Connect with us

Politik

Politik Indonesia Tidak Diatur oleh Moral, Tapi oleh Strategi Kekuasaan

Published

on

Politik Indonesia Tidak Diatur oleh Moral, Tapi oleh Strategi Kekuasaan

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Machiavelli dalam The Prince menegaskan bahwa seorang pemimpin yang ingin bertahan tidak bisa hanya mengandalkan kebaikan. Ia harus mampu bermain di wilayah abu-abu, memanfaatkan kelicikan sama halnya dengan kebajikan.

Banyak rakyat Indonesia kecewa pada pemimpin yang tidak menepati janji kampanye. Namun, di balik kekecewaan itu, ada kenyataan pahit: politik sering kali tidak bergerak berdasarkan idealisme, melainkan realitas kekuasaan.

Pertanyaannya, apakah pemimpin yang kita anggap “berkhianat” sebenarnya hanya menjalankan hukum besi kekuasaan yang dibahas Machiavelli?

Sejarah Indonesia menunjukkan contoh ekstrem: politisi yang memulai karier dengan citra sederhana, merakyat, dan penuh janji perubahan, berubah menjadi penguasa yang memonopoli kebijakan, mengendalikan media, bahkan membungkam oposisi.

Fenomena ini bukanlah kebetulan Machiavelli sudah memetakan pola ini sejak abad ke-16.

Dalam Sang Penguasa, Machiavelli menjelaskan bahwa untuk mempertahankan kekuasaan, seorang pemimpin harus menguasai dua sifat: sifat singa (kekuatan dan keberanian) dan sifat rubah (kecerdikan dan manipulasi).
Contoh gila di Indonesia saat ini: koalisi politik yang awalnya berseberangan ideologi, tiba-tiba bergabung hanya demi stabilitas kekuasaan. Publik melihatnya sebagai pengkhianatan, tetapi bagi Machiavelli, itu langkah rasional.

Membaca buku ini akan mengubah cara kita melihat politik:

  1. Tidak lagi kaget ketika melihat pemimpin bersikap pragmatis.
  2. Mampu menganalisis langkah politik tanpa terjebak retorika moral semata.
  3. Menyadari bahwa moralitas publik dan moralitas politik adalah dua arena berbeda.

Slide 6 – Offer

Tiga poin penting dari buku Machiavelli: Sang Penguasa:

  1. Realitas Kekuasaan – Politik adalah seni bertahan, bukan sekadar memerintah.
  2. Dualitas Sifat Pemimpin – Pemimpin efektif harus memadukan kekuatan fisik dan kecerdikan strategis.
  3. Ilusi Moralitas Publik – Moral publik sering kali hanyalah instrumen politik, bukan tujuan.

Buku ini wajib dibaca jika ingin memahami mengapa politik Indonesia berjalan seperti sekarang. Tanpa memahami Machiavelli, kita hanya menjadi penonton yang emosional, bukan pengamat yang rasional.
Dapatkan Machiavelli: Sang Penguasa sekarang dan bongkar rahasia yang membuat para politisi bertahan di puncak kekuasaan.

Melihat dan merasakan bahwa rakyat Indonesia saat ini sedang dihadapi dengan berbagai drama isu yang sengaja digulirkan oleh para penguasa untuk mengalihkan perhatian dari masalah yang lebih penting, seperti korupsi, ketidakadilan, dan kesenjangan sosial.

Bahwa para penguasa menggunakan isu-isu tersebut untuk memecah belah masyarakat dan mempertahankan kekuasaan mereka. Dengan demikian, rakyat Indonesia menjadi sibuk dengan perdebatan dan konflik yang tidak produktif dan tidak berujung, sementara masalah yang lebih mendasar tidak terselesaikan dan terabaikan.

Bahwa para penguasa tidak serius dalam menangani masalah yang dihadapi oleh rakyat Indonesia, dan lebih fokus pada mempertahankan kekuasaan dan kepentingan mereka sendiri berserta kelompok partai politiknya. (tri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement