Connect with us

Internasional

Pihak Palestina Tolak Pernyataan Menteri Israel soal Aneksasi Tepi Barat

Published

on

Pihak Palestina Tolak Pernyataan Menteri Israel soal Aneksasi Tepi Barat

REPORTASE INDONESIA – Palestina, Warga Palestina pada Rabu (3/9) menolak seruan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich untuk menganeksasi sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki dan memperluas permukiman, dengan menyatakan hal tersebut mengancam semua prospek untuk negara Palestina di masa depan.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina mengatakan pernyataan Smotrich merupakan “ancaman langsung” terhadap kedaulatan Palestina dan menyiratkan “provokasi publik” terhadap Otoritas Palestina serta hak-hak rakyat Palestina. Kementerian tersebut menegaskan bahwa semua langkah sepihak Israel untuk mengubah status quo di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, adalah “tidak sah dan salah sejak awal.”

Kemenlu Palestina mendesak komunitas internasional untuk memberlakukan sanksi guna menekan Israel agar menghentikan apa yang disebutnya sebagai penindasan kekerasan dan perluasan permukiman.

Hamas juga mengecam rencana tersebut dengan menyebut langkah itu hanya akan menimbulkan “penentangan dan konfrontasi lebih lanjut,” serta menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam untuk menentang “kebijakan kolonial” Israel yang melanggar hukum internasional dan berupaya memupuskan perjuangan Palestina.

Smotrich dalam konferensi pers di Yerusalem pada Rabu pagi waktu setempat mengatakan bahwa Israel harus menerapkan kedaulatan atas sekitar 82 persen wilayah Tepi Barat untuk mencegah pembentukan negara Palestina. “Sudah saatnya untuk menerapkan kedaulatan Israel,” ungkapnya, seraya menyerukan “wilayah maksimum dan populasi (Palestina) minimum”.

Media Israel melaporkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan bertemu dengan para menteri, termasuk Smotrich, pada Kamis (4/9) untuk membahas proposal aneksasi. Kan TV menyebutkan langkah tersebut sedang dipertimbangkan sebagai respons terhadap upaya Eropa untuk mengakui negara Palestina dalam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan datang di New York.

Israel merebut Tepi Barat dalam Perang Timur Tengah 1967 dan sejak saat itu membangun permukiman di wilayah tersebut. Permukiman itu dianggap ilegal menurut hukum internasional dan menjadi salah satu hambatan utama bagi perundingan damai, yang telah terhenti sejak 2014.

Iran Lakukan Manuver Nuklir dan Serang Israel

Iran telah membongkar dan memindahkan sistem pendingin dari fasilitas pengayaan uranium Natanz. Hal ini terjadi saat Teheran masih dalam ketegangan yang tinggi dengan Tel Aviv.
Menurut pakar nuklir AS yang juga presiden Institute for Science and International Security (ISIS), David Albright, langkah ini bisa jadi isyarat persiapan Iran menghadapi potensi serangan baru dari Israel.

“Citra satelit terbaru dari kompleks Natanz menunjukkan selama seminggu terakhir, Iran telah melepas dan membongkar hampir semua peralatan pendingin dari gedung-gedung HVAC,” tuturnya di X, Rabu (3/9/2025), dikutip Middle East Monitor.

Albright, yang dikenal sebagai salah satu pakar terkemuka mengenai program nuklir Iran, mengatakan Teheran tampaknya memanfaatkan penutupan sementara fasilitas tersebut untuk melindungi peralatan vital dari serangan udara di masa depan.

“Beberapa pendingin yang dibongkar telah dipindahkan ke helipad, sebagian dipindah di dekat fasilitas pemurnian air, sementara sisanya disebar di seluruh kompleks.”

Fasilitas Natanz, salah satu situs pengayaan utama Iran, sebelumnya menjadi sasaran serangan gabungan Israel dan AS pada Juni lalu yang menyebabkan kerusakan signifikan. Para analis memperingatkan bahwa perkembangan terbaru ini mencerminkan upaya Teheran untuk melindungi infrastruktur nuklirnya dari serangan yang diperbarui.

Konflik Iran-Israel adalah ketegangan geopolitik yang berlangsung lama, berpusat pada persaingan kekuatan di Timur Tengah. Meskipun tidak pernah ada perang terbuka skala penuh, kedua negara terlibat dalam “perang bayangan” yang mencakup berbagai serangan militer, siber, dan ekonomi yang ditargetkan.

Rudal Iran Hantam Tel Aviv

Iran sudah menyerang Israel lagi dengan rudal dan persenjataan canggih lainnya dan saat ini kota Tel aviv sudah seperti kuburan.

Pemimpin Iran Ayatolqh Khomeini mengatakan akan terus menggembirakan Israel hingga habis-habisan. (tw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement