Connect with us

Hiburan

Penyanyi Dancedhut NAGASWARA: Balena Luncurkan Single Baru “Harusnya Aku Bukan Dia”

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Mengawali tahun baru 2024 penyanyi dancedhut NAGASWARA, Balena kembali merilis single baru berjudul “Harusnya Aku Bukan Dia” ciptaan Hendy Irvan. Single ini berkisah tentang seorang cewek yang ditinggal sang kekasih saat si kekasihnya ini sudah merasa sukses dalam karirnya. Cerita dilirik lagu baru tersebut sama seperti yang dialami oleh Balena.

“Makanya pas aku dengar lagu ini dari kang Hendy Irvan, aku bilang gila banget kata-katanya. Ini gue banget’, cerita di lirik lagu sama dengan kejadian di kehidupanku, aneh, tapi itu semua benar terjadi, namun semua itu sudah berlalu sih,” ungkap Balena.

Hendy Irvan sebagai pencipta lagu “Harusnya Aku Bukan Dia” mengaku surprise dengan Balena yang disodorkan lagunya. Single tersebut bercerita bahwa ternyata Balena memiliki kisah serupa dengan lagu yang diciptakannya. Makanya Hendy Irvan tak memungkiri bahwa penyanyi asal Sukabumi, Jawa Barat itu dapat menyanyikannya dengan sangat bagus. Bahkan menurut Handy proses rekaman Balena berlangsung hanya satu jam.

“Aku baru tahu nih, pantas rekamannnya bagus banget. Nge-take nya sebentar banget. Dapat banget dia feel dan ngobrolnya. Penjiwaan Balena sendiri sangat luar biasa. Kali ini agak beda (lagunya) karena ada unsur koplo supaya masuk,” ujar Hendy Irvan, sebagai pencipta lagu tersebut.

Saking semangatnya, Hendy Irvan yang juga menciptakan lagu untuk sejumlah penyanyi terkenal di tahun 90-an itu sampai ikut menemani Balena saat syuting video klip “Harusnya Aku Bukan Dia”. Hendy mengatakan hal tersebut sebagai bentuk support.

“Dulu, sekitar empat tahun lalu, Balena atau biasa disapa Lena sudah menyanyikan lagu ciptaan saya berjudul ‘Jangan Menangis Untukku’. Alhamdulillah sekarang ada lagu yang dia rasa pas juga buat diri dia,” ungkap Hendy Irvan.

Memang terkadang sebuah lagu identik dengan cerita pribadi kehidupan yang dialami si penyanyinya. Kisah serupa dilirik lagu hampir sama dengan yang dialami Balena. Balena sendiri menjelaskan bahwa lagu ini memiliki pesan moral bahwa dalam hidup kita jangan seperti itu. Membina suatu hubungan. Jangan lupa kacang dengan kulitnya. Dan tetaplah setia pada pasangannya baik dalam keadaan susah dan senang.

Balena, merupakan penyanyi solois cantik bergenre Dangdut yang bernaung di bawah payung NAGASWARA dapat dikatakan terbilang sukses berkarir lewat lagu-lagu Dangdutnya. Selain cantik, Balena piawai dalam bernyanyi, suara merdunya sangat enak untuk dinikmati.

Apalagi ciri khasnya bernyanyi dengan penampilan cantik elegan, selalu membuat para penonton tak mau lepas dari pandangannya.

Perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat ini mengawali karir bermusiknya dengan nama Lena Permatasari. Balena memang memiliki bakat dan kemampuan bernyanyi yang terbilang matang dan siap saji.

Dalam payung NAGASWARA kesiapan mental Balena untuk meraih sukses di belantika musik Tanah Air semakin tinggi. Beberapa single yang telah dirilisnya pun menuai sukses. Seperti single “Baper”, “Sianida” Yang Kunanti’, “Jangan Su’udzon”,“Jangan Menangis Untukku”,“Nyaman”, dan “Percuma Main Dukun”. Kini single terbaru sia[ dipersembahahkan kepada selurh lapisan masyarakat Indonesia di manapun berada, “Harusnya Aku Bukan Dia”.

Artist : Balena
Title : Harusnya Aku Bukan Dia
Composer : Hendy Irvan
Producer & Arranger : Rahman Hakim
Vocal Director : Hendy Irvan
Mixing Engineer : Rahman Hakim
Mastering Engineer : Depp RPH
Label : NAGASWARA
Publisher : NAGASWARA PUBLISHERINDO MUSIK
Genre : Dangdut
Rilis : Februari 2024. (utw)

Hiburan

Warna Bulu burung Lucu dan Suaranya Bagus, Tolong Pikir Lagi Jika Pelihara Burung Ungkap Ustadz Khalid Basalamah

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Apa hukum memelihara burung dalam Islam? Simak penjelasan Ustadz Khalid Basalamah berikut ini. Banyak orang memiliki hobi memelihara hewan, mulai dari pelihara hewan yang menggemaskan, unik, hingga hewan-hewan yang membutuhkan perawatan ekstra.

Bagi sebagian orang memelihara dan merawat hewan menjadi kesenangan tersendiri hingga dapat menghilangkan stres.

Ustadz Khalid Basalamah ungkap hukum memelihara burung. Sumber: Pixabay dan YouTube Khalid Basalamah Official

Termasuk memelihara burung, terlebih burung-burung dengan bulu atau warna sayap berwarna-warni serta suara yang indah. Burung yang dipelihara tentu akan dimasukkan dalam kurungan serta diberi makan dan minum setiap hari.

Namun, bagaimana hukumnya memelihara burung dalam Islam? 

Dalam salah satu kesempatan dakwah, Ustadz Khalid Basalamah mendapat sebuah pertanyaan ‘Kalau kita memelihara hewan yang dikurung, kemudian mati, apakah kita berdosa?’. Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, dalam memelihara hewan harus kembali lagi kepada syar’i alias dilakukan berdasarkan ketentuan syariah.

Dalam Islam, hewan yang diperbolehkan dipelihara adalah hewan ternak. “Memelihara hewan harus kembali kepada syar’i, karena perilaku memelihara hewan dalam Islam yang diperbolehkan adalah hewan ternak,” ujar Ustadz Khalid Basalamah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika sebaik-baiknya harta seorang muslim adalah hewan ternak atau hewan yang bisa dimakan, misalnya kambing, sapi, unta, ayam, dan lain-lain. “Kata Nabi SAW, sebaik-baiknya harta seorang muslim, kambing misalnya. Maka ternaklah kambing itu. Kambing, sapi, unta, ayam, yang dimakan,” ucap Ustadz Khalid Basalamah.

Lantas, untuk memelihara burung, Ustadz Khalid Basalamah tidak menganjurkan, sebab burung diberi sayap untuk terbang.

“Daripada pelihara burung untuk dengar suaranya, mending pelihara anak yatim, banyak pahalanya. Banyak biayanya burung itu, biaya ini, biaya itu, kalau mau dengar suaranya burung, tinggal buka YouTube, semua suara burung ada,” ucapnya. Menurut Ustadz Khalid Basalamah, hobi memelihara hewan-hewan yang tidak penting harusnya diubah menjadi hal-hal yang positif.

“Hobi ini harus diubah. Ubah kepada hal-hal yang positif,” ujar Ustadz Khalid Basalamah. Mengingatkan kembali, hewan yang boleh dipelihara menurut syariat adalah hewan ternak, sekaligus boleh untuk diperdagangkan. (tw)

Continue Reading

Hiburan

Ramadan Identik dengan Wali Band yang Kembali Rilis Single Religi ‘Pulang (Robibighfirli)’

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Ramadhan seakan identik dengan Wali band. Wali memang menjadi satu di antara sedikit band yang tidak pernah absen merilis single religi setiap menjelang bulan Ramadhan. Ramadan 2024 ini, Wali kembali memperkenalkan single religi terbaru mereka yang berjudul “Pulang (Robbighfirlii)”.

Sedikit berbeda dari single-single religi sebelumnya, “Pulang (Robbighfirlii)” dikonsep dengan sentuhan musik yang nge-rock untuk sebuah lagu religi. Lagu tersebut bahkan sudah dibuka dengan permainan gitar Apoy yang lumayan cadas.

Tapi itulah Wali, selalu tidak terduga. Band dengan personil Apoy (gitar), Faank (vokal), Tomi (drum) dan Ovie (keyboard) itu mencoba memadukan sebuah ajakan untuk kembali kepada Allah dengan konsep musik rock..

“Ini sangat berbeda dari lagu-lagu religi Wali sebelumnya, konsep musiknya termasuk temannya yaitu kembali kepada Allah SWT. Harapan Wali tentu saja semoga menjadi inspiring di bulan Ramadhan dan seterusnya,” kata Apoy.

Secara garis besar lirik single ini bercerita soal setiap manusia yang mungkin saja keluar dari garis ketetapan Allah. Namun, sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun, sesungguhnya Allah selalu menginginkan hambanya untuk kembali pulang atau bertaubat.

“Sebesar apa pun dosa kita, lebih besar lagi rahmat ampunan Allah Sang Penyanyang. Allah merindukan kita untuk pulang (bertaubat),” terang Apoy.

Seperti biasa, single religi “Pulang (Robbighfirlii)” milik Wali kali ini pun dipersiapkan untuk menjadi lagu tema sinetron Ramadan berjudul “Tempat Kembali Pulang” yang tayang di RCTI. Tahun ini, Wali tidak melanjutkan sinetron “Amanah Wali”.

Lewat single religi yang berbeda dan sinetron Ramadhan baru, Wali ingin memberikan sebuah penyegaran kepada penggemarnya. Meski demikian, ajakan untuk berbuat baik masih tetap menjadi tujuan Wali dalam merilis setiap karya-karyanya.

Sementara, untuk penggarapan video klip single religi “Pulang (Robbighfirlii)”, Wali memilih konsep minimalis. Alasannya agar lirik dan musik yang lebih keras di single tersebut dapat lebih mudah tersampaikan.

Dalam video klip tersebut, sutradara Priscilla Citra dari Rupa Creative & Studio menampilkan para personil Wali tengah perform dengan kostum ala rocker. Hanya menggunakan satu model anak muda (Zhafari), warna-warna gelap atau gotik terlihat dominan dalam video klip berdurasi lebih dari empat menit itu.

Di momen yang sama menjalang bulan Ramadhan 2024 ini, single Wali berjudul “Setia Jujur dan Taqwa (SEJUTA)” juga kembali menjadi sound pilihan para pengguna media sosial terutama TikTok. Trend yang sama juga terlihat di streaming Spotify dan YouTube.

Single dengan konsep musik ala Minang, Sumatra Barat itu masuk dalam album “Aku Bukan Bang Toyib” yang dirilis Wali tahun 2011 yang lalu. Liriknya bercerita soal sebaik-baiknya standar memilih pasangan hidup adalah mereka yang setia, jujur dan taqwa.

Artist : Wali
Tittle : “Pulang (Robbighfirlii)”
Composer : Apoy
Producer & Arranger : Wali
Mixing Engineer : Sadat Effendy
Mastering Engineer : Aziz Kentel
Label : NAGASWARA
Publisher : NAGASWARA PUBLISHERINDO MUSIK
Genre : Religi
Release : Maret 2024. (utw)

Continue Reading

Hiburan

UNGU Rilis Single Religi di Ramadan Tahun Ini yang Sudah Jadi Tradisi

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Melanjutkan tradisinya di setiap bulan suci Ramadan, UNGU kembali merilis karya terbaru. Karya tersebut berjudul “Baik dan Burukmu”.

Bisa dibilang, “Baik dan Burukmu” adalah persembahan spesial band yang digawangi oleh Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bass), dan Rowman (drum) itu. Karena sebelumnya, UNGU kerap meluncurkan karya berupa remake atau berkolaborasi dengan musisi lain. 

“Baik dan Burukmu” adalah hasil brainstorming Enda dan Oncy dalam memahami apa arti hidup manusia selama berada di dunia secara mendalam.

Dikemas dengan nuansa slow pop diiringi petikan gitar, strings, serta entakan musik dalam format full band menjelang akhir, “Baik dan Burukmu” terdengar khidmat sekaligus menegaskan pesan dalam liriknya, menjadikan lagu tersebut sebuah bahan perenungan yang tepat di bulan puasa.

“Akhir-akhir ini, semakin banyak orang yang berburuk sangka dan main hakim sendiri sampai menuduh orang lain bersalah dan berdosa. Padahal, sesungguhnya, Yang Maha Mengetahui tentang benar atau salahnya setiap makhluk adalah Tuhan. Baik dan burukmu, hanya Tuhan yang tahu,” ucap Oncy di jakarta, (14/3/2024).

“Awalnya, saya yang menulis lirik dan Oncy yang membuat notasi. Di tengah-tengah proses, saya dan Oncy tidak menemukan reff yang tepat untuk lagu ini. Suatu hari, ketika UNGU sedang berada di studio, Pasha secara tidak sengaja menemukan reff-nya,” jelas Enda.

Video klip “Baik dan Burukmu” digarap oleh Sutedja Khoa (Guava Productions) dan menampilkan banyak hal, mulai dari ambiguitas, konotasi, serta sudut pandang seseorang. “Ada suatu hal atau kejadian yang kita nilai atau pandang negatif, padahal kita belum paham lebih dalam terkait itu. Bahkan, kita tidak melihat dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Nah, UNGU menampilkannya dalam video musik “Baik dan Burukmu”,” kata Oncy.

“Kami berharap “Baik dan Burukmu” dapat menghibur teman-teman semua, membawa hidup kita dan orang-orang sekitar untuk menjadi lebih lagi, serta menyadarkan kita bahwa tidak semua hal yang ‘terlihat jelek’ benar-benar buruk. Terkadang, ada makna indah di balik itu semua. Kita saja yang terlalu mudah dan cepat menghakimi sesuatu atau seseorang,” tutup Pasha.

Dan rencananya, di pertengahan bulan maret UNGU Band akan menggelar acara Bukber dengan Anak Yatim di Hotel Pomelotel di kawasan Kuningan-Jakarta Selatan. (utw)

Continue Reading
Advertisement

Trending