Connect with us

Keamanan

Jenderal Intelijen Heran TNI Dikirim ke Papua Kok Diberitakan? Musuh Jadi Tahu

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Operasi pengamanan yang dilakukan oleh TNI – Polri di Papua terus dilakukan dalam rangka untuk melindungi masyarakat dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) OPM Papua.

Meskipun demikian, masih ada para prajurit TNI yang mendapatkan serangan dari KKB bahkan sampai gugur dalam operasi tersebut.

Seorang Jenderal TNI sekaligus Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan seharusnya penerjunan pasukan ke Papua itu dilindungi kerahasiaannya. Simak ulasannya sebagai berikut.

Kebocoran Informasi ke Media

Marsekal Muda TNI (Purn.) Maroef Sjamsoeddin, dalam sebuah wawancara di channel Youtube Abraham Samad SPEAK UP mengatakan bahwa operasi yang dilakukan TNI Polri ke Papua seharusnya tidak diketahui oleh publik dan dijaga kerahasiaannya.

Kebocoran informasi itulah yang menyebabkan operasi di Papua tidak bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga terjadi beberapa insiden yang justru merugikan pihak TNI Polri.

“Kegiatan itu harus dijaga kerahasiaan beritanya, Pak. Jangan sampai ada kebocoran informasi, bahwa ini ada pasukan TNI mau masuk di wilayah ini. Ini kerahasiaan harus tinggi,” ucap Maroef.

Calon Lawan akan Mempelajari

Maroef juga menuturkan kegiatan publikasi agenda penurunan pasukan ke Papua itu menyebabkan musuh akan mengetahui agenda-agenda TNI.

Mereka akan mencari tahu secara detail informasi tentang batalyon yang diterjunkan, serta mencari kelemahan mereka.

“Calon lawan akan mempelajari oh dia akan masuk ini. Siapa sih komandan batalyonnya, apa kebiasaan, apa kelemahannya, akan terbaca bagaimana satuan itu nanti. Dia akan diposisikan di mana, berapa banyak,” lanjut Maroef.

Tujuannya Agar Masyarakat Aman

Purnawirawan Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara itu menyampaikan tujuan utama dari operasi tersebut agar masyarakat merasa aman, sehingga informasi jangan terlalu dibuka di publik.

“Outcome-nya itu rakyat aman, sejahtera. Aman, tidak terjadi apa-apa. Kalau intelijen itu bekerja, rakyat bisa tidur. Rakyat bisa bekerja dengan tenang. Jangan publikasi,” ucap Maroef.

“Kan ada fungsi-fungsi dalam intelijen itu, fungsi pengamanan, amankan berita, amankan kegiatan kita, jangan sampai diketahui calon musuh, calon lawan. Jangan terlalu terbuka,” lanjutnya. (ut)

Keamanan

Eks Danjen Kopassus Soenarko Pimpin Demo di KPU, Sutradara Kecurangan Pilpres 2024 Ini Jokowi!

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Eks Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mayjen (Purn) Soenarko, berpendapat, Jokowi adalah dalang di balik kecurangan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Sutradara kecurangan ini adalah Jokowi. KPU itu hanya operator,” ujar Soenarko kepada wartawan di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024).

Ia menilai Jokowi, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, dan Hakim MK Anwar Usman sebagai pengkhianat rakyat. “Kami akan demo sampai aspirasi didengar. Kami tidak mau dipimpin oleh maling dan penipu,” tegas dia. “Tidak ada yang bisa diharapkan dari kumpulan maling atau penipu untuk memimpin negara ini,” lanjut Soenarko. Sekelompok massa yang menggelar aksi mengatasnamakan diri sebagai Koalisi Nasional Penyelamat Demokrasi.

Mereka membawa dua spanduk besar yang berisi tuntutan agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dilengserkan. “Tumbangkan dan Adili Jokowi. Pecat Ketua KPU RI dan Ketua Bawaslu RI,” begitu tulisan spanduk yang dibentangkan di mobil komando.

