Connect with us

Hiburan

Konser 35 Tahun KLa Project Selama 3 Jam, Semakin Berkualitas dan Bercahaya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Setelah menunggu 5 tahun, akhirnya Konser 35 Tahun KLa Project, dengan tagline, ’Harmoni Cahaya’ berlangsung masih megah penuh gariah. Seluruh tiket ludes terjual sebelum konser berlangsung.

Wajah Katon, Lilo dan Adi sumringah dan bahagia. Klanese masih seperti dulu. Masih mencintai mereka apa adanya, sejak tahun 1988 hingga kini.

Tata suara penuh tenaga ribuan watt dari Vendor Sumber Ria, padu indah dengan kilauan spektrum cahaya dari berbagai sudut gedung. Penonton terpesona, nyaris tanpa jedah. Mereka lupa, jika telah sing a long dan berdiri selama 3 jam. Menikmati 27 komposisi indah, utuh tanpa medley sama sekali, di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, pada Hari Selasa (31/10/23).

”Saya Klanese dari Bandung, datang bareng suami dan anak-anak. Lima tahun lalu, sempat nonton konser 30 tahun, tapi hanya berdua suami, Konser malam mini kami datang dengan anak-anak. Bahagia bisa melihat mereka bertiga masih enerjik,” ungkap Ibu Intan, yang penuh harap bisa ketemu Katon, Lilo dan Adi usai konser di belakang panggung.

Sejak pukul 17.00 WIB, penonton mulai bergegas. Ada yang masih di luar venue. Sebagian menikmati berbagai kuliner yang tersedua disejumlah stand makanan dan minuman, pada area dalam. Saat gerimis sekitar pukul 19.00 WIB, penonton semakin padat dan mulai mengular dalam antrian dipintu masuk. Nampak, Yenny Wahid, Ahmad Dhani, Mulan Jameela, Tyas Mirasih, dan sejumlah public figure lainnya, melangkah menuju Tribun VIP.

Sementara itu di backstages, suasana hangat, haru penuh kebahagiaan, sedang menyelimuti seluruh hati keluarga besar KLa Project. Mulai Katon Bagaskara, Romulo ‘Lilo’ Radjadin, dan Adi Adrian, manajemen, sponsorship, band crew, para sahabat dan keluarga tercinta, hingga wartawan dari beragam media massa, hadir menjadi saksi. Diawali dengan doa bersama. Katon, Lilo dan Adi, sepakat besama-sama, memotong tumpeng ulang tahun. Hanya sebuah potongan, nasi dan lauk-pauk, kemudiian diserahkan kepada Komisaris KLa Corp., Bambang Pramono dan Johan Widjaya Direktur Utama KLa Corp.

”Inilah ekspresi kebahagiaan dari kami. Mencapai usai 35 tahun adalah kebahagiaan yang harus dirayakan bersama-sama. Konser malam ini menjadi ekpresi kebahagiaan itu,” tukas Adi, mengakhiri upacara kecil dibelakang panggung. Tetiba, sahabat mereka, Yenny Wahid, muncul dipenghujung acara tumpengan. Tak ayal, Yenny pun didaulat, untuk memimpin baca doa bersama, ritual utama, sebelum naik panggung. “KLa Project, Sukses!” teriak mereka bersama. Katon, Lilo dan Adi, kemudian berlari kecil, menuju panggung besar mereka.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Cahaya terang Tennis Indoor yang baru saja menunjukkan wajah ribuan penonton, berubah gelap. Penonton bersorak-riang. Mereka tahu, pertunjukan segera dimulai. Lagu ’Indonesia Raya’ pun berkumandang membuka konser, penonton berkhidmat. Di atas panggung yang masih gelap, Lilo dan Katon dari sisi kiri panggung ikut bernyanyi. Sementara Adi, berada disisi kanan panggung. Nedi, Sang Manajer, memeluk Katon, usai Indonesai Raya berkumandang.

Gebukan drum, Harry Goro pun, menjadi penanda lagu ’Jarak Dua Kota’ yang menjadi pembuka konser. Kilaun cahaya lampu mulai memamerkan dirinya. Teringat ucapan Katon, seminggu sebelum konser berlangsung, “Harmoni Cahaya bukan hanya narasi, tapi cahaya beneran”.

Berturut-turut tanpa jedah, Kla menghentak dengan lagu ‘Bantu Aku’, ‘Someday’ feat. Mario yang meneylipkan rap. Lalu, lagu ‘Tentang Kita’, lagi paling hits di tahun 1989, yang melambunkgan nama KLa Porject. Kemudian, histeria penonton bergema, hingga lampu panggung kembali gelap. Baru tahap awal, pertunjukan mulai menghipnotis. KLa menghilang dibalik panggung.

Saat itu, sejumlah jurnalis foto, baru diperkenankan, memasuki area paling depan panggung untuk mengambil foto dari sudut terbaik. Nampak Buddy ACe, Koordinator Media, memimpin rombongan fotografer dan cameraman tv. Demi kenyaman penonton, mereka diberi waktu 15 menit. “Lumayan bisa motret dari jarak dekat dengan angle terbaik,” tukas Musa Sanjaya, fotografer.

” Saya percaya semua datang dari seluruh Indonesia. Dari Sumatera, Sulawesi, Papua? Terima kasih sudah datang merayakan bersama perjalanan ini. Tidak terasa, sudah 35 tahun. Kita masih muda. Sahabat yang berdiri diantara kita, ada yang sudah jadi pejabat, jadi Menteri, jadi direktur, dan jadi seniman,” sapa Katon kali pertama, disambut riuh rendah penonton.

Tembang-tembang cantik kembali mengalun. ‘Baiknya’, ‘Revolusi Disco’, dan ‘Rentang Asmara’. Disini Katon mengajak 2 wanita, penyanyi latarnya ke depan untuk nyanyi dan goyang bersama. Penonton makin memanas, saat Katon dan Lilo membagikan seikat mawar merah dan putih, melempar ke tengah penggemarnya. Segmen ini, ditutup dengan tembang ‘Satu Kayuh’. Suara Katon masih prima dan menggetarkan. Teringat, saat di ruang tunggu privasinya, Katon melakukan ritual pemanasan vokal, sembari menyanyikan lagu ‘Smoke on The Water’ dari Depp Purple, melalui speaker Bluetooth Harman Kardon.

Sepanjang perjalanan karir KLa Project, penggemar mereka, tak bisa melupakan peran Lilo sebagai backing vokal pada nada-nada tinggi melengking, maupun tampil sendiri dalam lagu ‘Meski Tlah Jauh’. Setelah membuai Klanese, Lilo yang semakin gondrong itu, berbisik pada Katon. Dan menunjuk kearah tribun bagian tengah, tepat di depan mereka, tempat penonton VIP.

“Terima kasih Mbak Yenny Wahid dan Ahmad Dhani, yang hadir menyaksikan konser ini,” sapa Katon, sembari melambai kearah mereka. Kemudian melantunkan ‘Ratu Hati’, ‘Sudi Turun Kebumi’. Dipenghujung segmen ini, saat lagu ‘Hey’ digaungkan, tak hanya pesona tata lampu, namun ilustrasi pada LED pun, menampilkan frasa-frasa penting dari lirik lagu, antara lain “Bekerja Dengan Cinta”.

Ritual ulang tahun, tak hanya berlangsung di belakang panggung. Pada segmen berikutnya, Kue Tar besar 3 susun bergambar wajah 3 personel KLa, dan 3 buah lilin. siap untuk ditiup. Pada bagian ini, Katon menyapa Ari Burhani, mantan drummer KLa Project, yang kini bersama Imma Novia, istri tercinta, masih bekerja dibalik nama besar KLa.

”Siapa yang ulang tahun? Mari kita merayakan bersama yang ulang tahun pada bulan Oktober dan besok Bulan November,” teriak Katon. Semua penonton unjuk tangan. “Sepertinya, semuanya ulang tahun nih,” canda Katon. Intro nomor ‘Tambah Usia’ pun mengalir riang, bagai choire penonton kembali bergema panjang.

Kejutan dalam konser mulai dilepaskan. Saat intro instrumental andalan ‘Heidelberg’ disajikan, kilaun cahaya semakin glamour. Adi, keyboardis jenius, memamerkan not-not indah dan harmonis. Ditimpali nuansa syahdu dari Biola yang dimainkan musisi muda, Iskandar Widjaja, anak Indonesia yang lahir dan bermukim di Jerman. Saat rekaman, bagiain ini diis oleh Violis legendaris, Luluk Purwanto.

“Kehadiran Iskandar mengejutkan, karena dia mau datang ke Indonesia. Baru tiba kemarin, dan kita lansung latihan dipanggung ini, saat gladi resik. Dia musisi masa depan ayang akan jadi kebanggaan Indonesia,” ulas disambut tepuk tangan bergemuruh.

Mulai menapaki pertengahan pertunjukannya, KLa memborbardir KLanese dengan nomor penuh pesona cinta, ‘Waktu Tersisa’, ‘Hingga Memutih Tulan’, ‘Romansa’ dan ‘Belahan Jiwa’. Polanya, mulai terasa. Setiap 4 lagu personel KLa ganti kostum. Menyapa penonton dengan canda dan tawa dengan lebih kurang 4000 penonton.

Kali ini yang paling kencang suaranya adalah KLanese pria, saat Katon memanggil nama Jolene Marie. Penyanyi muda penuh talenta ini, tampil dalam lagu ‘Gerimis’. Nomor paling menghanyutkan ini, dilengkapi dengan latar hujan rintik-rinitk pada layer LED. Jolene, nampak menikmati setiap syair puitis yang dilantunkannya.

Giliran, penyanyi bersuar emas, Eka Deli, yang mengejutkan dalam 2 reportoar sekaligus, ‘Bahagia Tanpamu’ dan ‘Laguku’. Eka, menjangkau nada tinggi dengan timbre yang tebal, dan range vokal yang luas, kombinasi yang memukau, dengan karakter vokal Lilo yang khas, sambal memainkan melodi dengan gitar Parker yang suaranya sengaja dibuat stereo. Mengingatkan kita pada gaya permainan gitar legendaris, Steve Lukather dari Toto.

Menjelang puncak pertunjukan band yang merilis album KLa ‘Kedua’ Project pada 1990, nomor-nmor everlasting song mulai dilepas. ‘Menjemput Impian’ dan lagu ‘Terpuruk’ yang menghadirkan peniup terompet asal Bali, Rio Sidik. Dilagu yang sama, peniup terompet aslinya, menurut Adi Adrian, adalah musisi asal Belanda.

“Selama ini, kami sulit cari peniup terompet dengan cara di mute, yang menjadi siganutre lagu Terpuruk, hingga kami mendengarkan Rio Sidik. Mainnya persis yang ada di rekaman,” ungkap Adi, usai pertunjukan dan Rio Sidik menghampirinya di private room, belakang panggung.

Dalam konteks genre music mereka, KLa tak tertandingi. Menuju puncak pertunjukannya, mereka melepas ‘’Lagu Baru’, ‘nomor paling laku dan paling rumit yang dimiliki KLa bertajuk ‘Tak Bisa Kelain Hati’ (Album ke-3,1991) pun dieksekusi dengan baik oleh Katon. Kekhawatiran bahwa ia tak mampu mencapai nada tinggi saat overtune, tak terbukti. Dengan senyum bahagia ia menuntaskannya. Sing a long kembali mengudara.“Sungguh ku akui, tak bisa ke lain hati…”

Akhirnya, Konser 35 tahun KLa, dituntaskan dengan nomor ‘Semoga’ dan karya paling ajaib. Sebutlah masterpieces dari mereka, ‘Yogyakarta’. Tak ayal lagi, segala enerji dari panggung maupun dari tengah penonton, tumpah ruah, tak tertahankan.

Sekelompok Perempuan yang merentangkan syal bertuliskan ‘KLanese’, menyanyi kencang, bagai memecah langit-langit Tennis Indoor Senayan. “Ijinkanlah aku untuk selalu pulangi lagi. Bila hati mulai sepi tanpa terobati”

Katon, Lilo dan Adi, masih memesona. Ketiganya adalah harmoni bintang nan cemerlang, yang terus bercahaya hingga mereka merilis album baru ‘35 Thirty Five Year’, yang berisi lagu-lagu intrepertasi bari dengan penyanyi lain, sebuah produksi bersama Le Moisek Revole.

Saat penonton, mulai meninggalkan gedung pertunjukan, Ahmad Dhani, ke backstages, datang ke private room, menyapa Lilo.

Apa kata Dhani tentan konser KLa?

“Ahmad Dhani ada diantara penonton lainnya, itu sudah cukup membuktikan, apa komentarya tentang KLa Project,” simpul Lilo.

“Terima Kasih KLanese, sampai ketemu 5 tahun lagu, dalam konser yang semakin dahsyat,” pungkas Katon. Mereka pamit, memberi hormat, foto bersama, salam dan silam dari atas panggung megah yang tak terlupakan. (tw)

Hiburan

Sandiaga Uno Beri Bocoran Soal Artis Besar Akan Konser di Indonesia

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta,

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bocor halus mengenai artis besar yang disebut-sebut akan Konser di Indonesia. Ia mengaku belum bisa menyebut nama karena promotor saat ini masih negosiasi harga.

“Tapi enggak boleh di-spill karena promotor, sponsor, sekaligus organizer-nya minta dirahasiakan dulu karena masih negosiasi harga,” tuturnya, Senin (10/6).

Sandiaga Uno kemudian spill tipis-tipis mengenai genre musik dan jenis kelamin penyanyi besar yang ditargetkan konser di Indonesia tersebut.

“Ciri-cirinya dari genre pop, laki-laki,” ungkap Sandiaga Uno.

“Warna rambut aslinya enggak tahu, karena biasanya dicat. Tapi kalau dari alis matanya sih cokelat ya, karena kalau warna alis enggak bisa dibohongin ya,” ungkapnya.

Kendati demikian, belum ada informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut dari Sandiaga Uno atau promotor-promotor di Indonesia.

Sebelumnya, beberapa musisi dunia sudah dipastikan konser di Indonesia tahun ini, seperti Bring Me the Horizon, LANY, Joji, NIKI, dan yang terbaru adalah Dua Lipa.

Salah satu nama musisi yang sempat disebut-sebut akan konser di Indonesia adalah Bruno Mars karena melakukan tur, termasuk ke Asia. Ia konser di Thailand dan Singapura pada Maret dan April 2024

Hingga kini, belum ada informasi jadwal penampilan baru dia di kawasan Asia, apalagi Indonesia. Berdasarkan pengumuman di laman resmi, jadwal akhir tur tahun ini Bruno Mars berada di Estádio Mineirão Belo Horizonte, Brasil pada 5 November.

Nama lain yang sempat diharapkan tur ke Indonesia adalah The Weeknd. Musisi bernama lengkap Abel Makkonen Tesfaye itu tur After Hours till Dawn Tour sejak 2022. Berdasarkan laman resmi, belum ada informasi lanjutan tur itu.

Namun, tur tersebut memang hanya digelar di beberapa kawasan Amerika utara, Amerika latin, dan Eropa sejak dua tahun lalu. Ia membatalkan jadwal konser di seluruh kawasan Australia dan Selandia Baru pada November dan Desember 2023. (utw)

Continue Reading

Hiburan

Iko Uwais Jadi Aktor dengan Bayaran Termahal di 2024

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Iko Uwais mengawali karirnya di dunia perfilman dalam film berjudul MERANTAU dan memerankan karakter Yuda pada tahun 2009. Pria kelahiran tahun 80an ini bisa dibilang aktor spesialis film action, karena sejauh ini ia belum pernah membintangi film bergenre romantis ataupun komedi.

Setelah sukses menjalankan karirnya di industri Hollywood, Iko Uwais digadang menjadi salah satu aktor asal Indonesia yang memiliki bayaran termahal di 2024. Ia sukses membintangi beberapa film Hollywood yang mendapat kepopuleran yang luar biasa di ranah internasional.

Dilansir dari channel YouTube Atta Halilintar, Iko Uwais mengungkap bahwa ia pernah mendapat bayaran 21 juta per satu film. Setelah go internasional dan berkecimpung di industri Hollywood, bayaran yang didapat Iko Uwais untuk satu filmnya bisa mencapai 14 miliar. Simak film-film yang dibintangi oleh Iko Uwais.

  1. Merantau (2009)

Berkisah tentang tradisi merantau yang merupakan proses pencarian jati diri setiap anak laki-laki Minangkabau. Yuda (Iko Uwais) adalah seorang pesilat harimau yang hendak bertolak ke Jakarta, untuk mengadu nasib menjadi guru silat.

Meskipun sang ibu sempat melarangnya merantau, namun Yuda tetap berangkat ke Jakarta meninggalkan ibunya di kampung halaman.

Dalam perjalanannya, Yuda bertemu dengan Erik yang sempat memiliki mimpi yang sama namun gagal. Yuda dihadapkan dengan segerombolan orang yang hendak menculik seorang wanita, sampai akhirnya Yuda harus berususan dengan organisasi mafia besar.

  1. The Raid: Redemption (2011)

The Raid Redemption merupakan salah satu film Iko Uwais terbaik. Film ini menceritakan kehidupan sebuah apartemen terlantar yang tak tertembus dan menjadi sarang yang aman bagi gangster, penjahat dan pembunuh bertangan dingin.

Apartemen tersebut dianggap wilayah paling tidak tersentuh oleh para rival gembong narkoba Tama Riyadi yang dibintangi Ray Sahetapy, bahkan perwira kepolisian.

Namun akhirnya tim kepolisian ditugaskan untuk menyerbu bangunan tersebut, dan bentrok pun tidak terbendung antara penghuni apartemen dengan pihak kepolisian.

Tidak hanya Iko Uwais (Rama), sederet aktor papan atas turut meramaikan film The Raid ini. Seperti Joe Taslim (Raka), Yayan Ruhian (Mad Dog), dan masih banyak lagi.

  1. Man of Tai Chi (2013)

Man of Tai Chi mengangkat seni bela diri Tiger Chen dalam sebuah pertarungan. Film ini mengisahkan Tiger Chen berusaha menyelamatkan kuil yang merupakan tempat ia berguru.

Kisah bermula dari Sun-Jing Shi (Karen Mok) melakukan penelusuran ke sebuah perusahaan bernama Security System Alliance. Perusahaan ini dicurigai melakukan pertarungan ilegal.

Film ini merupakan debut Keanu Reeves menjadi sutradara, dan menjadi film yang menggunakan dialog dalam 3 bahasa. Film ini diperankan beberapa deretan aktor terkenal seperti Keanu Reeves (Donaka Mark) Tiger Hu Chen (Tiger) Iko Uwais (Gilang Sanjaya) dan masih banyak lagi.

  1. The Raid 2 (2014)

Film ini merupakan lanjutan dari sekuel dari The Raid: Redemption. The Raid 2 menceritakan Rama (Iko Uwais) yang berhasil selamat dari pertarungan di markas gembong narkoba pada film pertama.

Rama ditawari Bunawar (Cok Simbara) untuk bergabung sebagai agen pasukan khusus. Sebuah misi pembasmian pejabat polisi yang korup dan komplotan geng dunia kriminal bawah tanah.

The Raid 2 disutradarai oleh Gareth Evans dan tayang perdana di Festival Film Sundance pada 21 Februari 2014, dan tayang serentak di Indonesia dan Amerika Serikat pada 28 Maret 2014.

Jajaran aktor kenamaan turut meramaikan The Raid 2, seperti Arifin Putra (Uco), Tio Pakusadewo (Bangun), Oka Antara (Eka), Cecep Arif Rahman (The Assasin), Yayan Ruhian (Prakoso), dan masih banyak lagi.

  1. Star Wars Episode VII – The Force Awakens (2015)

Film Star Wars Episode VII menceritakan 30 tahun setelah Death Star kedua hancur, dan Luke Skywalker seorang jedi terakhir yang menghilang.

Jatuhnya kekuasaan Galatic Empire membuat First Order Bangkit. Finn, Rey dan Poe akhirnya bergabung dengan kelompok resistance untuk melakukan sebuah perlawanan.

Film ini merupakan sebuah film berlatar luar angkasa asal Amerika Serikat, yang disutradarai J.J. Abrams. Meski Iko hanya ada di beberapa scene dan berperan sebagai cameo, Iko dinilai sebagai aktor yang diperhitungkan dengan tugas yang diembannya membuat beberapa koreografi bersama Cecep Arif Rahman.

Iko Uwais (Razoo Qin-Fee) tidak sendiri, Yayan Ruhian(Tasu Leech) dan Cecep Arif Rahman( Anggota Kanjiklub) turut berperan sebagai kelompok penjahat yang mengincar Han Solo (Harrison Ford).

  1. Headshot (2016)

Headshot adalah film Iko Uwais dan Chelsea Islan. Dalam film ini, Iko menjadi pemeran utama yang berperan sebagai seorang pria amnesia yang tengah dirawat oleh seorang dokter muda, Ailin (Chelsea Islan).

Iko akhirnya terbangung dan tidak dapat mengingat apa-apa akibat luka tembak yang bersarang di kepalanya. Akhirnya Ismael (Iko Uwais) merupakan salah satu anak buah dari mafa yang terkenal kejam Lee (Sunny Pang).

Ailin akhirnya terseret permasalahan dengan mafia, dan diculik oleh gerombolan tersebut. Tidak tinggal diam, Ismael bersikeras untuk membebaskan Ailin dari komplotan penculik.

  1. Beyond Skyline (2017)

Film ini disutradarai dan ditulis oleh Liam O’Donnell. Sederet aktor papan atas juga terlibat dalam adu akting, di antaranya Frank Grillo (Mark), Bojana Novakovic (Audrey), Iko Uwais (Sua), Callan Mulvey (Harper), Yayan Ruhian (The Chief), dan lainnya.

Beyond Skyline dirilis pada 15 Desember 2017 di Amerika Serikat. Berawal dari kisah Mark Corley yang merupakan seorang detektif kepolisian Los Angeles. Ia mengunjungi putranya Trent di balik jeruji penjara.

Tren terjerat kasus hukum lantaran perkelahian ketika invasi alien, dan seluruh penduduk kota tersedot ke dalam pesawat ruang angkasa. Iko (Sua) merupakan seorang gerilyawan Laos yang berjuang melawan invasi alien di bumi.

  1. Mile 22 (2018)

Mile 22 merupakan film action thriller yang tayang perdana di layer lebar tanah air pada 21 Agustus 2018. Film berdurasi 94 menit ini disutradarai Peter Berg, ditulis oleh Graham Roland dan Lea Carpenter.

Film ini dibintangi beberapa pemeran laga kenamaan seperti Mark Wahlberg (James Silva) Lauren Cohan (Alice Kerr), Iko Uwais (Li Noor) John Malkovich (Bishop), dan beberapa pemain lainnya.

Film ini menceritakan sebuah tim kecil yang terdiri atas agen elite intelijen Amerika, yang dibantu unit komando taktis rahasia. Mereka ditugaskan untuk menyelundupkan seorang perwira polisi bernama Li Noor, yang merupakan seorang informan penting.

Tim khusus ini membawanya sejauh 22 mil dari kedutaan AS ke pesawat militer yang menunggu. Beberapa rencana yang sudah dirancang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

  1. The Night Come For Us (2018)

Film ini merupakan film orisinal Netflix perdana asal Indonesia, yang dirilis pada 22 September 2018 lalu.

Tidak hanya Iko Uwais, film action ini diramaikan oleh gemerlap aktor kenamaan seperti Joe Taslim, Julia Estelle, Dian Sastrowardoyo, Dimas Anggara, Yayan Ruhian, Abimana Aryasatya, Epy Kusnandar.

Film hasil besutan Timo Tjahjanto ini dinilai berhasil terlebih film ini menuai pujian dari beberapa penonton lokal maupun internasional.

Film ini mengisahkan sindikat kejahatan yang dipimpin oleh Ito (Joe Taslim). Sindikat ini menghadapi kekacauan internal setelah Ito menghilang secara misterius.

Lantas Ito menghadapi sejumlah masalah, mulai dari penguasa perdagangan narkoba yang menagih uang, hingga kawan lamanya Arian (Iko Uwais) yang bergabung dengan kelompok mafia Makau.

  1. Triple Threat (2019)

Triple Threat menceritakan kisah Xian (Celina Jade) yang merupakan anak seorang miliuner. Ia menjadi target oleh kelompok pembunuh bayaran beranggotakan Collins (Scott Adkins), Joey (Michael Bisping) dan Devereaux (Michael Jai White).

Berawal dari perseteruan sindikat antar penjahat, ayah Xian juga menyewa kelompok pembunuh bayaran yang beranggotakan orang Asia yaitu Payu (Tony Jaa), Jaka (Iko Uwais) dan Long Fei (Tiger Chen).

Payu dan tim harus mengalahkan pembunuh bayaran rivalnya, sebelum mereka membunuh Xian.

Film ini tayang perdana 20 Maret di bioskop tanah air, dan tayang 24 Maret di Amerika Serikat. Film ini disutradarai oleh Jesse V Johnson serta ditulis oleh Joey O’Bryan, Fangjin Song dan Paul Staheli.

Film berdurasi 96 menit ini mengandung banyak koreografi beladiri khas Asia, tentunya kehebatan Iko dalam pencak silat.

  1. Expend4bles (2023)

Cerita sekuel keempat film ‘The Expendables’ dengan berjudul ‘Expend4ables’ ini mengisahkan perjalanan tentara bayaran elite yang dikenal dengan Expendables. Barney (Sylvester Stallone), pemimpin Expendables, memiliki rencana untuk pensiun. Ia pun telah menunjuk Lee Christmas (Jason Statham) sebagai penggantinya. Alasannya, Lee selama ini telah menunjukkan kesetiaannya kepada Barney.

Dalam film ini, mereka dihadapkan dengan sekelompok penjahat yang mengancam kedamaian dunia. Kelompok penjahat tersebut berhasil merebut kekuasaan hulu ledak nuklir di atas kapal kargo yang tengah berlayar di lepas pantai. Kelompok tersebut dipimpin oleh Suarto Rahmat (Iko Uwais).

Barney pun berencana menghentikan serangan Suarto dan anggota kelompoknya. Pertarungan ini bukan hanya melibatkan Expendables dan sekelompok penjahat yang dipimpin oleh Suarto, tetapi juga dapat memicu konflik perang nuklir Amerika dan Rusia.

Misi ini juga melibatkan CIA. Hal ini tampak dari keberadaan agen CIA, Gina (Megan Fox) dan Marsh (Andy Garcia).

Itulah deretan film action yang diperankan oleh Iko Uwais. Rentetan kehebatan Iko dalam aksi bela diri pencak silat, dinilai menjadi daya jual untuk tetap eksis dalam industri film action internasional. (tw)

Continue Reading

Hiburan

Alan Walker Beri Kejutan, Kunjungi Pelajar di SMA Al-Azhar Medan dan Undang ke konsernya di Jakarta

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Medan, Para siswa di Medan mendapat kunjungan kejutan dari DJ superstar dunia Alan Walker hari ini! Alan Walker terbang langsung dari New York ke Medan untuk memberikan kejutan kepada Bapak Guru dan Siswa-Siswi di Medan.

Alan Walker bertemu dengan para pelajar SMA Swasta Al-Azhar Medan hari ini, ketika ia masuk ke kelas musik dan membuat semua orang terkejut. Ide ini muncul ketika Alan Walker menemukan sebuah video di TikTok yang memperlihatkan seorang guru dari Indonesia, Bapak Tri Adinata, mengajarkan seni musik kepada murid-muridnya untuk memainkan lagu Alan Walker yang berjudul “Who I Am” yang dinyanyikan bersama Putri Ariani dan Peder Elias. Alan menindaklanjuti hal ini dengan merekam video TikTok-nya sendiri untuk bereaksi terhadap momen spesial bersama para siswa di Medan.
Untuk menciptakan momen seru tersebut dan bertemu dengan para siswa-siswi SMA Swasta Al-Azhar Medan, Alan Walker melakukan perjalanan terbang langsung dari New York ke Medan untuk memberikan kejutan kepada para pelajar di sana.

Semua siswa-siswi yang ada terpukau dengan kehadiran DJ ternama dunia tersebut dan bahkan lebih terkejut lagi, saat Alan Walker mengundang semua siswa-siswi yang ada di kelas tersebut untuk datang ke pertunjukannya di Jakarta pada tanggal 8 Juni mendatang dengan memberikan tiket konser WalkerWorld Jakarta yang bertanda tangan eksklusif Alan Walker.

Beliau mengungkapkan betapa terkesannya dia saat melihat para bapak guru Tri Adinata dan siswa-siswi SMA Al-Azhar Medan memainkan musiknya dan dia ingin mendorong mereka untuk mengejar impian mereka.

Bulan Mei telah menjadi bulan yang penuh berkah bagi Alan Walker sejauh ini, dengan dia mengungkapkan punya nomor telepon lokal Indonesia dan menerima lebih dari 50.000 pesan WhasApp dari para penggemarnya, untuk mempersiapkan pertunjukannya dengan tajuk Walkerworld di Jakarta pada tanggal 8 Juni nanti. Hari ini, Alan Walker melakukan kunjungan kejutan secara langsung kepada para pelajar di Medan!

Setelah melakukan kunjungan ke kelas yang mengejutkan tersebut, Alan Walker melanjutkan latihan dengan Bapak guru Tri Adinata dan 4 siswanya yang diundang Alan untuk tampil di atas panggung pada pertunjukannya yang akan datang di Jakarta – sebuah pengalaman luar biasa yang benar-benar mengubah hidup bagi semua yang terlibat! Alan Walker sebelumnya telah menyampaikan kabar gembira kepada para pelajar tersebut melalui kejutan komunikasi lewat Zoom dan semuanya menantikan untuk dapat menyaksikan kolaborasi yang luar biasa antara Alan Walker dan pelajar dari Medan ini. Alan Walker ikut berbagi bahwa ia ingin memberdayakan generasi muda Indonesia dan memberikan mereka sebuah platform untuk bersinar, dengan harapan dapat menginspirasi orang lain seterusnya.

Tri Adinata yang merupakan guru musik di sekolah Al-Azhar Medan itu tak menyangka dirinya dan murid-muridnya disambangi DJ ternama Alan Walker, Selasa (28/5/2024).

Produser musik elektronik tersohor Alan Walker datang langsung ke sekolah, sambil melihat pak guru musik yang viral itu mengajar didalam kelas.

Kedatangan Alan Walker ini sekaligus ingin mengajak Tri Adinata dan 4 muridnya untuk tampil pada konser pertunjukan “Walkerworld” di Jakarta pada 8 Juni 2024 mendatang.

“Saya datang ke sini untuk mengundang Tri Adinata berkolaborasi dengan saya pada Walkerworld 8 Juni nanti. Semua anak-anak yang ada di kelas ini akan saya berikan tiket gratis untuk menonton konser saya,” ungkap Alan disambut riuh para murid.

Tri Adinata tak pernah menyangka video tiktoknya yang viral menyanyikan “Not You” milik Alan Walker bersama murid-muridnya pada 2023 itu, bisa membawanya ke sini.

“Saya tidak menyangka kehadiran Alan disini, yang datang langsung dari Amerika dengan penerbangan 28 jam untuk berjumpa dengan para murid disini. Siapa saya bisa didatangi seorang musisi ternama,” ujarnya dengan penuh haru, sambil memeluk Alan disampingnya.

Selain itu, hari ini diumumkan bahwa pertunjukan Walkerworld di Jakarta menawarkan katagori tiket terbaru Festival B (Standing) dengan harga yang lebih terjangkau, yaitu Rp 490.000,- dan tersedia juga program BCA Beli 2 Dapat 3 khusus untuk kategori Golden Festival dan Katagori Festival hingga 7 Juni 2024. Berikut adalah informasi mengenai program BCA Beli 2 Dapat 3 di tiket.com.


Syarat & Ketentuan:
· Beli 2 dapat 3 untuk pembelian tiket konser Alan Walker World 2024 untuk kategori Festival dan Golden Festival
· Promo berlaku untuk transaksi di tiket.com
· Berlaku kode promo untuk kategori Festival: AWBCAFEST
· Berlaku kode promo untuk kategori Golden Festival: AWBCAGOLDFEST
· Promo berlaku untuk pembelian dengan kelas tiket yang sama
· Promo berlaku untuk 500 transaksi pertama di masing-masing kategori Festival dan Golden Festival
· Promo berlaku untuk transaksi menggunakan Kartu Kredit BCA, Debit BCA Mastercard, dan Virtual Account BCA
· Promo berlaku untuk pembelian melalui semua platform.

Jangan lewatkan kesempatan luar biasa untuk menyaksikan pertunjukan spektakuler Walkerworld di Jakarta pada tanggal 8 Juni 2024 yang akan berlangsung di Phantom PIK 2 Ground Park, informasi lebih lanjut mengenai pembelian tiket secara online kunjungi situs resmi https://alanwalkerjakarta.com/. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending