Nasional
Raport Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Masih Banyak Merahnya
REPORTASE INDONESIA – Jakarta, RAPORT SATU TAHUN PEMERINTAHAN PRABOWO
(20/10/2024 s.d 20/10/2025).
Raport satu tahun pemerintahan Prabowo masih banyak merahnya.
Sistem pelaksanaan program MBG masih lemah dimana kasus keracunan sangat memprihatinkan. Persoalannya bukan soal angka prosentase kasus keracunan yang hanya 0,0007%, tetapi ini menyangkut kesehatan dan nyawa manusia. Sistem distribusinya harus diperbaiki dan perlu seleksi lokasi sasaran penerima manfaat agar anggaran yang digunakan tepat sasaran.
Danantara juga masih merah terutama terkait masih ngototnya Danantara mengandalkan APBN untuk pembayaran utang KAC Whoosh.
Reformasi hukum masih merah karena masih banyak kasus2 hukum di masyarakat yang belum tertangani dengan baik sehingga slogan ‘No Viral No Justice’ masih menjadi andalan masyarakat untuk mendapat keadilan. Kasus ijazah Jokowi dan Gibran berlarut-larut. Demikian pula dengan kasus Silfester Matutina yang hingga saat ini tidak jelas juntrungannya.
Pemberantasan korupsi masih menyasar koruptor di level bawah. Sedangkan koruptor level atas masih banyak yang belum tersentuh. Walaupun sudah ada beberapa ex petinggi yang ditangkap, namun penanganannya masih jalan di tempat.
Terakhir masalah RUU Perampasan Asset belum juga berproses. Pak Presiden belum bisa mengkondisikan para Ketum Partai agar memerintahkan korea-korea yang ada di gedung DPR untuk segera menuntaskan UU Perampasan Asset.

Demikian penilaian kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo agar menjadi perhatkan guna perbaukan di 4 tahun mendatang.
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Pengamat Beri Nilai 6

Pengamat politik Ray Rangkuti memberikan nilai 6 untuk kinerja Presiden Prabowo Subianto selama satu tahun pertama memimpin Indonesia.
Penilaian itu, kata Ray, didasarkan pada hasil sejumlah kebijakan yang dinilainya belum menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor.
“Saya kira kalau dikasih nilai dalam satu tahun terakhir pemerintahan Pak Prabowo, saya kira nilainya 6,” ujar Ray dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (19/10/2025).
Menurut Ray, angka tersebut mencerminkan performa pemerintahan Prabowo yang masih perlu banyak perbaikan.
Ia menilai, dalam setahun terakhir, Prabowo belum berhasil melakukan terobosan yang berarti di tiga sektor penting, yakni politik, ekonomi, dan hukum.
Ia menilai, dari sisi reformasi politik dan demokrasi, pemerintahan Prabowo belum menunjukkan arah yang lebih terbuka maupun partisipatif. Begitu pula dengan kondisi ekonomi nasional yang disebut belum membaik secara signifikan, serta sistem hukum yang masih jauh dari harapan publik. (tw)
