Connect with us

Teknologi

Gagasan Capres Anies: Janji Kembangkan Drone untuk Sarana Distribusi Logistik ke Daerah Terpencil

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Gagasan Capres nomor urut 1 Anies Baswedan yang berjanji akan mengembangkan teknologi drone atau pesawat nirawak. 

Pengembangan itu diperlukan sehingga Drone jadi sarana transportasi distribusi logistik ke daerah terpencil.

Ia berjanji melakukan hal tersebut apabila terpilih menjadi presiden dalam Pilpres 2024. Janji itu disampaikan saat menghadiri acara Rakernas MTI 2023 secara daring pada Rabu (6/12/23) malam.

“Ada opsi ke depan untuk pengembangan fasilitas drone untuk distribusi logistik ke daerah terpencil yang sulit dijangkau secara konvensional,” kata Anies Baswedan.

Ia pun turut berencana memperluas keterjangkauan kapal perintis, sehingga bisa dimanfaatkan mendistribusikan barang-barang berskala grosir secara luas.

“(Dengan) harapan bisa menekan harga barang di wilayah terpencil,” ungkapnya.

Selain drone dan kapal perintis untuk daerah-daerah terpencil, Anies juga berjanji akan mengaktifkan lagi jalur-jalur kereta api yang sudah lama tak aktif di Pulau Jawa.

Ia juga berjanji bakal meningkatkan intensitas jadwal kereta api di rute-rute tertentu dengan tujuan lebih banyak orang yang beralih menggunakan moda transportasi kereta api. (utw)

Teknologi

Server Sirekap KPU Terhubung ke Alibaba Singapura, Roy Suryo: Sangat Ceroboh dan Tak Masuk Akal!

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pakar telematika Roy Suryo menyebut, penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (Sirekap) yang ada di KPU sangat ceroboh. Sirekap tidak benar-benar independen dan mandiri dijalankan di Indonesia.

Dia menyebut, situs Sirekap terhubung dengan Alibaba Cloud yang beralamat di Singapura. Menurutnya, secara teknis Sirekap-web.kpu.go.id yang digunakan petugas KPPS terhubung dengan IP Address 170.33.13.

“Jika ditelusuri alamat website tersebut mengarah pada “Alibaba Singapura”. Kemudian, website pemilu2024.kpu.go.id terhubung dengan Zhejiang Taobao Network Co., Ltd,” kata Roy dalam keterangannya, Sabtu (17/2/2024).

Roy menyinggung, hal ini terkait dengan etika. Sementara Undang-Undang Data Pribadi (UU PDP) yang disahkan sejak 17 Oktober 2022 lalu secara efektif baru akan wajib digunakan 2 tahun setelah diundangkan, alias beberapa bulan lagi.

“Jadi pemanfaatan server Alibaba di luar negeri ini memang belum bisa dipidana secara hukum, namun sangat tidak etis masih dipakai mengingat seharusnya KPU mempertimbangkan SDM nasional dari Indonesia sendiri, apalagi biaya yang digunakan sangat besar,” ujar Roy.

Dia menyimpulkan, langkah yang dilakukan KPU ini sangat ceroboh dan tidak masuk akal. Selain soal sistem yang belum teruji hingga belum kompetennya sumber daya manusia, data yang disimpan ternyata terkait dengan server di luar negeri yang sangat rawan terjadi kebocoran data.

“Kesimpulannya, sangat ceroboh dan tidak masuk akal sistem Sirekap yang digunakan di Pemilu 2024 ini,” kata Roy.

Oleh karena itu, Roy mendesak agar teknologi informasi atau IT KPU diperiksa dan diaudit forensik.

Menurutnya, jika pemeriksaan tidak dilakukan maka aplikasi Sirekap dinilai tidak memiliki keabsahan data. Keabsahan data yang dikeluarkan akan selalu dipertanyakan.

“Saya sarankan periksa dan audit forensik IT KPU agar legitimasi data yang dihasilkan bisa dipercaya dan sah secara hukum untuk hasil Pemilu 2024,” kata Roy.

bongkar kecurangan Pemilu di KPU yang mungkin saja memang di setting dan dijalankan sistematis sejak tahun 2014 hingga sekarang! (utw)

Continue Reading

Teknologi

Pengkhianat Drone Sangat Berbahaya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Apa itu Penghianat Drone? Hal ini sepertinya belum diatur dalam hukum perang: boleh atau tidak.

Tapi kenyataannya kian sering terjadi: membunuh musuh dari jarak jauh. Tanpa ada deklarasi perang sebelumnya.

Seorang jenderal intelijen Iran terbunuh dua hari lalu. Yang membunuh berada di jarak ribuan kilometer. Di negara lain.

Sang jenderal lagi dalam kunjungan ke Damaskus, Syria. Jam 10.30 itu ia lagi berada di sebuah gedung bertingkat. Gedung itu memang sering dipakai para pejabat militer Iran. Hubungan Iran dan Syria sangat baik.

Di siang bolong itulah sebuah drone melayang di udara Syria. drone tanpa awak itu meluncurkan senjata. Tepat mengenai sasaran.

Gedung itu hancur. Terbakar. Brigjen Sadegh Omidzadeh tewas seketika. Demikian juga deputinya: Hajj Gholam. Pun tiga staf lainnya.

Secara intelijen gedung itu sudah memenuhi syarat: berada di kompleks kedutaan besar banyak negara. Di kawasan seperti itu biasanya aman dari serangan. Tapi serangan model baru ini seperti sniper jarak jauh. Tepat sasaran. Tanpa mengenai dan mengganggu gedung di sebelahnya.

Ketepatan sasaran diatur lewat komputer. Berarti tugas sniper tradisional sudah tergantikan. Dengan teknologi ini sang sniper tidak harus mencari posisi menembak yang tepat. Ia bisa melakukannya dari mana saja.

Kali ini pelakunya Israel. Iran juga pernah kehilangan jenderal dengan cara yang mirip. Hanya pelakunya bukan Israel, langsung bos besarnya: Amerika Serikat.

Jendreal itu, Qasim Solaimani, juga lagi berkunjung ke negara lain: Iraq. Begitu kendaraan yang membawa Solaimani konvoi di jalan raya, di luar kota Baghdad, senjata mengenai mobil itu. Meledak. Sang jenderal tewas seketika. Tembakan dilancarkan oleh drone. Tanpa awak.

Sebulan lalu petinggi Hamas yang lagi berada di Beirut, Libanon, juga tewas oleh serangan drone tepat sasaran. Ia seorang deputi pimpinan Hamas: Saleh al-Arouri.

Maka saya berpikir mengapa Vladimir Putin tidak dibunuh saja dengan cara yang sama. Atau Kim Jong-un. Bahkan mengapa tidak sekalian Ayatollah Khamenei.

Mungkin saja Israel dan Amerika sudah mengagendakan itu. Tapi mereka belum menemukan intelijen yang bisa memasok keberadaan para tokoh yang dibenci Israel-Amerika itu. Belum menemukan pengkhianat yang tepat.

Saya bisa membayangkan betapa sulit melindungi tokoh di zaman seperti ini. Debat capres masih membicarakan beli senjata bekas atau baru.

Padahal realitas keamanan dan pertahanan negara sudah seperti itu. Tidak perlu lagi mengerahkan pasukan ke Jayawijaya. Semua bisa diwakilkan ke Mr Drone.

Tapi drone juga tidak cerdas kalau tidak dibantu pihak lain: para pengkhianat.

Saya bayangkan betapa banyak orang berwajah ganda di Lebanon, Syria, Iraq, Palestina, dan Gaza sekarang ini. Tanpa para pengkhianat drone pun hanya bisa tolah-toleh. Sebenarnya para pengkhianat itulah kuncinya. (by: DI)

Continue Reading

Teknologi

Anies Dijuluki ‘Abah Online’ Gegara Live Tiktok, Manfaatkan Medsos untuk Kemenangan di 2024

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Surabaya, Seiring suksesnya Anies Baswedan melakukan interaksi, sharing informasi, serta diskusi dengan masyarakat kaum muda melalui live Tiktok, Tim Pemenangan pun menyatakan bahwa AMIN di 2024 akan memanfaatkan dengan baik strategi penggunaan medsos.

Jubir Timprov AMIN Jatim, Fauzan Fuadi menyebut penggunaan medsos jadi salah satu media campaign agar gagasan perubahan AMIN bisa sampai ke generasi muda.

“Penggunaan medsos ini tentu salah satu media campaign supaya gagasan-gagasan perubahan AMIN bisa lebih deliver ke Gen Z. Seperti program diskusi Desak Anies jalan terus. Begitu juga Slepet Gus Imin juga pastinya,” ujarnya, (20/1/2024).

Dikatakannya, sampai dengan sekarang, beliau sudah 3 kali live Tiktok, dan animo Gen Z ke beliau luar biasa spektakuler. Bahkan, sampai dapat julukan baru, yaitu Abah Online, Anies Bubble dan seterusnya.

“Netizen, Kpoper, ternyata begitu respect bahkan dengan originalitas yang ada pada Pak Anies. Lihatlah betapa netizen sangat tersentuh dengan otentisitas Pak Anies yang lahir dari generasi berbeda, ketika Pak Anies belum tahu caranya mematikan live tiktok, termasuk ketika beliau harus googling dulu apa maksut dari “Etalase Berapa” dimana ketika viewer ada yang menggoda bertanya tentang kacamata beliau?,” cerita Fauzan tentang pengalaman pertama Anies saat main Tiktok mendapat respon yang positif.

Kali ini ada ajang untuk kaum milenial, MAU KETEMU Abah ANIES ??? Ikut Kontes di TIKTOK Yuk. (tri)

Continue Reading
Advertisement

Trending