Connect with us

DKI Jakarta

Kalah di Pengadilan, Rumah Guruh Soekarnoputra Terancam Disita

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pada 3 Agustus 2023 mendatang, rumah Guruh Soekarnoputra dijadwalkan untuk dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal tersebut terjadi seiring perkara yang diajukan oleh Susy Angkawijaya terhadap kepemilikan rumah Guruh.

Perkara ini diajukan sejak 2014. Penjualan rumah tersebut oleh Guruh kepada Susy diklaim telah terjadi pada tahun 2011.

Pada 2014, sertifikat rumah tersebut telah berubah nama pemiliknya menjadi Susy, dari sebelumnya atas nama Guruh Soekarnoputra. Jhon menyatakan, “bahkan tahun 2014 sudah balik nama di sertifikat hak miliknya dari pemilik sebelumnya ke sekarang (klein kami). (Nama pemilik sebelumnya) tertulis di sertifikat itu pemilik semula sebelumnya Muhammad Guruh Soekarno Putra di sertifikat. Sekarang kepemilikan beralih ke Bu Susy”.

Sejak itu, Guruh telah berusaha melalui berbagai upaya hukum untuk mempertahankan rumah tersebut. Namun, segala upaya tersebut selalu gagal dan Susy dinyatakan sebagai pemenang perkara.

“Setelah mengajukan permohonan eksekusi, dia (Guruh) mengajukan gugatan perlawanan yang eksekusi ditolak juga oleh Pengadilan Negeri,” katanya.

Selanjutnya, Jhon meminta agar eksekusi rumah tersebut dilakukan. Apabila tidak ada halangan, eksekusi rumah tersebut akan dilakukan pada tanggal 3 Agustus mendatang.

“Kita follow up meminta tindak lanjutnya agar atas tanah dan bangunan itu dikosongkan. Kami mohonkan ke Pengadilan Negeri agar dilakukan pengosongan dan diserahkan kepada kami selaku pemilik yang sah secara hukum. (Permohonan eksekusi) sudah dan sudah dikabulkan, sudah dikabulkan. Dalam rapat koordinasi sudah dilakukan pelaksana pengosongan ini pemberitahuan eksekusi pengosongan nanti di hari Kamis, 3 Agustus tahun 2023,” katanya.

Jhon juga menyebutkan bahwa Guruh telah menerima surat penyitaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Kamis pekan lalu. Namun belum ada tanggapan dari pihak Guruh. (tw)

DKI Jakarta

Dihina Lurah, Puluhan Petugas PPSU Ancol Mogok Kerja

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, mogok kerja karena adanya penghinaan yang dilakukan Lurah Saud M Manik dan Sekretaris Kelurahan Ancol, Khenny Hutagaol kepada mereka. 

Petugas PPSU, Pipit Mulyaningsih menambahkan, Sekretaris Lurah kalau bicara selalu menyakitkan dan selalu berkata miskin ke PPSU. “Jadi kayaknya anak-anak sakit hati,” kata dia di Jakarta, (19/2024).

Sementara itu, Lurah Ancol, Saud M Manik mengatakan, aksi yang dilakukan PPSU tersebut sebagai bentuk solidaritas petugas yang diberhentikan. “Hari ini hanya lima PPSU yang masuk dan lainnya tidak masuk,” kata dia.

Ia mengatakan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang diputuskan hubungan kerjanya. “Ada satu pekerja yang kami berhentikan karena memang melanggar kontrak kerja,” kata dia. (tw)

Continue Reading

DKI Jakarta

Terlibat Tawuran, Dua Pelajar di Pasar Rebo Dicoret dari Daftar KJP Plus

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pemprov DKI Jakarta mencoret dua pelajar Jakarta Timur dari daftar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk penyaluran 2024 akibat terlibat tawuran di kolong jalan layang Pasar Rebo, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (28/1).

Pencabutan KJP Plus ini diatur dalam Pasal 23 sampai dengan 26 dalam Pergub Nomor 110 Tahun 2021 tentang Bantuan Sosial Biaya Pendidikan.

Pada Pasal 23 peserta didik yang merupakan penerima Bantuan Sosial Biaya Pendidikan dilarang terlibat seperti dalam kekerasan atau perundungan, terlibat tawuran, geng motor atau geng sekolah, minum minuman keras atau beralkohol, 

Para kelompok pelaku tawuran yang rata-rata masih duduk di bangku SMA itu menggelar aksinya dengan janjian melalui aplikasi WhatsApp dan sempat mengonsumsi minuman keras sebelum memulai tawuran. (tri)

Continue Reading

DKI Jakarta

Bendera Kampanye Parpol yang Dipasang Sembarangan di Jalan Raya Jatuh Menimpa Kendaraan Bermotor

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Alat peraga kampanye (APK) yang terjatuh, menyebabkan kecelakaan sebuah sepeda motor di sekitar Jembatan Layang Kuningan, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. 

Kapolsek Mampang Prapatan Metro Jakarta Selatan David Kanitero menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.45 WIB di Jakarta (18/1/2024).
 
Ia juga menambahkan, hasil pengecekan petugas di lokasi kejadian ternyata sebanyak 12 bendera partai yang kondisinya akan roboh sehingga dapat mengganggu para pengguna jalan yang melintas.

Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Panwas Kecamatan dan Bawaslu Kota Jakarta Selatan untuk dapat menertibkan bendera-bendera partai yang dapat mengganggu atau membahayakan pengguna jalan.

Inilah partai-partai politik di indonesia yang hampir sebagian tidak mempunyai etik dalam berkampanye, tidak pernah memikirkan dampak lingkungan sekitarnya. (tri)

Continue Reading
Advertisement

Trending