan memperburuk citra pemerintah dan semakin mengikis kepercayaan rakyat terhadap komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi,” tambahnya.
Nirwanda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal proses pemberantasan korupsi, terutama di sektor BUMN, agar tidak ada lagi celah bagi praktik korupsi yang merugikan negara dan rakyat.
Perbandingan Harga BBM Dengan Negara Tetangga Malaysia

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Malaysia ternyata lebih murah dibandingkan di Indonesia!
Hal ini jadi perhatian tersendiri bagi warganet setelah terungkapnya kasus dugaan korupsi di PT Pertamina Patra Niaga yang bikin publik kecewa.
Banyak yang merasa dirugikan dan mulai melirik opsi beli BBM dari pesaing Pertamina.
Melansir dari halaman tempo
(28/02/2025) Harga BBM di Malaysia, khususnya dari perusahaan Petronas, menunjukkan perbandingan yang mencolok.
Misalnya, harga Primax RON 95 (di Pertamina setara Pertamax Green) di Malaysia cuma RM 2,05/liter atau sekitar Rp 7.500/liter.
Sedangkan di Indonesia,
Pertamax RON 90 saja sudah dibandrol dengan harga Rp 10.000/liter (update 1 Maret 2025). Gimana bisa beda jauh gitu, ya?
Di Malaysia, harga Diesel Euro 5-B10/B20 juga lebih terjangkau, yaitu RM 3,18/liter (Rp 11.750/liter), sementara Diesel Euro 5-B7 dijual RM 3,38/liter (Rp 12.490/liter). Sementara itu, di Indonesia, harga Pertamax Turbo RON 98 mencapai Rp 14.000/liter, dan Pertalite dibandrol Rp 10.000/liter.
Menurut catatan Tempo Data Science.
Harga BBM yang lebih murah di negara lain seringkali dipengaruhi oleh subsidi pemerintah. (utw)
