Politik
GERAKAN RAKYAT BUKA PENDAFTARAN NASIONAL, SINYAL KUAT KENDARAAN ANIES 2029?
REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi melangkah ke fase baru. Pada Rabu, 17 Desember 2025, organisasi ini membuka pendaftaran anggota secara terbuka dan nasional, sebuah langkah yang langsung memantik spekulasi luas tentang arah politik mereka ke depan.
Peresmian pendaftaran publik itu sekaligus menjadi momentum simbolik dengan dikukuhkannya Anies Rasyid Baswedan sebagai anggota kehormatan pertama Gerakan Rakyat. Anies, yang didukung organisasi ini pada Pemilihan Presiden 2024, hadir langsung di markas kegiatan yang berlokasi di Jalan Brawijaya X, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16.10 WIB.
Kedatangan Anies disambut puluhan pendukung. Ia kemudian diarahkan menuju replika kartu anggota berwarna oranye, simbol identitas Gerakan Rakyat. Pada kartu tersebut tercantum nama lengkap Anies Rasyid Baswedan dengan nomor anggota NAGR.31.74.06.000001.
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menyambut langsung Anies. Ia menyebut momen ini sebagai penanda dimulainya babak baru perjalanan organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai wadah relawan.
“Kami memohon dengan hormat Mas Anies Rasyid Baswedan sebagai tokoh inspiratif Gerakan Rakyat sekaligus menjadi anggota kehormatan pertama. Inilah saat yang kita nanti-nantikan,” ujar Sahrin dalam sambutannya.
Anies menyampaikan apresiasi atas pengukuhan tersebut. Ia mengingat kembali perjalanan Gerakan Rakyat yang bermula dari jaringan relawan pendukungnya pada kontestasi Pilpres 2024. Menurut Anies, dua tahun perjalanan itu menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.
“Dua tahun perjalanan telah memberikan bekal yang cukup. Awalan baru ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk menyongsong fase baru di mana kita inginkan Indonesia lebih adil, menyejahterakan, setara, dan hutannya lebih hijau,” kata Anies di hadapan para anggota dan simpatisan.
Ia juga mengajak masyarakat luas untuk bergabung dalam Gerakan Rakyat sebagai ruang partisipasi bersama demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Di tengah euforia pembukaan pendaftaran nasional, pertanyaan tentang masa depan politik Gerakan Rakyat tak terelakkan. Sahrin Hamid secara terbuka mengakui adanya peluang organisasi ini bertransformasi menjadi partai politik.
Menurutnya, keputusan resmi terkait arah tersebut akan diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Rakyat yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Januari 2026. Untuk saat ini, fokus utama organisasi masih pada perluasan keanggotaan dan konsolidasi basis masyarakat.
Sahrin menjelaskan, dorongan untuk berubah menjadi partai politik muncul dari sejumlah pengurus wilayah dan sayap organisasi. Aspirasi tersebut juga telah direkomendasikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Gerakan Rakyat tahun 2025.
“Sebagian besar menyampaikan aspirasi agar Gerakan Rakyat segera bertransformasi menjadi partai politik, mendirikan partai, atau bekerja sama dengan partai politik yang sudah ada,” ujar Sahrin.
Sementara itu, Anies Rasyid Baswedan memilih tidak banyak berkomentar terkait wacana tersebut. Ia menegaskan bahwa pertanyaan mengenai langkah politik Gerakan Rakyat sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua Umum dan jajaran pimpinan organisasi.
Pembukaan pendaftaran nasional ini menempatkan Gerakan Rakyat dalam sorotan tajam publik dan elite politik. Apakah organisasi ini akan menjadi partai baru, atau sekadar menjadi mesin pendukung politik, jawabannya kini tinggal menunggu keputusan resmi awal tahun depan.

Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat menargetkan merekrut satu juta anggota hingga tahun 2026. Ormas yang terinspirasi dari pemikiran mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menilai capaian tersebut akan menjadi indikator kuat dukungan publik terhadap gerakan mereka.
Ketua Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, mengatakan target tersebut mencerminkan validitas dan legitimasi organisasi di mata masyarakat. Hingga saat ini, sekitar 8.000 orang telah terdaftar sebagai anggota, dengan rata-rata 2.000 pendaftar mengajukan kartu tanda anggota (KTA).
Meski terinspirasi dari gagasan Anies Baswedan, Sahrin menegaskan Gerakan Rakyat bukan kendaraan politik untuk Pemilu 2029. Namun, ia mengakui adanya peluang organisasi ini bertransformasi menjadi partai politik, sesuai hasil pembahasan Rapimnas Juli 2025, yang keputusannya akan ditentukan dalam Rapat Kerja Nasional mendatang.
Gerakan Rakyat juga menargetkan pembentukan 100 ribu kader pada tahun depan guna memperkuat konsolidasi organisasi. Saat ini, struktur kepengurusan telah terbentuk di seluruh provinsi serta sebagian besar kabupaten dan kota di Indonesia.
Gerakan Rakyat resmi dideklarasikan pada 27 Februari 2025 dan pada 17 Desember 2025 meluncurkan KTA sekaligus mengumumkan Anies Baswedan sebagai salah satu anggotanya. (utw)
