Connect with us

Politik

Melalui Amandemen UUD, Sebenarnya RI Sudah Merubah Bentuk Negara ke Semi Federal Berkedok Reformasi

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Tahun 1920 an Wakil Pribumi di Parlemen Belanda menuntut agar Kerajaan Belanda segera memerdekakan Indonesia (Hindia Belanda), dengan sombongnya Kerajaan Belanda menolak.

1940an Jepang melancarkan Propaganda jika mereka Cahaya Asia, akan membebaskan bangsa Asia dari penjajahan orang barat. 1943 ketika Jepang menduduki Indonesia disambut baik oleh rakyat baik yang terpelajar maupun yang bloon.

1943-1944 Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia apabila bersedia membantu Jepang berperang dengan musuhnya sekutu Barat termasuk Belanda. Mereka para pemimpin pergerakan dan rakyat berbondong-bondong mensukseskan program Jepang seperti Romusa dan Peta. Jepang bilang, walau Romusa & Peta itu sangat sengsara dan menyakitkan nanti apabila sekutu kalah Indonesia akan merdeka.

1945, Jepang kalah oleh sekutu, kalah tanpa syarat lagi. Atas titah kaisar Jepang, seluruh wilayah Pendudukan Jepang termasuk Indonesia diserahkan kepada sekutu. Mendengar kenyataan ini Para Birokrat dan Tentara Pribumi didikan Jepang kecewa terhadap Jepang.

1945, sebagian Perwira Jepang merasa malu ketika didesak oleh para Pemimpin Indonesia atas janji pemberian Kemerdekaan. Karena malu dan hilang muka sebagian diantara mereka membantu Indonesia untuk membentuk Negara Indonesia dan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia walau mereka melanggar sabda Kaisar mereka.

1945 diproklamirkan Kemerdekaan Indonesia dan setelahnya dibentuk Pemerintahan Republik Indonesia dengan Soekarno & Hatta sebagai Presiden dan Wakilnya.

1945-1949 Sekutu yang melucuti Jepang justru hendak mengembalikan Indonesia kepada Belanda. Belanda kemudian melancarkan agresi dan pembubaran Pemerintah Indonesia yang telah dibentuk sejak Proklamasi.

1945-1949 terjadi perang besar antara Belanda Vs Indonesia, berita peperangan cepat menjalar sebab sasaran kemarahan rakyat Indonesia bukan hanya tentara Belanda, tapi juga tentara Sekutu dan orang-orang Sipil Eropa.

1948-1949, Pejuang Indonesia dari Kalangan Komunis segera merapat ke Komunis Soviet & Cina untuk minta bantuan dalam melawan pendudukan Sekutu dan Belanda di Indonesia, atas hal ini, Amerika khawatir, maka diam-diam Amerika lebih memilih pecah Kongsi dengan Inggris dan Belanda, mereka justru berpihak pada Indonesia. Gerakan kemerdekaan Indonesia didukung Amerika melalui PBB.

1949 melalui PBB Belanda didesak agar hengkang dari Indonesia. Belanda setuju, asal Indonesia mau menuruti kehendak mereka, yaitu membentuk Negara Indonesia Serikat.

1949, Belanda mengakui berdirinya RIS, Negara model ini jika berlanjut akan diperintah oleh Raja-Raja daerah ataupun Presiden-presiden Kecil yang dahulu orang-orang tersebut merupakan jongos Belanda.

1950 dengan entengnya Indonesia merubah bentuk Negara RIS dan mengembalikannya menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ide pembentukan awal Negara dan menyingkirkan segala ide-ide Belanda. Dalam hal ini Belanda sewot.

Andai Belanda Menang dalam siasat, maka Negara kita akan menjadi Federal sesuai Keputusan KMB (Konferensi Meja Bundar), Raja-Raja dan Para Feodal lainnya yang dulu menjadi jongos Belanda berkuasa hingga anak keturunannya. Mirip Negara sebelah.

Akan tetapi lewat jongos-jongosnya pada tahun 1998-1999 melalui Amandemen UUD 1999/2002 merubah bentuk Negara dengan kedok Reformasi dan sampai sekarang sudah berbentuk Semi-Federal dengan kedok Otonomi Daerah. (tw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement