Connect with us

Peristiwa

Konser ColdPlay Belum Dimulai, Warganet Kena Tipu Jastip Tiketnya Hingga Puluhan Juta

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Konser Belum dimulai, Coldplay sudah membawa korban bagi yang ingin menontonnya.

War tiket konser Coldplay ternyata memakan korban yang tak sedikit. Salah satu warganet menceritakan bagaimana ia bisa kena tipu jastip tiket konser hingga Rp12 juta. “Gua ketipu Rp12 juta gara-gara Jastip tiket coldPlay,” sebutnya di awal video unggahan akun TikTok bernama Nicho Saputro Nugraha, dikutip Kamis (18/5/2023). 

Tujuan dirinya membuat video tentang tertipu jastip tiket konser ColdPlay di jakarta adalah agar tidak ada korban lagi. Kedua, dia berharap dengan kekuatan media sosial, kasus tersebut bisa terangkat ke publik. “Gua yakin bukan cuma gua korbannya,” sambungnya.

Singkat cerita, pada hari war tiket konser coldplay, Rabu, 17 Mei 2023, ia kebetulan sedang sibuk syuting dari subuh hingga malam. Jadi, ia tidak bisa membeli tiketnya sendiri. “Gua bilang, gua telepon manager gua dan minta titip jastip deh tapi yang terpercaya,” katanya lagi.

Karena itu, managernya mencari jastip tiket hingga bertemu satu oknum. “Gua nggak bakal spill bukti-bukti lainnya, tapi bakal gua spill Instagramnya, biar kalian catat nih, Instagram-nya,” lanjutnya.

Nicho memperlihatkan sebuah akun Instagram Jastip yang menurutnya saat itu belum diganti. Kemudian, tertera gambar akun Instagram yang sudah diganti, tanpa menggunakan foto profil dan nomor telepon seperti sebelumnya. 

Pihak jastip mengaku sudah mendapatkan tiket konser coldplay yang diinginkan, yaitu CAT 1. “Gua langsung seneng banget karena CAT 1 kan sesusah itu bisa dapat CAT 1,” paparnya.

Maka, ia langsung membeli dua buah tiket, namun semua diurus oleh managernya. Hal itu lantaran, Nicho sendiri sedang berada di tengah pulau yang tidak ada sinyal, tempat lokasi syutingnya. 

Manager gua bakal lapor ke polisi langsung dan memberi bukti-bukti yang sah,” ungkap Nicho yang mengaku akan melaporkannya ke Polda Sumatra Selatan.

Lebih jauh ia berharap tidak ada orang lain yang tertipu seperti dirinya. Sebab, ia pun yakin ada korban lain si jastip penipu. “Gua nggak berharap uang gua balik, gua kayak udah ikhlas. Tapi gua pengen semoga orang ini ketangkep, biar jadi efek jera,” tambahnya.

Ia pun mengajak orang yang menonton video tersebut lebih berhati-hati memakai layanan jastip. “Karena siapa sih yang nggak mau nonton Coldplay, apalagi kalau kalian udah menunggu nunggu lama,” katanya.

Semoga bisa cepat kelarin kasusnya,” kata Nicho yang mengungkapkan akan memperbarui informasi jika pelaku penipuan jastip tersebut telah ditemukan.

Ia mengaku bersyukur karena masih sempat mencari tiket cadangan. “Gua harus tetap nonton coldplay, tapi dapatnya CAT 2. Mungkin rejeki gue di sana,” tutupnya. 

Mengutip kanal Tekno Liputan6.com, antusiasme masyarakat Indonesia untuk menyaksikan secara langsung Coldplay di Jakarta, pada 15 November 2023 sungguh luar biasa besarnya. Hal itu terbukti ketika war tiket konser Coldplay mulai dibuka, Rabu 17 Mei 2023 pukul 10.00 WIB di platform Loket.com.

Saran saja untuk pihak yang berwenang dalam konser ini, jangan membuat warga +62 menjadi korban dari penjualan war tiket coldplay yang juga bagian dari pendukung LGBT tersebut. (tw)

Peristiwa

Mengapa Demokrasi Haram?

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Kebenaran itu orang yang ber hak memilih, bersuara, berpendapat dan memutuskan suatu perkara yang menyangkut orang banyak hanya lah orang orang yang berilmu, orang orang awam hanya mengikuti orang orang yang berilmu, tidak punya hak bersuara, memilih dan memutuskan suatu perkara.

Yang menyerupai kebenaran (kesesatan), semua orang berhak dan diberi kebebasan untuk bersuara, berpendapat, dan memutuskan suatu perkara.

Mengapa jamaah Tak balik-balik ke rumah disebut sesat, padahal kan bagus begini begitu?
Salah satu bentuk kesesatan nya itu adalah ada unsur demokrasi di dalam nya, semua orang boleh berbicara agama, tanpa didukung ilmu yang memadai, seadanya yang ada di alam pikiran nya, semuanya boleh ngarang bebas perkara agama.

Ini jelas pelanggaran, orang yang berbicara agama tanpa ilmu itu daya rusaknya lebih besar daripada memperbaiki nya.

Al Qur’an itu selalu bicara kualitas, dan orang orang yang berkualitas itu adalah orang orang pilihan. Sementara kebanyakan manusia itu, tidak bener

-Kebanyakan manusia itu sesat al An’am 116
Kebanyakan manusia tidak bersyukur al Baqarah 243
-Kebanyakan manusia tidak mengetahui kebenaran an nahl 38
-Kebanyakan manusia benci kebenaran az Zukhruf 78
-Kebanyakan manusia tidak beriman Hud 17
-Kebanyakan manusia itu fasiq al Maidah 49. (tw)

Continue Reading

Peristiwa

Deddy Corbuzier Unggah “Podcast” Prabowo, Bawaslu: Tak Bisa Menahan Diri di Masa Tenang dan akan Proses Hal Itu

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengecam dan menyayangkan sikap kreator konten Deddy Corbuzier mengunggah video podcast bersama calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto, di akun YouTube resminya saat masa tenang pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menyebut bahwa pihaknya akan mendalami hal tersebut.

“Bawaslu ingatkan semua orang, ‘eh jaga dong pemilunya, bisa enggak rem dulu media sosialnya, tolong dihentikan dulu’. Bisa kita gunakan UU ITE tapi kan harus kita lihat dulu, pasal mana yang dilanggar,” kata Lolly, Selasa (13/2/2024).

“Sehingga dalam konteks ini, sekali lagi Bawaslu tidak bosan untuk melakukan imbauan. Kita imbau semua orang deh pokoknya, wong hari terakhir, masa tidak bisa nahan diri selama tiga hari masa tenang,” ujarnya lagi.

Lolly menegaskan bahwa masa tenang merupakan waktu untuk publik dapat merenungkan mana pilihan terbaiknya. Lebih lanjut, dia mengakui bahwa pihaknya tidak bisa langsung melakukan tindakan terhadap akun YouTube Deddy Corbuzier.

Sebab, di dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye, akun yang menjadi objek pengawasan Bawaslu merupakan akun media sosial yang secara resmi didaftarkan ke KPU RI untuk kampanye.

“Kalau memang betul, karena sekali lagi aku belum lihat, kalau memang betul, tentu nanti Bawaslu akan mengingatkan untuk segera take down, kalau memang betul,” kata Lolly.

Diketahui, dalam wawancara berdurasi satu jam delapan menit yang diunggah pada hari Selasa (13/2/2024) ini, Deddy membicarakan banyak hal dengan Prabowo.

Keduanya bicara soal rekam jejak masa lalu Prabowo selaku Prajurit, pentingnya “makan” untuk kekuatan bangsa dan prajurit, sampai mimpi Prabowo untuk Indonesia.

Prabowo mengatakan, dia berharap rakyat Indonesia dapat mengalami rasa aman, termasuk aman dari kelaparan.

Menteri Pertahanan itu juga mengaku akan memperbanyak kelas menengah di Indonesia seandainya terpilih di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

“Kita banyak yang sudah berhasil, luar biasa. Kelas menengah kita luar biasa. Kelas menengah kita kalau tidak salah sudah, angka yang saya dengar, bisa dicek, sekitar 20 persen dari 270 juta (penduduk).

Jadi kurang lebih 55 juta,” kata Prabowo. “Ini prestasi kita. Tapi itu baru 20 persen, bagaimana dengan yang 80 persen. Saya yakin kita mampu,” ujarnya lagi. “Dan itu akan Bapak buktikan kalau terpilih,” sahut Deddy yang menerima pangkat letkol tituler dari Prabowo selaku Menteri Pertahanan pada akhir 2022 itu.

Nitizen pun meresponnya, “Susah memang jika terlalu banyak melakukan kecurangan dalam pemilu, segala cara dihalalkan untuk menutupinya!”. (tw)

Continue Reading

Peristiwa

Artis Raffi Ahmad Diduga Jadi Kantong Semar Money Laundry Hasil Korupsi

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, National Corruption Watch (NCW) membuat pernyataan mengejutkan terkait artis Raffi Ahmad. NCW menyebut jika Raffi Ahmad terlibat dalam skandal Money Laundry atau pencucian uang hasil kejahatan korupsi sejumlah pejabat.

NCW menyebut pemilik RANS Entertainment itu merupakan kantong semar hasil gratifikasi dan korupsi sejumlah pejabat yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Terkait pernyataannya, Ketua NCW, Hanifa Sutrisna mengklaim bahwa NCW sudah mengantongi sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa sumber uang tersebut berasal dari kegiatan yang diduga rasuah.

“Kami telah menerima beberapa dugaan tindakan pencucian uang yang dilakukan oleh saudara Raffi Ahmad dengan nilai yang fantastis,” kata Hanifa dikutip dari podcast Nasional Corruption Watch dengan judul ‘Ketika Bansos dijadikan bahan bancakan Pilpres dan Pileg’, Kamis (1/2/2024).

‘The Circle’

Hanifa menyebut ada ratusan rekening atas nama Raffi Ahmad yang diduga sebagai kantong uang hasil kejahatan korupsi.

“Diduga ada ratusan rekening yang dimiliki oleh saudara Raffi Ahmad dan merupakan kantong semar untuk mengelola uang-uang haram,” ujarnya.

Yang lebih mengagetkan lagi, Hanifa menduga bahwa uang yang dimiliki Raffi merupakan milik para terduga korupsi. Bahkan ada yang telah menjadi terdakwa korupsi dan masuk ke rekening Raffi Ahmad.

“Karena ini adanya dugaan pencucian uang dan penerimaan gratifikasi oleh pejabat-pejabat negara yang menitipkan kekayaan atau dana pada pemilik Rans tersebut,” bebernya.

Hanifa menyebut, ada informasi dari seorang Jenderal yang menitipkan uang sekian miliar rupiah kepada Raffi.

“Saat ini Jenderal tersebut inginkan dananya dikembalikan namun tidak diberikan dan dia meminta hal tersebut disampaikan,” ujarnya.

Sehubungan dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ini, Hanifa mendesak kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Bareskrim Mabes Polri untuk menyelidiki aliran uang yang masuk ke rekening Raffi Ahmad.

Hanifa juga menyerukan agar aliran transaksi uang yang masuk ke perusahaan milik Raffi, seperti Rans, juga turut diselidiki.

Selain itu, Hanifah meminta kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk membuka seterang-terangnya tindakan pidana pencucian uang yang dilakukan oleh beberapa perusahaan yang tiba-tiba memiliki kekayaan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah yang tidak jelas asalnya.

“Kami yakin saudara Ivan Yustiavandana yang merupakan ketua PPATK telah mengetahui itu,” tandasnya. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending