Connect with us

Politik

Pengamat Prediksi 3-4 Koalisi Bakal Terbentuk Setelah 3 Capres Maju

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pengamat Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam memprediksi tiga sampai empat koalisi bakal terbentuk setelah PDIP resmi mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden 2024.

Umam menjelaskan PDIP bakal punya posisi kuat untuk membentuk poros sendiri tanpa harus bergabung dengan koalisi besar yang rencananya gabungan dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

“Konsolidasi koalisi super besar antara koalisi besar plus PDIP hampir bisa dipastikan gagal sehingga PDIP akan maju secara terpisah dari koalisi besar, yang dapat membuka kemungkinan terbentuknya tiga poros koalisi capres,” kata Khoirul Umam saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Ia menambahkan apabila internal koalisi besar, yang saat ini belum resmi terbentuk, juga pecah karena negosiasi yang mandek, maka terbuka peluang terbentuk empat koalisi capres. Empat koalisi itu kemungkinan poros PDIP, koalisi besar, pecahan koalisi besar, dan Koalisi Perubahan, yang saat ini beranggotakan Partai Demokrat, PKS, dan NasDem.

Umam, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (IndoStrategic), berpendapat diusungnya Ganjar Pranowo sebagai capres merupakan respon cepat PDIP terhadap tekanan dari sejumlah partai politik pendukung pemerintah.

“Pencapresan Ganjar oleh PDIP berarti menutup peluang negosiasi politik yang hendak dilakukan koalisi besar yang dikomando Gerindra. Artinya, proposal pencapresan Prabowo ditolak keras PDIP. Dengan demikian, pencapresan Ganjar ini merupakan respon cepat PDIP yang sejak awal sadar betul dirinya dikepung partai-partai lingkaran Istana hang mengakumulasi 49,3 persen kekuatan kursi parlemen,” kata Umam di jakarta (26/3/2023).

Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) mengatur pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi dari DPR RI. Pasangan calon juga dapat diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 yang total perolehan suara sahnya minimal 34.992.703 suara.

Di Balik Layar Oligarki

Cerita seorang wartawati Naniek S Deyang

Semoga ini bisa menjadi pengetahuan, bahwa 2024 Pilpres dan Pileg masih milik Oligarki, dan para pejabat penikmat kekuasaan yang ingin terus langgeng.


Roda ban mobil saya baru memasuki wilayah Boyolali -Jateng, waktu seorang mantu konglomerat bolak -balik WA, tanya saya sampai dimana?

Seolah dia tidak sabar membagi kebahagiannya yg membuncah setelah Ketua PDIP Megawati Sokarno Puteri menetapkan Ganjar Pranowo sebagai Capres dari PDIP.

Padahal beberapa bulan belakangan, sebelum Mega mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai Capres , beberapa kali bertemu , saya lihat wajahnya masih “masam”, lantaran berbagai manuver dilakukan para oligarki dan lembaga survei belum menggoyahkan hati Bu Mega menetapka Ganjar sebagai Capresnya.

Saya berkawan sangat lama dengan mantu konglomerat ini, bahkan sebelum jadi mantunya konglomerat , yaitu saat dia sekolah broadcast di Amerika. Kala itu sang Camer mau mengambilalih sebuah stasiun TV. Dia melihat saya sebagai orang media yg ulet dan mau membajak saya. Sayang TV tersebut keburu jatuh ke HT.

Kembali ke laptop, akhirnya kaki saya mendarat di rumahnya yg entah rumahnya yg ke berapa yg di Solo, karena rumahnya memang hampir ada di setiap kota besar. Saya disambut dengan gembira.”Woe mbakyuku minal aidin ya, maaf lahir bathin pokoknya,” ujarnya nyerocos dengan suara riang.

Pilihan boleh beda tapi kami tetap hopeng, dua kali Pilpres selalu saya kalah dan dia suka membully saya, tapi saya gak mutung ( marah), itu yang membuat kawan saya ini respek pada saya, dan kita tetap bersahabat. “Mbak kon iku koyok tentara pantang menyerah ( Mbak Anda itu seperti tentara pantang menyerah) ” katanya kalau membully saya, dan saya bergeming.

Kami menikmati makan malam , berjam -jam , dan intinya dalam makan malam dia yakinkan saya PDIP bakal hattrick sebagai partai pemenang Pemilu, soalnya modalnya banyak , dan para konglomerat akan menggerakkan karyawan , buruh dan keluarganya untuk memilih PDIP.

