Connect with us

Teknologi

Hello Text String My Old FrieIndosat dan Tech Mahindra Luncurkan Center of Excellence Lab di Jakarta

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, ๐˜๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฉ ๐˜”๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ข ๐˜“๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Š๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜Œ๐˜น๐˜ค๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ (๐˜Š๐˜ฐ๐˜Œ) ๐˜“๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜‘๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‹๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜Ž๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜Š๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ฅ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜›๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜‹๐˜ช๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) dan Tech Mahindra meluncurkan Google Cloud Smart Analytics dan Center of Excellence (CoE) lab, yang didukung oleh Google Cloud, untuk mempercepat transformasi digital bangsa. CoE Lab akan berfokus pada pengembangan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi generasi berikutnya seperti 5G, Edge Computing, Data Analytics, Internet of Things (IoT), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR).

Lab ini akan menyediakan analitik cerdas untuk Communications Service Providers (CSP), yang memungkinkan mereka menghasilkan peluang pendapatan tambahan melalui pengalaman dan penawaran yang sangat dipersonalisasi sepanjang perjalanan pelanggan. Ini juga akan memungkinkan perusahaan untuk memigrasikan kumpulan data besar dengan aman dan mulus untuk memperkuat pengambilan keputusan di bidang-bidang seperti segmentasi pelanggan, pengukuran efektivitas pengalaman, dan pengurangan churn pelanggan, atau bahkan mengurangi waktu dan sumber daya yang terkait dengan pelatihan model machine learning (ML) dan artificial intelligence (AI) untuk aplikasi bisnis. CoE ini juga akan fokus untuk memenuhi kebutuhan bisnis pasar telekomunikasi dan enterprise di Asia Tenggara.

Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan “Kami di Indosat memposisikan diri kami sebagai kolaborator utama dalam mempercepat transformasi digital bangsa. Kami sangat antusias untuk meluncurkan CoE lab sebagai kolaborasi dari dua merek global yang menciptakan platform untuk use case baru yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Indosat dapat memanfaatkan lab ini untuk memperluas kemampuan dan manfaat bagi pelanggan enterprise kami.” di jakarta (27/3/2023).

Kemitraan ini akan menggabungkan keahlian teknologi Tech Mahindra, ML Google Cloud dan kemampuan conversational AI di Dialogflow dan BigQuery, serta kekayaan intelektual (IP) Tech Mahindra dengan akselerator internal yang disesuaikan untuk membantu CSP melibatkan pelanggan mereka dengan lebih baik melalui pengalaman berbasis data, memodernisasi platform bisnis mereka, dan mencapai efisiensi operasional dari migrasi ke cloud data yang benar-benar terbuka. Ini akan memungkinkan pelanggan untuk mempercepat perjalanan cloud data mereka saat mereka beralih ke masa depan yang mengutamakan digital.

Karan Bajwa, Vice President, Asia Pasifik, Google Cloud, mengatakan, “Organisasi mengakui data sebagai aset strategis dan tahu bahwa produk dan pengalaman yang dibuat khusus jauh lebih berharga bagi bisnis dan pelanggan mereka. Tantangan yang menahan mereka adalah penyebaran data: terlalu banyak data, terlalu tersebar, dengan terlalu banyak untuk diuraikan dan dipahami, dan semuanya terkunci dalam silo. Smart Analytics dan CoE lab yang baru didirikan yang memanfaatkan keahlian bersama Google Cloud dan Tech Mahindra akan berfungsi sebagai katalis bagi perusahaan di industri yang diatur untuk meningkatkan bakat teknologi mereka, menghilangkan silo data dengan cloud data terbuka, dan menerapkan analisis cloud dan AI canggih untuk meningkatkan interaksi pelanggan dan menangkap peluang pertumbuhan baru.”

Lab ini akan membantu CSP dalam memanfaatkan teknologi 5G dan Edge Computing untuk mengembangkan produk, layanan, dan model bisnis baru yang akan mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus memungkinkan mereka untuk memonetisasi aset data jaringan signifikan mereka dengan lebih baik.

CP Gurnani, Managing Director and Chief Executive Officer, Tech Mahindra, mengatakan, “Teknologi mendalam, keahlian domain, dan kemampuan analisis bisnis kami, dikombinasikan dengan Google Cloud, akan mendorong solusi analisis lanjutan ke garis depan. Kolaborasi ini juga akan berfungsi sebagai katalis bagi enterprise saat mereka memulai perjalanan transformasi digital berbasis data dan membantu memodernisasi aplikasi yang ada. CoE lab merupakan langkah penting dalam memperkuat kemitraan kami dengan Indosat. Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan membantu kami memperluas kehadiran kami di Indonesia. Selanjutnya, kemitraan ini akan memperkenalkan peluang untuk menciptakan aliran pendapatan baru bagi pelanggan kami dengan menyediakan analisis data mendalam untuk membuat keputusan yang efisien dan terinformasi. “

“Peluncuran CoE lab ini sejalan dengan tujuan Indosat yang lebih besar untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia, dengan mempercepat transformasi digital bangsa. Ke depan, ini akan membuka dan memaksimalkan potensi yang belum dimanfaatkan dalam mendigitalisasi industri dan bangsa,” tutup Vikram. (utw)

Teknologi

Apa yang Dilakukan Telkom setelah Starlink Resmi Masuk Indonesia?

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Banyak yang bertanya-tanya bagaimana Telkom menyingkapi masuknya Starlink ke Indonesia.

Ini mengingat Starlink sendiri sudah mengantongi dua perizinan sebagai penyelenggara layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Internet Service Provider (ISP). Arinya, dengan dua izin tadi, Starlink bisa menyediakan internet ke konsumen dalam skema Business-to-Consumer (B2C) di Tanah Air, alias langsung ke pengguna rumahan di Indonesia.

Ternyata, Telkom lewat anak perusahaan Telkomsat sudah melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) dengan Starlink untuk layanan segmen enterprise berbagai wilayah di Indonesia sejak 15 Mei 2024 kemarin.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd. Rauf dengan VP Starlink Commercial Sales beberapa waktu lalu.

โ€œKerja sama ini mengukuhkan posisi Telkomsat sebagai mitra strategis pertama dan utama Starlink di Indonesia,” kata Lukman Hakim dalam keterangan resmi, Sabtu, (18/5/2024).

Maka, kerja sama ini memungkinkan Telkomsat untuk menggelar layanan bisnis (business services) berbasis Starlink yang kompetitif dan setara dengan penawaran paket bisnis yang ditawarkan melalui website Starlink. Sebelumnya, Telkomsat sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Starlink sejak 2021.

Bahkan, mereka sudah menggelar layanan backhaul Starlink di 2022 dengan memanfaatkan hak labuh yang telah diberikan pemerintah.

Lukman menyebut, infrastruktur backhaul yang digelar oleh Telkomsat ini mampu memberikan layanan konektivitas satelit yang berkualitas dengan tetap menjamin kedaulatan dan keamanan data nasional. Sementara itu, SVP Corporate dan Communication Telkom, Ahmad Reza justru menyambut baik kehadiran Starlink ke Indonesia.

Ia melihat kerja sama TelkomGroup dalam hal ini Telkomsat bersama Starlink, menunjukkan komitmen perusahaan pelat merah itu untuk berupaya mendukung program pemerintah untuk percepatan pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia. “Khususnya untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” bebernya.

Telkomsat sendiri baru saja mengoperasikan Satelit Merah Putih 2 pada awal 2024.

Adapun menurut laman resmi Starlink, paket enteprise terbagi menjadi tiga paket yaitu Lokasi Tetap, Mobilitas Darat, dan Maritim. Paket internet tersebut dimulai dari Rp1,1 juta untuk prioritas-40 GB hingga Rp12,3 juta untukprioritas-6TB. (tw)

Continue Reading

Teknologi

UU Penyiaran Wajibkan YouTuber dan Tiktoker Verifikasi Konten ke KPI

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Rencana revisi Undang-Undang (UU) Penyiaran menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Alasannya, beberapa aspek yang diatur dalam draf revisi ini dianggap melampaui kewenangan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan lainnya.

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah tentang regulasi platform digital penyiaran. Dalam konteks ini, para pembuat konten yang aktif di platform media sosial seperti Youtube atau yang sering disebut sebagai Youtuber, serta pengguna TikTok yang dikenal sebagai Tiktoker, juga akan terpengaruh oleh UU Penyiaran yang direvisi ini.

Wahyudi Djafar, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), mengamati bahwa menurut rumusan draf yang sedang disusun oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), revisi UU Penyiaran akan mencakup regulasi terhadap platform digital.

Ini termasuk juga konten yang dibuat dan disebarkan melalui platform berbasis user generated content (UGC).

Menurut Wahyudi pada Rabu (15/4/2024), โ€œPlatform seperti Youtube, TikTok, dan sejenisnyaโ€ akan terpengaruh oleh regulasi ini.

Regulasi ini dianggap tumpang tindih dengan peraturan dalam undang-undang lain. Saat ini, regulasi terhadap platform berbasis UGC seperti Youtube, TikTok, dan lainnya diatur oleh Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Bahkan, aturan-aturan terkait konten yang disebarluaskan melalui platform UGC telah diatur secara jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 5 Tahun 2020.

โ€œMasalahnya timbul ketika konten yang disebarkan melalui platform UGC itu dianggap setara dengan konten siaran,โ€ ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, konten siaran biasanya dihasilkan oleh lembaga penyiaran seperti stasiun televisi, rumah produksi, dan sebagainya. Sementara konten yang dibuat dan disebarkan melalui platform UGC adalah hasil karya individu atau content creator yang kemudian diunggah melalui platform UGC.

Sebagaimana tertera dalam pasal 34F ayat (2), disebutkan bahwa:

โ€œPenyelenggara platform digital penyiaran dan/atau platform teknologi penyiaran lainnya wajib melakukan verifikasi konten siaran ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).โ€

Ini sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran (PPP) dan Standar Isi Siaran (SIS).

Dengan polemik yang muncul terkait draft revisi UU Penyiaran ini, perlu adanya diskusi mendalam yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk regulator, akademisi, serta para praktisi industri penyiaran dan konten digital.

Hal ini penting agar regulasi yang dihasilkan mampu mengakomodasi perkembangan media digital tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi dan inovasi kreatif. (tri)

Continue Reading

Teknologi

Peluncuran Platform MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti di Acara Dies Natalis ke-40

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti dengan bangga mengumumkan peluncuran platform pembelajaran digital terbaru, MY EDI-E-Learning LPMA, dalam acara soft launch yang diadakan bersamaan dengan peringatan Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti. Platform ini merupakan inisiatif inovatif dari Lembaga Pendidikan Manajemen Asuransi (LPMA) yang dirancang untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang asuransi dan manajemen risiko.

Penjelasan Mengenai MY EDI-E-Learning LPMA

MY EDI-E-Learning LPMA adalah sebuah platform e-learning yang dirancang untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi di bidang asuransi dan manajemen risiko. Platform ini menawarkan berbagai kursus dan modul yang dapat diakses secara online, memungkinkan pengguna untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Dengan teknologi terbaru, MY EDI-E-Learning LPMA menyajikan pengalaman belajar yang interaktif dan user-friendly.

Dilakukan juga penanda-tanganan perjanjian kerja-sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara STMA Trisakti yang di wakili oleh Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE dengan pihak Dewan Asuransi Indonesia (DAI) yang diwakili oleh Yulius Bhayangakara saat peluncuran Soft Launching MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti di Jakarta.

Turut hadir juga Bayu Widdhisiadji SE, M.M, AAAIK, AJIS, QRGP, QCRO, CCOP, ANZIIF selaku Ketua LPMA-STMA Trisakti, serta Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti, Robidi, S.H., M.H, QCRO selaku Sekretaris LPMA-STMA Trisakti.

Tujuan utama dari peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA adalah untuk:

1. Meningkatkan aksesibilitas pendidikan berkualitas tinggi di bidang asuransi dan manajemen risiko.

2. Memfasilitasi pembelajaran yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual pengguna.

3. Mendukung pengembangan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia di industri asuransi.

Platform MY EDI-E-Learning LPMA menawarkan sejumlah manfaat yang signifikan, antara lain:

1. Akses Fleksibel: Pengguna dapat mengakses modul pembelajaran kapan saja dan di mana saja, memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel.

2. Materi Berkualitas: Konten yang disusun oleh para ahli di bidang asuransi dan manajemen risiko, memastikan materi yang relevan dan terkini.

3. Pengalaman Interaktif: Fitur-fitur interaktif seperti video, kuis, dan forum diskusi untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman pengguna.

4. Sertifikasi: Menyediakan sertifikasi bagi peserta yang menyelesaikan modul tertentu, menambah nilai profesional mereka di dunia kerja.

Ketua STMA Trisakti Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE, MM menyatakan, โ€œPeluncuran MY EDI-E-Learning LPMA merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk memperkuat pendidikan di bidang asuransi dan manajemen risiko. Kami percaya bahwa platform ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme di industri ini.โ€

“Kami berharap MY EDI-E-Learning LPMA dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang asuransi.โ€, ungkapnya di saat Soft launching MY EDI-E-Learning LPMA,STMA Trisakti di jakarta, (14/5/2024).

Dengan peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA, STMA Trisakti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di industri asuransi Indonesia. Platform ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi utama dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital, serta menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk mengadopsi teknologi serupa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai MY EDI-E-Learning LPMA, silakan kunjungi website STMA Trisakti atau hubungi humas STMA Trisakti di nomor (021) 12345678. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending