Olahraga
Pelatih Timnas U-17 Panggil 9 Pemain Diaspora Internasional, Bakat Muda Lokal Kemana?
REPORTASE INDONESIA – Bali, Sentuhan global tengah menerpa Timnas Indonesia U‑17. Pelatih Nova Arianto secara mengejutkan memanggil sembilan pemain diaspora internasional ke pemusatan latihan (TC) di Bali, membawa aroma strategi taktis dan identitas nasional modern menjelang Piala Dunia U‑17 2025.
Dipioniri oleh lima pemain Indonesia yang berkarier di Belanda — Feike Muller (Willem II), Deston Hoop, Floris De Pagater (SC Telstar), Noha Pohan S (NAC Breda), dan Jona Gaelink (FC Emmen) — serta empat lainnya yang bermain di Australia, Italia, dan Norwegia: Eizar Jacob Tanjung, Lionel De Troy, Azadin Ayoub, dan Nicholas.
Langkah ini bukan sekadar menambah skuad, melainkan pernyataan ambisi. Nova secara terang-terangan menyebut akan melihat kecocokan teknik dan kecerdasan taktis diaspora tersebut dalam sistem permainan yang tengah dibangun.
“Ya pastinya kami mencoba beberapa opsi pemain baru dan akan kita lihat apakah mereka bisa sesuai dengan filosofi apa yang akan kita rencanakan,” ujar Nova, Rabu (2/7/2025).
Panggilan ini juga sudah mendapat sinyal hijau dari federasi dan klub asing para pemain. Nova memastikan distribusi tugas sudah jelas: ketigabelas pemain, termasuk diaspora, siap mengikuti TC di Bali.
“Sejauh ini iya (akan hadir TC),” kata mantan asisten Shin Tae‑yong itu.
Lalu bagaimana dengan bakat-bakat muda lokal yang sudah diasah, apakah mereka akan dikasih kesempatan di Piala Dunia U-17?
Apa Kelebihan Pemain Diaspora Ini?

Deston Hoop (17 tahun) dipanggil oleh pelatih Nova Arianto untuk mengikuti skuad Timnas Indonesia U‑17 sebagai persiapan Piala Dunia U‑17 2025.
Lahir di Belanda pada 30 Mei 2008 dari ibu keturunan Maluku (kakek dari Itawaka, Maluku), Deston sudah mendapat perhatian sejak tahun lalu.
Pada musim lalu ia membela Alphense Boys U‑16 (liga kasta ketiga di Belanda), mencetak 5 gol dan 8 assist. . Kini ia bergabung dengan akademi SC Telstar, klub kasta tertinggi U‑17 Belanda.
Deston mampu bermain sebagai winger kanan/kiri, wingback, atau striker; namun ia merasa paling cocok di posisi winger kanan. Namanya kian dikenal usai ia mengibarkan bendera Indonesia saat membantu Telstar U‑17 juara divisi 3 Liga Belanda U‑17. (tw)
