Connect with us

Olahraga

Kiper Argentina Martinez Jadi Penentu Kemenangan di Babak Adu Pinalti Final Piala Dunia Qatar 2022

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Pertandingan final piala dunia Qatar 2022 yang sangat seru dengan skor 3-3 hingga akhirnya ditentukan melalui adu pinalti.

Menit 120, Prancis dapat peluang emas dan Martinez mampu menyelamatkan Tim Tango dari kekalahan.

Pada babak adu penalti, Martinez juga jadi pahlawan Tim Tango dengan menepis tendangan Kingsley Coman.

English

Argentina’s Emiliano Martinez was crowned the best goalkeeper of the tournament, after helping his side win the match 4-2 on penalties.

Argentina squared off against France in the final of the FIFA World Cup 2022 at Lusail Stadium on Sunday, December 18. Argentina prevailed 4-2 on penalties after Emiliano Martinez’s heroics in the final helped his side prevail 4-2 on penalties.

Martinez had been crucial on Argentina’s run-up to the final but he perhaps saved his best performance for the final. (ut)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Olahraga

Melihat Peluang Timnas Indonesia Diperkuat Anak Robin van Persie, Keturunan yang Bagus

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Sempat beredar kabar, mantan bomber Timnas Belanda dan Arsenal, Robin van Persie, memiliki darah Indonesia dari sang ibu.

Nenek Robin van Persie disebut-sebut memiliki darah Surabaya, Jawa Timur. Karena itu, jika garis keturunan itu benar adanya, PSSI bisa saja mendekati anak Robin van Persie, Shaqueel van Persie, untuk dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Shaqueel van Persie yang kini berusia 17 tahun, membela Feyenoord Rotterdam U-18. la biasa bermain sebagai penyerang tengah, posisi yang sulit dicari oleh Timnas Indonesia.

Bersama Feyenoord Rotterdam U-18 musim ini, Shaqueel van Persie mengemas empat gol dari 11 pertandingan. Kemudian pertanyaan muncul, bisakah PSSI menaturalisasi Shaqueel van Persie?

Liga Inggris

Badai Cedera Hantui Liverpool Jelang Final

Final Carabao Cup 2024 akan gelar pada Minggu 25 Februari 2024 antara Chelsea vs Liverpool pukul 22.00 wib di Wembley. Pemenang terbanyak dari turnamen ini masih di pegang Liverpool dengan 9 trofi.

Badai Cedera
Liverpool sendiri diperkirakan akan bermain pincang karena beberapa pemain andalan mereka mengalami cedera seperti Alisson Backer, Trend Alex Arnold, Diego Jota, Joel Matip, Cutis Jones, dan Szobozlai. Darwin Nunez serta Moh Salah pun diragukan akan masuk dalam starting Eleven asuhan Jurgen Klopp ini.

Meski demikian Chelsea pun juga sedang mengalami masalah, mereka kerap mengalami grafik naik turun di premier league. Hingga pekan ke 25 liga Inggris chelsea masih berada di papan tengah klasmen, mereka baru mengumpulkan 35 poin dan tertinggal 25 poin dari Liverpool yang masih memuncaki klasmen.

Pada pertemuan sebelumnya Chelsea kalah dari Liverpool dengan skor 4-1 saat bertandang ke Anfield di Liga Inggris beberapa pekan yang lalu. (tw)

Continue Reading

Olahraga

Saran untuk Ketum PSSI, Carilah Pemain Naturalisasi yang Grade A

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Jairo Riedewald menyatakan keinginan untuk membela Timnas Indonesia meskipun ada keraguan tentang informasi keturunannya. Meskipun ada informasi yang menyebutkan bahwa kakek atau neneknya berasal dari Suriname, bukan Indonesia, Hasani Abdulgani, yang merupakan saudara kandung nenek Riedewald, mengklaim bahwa mereka berasal dari Manado, Indonesia.

Jairo Riedewald adalah seorang gelandang yang saat ini bermain untuk Crystal Palace sejak musim 2017/2018. Sebelumnya, ia bermain untuk Ajax Amsterdam dan turut meraih gelar juara Eredivisie musim 2013/2014 bersama klub tersebut.

Kehadiran Riedewald dalam Timnas Indonesia dapat menjadi tambahan berharga, terutama jika informasi tentang keturunannya dapat dipastikan secara administratif. Hal ini menjadi harapan bagi Timnas Indonesia untuk mendapatkan pemain dengan kualitas grade A seperti Riedewald. (tw)

Continue Reading

Olahraga

Apakah STY akan Dipecat atau Diperpanjang kontraknya Sebagai Pelatih Timnas?

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Diperpanjang atau tidak kontraknya sebagai pelatih tim nasional Indonesia, CV alias Curriculum Vitae Shin Tae Yong akan tetap mentereng karena telah mampu mengantar negara yang liganya amburadul seperti Indonesia ini melompat 30 peringkat FIFA dari 175 ke 142 dalam 5 tahun kontraknya.

Dia juga mampu meloloskan timnas Indonesia di 3 kelompok usia ke Piala Asia (senior, U-23, dan U-20).

Yang terakhir tentu saja kesuksesan membawa timnas senior Indonesia ke fase knock out Piala Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah dengan status peringkat FIFA terendah dan rataan usia pemain termuda dari semua kontestan Piala Asia edisi kali ini. Ini artinya metode “potong generasi” dengan melepas para pemain senior yang dianggap sebagai “generasi gagal” timnas Indonesia sukses dilakukan Shin Tae Yong.

Mungkin yang kurang hanya sebuah trofi dan juga kepingan medali emas. STY masih belum bisa menjuarai Piala AFF atau meraih medali emas Shin SEA Games. Namun sebenarnya cepat atau lambat bisa kita raih bila kita punya kesabaran untuk melihat hasil kerja kerasnya membenahi fondasi sepakbola Indonesia yang jauh dari kata kokoh.

Dunia tidak akan pernah menghitung atau meributkan berapa banyak pemain naturalisasi yang pernah dipakai STY di timnas Indonesia karena bahkan di negara yang sepakbolanya sudah maju pun memakai pemain naturalisasi atau pemain keturunan.

Jika kelak memang STY tidak diperpanjang kontraknya oleh PSSI, maka itu tidak masalah bagi pelatih asal Korea Selatan tersebut. Dengan prestasinya di masa lalu yang pernah menjuarai Liga Champions Asia sebagai pemain dan pelatih, pernah menjadi pelatih timnas Korea Selatan, dan dianggap mampu mengangkat performa timnas Indonesia, maka dia pasti sangat mudah mendapatkan pekerjaan baru sebagai pelatih.

Justru kita yang harus berpikir, bila kita kembali ke budaya gonta ganti pelatih timnas tanpa perbaikan fondasi sepakbola Indonesia, apakah kita yakin sepakbola kita akan maju? Bagaimana jika kelak STY akan direkrut oleh pesaing kita di Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, atau Malaysia? Bisa kebayang kan betapa kuatnya mereka nanti saat melawan kita dengan STY di bench mereka? Apakah sebaiknya kita tidak bersabar dulu melihat kelanjutan proses yang dibangun STY ini?

PSSI dan jajarannya memang harus hati-hati dalam bersikap soal diperpanjang atau tidaknya kontrak STY karena jika salah ambil keputusan maka sepakbola Indonesia akan kembali terpuruk.

Kritikan untuk STY itu Hal yang Wajar

Pengamat sepakbola, Tommy Welly, kembali melancarkan kritik untuk Timnas Indonesia dan Shin Tae-yong usai tersingkir di 16 besar Piala Asia 2023. Menurutnya, pria asal Korea Selatan itu ingkar janji.

“Enggak sesuai dong, kan janji STY itu draw lawan Irak, menang lawan Vietnam. Itu makanya saya bilang terima kasih ke Kirgistan,” ujar Towel, dilansir dari Youtube Nalar TV, Senin (29/1/2024).

Lebih lanjut, Towel merasa kritiknya selama ini justru mendapat kecaman dari warganet. Padahal, kritik kepada Shin dan juga Timnas Indonesia adalah hal yang lumrah dan wajar.

“Jadi seolah-olah publik ini enggak boleh, atau siapa pun enggak boleh memberikan sebuah kritikan atau apa pun kepada Shin Tae-yong. Jadi seperti alergi,” keluh Towel. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending