Tokoh RI
Said Didu Pastikan UTS Insearch Tempat Gibran Menuntut Ilmu Tidak Setara SMA/SMK: Itu Cuma Bimbel
REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN sekaligus pegiat media sosial, Said Didu meluruskan informasi yang menyebutkan bahwa Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pernah mengenyam pendidikan setara SMK di Australis.
Disebutkan, bahwa Gibran pernah belajar di UTS Insearch di bawah Universitas Teknologi Sydney
Universitas Teknologi Sydney, adalah sebuah universitas yang berlokasi di Sydney, New South Wales, Australia.

Said Didu memastikan bahwa UTS Insearch bukanlah sekolah formal, apalagi dikatakan setara dengan SMA maupun SMK.
Informasi tersebut didapatkan langsung oleh Said Didu dari anaknya yang mengambil program master di UTS.
“Anak saya alumni S2 UTS, menjelaskan ke saya bahwa UTS Insearch bukan sekolah tapi semacam βbimbelβ untuk masuk program S1 di UTS. Jadi menjadi aneh jika keterangan βlulusβ UTS Insearch dinyatakan setara dengan SMK,” ungkap Said Didu dikutip dari X, Kamis (18/9/2025).
Belakangan Sekolah Gibran Dipertanyakan Publik
Bahkan, seorang warga bernama Suban Palal sampai mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Dari riwayat pendidikan yang tersebar, Gibran sempat meneruskan pendidikan di luar negeri sejak remaja.
Namun untuk jenjang SD dan SMP, ia tempuh di Solo, Jawa Tengah.
Khusus SMA dan kuliahnya ia teruskan di luar negeri.
Gibran merupakan alumnus SDN 16 Mangkubumen Kidul, Solo dan SMP Negeri 1 Surakarta.
Setelah lulus SMP, suami Selvi Ananda ini melanjutkan pendidikan jenjang menengah di Singapura.
Ia lanjut SMA di Orchid Park Secondary School, Singapura.
Orchid Park Secondary School merupakan sekolah menengah yang berbasis di Yishun, Singapura.
Meski sudah beroperasi sejak 1999, namun sekolah baru mulai dibuka secara resmi pada 2001.
Sehingga Gibran menjadi salah satu alumnus awal di Orchid Park Secondary School yang dibuka secara resmi pada 21 April 2001 karena pasangan dari Presiden Prabowo Subianto ini menjadi siswa pada tahun 2002.

- Ketika SMA di St Yosep kelas 2 kena narkoba dikeluarkan.
- Ditolong Kapolresnya Listyo sigit, 5 di titipkan ke Pomdam, yg 11 di Polres.
- Setelah lima hari tawanan dilepas, Dandim nya Agus subiyanto ( P5 ) TNI sekarang.
- 5 anak yg di Kodim dilepas semua termasuk anaknya Sekda.
- Lalu diungsikan ke Singapore, Kursus antah berantah, jadi tdk punya ijasah SMA.
- Tetapi karena bapaknya jadi Presiden aman dan luar biasa nya bisa dimenangkan bpknya jadi Wapress. Hebat.,kan..!!???.ππ€ͺ
β Ijazah Gibran Bukan Ijazah SMA Biasa, Ini Faktanya..! β
Terungkap sudah bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA biasa. Yang ada adalah surat keterangan kelulusan setara (Paket C) dari Kemendikbud.
Yang bikin pilu, Menteri yang tanda tangani surat itu sekarang jadi tersangka korupsi..!
Pertanyaannya:
β‘οΈ Bagaimana proses pengeluaran suratnya?
β‘οΈ Apakah ada keistimewaan yang diberikan?
β‘οΈ Bisakah kita percaya dengan sistem yang cacat seperti ini?
Ini bukan cuma soal Gibran, tapi soal MASA DEPAN INDONESIA yang kita cintai. Jangan diam, sebarkan agar semua orang tahu!.

Sesuai data yang dilansir dari laman KPU pada Selasa (16/9/2025), pada 2004, Gibran juga sempat lanjut SMA di Australia.
Setelah lulus dari Orchid Park Secondary School di Singapura, ia lanjut pendidikan ke UTS Insearch Sydney di Australia pada 2004 dan lulus pada 2007.
Sementara di UTS Insearch ini adalah program pathway atau persiapan siswa SMA lanjut ke universitas.
Utamanya yang ingin lanjut kuliah ke UTS.
Sehingga bila ditotal, masa pendidikan saat SMA sampai sebelum kuliah adalah lima tahun.
Yakni dua tahun di Singapura dan tiga tahun di Australia.
Setelah lulus SMA, ia kembali ke Singapura dan menyelesaikan kuliah di Management Development Institute of Singapore (MDIS).
MDIS merupakan universitas swasta khusus pendidikan vokasi.
Salah satu lembaga profesional nirlaba tertua di Singapura (didirikan pada 1956) yang berfokus pada konsep pembelajaran seumur hidup.
Mantan Walikota Solo ini lulus dari Jurusan Manajemen pada 2010.
Ijazah SMA Dipersoalkan

Dalam gugatannya, Subhan Palal meyakini ada perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh Gibran dan KPU RI pada Pilpres 2024.
Menurut Subhan, berkas persyaratan yang diajukan Gibran sebagai calon Wakil Presiden diduga cacat.
Pasalnya, Gibran mendaftar menggunakan ijazah luar negeri yang masih diragukan.
Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) yang mengatur syarat pendidikan calon presiden dan wakil presiden pada Pasal 169 huruf r menyatakan, βPersyaratan menjadi calon Presiden dan calon Wakil Presiden adalah: (r) βberpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah Aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah Aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajatβ.
Kejanggalan Data Gibran di Situs KPU, dari βPendidikan Terakhirβ, Tak Bisa Diakses, hingga Berubah Jadi S1???
Perubahan data pendidikan terakhir Gibran di situs KPU membuat publik merasakan kejanggalan

Apalagi, peristiwa itu berdekatan dengan ramainya sorotan warga mengkritik keputusan KPU yang akan merahasiakan dokumen capres cawapres.
Meski akhirnya keputusan itu dibatalkan, publik telanjur kecewa dengan kejanggalan yang dilakukan KPU itu.
Terkini, netizen pun berupaya mencari tahu dokumen para peserta Pilpres 2024. Hingga kemudian menemukan kejanggalan terkait pendidikan terakhir Gibran di situs KPU.
Hasil penelusuran pada Rabu sore (17/9/2025) di situs KPU pada data pendidikan Gibran tertera tulisan ‘Pendidikan Terakhir’.
Pada malam harinya, data tersebut tak bisa diakses. Baik menggunakan ponsel atau pun komputer (desktop). Hanya tertera tulisan yang cukup panjang salah satunya terkait “hak cipta”.
Kemudian pada pagi hari (18/9/2025), data tersebut masih sulit diakses. Barulah kemudian bisa diakses pada jelang siang sekitar pukul 10.20 WITA.
Kini, data seluruh peserta Pilpres 2024 sudah bisa diakses dengan mudah. Sudah banyak pegiat media sosial kembali mengaksesnya. Salah satunya Dokter Tifa.
Hanya saja, ahli epidemiologi itu kembali menemukan kejanggalan usai data pendidikan Gibran bisa diakses.
“Orchid Park Secondary School adalah sekolah lanjutan setelah Sekolah Dasar dengan masa studi 4 tahun,” tulis Dokter Tifa.
Artinya, lanjutnya, di Orchid Park menerima anak lulus SD kemudian SMP dan SMA-nya di situ.
Lulus kemudian mereka melanjutkan ke College atau University. Bingung juga kalau betul Gibran sekolah di situ tahun 2002-2004, alias hanya dua tahun.
“Dia mengulang SMP lagi atau bagaimana di situ? Dan kalau hanya dua tahun, bagaimana mungkin dia dapat Ijazah SMA? Lalu Ijazah SMA yang dipakai untuk mendaftar jadi Wapres, DARI MANAAAA???? Hhhhh sebel banget nge gas aku,” tutup Dokter Tifa.

Subhan berpandangan, hal ini jelas bertentangan dengan ijazah Gibran yang berasal dari luar negeri. (tri)
