Connect with us

Gayahidup

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar yang Lebih Baik dari 1.000 Bulan

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Surabaya, Lailatul Qadar adalah suatu malam yang diharapkan, dinantikan dan didambakan oleh seluruh umat Islam, baik yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa karena uzur. Malam ini dipercaya hadir pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan.

Umat Islam tentunya tidak boleh melewatkan malam Lailatul Qadar untuk beribadah dan berburu pahala. Hal ini karena malam ini memiliki banyak keistimewaan. Lantas apa saja keistimewaan dari malam Lailatul Qadar?

Istimewanya Malam Lailatul Qadar

Mengutip penjelasan dari Pimpinan Pondok Sabilillah Surabaya KH Muhammad Basuni, berikut istimewanya malam Lailatul Qadar:

Malam Lebih Baik dari 1.000 Bulan

Lailatul Qadar adalah suatu malam yang mana ketika kita melakukan ibadah pada malam tersebut, maka nilainya lebih baik dari 1.000 bulan.

Menurut Syekh Abdul Halim Mahmud, 1.000 bulan setara dengan 83 tahun 4 bulan yang merupakan umur standar dari manusia.

والألف شهر هي ثلاث وثمانون سنة وأربعة أشهر, وذلك عادة عمر الإنسان, فهي خير من عمر الإنسان, من عمر كل إنسان: من عمر كل إنسان في الماضي وفي المستقبل, أي أنها خير من الدهر

Artinya: Seribu bulan adalah delapan puluh tiga tahun empat bulan. Itu merupakan standar umum umur manusia. Lailatul Qadar (alfu syahrin) lebih baik dari umur manusia, dari umur setiap manusia, baik umur manusia di masa lalu maupun umur manusia di masa mendatang. Intinya, Lailatul Qadar lebih baik dari (usia) zaman (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ramadhân, halaman 21)

Malam Malaikat Turun ke Bumi

Keistimewaan malam Lailatul Qadar yang kedua adalah malam di mana malaikat-malaikat Allah SWT turun ke bumi. Mereka turun untuk memohon kepada Allah SWT agar seluruh dosa orang-orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar diampuni.

Tak hanya itu, mereka juga memohon kepada Allah SWT agar harapan maupun keinginan dari orang-orang yang menghidupkan malam ini dikabulkan.

Malam Pencatatan Takdir

Pada malam tersebut, keputusan atau ketentuan Allah SWT kepada seorang hamba akan ditentukan oleh Allah. Pada malam ini, seseorang juga dapat mengubah ketentuan yang didapatkan untuk menjadi lebih baik dengan menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Hal tersebut juga tercatat dalam firmal Allah SWT di surah Ad-Dukhan ayat 4:

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ ۝٤

fîhâ yufraqu kullu amrin ḫakîm

Artinya: Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah

Malam Turunnya Al-Qur’an

Keistimewaan dari malam ini adalahnya turunnya Al-Qur’an. Kitab ini merupakan petunjuk bagi manusia.

Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam firman Allah SWT sebagai berikut:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (QS Al-Qadr [97]: 1-5).

RENUNGAN MALAM

AMALAN 10 HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN.

Pada bulan Ramadhan ini, ada 10 hari terakhir yang memiliki keutamaan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

↗️ Hal ini berdasarkan Hadist “Dari Aisyah RA: Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada 10 hari terakhir (bulan Ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah diluar (malam) tersebut.”
(HR.Muslim).

Rasulullah SAW meningkatkan amal ibadahnya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan:
✔️Pertama,
Sepuluh hari terakhir merupakan penutup bulan Ramadhan yang penuh berkah. Setiap amalan manusia dinilai dari amalan penutupnya.

✔️Kedua,
10 malam terakhir adalah malam-malam yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW.

✔️Ketiga,
Kerinduan akan keindahan Lailatul Qadar atau malam kemuliaan yang keutamaan beribadahnya melebihi ibadah sepanjang 1.000 bulan.

✔️Keempat,
Rasulullah SAW memberikan contoh kepada Umatnya agar tidak terlena dalam mempersiapkan kebutuhan hari raya sehingga melupakan keutamaan beribadah di 10 hari terakhir.

Berikut beberapa amalan yang sering dilakukan Rasulullah SAW di 10 hari terakhir bulan Ramadhan:
✅1. Memperpanjang Sholat Malam :

↗️ Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir : beliau mengencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam beribadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

✅2. Memperbanyak Sedekah :
Memberikan sedekah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang besar.” Sedekah dapat membantu membersihkan hati dari sifat serakah dan membantu orang yang membutuhkan.

✅3. I’tikaf :
I’tikaf merupakan kegiatan berdiam diri diMasjid dengan tujuan beribadah yang disertai dengan niat. I’tikaf dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan,

↗️ Sebagaimana penuturan Abdullah bin Umar RA, “Rasulullah SAW beri’tikaf pada 10 hari bulan terakhir bulan Ramadhan.” (HR.Muttafaq ‘alaih).

✅4. Membaca Al-Qur’an :
Membaca atau Tilawah Al-Quran adalah ibadah yang ringan namun memiliki keutamaan yang besar. Mukjizat Lailatul Qadar” Saat intensitas membaca Al-Quran menjadi salah satu amalan atau ibadah yang utama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Ya Allah, rezekikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadrar, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah.

Aamiin Yaa Mujiibassailiin.

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, sabar, ikhlas, bersyukur serta istiqomah dalam ketaatan
Aamiin Ya Rabbal Alamin. (ut)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement