Connect with us

Ekonomi

Harga Beras Premium Melonjak Hampir 90 Persen dan Membuat Masyarakat Kian Resah

Published

on

Harga Beras Premium Melonjak Hampir 90 Persen dan Membuat Masyarakat Kian Resah

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Harga beras premium terus melonjak dan membuat masyarakat kian resah.

Berdasarkan pantauan di salah satu ritel modern kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa 25 Agustus 2025.harga beras merek Topi Koki tembus Rp140.700 per 5 kilogram. Angka ini naik hampir 90% dibanding harga normal yang sebelumnya Rp74.500.

Pantauan serupa menunjukkan, sulit menemukan beras premium dengan harga di bawah Rp74.500, padahal angka tersebut adalah harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Beberapa merek beras lain juga mengalami kenaikan, seperti merek Sumo yang mencapai Rp92.900 per kilogram, dan Pandanwangi Koala Madu yang dijual Rp113.590 per kilogram.

Pemerintah menyatakan akan memanggil produsen untuk menertibkan harga. “Kami akan panggil produsen dulu. Regulasi terkait beras khusus ini akan ditata kembali agar tidak ada lagi permainan harga sampai Rp150 ribu, Rp160 ribu,” ujar pejabat terkait, Selasa 26 Agustus 2025.

Masyarakat Mengeluh Harga Beras Naik, Agak Lain Menteri Ini: Baru Naik Sedikit Sudah Ribut, Beras di Jepang Rp 100ribu/Kg

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menilai kenaikan harga beras di Indonesia masih tergolong wajar jika dibandingkan dengan Jepang.

“Baru Naik Sedikit, masyarakat Indonesia sudah ribut, di Jepang harga Beras Rp 100ribu/Kg,” ungkap mentan Amran di Jakarta, (22/8/2025).

Ia menyebut masyarakat terlalu reaktif dalam menanggapi kenaikan harga beras yang relatif kecil.

Bagaimana bisa mentan menyamakan harga beras di Indonesia dengan mengambil contoh harga beras di Jepang, sudah jelas disana negara maju dan tingkat pendapatannya jauh lebih besar daripada di negara miskin seperti Indonesia.

Namun, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengingatkan bahwa hal itu tidak relevan.

“Menurutnya, perbedaan pendapatan per kapita antara Indonesia dan Jepang juga harus diperhitungkan,” jelas Titiek Soeharto.

Agak Lain pemikiran dan komentar menteri satu ini, sama seperti memteri-menteri buzzer jokowi yang ada di pemerintahan Prabowo yang selalu membuat pernyataan selalu menyakiti hati rakyat dan tak masuk logikanya. (ut)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement