Connect with us

Peristiwa

Kecam Tindakan Represif Aparat, Ini Tuntutan Aliansi BEM se-UI

Published

on

Kecam Tindakan Represif Aparat, Ini Tuntutan Aliansi BEM se-UI

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Belasan perwakilan dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas Indonesia (BEM se-UI) menggelar aksi pernyataan sikap di Tugu Makara UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (2/9/2025). Aksi ini digelar sebagai respons atas jatuhnya korban jiwa dan luka dalam rangkaian demo besar-besaran di berbagai daerah sejak awal pekan lalu.

Dalam pernyataannya, Aliansi BEM se-UI menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya sembilan warga Indonesia yang menjadi korban kekerasan aparat. 

Mereka juga mengecam keras penyerangan dilakukan aparat di lingkungan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpad) yang dinilai bertentangan dengan prinsip demokrasi serta jaminan hak asasi manusia (HAM) dalam konstitusi.

Ketua BEM UI Zayyid Sultan Rahman meminta pemerintah dan aparat keamanan bertanggung jawab penuh atas situasi yang memanas bekalangan ini.

“Mahasiswa harus mengambil sikap, harus menjadikan ini tidak hanya sebagai kekacauan tetapi juga kekuatan politik masyarakat seluruh indonesia, bahwa kita ingin membawa suatu perubahan kepada pemerintahan ini, dan nuga kebijakan yang masih bermasalah dan harus memihak kepada masyarakat indonesia,” ujar Zayyid.

Aliansi BEM se-UI dalam sikap resminya menuntut lima hal, yakni : 

1. Menuntut pertanggung jawaban kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, DPR, TNI, Polri, serta seluruh elite politik atas kebijakan dan pernyataan yang sewenang-wenang, tidak berpihak kepada rakyat, serta memperkeruh situasi bangsa. 

“Hingga hari ini, kami belum mendengar adanya permintaan maaf yang tulus maupun komitmen yang kuat untuk memperbaiki keadaan. Selain itu, pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai dugaan makar harus dibuktikan dengan investigasi yang jelas, transparan, dan akuntabel,” katanya.

2. Menuntut pembebasan seluruh pendemo yang ditahan serta mengecam secara tegas segala bentuk tindakan represif yang dilakukan oleh aparat dalam menghadapi rakyat pengunjuk rasa.

3. Menolak kebijakan pembungkaman informasi sebagaimana tertuang dalam surat KPI Nomor 309/KPID-DKI/VIII/2025, karena merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran.

4. Menegaskan komitmen Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia untuk terus mengawal, menyaring, dan menyebarkan informasi yang objektif, berpihak pada kebenaran, serta menolak segala bentuk disinformasi maupun propaganda provokatif dengan tujuan menakut-nakuti dan/atau melakukan tindakan kekerasan, destruksi, maupun rasisme.

5. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga solidaritas dengan slogan #WargaJagaWarga.

Aliansi ini mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga solidaritas dan mengimbau agar publik tidak terprovokasi pihak-pihak yang ingin mengadu domba dan menyerang kelompok minoritas.

Aksi ini berlangsung tertib dan simbolis, dengan pembacaan pernyataan sikap secara bergantian oleh perwakilan BEM se-UI. 

“Kita tetap alah melakukan aksi, tetapi kita tegaskan kami akan membawa aksi yang konstruktif dan juga berfokus kepada kebihakan-kebijakan” tegas Zayyid. (utw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement