Connect with us

Gayahidup

Rekomendasi Pilihan Bahan yang Keren dan Nyaman untuk Baju Inner

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta,

Bagi wanita yang berhijab, menggunakan baju inner merupakan salah satu kenyamanan tersendiri. Biasanya, baju inner digunakan untuk mencegah bahan pakaian luar tembus pandang ke dalam tubuh. Selain itu, biasanya juga untuk memberi kenyamanan tersendiri.

Tetapi, saat memilih inner, pastikan Anda memilih inner dengan bahan yang tepat dan memberi kenyamanan saat menggunakannya. Maka dari itu, kali ini akan dibahas beberapa pilihan bahan yang bagus dan nyaman saat digunakan.

Bahan untuk Baju Inner
Saat memilih pakaian, bahan adalah hal utama yang menjadi pertimbangan. Hal ini karena bahan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan penampilan penggunanya. Termasuk dalam memilih baju inner, ada sejumlah bahan yang perlu Anda perhatikan saat memilihnya agar nyaman digunakan.

1.Katun
Katun merupakan salah satu bahan paling populer untuk baju inner atau inner dress. Bahan yang satu ini populer karena mempunyai sifat yang lembut, ringan, dan mudah menyerap keringat. Selain itu, bahan katun juga memiliki sirkulasi udara yang baik, tentunya akan membuat tubuh tetap segar dan kering.

Baju inner yang terbuat dari bahan katun umumnya sangat nyaman digunakan sepanjang hari, baik pada siang atau malam hari. Apalagi saat cuaca sedang terik, tentu bahan katun lebih nyaman digunakan karena adem dan mudah menyerap keringat.

2.Sutra
Selanjutnya ada bahan sutra. Selain bahan katun, baju inner atau untuk membuat inner dress, sutra menjadi salah satu opsi bahan lain yang nyaman digunakan. Kain sutra mempunyai tekstur yang sangat halus dan mampu memberikan rasa sejuk pada kulit, tentunya sangat cocok digunakan saat siang hari yang terik.

Tidak hanya itu, kain sutra juga mempunyai kemampuan menyerap keringat dan kelembaban cukup baik, tentunya Anda akan tetap kering dan nyaman. Inner sutra biasanya juga memberikan sentuhan elegan dan mewah pada penampilan.

3.Polyester
Berikutnya ada bahan polyester. Polyester adalah bahan sintetis yang sering digunakan untuk bahan pembuatan dalaman pakaian, termasuk inner. Bahan ini mempunyai sejumlah keunggulan seperti daya tahan yang baik, tidak kusut, dan mudah dirawat.

Baju inner yang terbuat dari bahan polyester biasanya memiliki tekstur yang halus dan nyaman di kulit. Tetapi, perlu Anda ingat bahwa bahan polyester tidak memiliki sirkulasi udara yang cukup baik dibanding katun atau sutra, sehingga kurang cocok untuk digunakan pada cuaca panas.

Sebagai alternatif, Anda tetap bisa menggunakan baju inner berbahan polyester pada malam hari dengan aktivitas yang ringan. Tentu ini akan lebih baik dan nyaman dikenakan dibanding pada saat siang hari dengan aktivitas fisik yang berat.

4.Spandex
Rekomendasi bahan baju inner selanjutnya adalah spandex. Spandex juga dikenal sebagai elastan, yaitu bahan yang elastis dan bisa meregang. Bahan ini biasanya digunakan sebagai campuran untuk memberikan penyesuaian yang lebih baik dengan bentuk tubuh penggunanya.

Inner dress atau baju inner dengan bahan campuran spandex akan memberikan fleksibilitas dan kenyamanan saat digunakan. Hanya saja karena sifatnya yang elastis, perlu diperhatikan agar dalaman pakaian tidak terlalu ketat atau membatasi pergerakan.

5.Rayon
Terakhir, ada bahan rayon. Rayon merupakan serat buatan yang terbuat dari bahan serat alami seperti kayu atau bamboo. Bahan yang satu ini cukup sering digunakan karena mempunyai kelembutan dan sifat menyerap keringat yang mirip dengan bahan katun.

Tidak hanya itu, bahan rayon juga memiliki sifat yang jatuh, dan memberikan efek melayang pada baju inner. Maka dari itu, dapat memberikan tampilan kesan yang feminim dan anggun. Hanya saja perlu diingat bahwa rayon cenderung lebih mudah kusut dibanding bahan lainnya.

Cara Memilih Baju Inner
Setelah Anda mengetahui beberapa rekomendasi bahan yang nyaman untuk baju inner, selanjutnya ada tambahan bagaimana cara memilih baju inner.

Sebelum membeli baju inner, pastikan Anda sudah mengetahui ukuran tubuh Anda. Perhatikan ukuran lingkar dada, pinggang, dan pinggul. Baju inner yang terlalu ketat atau longgar tentu kurang nyaman digunakan. Apalagi jika terlalu ketat, kurang pantas digunakan bagi Anda yang berhijab.

Selanjutnya, baju inner atau inner dress tersedia dari berbagai macam potongan. Pilih panjang yang sesuai dengan pakaian luar yang akan digunakan. Misalnya Anda menggunakan gaun panjang, maka pilihlah baju inner yang panjangnya hampir menyerupai dengan gaun tersebut.

Berikutnya, sesuaikan dengan gaya pribadi Anda. Biasanya, chemise atau underdress dapat dipilih berdasarkan gaya dan preferensi pribadi. Apakah Anda suka baju dalaman yang sederhana atau dengan sentuhan feminine seperti renda dan border. Pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya Anda.

Tetapi, umumnya bagi yang berhijab, orang akan lebih sering memilih baju inner yang polos tanpa aksesoris apapun. Hal ini karena supaya menampilkan kesan yang minimalis dan untuk pakaian bermotif atau aksesoris bisa didapatkan dari kerudung atau outer yang digunakan.

Anda bisa mendapatkan baju inner atau secara online di Blibli. Belanja di Blibli memberikan Anda banyak keuntungan. Jadi, langsung saja telusuri baju inner untuk hijab incaran Anda sekarang juga di Blibli!. (tri)

Gayahidup

Syarat Orang Berkurban dan Kriterianya Menurut Empat Mazhab

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Jelang, Hari raya Idul Adha identik dengan dua momen penting pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Umat Islam disunahkan berkurban saat Idul Adha. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi orang berkurban. Apa saja itu?
Muslim yang berkecukupan dan mampu, dianjurkan menunaikan kurban. Namun, sebelum berkurban ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi. Termasuk syarat orang berkurban dan kriterianya menurut syariat Islam dalam empat mazhab di bawah ini.

Syarat Orang Berkurban
Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, orang yang berkurban harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Berikut syarat-syarat orang yang diperbolehkan menunaikan kurban sesuai syariat Islam.

Beragama Islam.
Merdeka atau bukan budak.
Mukallaf (orang yang sudah dibebankan perintah dan larangan dalam agama).
Balig.
Mampu atau memiliki kelebihan harta yang cukup untuk membeli hewan kurban.
Ketentuan Berkurban
Orang yang berkurban diwajibkan melakukan niat berkurban saat menyembelih. Bagi orang yang berkurban diperbolehkan menyerahkan niatnya kepada orang Islam yang telah berkategori tamyiz, baik dalam status wakil atau bukan.

Orang yang berkurban dibagi menjadi dua jenis, kurban karena nazar dan kurban sunah (bukan karena nazar). Berikut ketentuan umum orang yang hendak berkurban.

Bagi laki-laki, hewan kurban sunah disembelih sendiri karena itba’ (mengikuti anjuran Nabi).
Bagi perempuan, sunah untuk diwakilkan dan sunah baginya menyaksikan penyembelihan yang dilakukan wakilnya.
Sementara ada ketentuan yang juga harus dipenuhi orang yang berkurban bukan karena nazar. Berikut ketentuan bagi orang yang kurban tidak nazar (sunah).

Sunah baginya memakan daging kurban, satu, dua atau tiga suap, karena untuk tabarruk (mencari berkah) dengan udlhiyahnya.
Diperbolehkan baginya memberi makan (ith’am) pada orang kaya yang Islam.

Wajib baginya menyedekahkan daging kurban yang paling afdal adalah menyedekahkan seluruh daging kurban, kecuali yang ia makan untuk kesunahan.

Apabila orang yang berkurban mengumpulkannya untuk dimakan, sedekah, dan menghadiahkan pada orang lain, maka disunahkan baginya agar tidak memakan atas sepertiga bagian tersebut dan tidak sedekah di bawah sepertiganya.

Menyedekahkan kulit hewan kurban atau membuatnya menjadi perabot dan dimanfaatkan untuk orang banyak. Tidak diperbolehkan baginya untuk menjualnya atau menyewakannya.

Kriteria Orang yang Dikatakan Mampu Berkurban
Beberapa ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait kriteria orang yang dikatakan mampu berkurban. Berikut kriteria orang yang dikatakan mampu berkurban menurut empat mazhab.

  1. Imam Syafi’i
    Menurut Imam Syafi’i, orang yang mampu berkurban diartikan sebagai orang yang memiliki harta lebih dari cukup untuk membeli hewan kurban pada hari raya Idul Adha. Harta tersebut dimaksudkan tidak mengganggu kebutuhan pokok hidupnya dan orang yang wajib ditanggung.
  2. Imam Abu Hanifah
    Imam Abu Hanifah menyebutkan definisi mampu merupakan orang yang memiliki harta lebih senilai nisabnya harta, yaitu 200 dirham. Harta yang ditujukan untuk kurban tidak mengganggu kebutuhan pokok berupa bahan sandang, pangan, papan, serta kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya.
  3. Imam Malik
    Sementara Imam Malik memiliki pendapat yang berbeda, orang yang mampu berkurban merupakan orang yang mempunyai harta lebih, dan harta tersebut saat digunakan untuk membeli hewan kurban tidak mengganggu kebutuhan pokok dalam kurun waktu satu tahun.
  4. Imam Ahmad bin Hambal
    Imam Ahmad bin Hambal mendefinisikan kriteria mampu sebagai orang yang memiliki harta cukup untuk membeli hewan kurban, meskipun dengan cara berutang dan memiliki keyakinan ia mampu mengembalikan utang tersebut.

Itulah penjelasan terkait syarat orang berkurban dan kriterianya menurut empat mazhab. Sebelum berkurban, pastikan mengetahui beberapa ketentuan di atas. (ut)

Continue Reading

Gayahidup

Amalan Bos PO Haryanto Hingga Mempunyai 300 Bus

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Bagi Anda yang suka melakukan perjalanan jauh atau pulang kampung ke Jawa menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan mengenal PO Haryanto. Bus eksekutif ini hadir pada era pertengahan 2000-an.

PO Haryanto didirikan pada 2002 oleh Haji Haryanto, pria asal Kudus, Jawa Tengah. Usahanya dibangun setelah purnatugas di Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Kostrad TNI Angkatan Darat, Tangerang.

Sebagai seorang pekerja keras, saat masih dinas usai bertugas H Haryanto menjadi sopir angkutan kota dari sore hingga subuh. Sampai akhirnya, dia memiliki angkot sendiri.

Setelah melalui berbagai ujian dalam usaha, H Haryanto akhirnya merambah angkutan bus. Dari lima bus terus berkembang hingga puluhan bus, dan sekarang memiliki 300 bus lebih. Sebagai salah satu perusahaan otobus (PO) terbesar, PO Haryanto pun kini memiliki 2.000 karyawan.

Rian Mahendra, putra H Hariyanto sekaligus direktur operasional PO Haryanto menuturkan, usaha sang ayah tidak instan. Banyak lika-liku yang dilalui.

Dia mengatakan sebelum besar seperti sekarang keluarganya sempat jauh dari Tuhan. Ini membuat keluarganya tidak tenteram.

Namun, seiring dengan waktu Haji Haryanto dan keluarga hijrah menjadikan usahanya sebagai ladang ibadah untuk mendapat keberkahan. H Haryanto bahkan menjalankan puasa selama 20 tahun.

“Ini dilakukan H Haryanto dari 2001 sampai sekarang setiap hari. Bapak puasa terus. Kecuali hari raya Idul Fitri dan hari raya Islam lainnya,” kata Rian, dilansir di Channel YouTube Coach Yudi Chandra, (10/6/2024).

Bahkan, Rian mengaku dirinya juga ikut rajin berpuasa. Dia menilai banyak manfaat dari berpuasa selain untuk kesehatan. “Saya bisa ngopi dan rokok setelah puasa,” katanya, sambil tersenyum.

Dia menegaskan, PO Haryanto berkomitmen menjadikan usahanya sebagai ladang ibadah. Walau kondisi perusahaan naik turun, sejak 2002 H Haryanto tetap menyantuni anak yatim piatu yang jumlahnya kini mencapai 5.361 orang. Bahkan, setiap tahun mereka memberangkatkan umrah dan naik haji, serta terus membangun masjid.

Rian pun menekankan karyawan untuk mengutamakan sholat. Termasuk sopir yang bertugas mengantarkan penumpang. (ut)

Continue Reading

Gayahidup

Puasa Dzulhijjah, Amalan yang Penting Sebelum Idul Adha

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puasa Dzulhijjah merupakan amalan yang penting bagi umat muslim sebelum memasuki Idul Adha atau hari raya kurban.

Dari Abu Bakrah -semoga Allah meridhoinya-, dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- beliau bersabda:

“Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil tsani dan Sya’ban.” (HR.Muttafaq ‘alaihi).

10 PERTAMA DZULHIJJAH, Perbanyaklah Amalan Ini

Youtube (4K): https://youtu.be/7x7crkHOHd8

Di antara nikmat Allah yang agung yang dikaruniakan kepada seorang hamba adalah nikmat dipertemukannya kembali seorang hamba dengan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Maka, sebagai bukti nyata kesyukuran kita atas nikmat tersebut bahkan nikmatNya yang lainnya, di antaranya adalah memperbanyak tahlil, tahmid dan takbir. Inilah dzikir yang disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana sabdanya,

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.” (HR. Ahmad). (tri)

Continue Reading
Advertisement

Trending