Connect with us

Gayahidup

Sambut Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan di Tanggal Ganjil

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Wahai Umat muslim di Indonesia, mari kita sambut Malam Laillatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan di Tanggal Ganjil

إذا لم نحسن الاستقبال فلنحسن الوداع

Jika kita belum mampu menyambut kedatangan dengan baik, maka kita persiapkan perpisahan ini dengan baik.

Ibnu Taymiyah rahimahullah berkata,

العبرة بكمال النهايات لا بنقص البدايات

“Yang menjadi patokan itu adalah akhir yang sempurna, bukan permulaan yang penuh kekurangan”.

Kata Nabī ﷺ ,

« إنما الأعمال بالخواتيم »

“Sesungguhnya amalan itu tergantung akhir/penghujungnya”.

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :

أحسن فيما بقي يغفر لك ما مضى
فاغتنم ما بقي فلا تدري متى تدرك رحمة الله ربما تكون في آخر ساعة من رمضان

“Perbaikilah hari-hari yang tersisa ini semoga Allāh mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu…
Gunakan kesempatan yang tersisa ini karena kamu tidak tahu kapan kamu ’kan mendapati rahmat Allāh, bisa jadi rahmat itu turun di saat akhir bulan Ramadhan ini…”

اللَّـهُـمَّ اخْـتِـمْ لَـنَا رَمَـضَانَ بِالْغُـفْـرَانِ وَالْعِـتْـقِ مِنَ النِّـيرَانِ

Ya Allāh, tutuplah Ramadhan kami ini dengan ampunan dan terbebas dari siksa nemalam Lailatul Qadar merupakan adalah malam lebih baik daripada seribu bulan.

Dalam Al Quran Surat Al-Qadr [97]: 1-5 dijelaskan, malam lailatul qadar disebutkan penuh dengan kesejahteraan sampai datangnya fajar.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”.

Malam Lailatul Qadar Kapan?

Mayoritas ulama Mazhab Syafi’i berpedapat bahwa malam lailatul qadar terdapat pada  10 malam terakhir Ramadhan.

تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ

Artinya: “Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari & Muslim).

Untuk itu umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah di 10 malam terakhir Bulan Ramadhan dan malam-malam ganjil.
Terrmasuk membaca doa malam Lailatul Qadar, dengan harapan mendapatkan keberkahan dan kebaikannya.

Doa Malam Lailatul Qadar
Rasulullah SAW memperbanyak bacaan doa berikut ini di malam lailatul qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul-‘afwa, fa’fu ‘anni.

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku.” (HR. Ibnu Majah no. 3850).

Cara berdoa di Malam Lailatul Qadar
Ustadz Abdul Somad menjelaskan cara mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar pada ceramahnya yang diunggah akun YouTube Poin Kajian Islam (5/5/2016) dikutip Senin, 3 April 2023.

Pertama, Ustadz Abdul Somad menerangkan satu hadist sahih tentang keutamaan puasa Ramadhan.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 38, 1910, 1802)

“Siangnya siam (puasa Ramadan). Siam itu puasa tapi tetap beraktivitas tapi menundukkan pandangan, tahan lidah,” ujar Ustadz Abdul Somad,
Selanjutnya Ustadz Abdul Somad menyebutkan hadist sahih lainnya.

“Man qoma romadhona imanan wahtisaban ghofiro lahu ma taqoddama min dzambihi.”

Artinya adalah, “Barang siapa yang shalat malam pada Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa -dosa yang lalu”  (HR. Bukhari No. 37 1904, 1905).

“Sedangkan malamnya qiyam (tegak). Siapa yang qiyam di tengah malam karena iman dan hanya mengharapkan balasan dari Allah SWT, habis Magrib ke Isya, habis Isya dengarkan kultum habis itu tarawih, habis tarawih witir, lalu tadarus, tidur.

Jangan nonton televisi, nanti payah tahajud malam,” pesan Ustadz Abdul Somad.

“Jam 3.00 bangun, dirikan sholat tahajud. Maka tahajud 8 rakaat tiap malam, yang uda witir tidak perlu witir lagi. Kemudian baca istighfar,” jelasnya.

“Allah SWT tidak menunjukkan siapa yang akan mendapatkan lailatul qadar, supaya kita senantiasa berharap,” tutupnya. (ut)

Gayahidup

Syarat Orang Berkurban dan Kriterianya Menurut Empat Mazhab

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Jelang, Hari raya Idul Adha identik dengan dua momen penting pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Umat Islam disunahkan berkurban saat Idul Adha. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi orang berkurban. Apa saja itu?
Muslim yang berkecukupan dan mampu, dianjurkan menunaikan kurban. Namun, sebelum berkurban ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi. Termasuk syarat orang berkurban dan kriterianya menurut syariat Islam dalam empat mazhab di bawah ini.

Syarat Orang Berkurban
Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, orang yang berkurban harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Berikut syarat-syarat orang yang diperbolehkan menunaikan kurban sesuai syariat Islam.

Beragama Islam.
Merdeka atau bukan budak.
Mukallaf (orang yang sudah dibebankan perintah dan larangan dalam agama).
Balig.
Mampu atau memiliki kelebihan harta yang cukup untuk membeli hewan kurban.
Ketentuan Berkurban
Orang yang berkurban diwajibkan melakukan niat berkurban saat menyembelih. Bagi orang yang berkurban diperbolehkan menyerahkan niatnya kepada orang Islam yang telah berkategori tamyiz, baik dalam status wakil atau bukan.

Orang yang berkurban dibagi menjadi dua jenis, kurban karena nazar dan kurban sunah (bukan karena nazar). Berikut ketentuan umum orang yang hendak berkurban.

Bagi laki-laki, hewan kurban sunah disembelih sendiri karena itba’ (mengikuti anjuran Nabi).
Bagi perempuan, sunah untuk diwakilkan dan sunah baginya menyaksikan penyembelihan yang dilakukan wakilnya.
Sementara ada ketentuan yang juga harus dipenuhi orang yang berkurban bukan karena nazar. Berikut ketentuan bagi orang yang kurban tidak nazar (sunah).

Sunah baginya memakan daging kurban, satu, dua atau tiga suap, karena untuk tabarruk (mencari berkah) dengan udlhiyahnya.
Diperbolehkan baginya memberi makan (ith’am) pada orang kaya yang Islam.

Wajib baginya menyedekahkan daging kurban yang paling afdal adalah menyedekahkan seluruh daging kurban, kecuali yang ia makan untuk kesunahan.

Apabila orang yang berkurban mengumpulkannya untuk dimakan, sedekah, dan menghadiahkan pada orang lain, maka disunahkan baginya agar tidak memakan atas sepertiga bagian tersebut dan tidak sedekah di bawah sepertiganya.

Menyedekahkan kulit hewan kurban atau membuatnya menjadi perabot dan dimanfaatkan untuk orang banyak. Tidak diperbolehkan baginya untuk menjualnya atau menyewakannya.

Kriteria Orang yang Dikatakan Mampu Berkurban
Beberapa ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait kriteria orang yang dikatakan mampu berkurban. Berikut kriteria orang yang dikatakan mampu berkurban menurut empat mazhab.

  1. Imam Syafi’i
    Menurut Imam Syafi’i, orang yang mampu berkurban diartikan sebagai orang yang memiliki harta lebih dari cukup untuk membeli hewan kurban pada hari raya Idul Adha. Harta tersebut dimaksudkan tidak mengganggu kebutuhan pokok hidupnya dan orang yang wajib ditanggung.
  2. Imam Abu Hanifah
    Imam Abu Hanifah menyebutkan definisi mampu merupakan orang yang memiliki harta lebih senilai nisabnya harta, yaitu 200 dirham. Harta yang ditujukan untuk kurban tidak mengganggu kebutuhan pokok berupa bahan sandang, pangan, papan, serta kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya.
  3. Imam Malik
    Sementara Imam Malik memiliki pendapat yang berbeda, orang yang mampu berkurban merupakan orang yang mempunyai harta lebih, dan harta tersebut saat digunakan untuk membeli hewan kurban tidak mengganggu kebutuhan pokok dalam kurun waktu satu tahun.
  4. Imam Ahmad bin Hambal
    Imam Ahmad bin Hambal mendefinisikan kriteria mampu sebagai orang yang memiliki harta cukup untuk membeli hewan kurban, meskipun dengan cara berutang dan memiliki keyakinan ia mampu mengembalikan utang tersebut.

Itulah penjelasan terkait syarat orang berkurban dan kriterianya menurut empat mazhab. Sebelum berkurban, pastikan mengetahui beberapa ketentuan di atas. (ut)

Continue Reading

Gayahidup

Amalan Bos PO Haryanto Hingga Mempunyai 300 Bus

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Bagi Anda yang suka melakukan perjalanan jauh atau pulang kampung ke Jawa menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan mengenal PO Haryanto. Bus eksekutif ini hadir pada era pertengahan 2000-an.

PO Haryanto didirikan pada 2002 oleh Haji Haryanto, pria asal Kudus, Jawa Tengah. Usahanya dibangun setelah purnatugas di Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Kostrad TNI Angkatan Darat, Tangerang.

Sebagai seorang pekerja keras, saat masih dinas usai bertugas H Haryanto menjadi sopir angkutan kota dari sore hingga subuh. Sampai akhirnya, dia memiliki angkot sendiri.

Setelah melalui berbagai ujian dalam usaha, H Haryanto akhirnya merambah angkutan bus. Dari lima bus terus berkembang hingga puluhan bus, dan sekarang memiliki 300 bus lebih. Sebagai salah satu perusahaan otobus (PO) terbesar, PO Haryanto pun kini memiliki 2.000 karyawan.

Rian Mahendra, putra H Hariyanto sekaligus direktur operasional PO Haryanto menuturkan, usaha sang ayah tidak instan. Banyak lika-liku yang dilalui.

Dia mengatakan sebelum besar seperti sekarang keluarganya sempat jauh dari Tuhan. Ini membuat keluarganya tidak tenteram.

Namun, seiring dengan waktu Haji Haryanto dan keluarga hijrah menjadikan usahanya sebagai ladang ibadah untuk mendapat keberkahan. H Haryanto bahkan menjalankan puasa selama 20 tahun.

“Ini dilakukan H Haryanto dari 2001 sampai sekarang setiap hari. Bapak puasa terus. Kecuali hari raya Idul Fitri dan hari raya Islam lainnya,” kata Rian, dilansir di Channel YouTube Coach Yudi Chandra, (10/6/2024).

Bahkan, Rian mengaku dirinya juga ikut rajin berpuasa. Dia menilai banyak manfaat dari berpuasa selain untuk kesehatan. “Saya bisa ngopi dan rokok setelah puasa,” katanya, sambil tersenyum.

Dia menegaskan, PO Haryanto berkomitmen menjadikan usahanya sebagai ladang ibadah. Walau kondisi perusahaan naik turun, sejak 2002 H Haryanto tetap menyantuni anak yatim piatu yang jumlahnya kini mencapai 5.361 orang. Bahkan, setiap tahun mereka memberangkatkan umrah dan naik haji, serta terus membangun masjid.

Rian pun menekankan karyawan untuk mengutamakan sholat. Termasuk sopir yang bertugas mengantarkan penumpang. (ut)

Continue Reading

Gayahidup

Puasa Dzulhijjah, Amalan yang Penting Sebelum Idul Adha

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puasa Dzulhijjah merupakan amalan yang penting bagi umat muslim sebelum memasuki Idul Adha atau hari raya kurban.

Dari Abu Bakrah -semoga Allah meridhoinya-, dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- beliau bersabda:

“Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil tsani dan Sya’ban.” (HR.Muttafaq ‘alaihi).

10 PERTAMA DZULHIJJAH, Perbanyaklah Amalan Ini

Youtube (4K): https://youtu.be/7x7crkHOHd8

Di antara nikmat Allah yang agung yang dikaruniakan kepada seorang hamba adalah nikmat dipertemukannya kembali seorang hamba dengan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Maka, sebagai bukti nyata kesyukuran kita atas nikmat tersebut bahkan nikmatNya yang lainnya, di antaranya adalah memperbanyak tahlil, tahmid dan takbir. Inilah dzikir yang disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana sabdanya,

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.” (HR. Ahmad). (tri)

Continue Reading
Advertisement

Trending