Dia juga bercerita para konglomerat dan para pejabat ( gak enak saya nyebutnya dan tentu berbahaya), akhirnya bisa bernafas lega, setelah Ganjar ditunjuk Bu Mega dan merela para konglomerat ( saya menyebutnya oligarki) berusaha keras bagaimana untuk bisa memenangkan Ganjar, seperti saat memenangkan Jokowi.

Saya bertanya mengapa Bu Mega akhirnya nyerah pilih Ganjar? ( saya gak bisa gamblang menulis ya di medsos), tapi intinya Bu Mega ditekan tiga orang dekatnya, kalau tidak memilih Ganjar, maka Mbak Puan akan dihadang menjadi Ketuam PDIP. Jadi “deal” nya Mbak Puan Jadi Ketum PDIP? Yap! “Ibu mau pencalonan Mbak Puan sebagai Ketum PDIP mulus seperti saat SBY mewariskan partainya ke AHY,” kata teman saya.

Jadi di PDIP sendiri , memang terbelah dua, yaitu barisan pendukung Ganjar dan barisan pendukung Mbak Puan, barisan pendukung Ganjar lebih solid karena dimotori orang dekat Bu Mega sendiri dan sangat berpengaruh.

Kemudian ada skenario baru dari para oligarki , Ganjar gak jadi dipasangkan dengan Erick Thohir, karena disadari oleh para konglomerat suara Islam masih jadi penentu , kalau pasangannya Ganjar -Erick maka tidak akan membawa suara Islam, maka Sandi Uno pilihan tepat. Sandi dianggap bisa menambang suara Prabowo dan Anies, itu sebabnya diatur oleh oligarki dan King Maker, agar Sandi meninggalkan Gerindra dan bergabung ke Partai Islam. Apalagi Sandi selama ini memang selama ini sdh besar di antara para oligarki.

Lha kan Erick separuh darahnya China? Kenapa nggak kalian pertimbangkan? “Politik itu aslinya gak ada urusan ras, tapi bagaiman kami bisa tetap menguasai seperti selama ini” jawabnya singkat.

Saya nanya Pak Prabowo , teman saya tertawa -tawa , “susah Mbakyu, Prabowo itu buat kami orang Chinese masih menakutkan dan kartu mati. Dia darahnya terlanjur merah putih susah diubah. Dia akan pura2 baik sama kami, tapi nanti kami akan dilibas, saat jiwa patriotismenya muncul,” katanya sambil menyebut yg saya juga gak bisa tulis di medsos karena sensitif.

Intinya oligarki tidak mau sampai kapanpun Prabowo jadi presiden , kepentingan politik besar mereka dan kepentingan bisnis mereka akan berantakan kalau sampai Prabowo menjadi presiden. Mereka juga tidak suka dengan keluarga Pak Prabowo yg dianggap akan “merepotkan” bisnis mereka, karena lebih berkawan dengan barat, Amerika tepatnya.

Lalu Anies? Sebetulnya tidak terlalu bermasalah buat mereka, karena buktinya Anies bisa bermain dengan para pemilik proyek reklamasi , dimana reklamasi itu sekarang menjadi lambang kebanggaan para oligarki, karena sdh bisa membuat kawasan pecinan baru yg lebih luas . Hanya mereka tidak suka dengan Islam garis keras yg mendukung Anies, dan juga kroni JK dan Surya Paloh.

Lalu bagaimana untuk bisa memenangkan Ganjar -Sandi? Maka akan dibuat hanya dua pasang saja yg masuk arena pertarungan Pilpres , yaitu Ganjar – Sandi vs Prabowo -Airlangga.

Mengapa bukan Prabowo vs Imin? karena Cak Imin masih terlalu kuat utk menarik masa NU , jadi Prabowo harus dipasangkan dengan yg paling lemah yaitu Airlangga Hartarto. Cak Imin akan ditekan pakai kardus durian.

Dengan Ganjar -Sandi vs Prabowo – Airlangga, nanti akan dibuat kampanye orang2 muda melawan orang2 tua.”Dah selesai itu Mbak, 70 persen pemilih kita orang muda,” katanya enteng.

Meski sebetulnya hampir semua makanan yg saya makan mau keluar, saya tahan dengan sekuat tenaga utk tdk muntah. Saya marah, dan semua campur aduk jadi satu. Tapi saya tidak berdaya, dan saya hanya manggut2. “Jadi biar gak kalahnya hatrick , Mbak Deyang ikut kita aja,” bujuknya sambil terbahak.

Jarum jam menunjukkan hampir pukul 23.00, saya pamit dan menyalaminya sambil mengatakan, “meski dua kali doa saya belum dikabulkan Allah SWT, kasih kesempatan saya untuk berdoa lagi, semoga keajaiban seperti kasus Sambo terjadi pada Pilpres 2024. (utw)

Politik

Pandji Pragiwaksono Sentil Dinasti Politik Jokowi Famz

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Dalam sebuah video yang diunggah oleh channel YouTube Total Politik salah satu presenternya yang bernama Arie Putra menyebutkan bahwa Dinasti Politik adalah Human Rights. Video konten tersebut diunggah pada Selasa 4 Juni 2024 dengan judul “Pandji Pragiwaksono Kaget Sama Jurus Andalan Prabowo?”

Mulanya Arie Putra bertanya kepada Pandji soal sensitivitasnya terhadap dinasti politik. Diketahui, Pandji bukan hanya seorang komedian dan aktor, ia juga sering menyampaikan pandangannya soal politik di media sosial dan acara-acara yang ia datangi.

“Kenapa lu agak sensi kayaknya, gua lihat ada sensitivitas soal politik dinasti, kan itu hak warga negara, mau lu dinasti atau nggak,” tanya Arie kapada Pandji.

Pandji merespons dengan sarkas pertanyaan sekaligus opini Arie. Belum sempat menjawab, Arie kemudian menjabarkan alasan tentang pendapatnya tersebut.

“Ini pernah digugat orang MK dan diterima oleh MK, loh. Waktu itu dinasti nggak boleh maju, anak dari bupati nggak boleh maju, saudara, istri dari bupati nggak boleh maju. Ini pendapat MK.” Jelas Arie.

Menurut Arie praktik dinasti politik sebelumnya tidak ada di Indonesia seperti anggota keluarga bupati yang awalnya tidak boleh ikut di dalam pemerintahan, di mana kekuasaan dan pengaruh politik tidak diwariskan secara turun-temurun dalam satu keluarga.

“Gua sebagai warga negara konstitusional, dong. Gua berbicara hak warga negara. Gua punya opini, gua Asian values.” ungkap Arie.

Pandji yang merasa pernyataan Arie berbelit, menyuruh Arie untuk ungkapkan inti dari pandangannya tentang dinasti politik.

“Hentikan omong kosong itu, omong aja apa yang lu maksud,” tegas Pandji dalam bahasa Inggris.

Menurut Pandji, jawaban ‘human rights’ tidak bisa dibenarkan dalam dinasti politik. Dinasti politik dianggap melanggengkan kejahatan di pemerintahan, karena dengan dinasti politik anggota keluarga yang sama-sama menjabat akan bekerja sama untuk menutupi kesalahan salah satu atau banyak pejabat negeri.

Perbincangan tentang dinasti politik antara Pandji dan Arie didasari oleh Gibran Rakabuming Raka yang terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia 2024 yang akan dilantik Oktober 2024 mendatang berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai presidennya. (ut)

Continue Reading

Politik

PKS Sambangi Demokrat, Pinang Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur?

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Surabaya, Setelah mengunjungi kantor Partai Gerindra dan Golkar Jawa Timur, pengurus DPW PKS Jawa Timur melakukan kunjungan ke kantor DPD Partai Demokrat Jatim pada Jumat (31/5).

Dalam kunjungannya, rombongan pengurus PKS Jatim disambut Ketua DPD Partai Demokrat Emil Elistianto Dardak dan pengurus lainnya.

Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menyampaikan, silaturahmi kebangsaan yang dilakukan PKS Jatim ke kantor Partai Demokrat Jatim lahir dari keinginan yang sama untuk berkontribusi membangun Jawa Timur. Setelah kontestasi pemilu, kemudian akan dilanjutkan dengan pilkada yang merupakan sarana memunculkan kader-kader terbaik untuk memimpin Jawa Timur.

”Silaturahmi ini merupakan proses politik, harus dibangun intensif agar menciptakan situasi kondusif. Jika pada akhirnya, pilihan berbeda, ini merupakan kebijakan masing-masing partai,” kata Kang Irwan.

Namun, dia melanjutkan, jika dalam proses menjalin komunikasi ada titik temu, itu juga merupakan fakta politik yang pada akhirnya menjadi kebijakan masing-masing partai.

Terkait pilkada, dalam kesempatan tersebut Irwan menyampaikan, DPD kabupaten/kota se-Jawa Timur sedang proses komunikasi dengan para calon dan parpol politik di masing-masing daerah. Termasuk Pilgub, hingga saat masih proses untuk menjajaki komunikasi dengan Khofifah.

Dalam pertemuan itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Dardak mengaku rutin berkomunikasi dengan Irwan.

”Alhamdulillah teman-teman PKS berkenan bersilaturahmi ke kantor kami. Kita ngobrol-ngobrol santai, tujuannya ukhuwah. Apalagi setelah pileg, setelah sama-sama berjuang, berkompetisi, alhamdulillah kita menjaga kerukunan dan persatuan,” kata Emil.

Menurut dia, pertemuan PKS-Demokrat Jatim berbincang tentang kondisi Jawa Timur.  Karena itu, komunikasi harus terus dijaga dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Emil didampingi Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Muhamad Reno Zulkarnaen, Bendahara Agung Mulyono, Kepala BPOKK DPD Mugianto, Sekretaris BPOKK DPD Muhammad Saifuddin, Sekretaris Bappilu DPD Dedi Irwansa, dan Wakil Bendahara DPD Subianto.

Sementara Irwan didampingi Plt Sekretaris DPW PKS Jatim Mashuri, Wakil Sekretaris Frimainto Utomo, Bendahara Lilik Hendarwati, Ketua Bidang Polhukam Dwi Hari Cahyono, dan Ketua Bidang Kepemudaan Dian Heri. (utw)

Continue Reading

Politik

Prabowo Koreksi Janji Makan Siang Gratis, Dokter Tifa: Rakyat Sudah Muak Dengar Janji Palsu Politikus

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma, yang akrab disapa Dokter Tifa, memberikan komentar terkait pernyataan terbaru Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Prabowo belum lama ini berbicara mengenai perubahan program “Makan Siang Gratis” menjadi “Makan Bergizi Gratis” untuk anak-anak.

Tifa mengaku memiliki firasat buruk mengenai perubahan ini.

Menurut Tifa, istilah “Makan Bergizi Gratis” memungkinkan program tersebut dijalankan secara sporadis.

“Kalau Makan Bergizi Gratis artinya bisa kapan-kapan saja dijalankan,” ujar Tifa dalam keterangannya di aplikasi X @DokterTifa (24/5/2024).

Tidak seperti “Makan Siang Gratis” yang memiliki tanggung jawab berat karena harus menyediakan makanan setiap siang secara konsisten.

“Kalau Makan Siang Gratis, berat tanggung jawabnya karena setiap siang harus ada tuh,” cetusnya.

Tifa menyarankan agar Prabowo tidak memaksakan diri untuk menunaikan janji kampanye yang mungkin sulit direalisasikan.

“Saran saya ke Pak Prabowo, ngga usah paksain diri buat tunaikan janji kampanye,” ucapnya.

Blak-blakan, Tifa menyebut bahwa rakyat sudah mati rasa dengan janji-janji politik. “Rakyat udah mati rasa sama janji-janji para politikus,” sebut Tifa.

Ia juga menyinggung Presiden Jokowi, yang menurutnya memiliki ratusan janji yang diumbar namun belum banyak yang ditunaikan.

“Pendahulu anda saja ratusan janji diumbar udah mau bubar belum ada janjinya yang dibayar,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Tifa mencatat bahwa Jokowi tetap terlihat santai meski banyak janji belum dipenuhi.

“Dia santai aja kok,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden terpilih Prabowo Subianto mengoreksi istilah “Makan Siang Gratis,” salah satu program unggulan dirinya bersama wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.

Prabowo menggantinya menjadi “Makan Bergizi Gratis untuk Anak-anak” dengan alasan khusus.

Prabowo menjelaskan bahwa banyak anak sekolah masuk sejak pagi dan pulang pada siang hari.

Oleh karena itu, jika makan gratis baru diberikan pada siang hari, program tersebut akan kurang efektif karena anak-anak sudah pulang sekolah.

Inti dari program ini, menurut Menteri Pertahanan RI tersebut, adalah memastikan anak-anak di Indonesia mendapatkan makanan bergizi secara gratis, sehingga mereka tetap sehat dan siap belajar dengan baik.

Berarti janji Prabowo makan gratis untuk ibu hamil tidak jadi? Lalu tak jadi juga untuk pencegahan stunting?

Belum juga dimulai sudah direvisi, dikoreksi, di ralat. Nanti ujung-ujungnya jadi perubahan.

Jadi, jika membuat janji dan program kampanyr itu di pikir dulu matang-matang, jangan asal omon-omon. Kasihan barisan 58% yang terlanjur terlena menunggu makan gratis berakhir meringis. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending