Teknologi
‘OCEAN BLOOM’: Rumah Kaca Mandiri di Norwegia
REPORTASE INDONESIA – Norwegia, Sebuah perusahaan Norwegia telah mengembangkan rumah kaca terapung mandiri bernama “Ocean Bloom”, yang mengintegrasikan akuaponik, energi surya, dan desalinasi untuk menghasilkan pangan, energi bersih, dan air murni.
Platform ini menggunakan ponton terapung yang menampung panel surya, pemurni air, dan turbin angin.
Platform ini menggabungkan pertanian tanpa tanah dengan iklim terkontrol dengan akuaponik, di mana limbah ikan menyuburkan tanaman.
Sistem desalinasi mengubah air laut menjadi air tawar untuk irigasi dan menghasilkan listrik berlebih.
Ocean Bloom juga bertindak sebagai penyerap karbon dan meningkatkan ekosistem laut.
EKOSITEM MANDIRI
Platform ini dirancang sebagai sistem loop tertutup, meminimalkan limbah dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.
INTEGRASI AKUAPONIK
Limbah ikan dari sistem akuakultur digunakan untuk memupuk tanaman di rumah kaca, sehingga menghilangkan kebutuhan akan pupuk eksternal.
ENERGI TERBARUKAN
Panel surya, turbin angin, dan penangkapan energi gelombang digunakan untuk menggerakkan operasi platform, termasuk desalinasi.
DESALINASI
Unit desalinasi mengubah air laut menjadi air tawar, menyediakan air irigasi untuk tanaman dan menghasilkan kelebihan air tawar untuk masyarakat sekitar.
MANFAAT LINGKUNGAN
Bioreaktor alga Ocean Bloom bertindak sebagai penyerap karbon, menyerap CO2, dan membantu mengurangi pengasaman laut.
SKALABILITAS
Teknologi ini dirancang agar dapat diskalakan dan dapat diterapkan di negara-negara kepulauan dan negara-negara dataran rendah yang menghadapi kenaikan permukaan laut, menurut salah satu sumber.
HASIL MAKSIMAL
Uji coba awal menunjukkan bahwa rumah kaca menghasilkan hasil panen yang jauh lebih tinggi per meter persegi dibandingkan dengan pertanian berbasis lahan tradisional, menurut Floatingsolutions.org.
Kapan Indonesia, negeri kita tercinta punya “political will” untuk lebih fokus untuk dapat berinovasi “swasembada energi” yang seperti ini? (tw)
