Connect with us

Politik

M.Qodari Naik Pangkat Jadi Kepala KSP, Rocky Gerung: Kesannya Prabowo Tak Mengerti Demokrasi

Published

on

M.Qodari Naik Pangkat Jadi Kepala KSP, Rocky Gerung: Kesannya Prabowo Tak Mengerti Demokrasi

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk M Qodari sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Letjen (Purn) TNI AM Putranto. Qodari sebelumnya menjabat Wakil Kepala KSP dan resmi dilantik pada Rabu (17/9/2025) di Istana Negara.

Menurut Rocky, Qodari dikenal sebagai loyalis Presiden ke-7 Joko Widodo dan pernah menyuarakan wacana perpanjangan masa jabatan Jokowi tiga periode serta duet Jokowi–Prabowo di Pilpres 2024. Gagasan itu dinilai Rocky sebagai bentuk pola pikir konservatif yang merusak demokrasi.

“Dengan kedudukan itu, Presiden dianggap tidak peka dengan tuntutan reformasi dan aspirasi anak muda yang menginginkan kabinet bersih dari kelompok yang tidak demokratis,” ujar Rocky dalam tayangan YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (18/9/2025).

Tahukah anda, harta kekayaan Muhammad Qodari, tokoh lembaga survei yang baru diangkat menjadi Kepala Staf Presiden, lebih besar dari sejumlah menteri ternama di Indonesia?

Muhammad Qodari, 52 tahun, lahir di Palembang, Sumatera Selatan, dikenal sebagai tokoh lembaga survei politik di Indonesia.

Pada 2003, ia dipercaya menjadi Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Tahun 2006, ia mendirikan lembaga survei sendiri, yakni Indo Barometer.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan 19 Januari 2025, Qodari memiliki total kekayaan Rp 261 miliar.

Nilai ini lebih besar dari harta kekayaan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menurut LHKPN, berada di kisaran Rp 92 miliar.

Rocky menilai pengangkatan Qodari si tukang sulap 58% Survey pilpres justru memberi kesan bahwa Presiden Prabowo tidak memahami tuntutan masyarakat terkait demokrasi.

Rocky Gerung: Publik Kecewa dengan Reshuffle Prabowo

Pengamat politik Rocky Gerung menilai perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto tidak membawa perubahan berarti. Menurutnya, reshuffle hanya mengganti sebagian menteri tanpa meningkatkan kualitas kabinet.

Rocky juga menyoroti keberadaan tokoh-tokoh yang disebut “Geng Solo” atau orang dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang tetap dipertahankan di kabinet Prabowo.

Sebelumnya, Rocky sempat meramalkan akan ada reshuffle setelah 17 Agustus 2025. Prediksi itu terbukti benar, meski hasilnya dianggap publik tidak sesuai harapan.

“Sebetulnya tidak ada reshuffle hari ini. Memang ada pergantian oknum-oknum menteri. Tetapi yang dituntut publik kan bukan sekadar pergantian, tetapi kualitas kabinet berubah,” ujar Rocky di YouTube @RockyGerungOfficial_2024, Kamis (18/9/2025).

Rocky menambahkan banyak protes publik bermunculan karena perombakan tidak menyentuh menteri-menteri yang dianggap bagian dari Geng Solo. (ut)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement