Connect with us

Gayahidup

Keutamaan Puasa Ramadhan bagi Umat Islam, marhaban Ya Ramadan

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Ketika bulan Ramadhan tiba, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh agar bisa meraih ketakwaan yang berlimpah.

Ada beberapa keutamaan puasa Ramadhan yang harus diketahui oleh semua umat muslim. Dengan begitu, mereka bisa lebih semangat untuk menjalankannya.

Pada dasarnya, puasa Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat agung dan menjadi salah satu jenis ibadah tertua dalam sejarah umat manusia.

Dengan banyaknya keutamaan yang ada di dalam puasa Ramadhan, membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Hukum puasa Ramadhan itu sendiri adalah wajib fardhuโ€™ain bagi semua umat muslim yang telah memenuhi persyaratannya.

Sementara untuk beberapa syarat puasa adalah beriman, berakal, sehat, mampu, dan tidak sedang dalam kondisi haid maupun masa nifas bagi umat muslim wanita.

Keutamaan Puasa Ramadhan untuk Meraih Ketakwaan

Bahasa Arab dari kata puasa adalah Ash-Shoum dan memiliki arti menahan. Dalam hal ini, puasa akan mengharuskan seluruh umat muslim untuk menahan hawa nafsunya dari terbitnya fajar hingga matahari terbenam.

Jadi, mereka dilarang untuk melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Tidak sedikit dari beberapa umat muslim yang bertanya-tanya tentang apa saja keutamaan puasa Ramadhan yang dapat melipatgandakan pahalanya.

Untuk itu, di sini kami akan membagikan informasi mengenai keutamaan puasa di bulan Ramadhan secara lengkap, yaitu:

1. Doanya Mustajab

Keutamaan paling utama dari puasa di bulan Ramadhan adalah doa yang selalu dipanjatkan oleh para umat muslim dapat lebih mustajab.

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan mengingat waktu paling mustajab untuk berdoa dalam agama Islam adalah ketika seseorang sedang menjalankan ibadah puasa.

Sejak terbit fajar hingga matahari terbenam kita diwajibkan untuk menahan makan, minum, emosi, dan berhubungan badan.

Maka dari itu, ketika berpuasa kita dianjurkan untuk memperbanyak doa demi kebaikan diri sendiri. Nantinya, doa selama berpuasa ini bisa menjadi doa yang sangat mustajab.

2. Melindungi Diri dari Setan

Selain menjadikan doa lebih mustajab, salah satu keutamaan puasa Ramadhan adalah sebagai pelindung dari setan.

Setan akan selalu berusaha untuk menggoda manusia, agar mereka melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama Islam.

Namun, ketika bulan Ramadhan tiba pintu-pintu surga akan dibuka secara lebar dan pintu-pintu neraka akan ditutup dengan serapat mungkin. Dengan begitu, hal ini akan membuat setan-setan terkurung di dalam api neraka tersebut.

3. Mendapatkan Surga Ar-Rayyan

Keutamaan lain dari puasa Ramadhan adalah mendapatkan surga Ar-Rayyan yang menjadi impian bagi sebagian besar umat Islam.

Pintu surga Ar-Rayyan itu sendiri dikhususkan untuk orang-orang yang menjalankan puasa dengan syariat Islam yang benar.

Namun, pintu surga ini tidak bisa dilalui oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang menjalankan puasa dengan cara yang tepat saja yang bisa masuk surga melalui pintu ini.

Apabila pintu surga ini sudah ditutup, maka tidak akan ada orang lain lagi yang bisa melaluinya.

4. Penghapus Dosa

Puasa di bulan Ramadhan juga dapat membuat dosa yang ada dalam diri masing-masing umat muslim semakin berkurang.

Sebab, salah satu keutamaan dari berpuasa di bulan Ramadhan adalah sebagai penghapus dosa yang paling mujarab.

Selama berpuasa, umat muslim dapat memperbanyak melakukan hal-hal yang penuh kebaikan, agar pahala dalam dirinya bisa semakin bertambah.

Pasalnya, balasan pahala selama berpuasa akan lebih tinggi dibanding pahala di hari-hari biasa.

5. Bau Mulut yang Lebih Wangi

Tidak banyak orang yang tahu bahwa salah satu keutamaan puasa Ramadhan adalah bau mulut bisa lebih wangi dari biasanya.

Hal ini sudah disebutkan dalam hadits riwayat Syaikhan (Al-Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa bau mulut orang berpuasa akan lebih wangi di sisi Allah SWT.

Jadi, tidak perlu merasa kurang percaya diri ketika sedang berpuasa di bulan Ramadhan, karena Allah SWT akan selalu memberikan kenyamanan serta keringanan selama umatnya berpuasa.

6.   Pahala yang Berlipat Ganda Tidak Terhingga

Selain bisa menghapus dosa yang ada dalam diri masing-masing umat Islam, berpuasa di bulan Ramadhan juga bisa menjadikan kita memiliki pahala yang lebih berlimpah.

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan mengingat di bulan Ramadhan sendiri pahala orang-orang akan dilipatgandakan.

Maka dari itu, selama berpuasa para umat muslim dianjurkan untuk melakukan berbagai kegiatan yang positif dan dapat membuatnya meraih pahala yang lebih tidak terhingga.

7.   Mendapat Dua Kebahagiaan yang Sangat Berharga

Dua kebahagiaan yang akan diperoleh umat muslim selama berpuasa di bulan Ramadhan ini akan terjadi selama mereka berbuka puasa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ada banyak umat muslim yang memilih untuk lebih fokus beribadah selama bulan Ramadhan.

Hal ini terjadi karena mereka ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selama berpuasa, mereka dapat merasakan kebahagiaan yang lebih berharga dibanding hari-hari biasanya.

8.   Menjauhkannya dari Neraka Jahanam

Neraka jahanam adalah mimpi buruk bagi seluruh umat muslim, sehingga tidak mengherankan jika mereka selalu mencari cara agar bisa menjauhkan diri dari panasnya api neraka ini.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjauhkan diri dari panasnya api neraka adalah dengan berpuasa.

Sebab, salah satu keutamaan dari puasa Ramadhan adalah menjauhkan seseorang dari panasnya neraka jahanam sejauh 70 tahun.

Jadi, umat muslim dilarang keras untuk meninggalkan puasanya dengan alasan yang tidak masuk akal.

Beberapa keutamaan puasa Ramadhan ini dapat membuat seseorang lebih merasa semangat untuk menjalankan kewajibannya tersebut.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat, sehingga isi keseharian selama bulan Ramadhan dengan hal-hal yang penuh kebaikan. (utw)

Gayahidup

Syarat Orang Berkurban dan Kriterianya Menurut Empat Mazhab

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Jelang, Hari raya Idul Adha identik dengan dua momen penting pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Umat Islam disunahkan berkurban saat Idul Adha. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi orang berkurban. Apa saja itu?
Muslim yang berkecukupan dan mampu, dianjurkan menunaikan kurban. Namun, sebelum berkurban ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi. Termasuk syarat orang berkurban dan kriterianya menurut syariat Islam dalam empat mazhab di bawah ini.

Syarat Orang Berkurban
Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, orang yang berkurban harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Berikut syarat-syarat orang yang diperbolehkan menunaikan kurban sesuai syariat Islam.

Beragama Islam.
Merdeka atau bukan budak.
Mukallaf (orang yang sudah dibebankan perintah dan larangan dalam agama).
Balig.
Mampu atau memiliki kelebihan harta yang cukup untuk membeli hewan kurban.
Ketentuan Berkurban
Orang yang berkurban diwajibkan melakukan niat berkurban saat menyembelih. Bagi orang yang berkurban diperbolehkan menyerahkan niatnya kepada orang Islam yang telah berkategori tamyiz, baik dalam status wakil atau bukan.

Orang yang berkurban dibagi menjadi dua jenis, kurban karena nazar dan kurban sunah (bukan karena nazar). Berikut ketentuan umum orang yang hendak berkurban.

Bagi laki-laki, hewan kurban sunah disembelih sendiri karena itba’ (mengikuti anjuran Nabi).
Bagi perempuan, sunah untuk diwakilkan dan sunah baginya menyaksikan penyembelihan yang dilakukan wakilnya.
Sementara ada ketentuan yang juga harus dipenuhi orang yang berkurban bukan karena nazar. Berikut ketentuan bagi orang yang kurban tidak nazar (sunah).

Sunah baginya memakan daging kurban, satu, dua atau tiga suap, karena untuk tabarruk (mencari berkah) dengan udlhiyahnya.
Diperbolehkan baginya memberi makan (ith’am) pada orang kaya yang Islam.

Wajib baginya menyedekahkan daging kurban yang paling afdal adalah menyedekahkan seluruh daging kurban, kecuali yang ia makan untuk kesunahan.

Apabila orang yang berkurban mengumpulkannya untuk dimakan, sedekah, dan menghadiahkan pada orang lain, maka disunahkan baginya agar tidak memakan atas sepertiga bagian tersebut dan tidak sedekah di bawah sepertiganya.

Menyedekahkan kulit hewan kurban atau membuatnya menjadi perabot dan dimanfaatkan untuk orang banyak. Tidak diperbolehkan baginya untuk menjualnya atau menyewakannya.

Kriteria Orang yang Dikatakan Mampu Berkurban
Beberapa ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait kriteria orang yang dikatakan mampu berkurban. Berikut kriteria orang yang dikatakan mampu berkurban menurut empat mazhab.

  1. Imam Syafi’i
    Menurut Imam Syafi’i, orang yang mampu berkurban diartikan sebagai orang yang memiliki harta lebih dari cukup untuk membeli hewan kurban pada hari raya Idul Adha. Harta tersebut dimaksudkan tidak mengganggu kebutuhan pokok hidupnya dan orang yang wajib ditanggung.
  2. Imam Abu Hanifah
    Imam Abu Hanifah menyebutkan definisi mampu merupakan orang yang memiliki harta lebih senilai nisabnya harta, yaitu 200 dirham. Harta yang ditujukan untuk kurban tidak mengganggu kebutuhan pokok berupa bahan sandang, pangan, papan, serta kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya.
  3. Imam Malik
    Sementara Imam Malik memiliki pendapat yang berbeda, orang yang mampu berkurban merupakan orang yang mempunyai harta lebih, dan harta tersebut saat digunakan untuk membeli hewan kurban tidak mengganggu kebutuhan pokok dalam kurun waktu satu tahun.
  4. Imam Ahmad bin Hambal
    Imam Ahmad bin Hambal mendefinisikan kriteria mampu sebagai orang yang memiliki harta cukup untuk membeli hewan kurban, meskipun dengan cara berutang dan memiliki keyakinan ia mampu mengembalikan utang tersebut.

Itulah penjelasan terkait syarat orang berkurban dan kriterianya menurut empat mazhab. Sebelum berkurban, pastikan mengetahui beberapa ketentuan di atas. (ut)

Continue Reading

Gayahidup

Amalan Bos PO Haryanto Hingga Mempunyai 300 Bus

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Bagi Anda yang suka melakukan perjalanan jauh atau pulang kampung ke Jawa menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan mengenal PO Haryanto. Bus eksekutif ini hadir pada era pertengahan 2000-an.

PO Haryanto didirikan pada 2002 oleh Haji Haryanto, pria asal Kudus, Jawa Tengah. Usahanya dibangun setelah purnatugas di Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Kostrad TNI Angkatan Darat, Tangerang.

Sebagai seorang pekerja keras, saat masih dinas usai bertugas H Haryanto menjadi sopir angkutan kota dari sore hingga subuh. Sampai akhirnya, dia memiliki angkot sendiri.

Setelah melalui berbagai ujian dalam usaha, H Haryanto akhirnya merambah angkutan bus. Dari lima bus terus berkembang hingga puluhan bus, dan sekarang memiliki 300 bus lebih. Sebagai salah satu perusahaan otobus (PO) terbesar, PO Haryanto pun kini memiliki 2.000 karyawan.

Rian Mahendra, putra H Hariyanto sekaligus direktur operasional PO Haryanto menuturkan, usaha sang ayah tidak instan. Banyak lika-liku yang dilalui.

Dia mengatakan sebelum besar seperti sekarang keluarganya sempat jauh dari Tuhan. Ini membuat keluarganya tidak tenteram.

Namun, seiring dengan waktu Haji Haryanto dan keluarga hijrah menjadikan usahanya sebagai ladang ibadah untuk mendapat keberkahan. H Haryanto bahkan menjalankan puasa selama 20 tahun.

“Ini dilakukan H Haryanto dari 2001 sampai sekarang setiap hari. Bapak puasa terus. Kecuali hari raya Idul Fitri dan hari raya Islam lainnya,” kata Rian, dilansir di Channel YouTube Coach Yudi Chandra, (10/6/2024).

Bahkan, Rian mengaku dirinya juga ikut rajin berpuasa. Dia menilai banyak manfaat dari berpuasa selain untuk kesehatan. “Saya bisa ngopi dan rokok setelah puasa,” katanya, sambil tersenyum.

Dia menegaskan, PO Haryanto berkomitmen menjadikan usahanya sebagai ladang ibadah. Walau kondisi perusahaan naik turun, sejak 2002 H Haryanto tetap menyantuni anak yatim piatu yang jumlahnya kini mencapai 5.361 orang. Bahkan, setiap tahun mereka memberangkatkan umrah dan naik haji, serta terus membangun masjid.

Rian pun menekankan karyawan untuk mengutamakan sholat. Termasuk sopir yang bertugas mengantarkan penumpang. (ut)

Continue Reading

Gayahidup

Puasa Dzulhijjah, Amalan yang Penting Sebelum Idul Adha

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puasa Dzulhijjah merupakan amalan yang penting bagi umat muslim sebelum memasuki Idul Adha atau hari raya kurban.

Dari Abu Bakrah -semoga Allah meridhoinya-, dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- beliau bersabda:

“Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil tsani dan Sya’ban.” (HR.Muttafaq โ€˜alaihi).

10 PERTAMA DZULHIJJAH, Perbanyaklah Amalan Ini

Youtube (4K): https://youtu.be/7x7crkHOHd8

Di antara nikmat Allah yang agung yang dikaruniakan kepada seorang hamba adalah nikmat dipertemukannya kembali seorang hamba dengan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Maka, sebagai bukti nyata kesyukuran kita atas nikmat tersebut bahkan nikmatNya yang lainnya, di antaranya adalah memperbanyak tahlil, tahmid dan takbir. Inilah dzikir yang disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam, sebagaimana sabdanya,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ููŽุฃูŽูƒู’ุซูุฑููˆุง ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ุชู‘ูŽู‡ู’ู„ููŠู„ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽูƒู’ุจููŠุฑู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุญู’ู…ููŠุฏู

โ€œTidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.โ€ (HR. Ahmad). (tri)

Continue Reading
Advertisement

Trending