“Tolak Pilpres Curang! Perusak Konstitusi, Penjahat Demokrasi. Lengserkan Jokowi! Komplotan penipu ulung, pecat Ketua KPU RI, Ketua Bawaslu RI, dan Hakim MK!” bunyi spanduk yang lain. Dalam spanduk itu, ada foto Jokowi dengan bayangan menyerupai boneka pinokio yang berhidung panjang.

Selain itu, ada foto Ketua KPU RI Hashim Asy’ari, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, dan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. Dalam demonstrasi yang dihadiri sekitar 300 orang itu, Soenarko menyoroti pelaksanaan pemilihan umum (pemilu), terutama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang dinilainya mengandung kecurangan. (ut)

Continue Reading

Keamanan

Pernah Raih Adhi Makayasa Brigjen Djon Afriandi Ditunjuk Jadi Danjen Kopassus

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjuk Brigjen Djon Afriandi menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), pasukan elite dari TNI AD.

Djon merupakan lulusan terbaik Akademi Militer atau Adhi Makayasa pada 1995.

Penunjukkan itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/216/II/2024 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI tertanggal 21 Februari 2024.

Djon Afriandi bakal menjabat Danjen Kopassus menggantikan Mayjen Deddy Suryadi yang ditunjuk menjadi Panglima Kodam IV/Diponegoro.

Saat ini, Djon menjabat Staf Khusus Kepala Staf TNI AD. Sebelumnya, Djon menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akmil pada 2022-2023 dan Komandan Korem (Danrem) 012/Teuku Umar. Pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu berpengalaman di grup 1 (Para Komando) Kopassus.

Djon beberapa kali mengemban jabatan strategis di grup 1, seperti Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus dan Komandan Grup 1 Kopassus. Djon juga pernah menjabat sebagai Danden 1 Grup A Paspampres, Wakil Komandan Grup A Paspampres, dan Asisten Operasi Danjen Kopassus. (ut)

Continue Reading

Keamanan

Pengarahan Kaskostrad Kepada Prajurit dan PNS Makostrad

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., memberikan pengarahan kepada seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Markas Kostrad, usai melaksakan olah raga di lapangan Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. Kamis (18/1/2024).

Kaskostrad menekankan kepada prajurit dan PNS Makostrad agar selalu menjaga nama baik Kostrad, dengan tidak melakukan segala bentuk pelanggaran sekecil apapun yang dapat merusak citra satuan Kostrad.

Beberapa penekanan yang disampaikan oleh Kaskostrad, diantaranya bahwa Prajurit Kostrad harus Disiplin, loyalitas, pantang menyerah dan Rantai Komando.

“Sedekah Tidak Perlu Menunggu Kaya dan punya harta yang banyak Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Bersedekah pada orang lain sungguh tidak akan merugi, karena Allah pasti akan memberikan balasan yang lebih dan akan mengangkat derajatnya,” ujar Kaskostrad.

Terkait komitmen Netralitas TNI dalam pesta demokrasi Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang.

“Setiap prajurit TNI dilarang berpolitik praktis ataupun terlibat dalam kegiatan partai politik, dan TNI mempunyai aturan serta sanksi tegas bagi prajurit yang melanggar Netralitas TNI,” imbuhnya.

Kaskostrad juga memberikan arahan kepada prajurit dan PNS Kostrad yang akan menghadapi masa persiapan pensiun (MPP), karena merupakan suatu hal wajib yang nantinya akan dilalui oleh para prajurit dan PNS. Bahkan, ketika memasuki masa pensiun, kreatifitas dan inovasi para Purnawirawan pun mulai diuji, apalagi jika masa yang berarti berakhirnya tugas tersebut tidak dipersiapkan dengan matang.

“Para prajurit untuk menyiapkan yang matang berbagai hal yang nantinya mampu dijadikan suatu pendongkrak perekonomian ketika tak lagi jadi prajurit TNI dan PNS aktif, pentingnya peluang pelatihan dan rekan kerja untuk wirausaha dalam menghadapi masa MPP disegala lini bidang dalam meraih hidup yang lebih sejahtera disaat pensiun,” ujarnya. (utw)

Continue Reading
Advertisement

Trending