Ekonomi
Saham Garuda naik Saat Mendapat Suntikan Danantara, Namun Sehari Kemudian Anjlok! Amsyiong
REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Saham PT Garuda Indonesia (GIAA) sempat terbang 10% ke Rp77 usai pengumuman suntikan dana jumbo sebesar US$405 juta (sekitar Rp6,6 triliun) dari Danantara Indonesia pada 24 Juni 2025.
Dana ini dikucurkan untuk menopang perawatan armada dan pemulihan operasional, termasuk anak usaha Citilink. Investor awalnya merespons positif, dengan volume perdagangan tinggi dan kapitalisasi pasar sempat menyentuh Rp7 triliun.
Namun, euforia pasar hanya bertahan sehari. Pada 26 Juni, saham GIAA turun drastis ke Rp70 di tengah volume transaksi yang melonjak tajam.
“Investor melihat pendanaan ini sebagai katalis jangka pendek, bukan solusi jangka panjang. Beban utang Garuda masih sangat besar, mencapai US$7,88 miliar hingga kuartal I/2025. Jadi suntikan US$405 juta itu hanya sekitar 5% dari total kewajiban mereka,” kata Ekky pada Rabu (26/6/2025).
Pemulihan jangka panjang dinilai baru akan efektif jika disertai restrukturisasi operasional dan keuangan yang serius.
Rekrut 14 Eks Lion Air Masuk Garuda, Total Gaji Nyaris Rp1 Miliar Picu Krisis Internal dan Saham Anjlok

Langkah CEO Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, merekrut 14 eks staf Lion Air ke posisi strategis dengan total gaji hampir Rp1 miliar per bulan, menimbulkan gejolak internal dan kekhawatiran publik.
Serikat pekerja mengecam keras proses rekrutmen yang dinilai tidak transparan dan menyalahi mekanisme seleksi internal. Situasi ini bahkan membuat saham Garuda menyentuh titik terendah, menggambarkan keresahan investor.
Manajemen Garuda berdalih semua sudah sesuai prinsip good corporate governance (GCG), dan bahwa mereka mengincar percepatan transformasi operasional.
Namun serikat tetap mempertanyakan motif sesungguhnya di balik langkah ini, menyebut potensi nepotisme dan mengajukan desakan agar 14 staf baru tersebut dinonaktifkan. Ketegangan pun belum juga reda, meski dua bulan telah berlalu. (utw)
