Connect with us

Hiburan

Sandhy Sondoro X Selvi Kitty Garap Musik Rakyat Berjudul “Yang Penting Cuan”

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Siapa bilang Sandhy Sondoro identik dengan lagu-lagu berat dan serius? Nyatanya tidak. Musisi yang lama menetap di Jerman itu justru menegaskan dirinya sebagai pribadi yang santai, ringan, dan tidak serius-serius amat. Mungkin juga karena Shandy memang tergila-gila dengan semua karya film dan musik mendiang Benyamin S.

Alasan itu pula yang memicu Sandhy menggarap single berjudul “Yang Penting Cuan”. Jangan ditanya konsep lagu tersebut seperti apa. Sebab kata Sandhy, ia membuat lirik dan musik lagunya ala-ala “musik rakyat”. Persis dengan lagu-lagu Benyamin S, atau lebih mirip lagu “Ini Rindu” Farid Hardja.

“Ada beberapa lagu dengan Trio Lestari ciptaan saya yang kaya ini juga. Saya ini manusia biasa, ada sisi serius, kadang ada yang pengalanan sedih dan lucu-lucu. Saya nggak punya genre khusus. Tapi kebetulan kemarin-kemarin mungkin lebih banyak terdengar yang lebih serius.

“Liriknya ada bahasa atau logat Betawi karena saya lahir di Jakarta. Biar bukan orang Betawi, tapi saya tetap orang Jakarta. Jadi, ya logatnya Betawi. Mau dibilang apa, ya Betawi ini nempel ke saya,” jelas Sandhy Sondoro.

Ternyata tidak hanya sampai di situ kejutan yang diberikan Sandhy Sondoro lewat single “Yang Penting Cuan”. Lewat lagu tersebut, Sandy yang berkali-kali tampil sebagai salah satu bintang dalam konser David Foster itu menggandeng pedangdut Selvi Kitty.

Kenapa Selvi Kitty? Simple saja, Selvi Kitty pernah mengutarakan niat mengajak Sandhy Sondoro berduet. Makanya, saat menciptakan lagu ini di masa pandemi Covid-19, Sandhy terpikir nama penyanyi berwajah mirip Katy Perry itu. Kolaborasi dengan Selvi Kitty juga dipikir Sandhy akan menjadi “sesuatu” yang menarik dan ringan!

“Kita kan sudah sempat mengalami pandemi selama dua tahun. Saat itu, tahun 2021, saya rasa cape-lah serius-serius pada saat itu. Saya pengen sesuatu yang fresh dari saya sendiri dan orang-orang pendengar musik di Indonesia. Ya, kita happy-happy aja-lah. Maksudnya, ini juga bukan ‘cuan’ dalam arti sebenarnya. ‘Cuan’ kan artinya bisa happines juga. Intinya yang ingin saya sampaikan kita happy-happy.

“Lagu ini saya pikir kalau mau kolab sama siapa ya? Kalo sama cowok, ya bosan. Kemarin udah pernah sama Narji. Sama cewek harusnya. Tapi ini lagu lucu-lucuan, ya langsung kepikiran Selvi Kitty alias Katy Perry Sunda,” tambah Sandhy Sondoro.

Sementara, Selvi Kitty yang sudah menelurkan banyak lagu, terutama bergenre dangdut atau dancedhut di NAGASWARA, mengatakan ingin mencoba sesuatu yang berbeda di musik.

Ide tersebut kemudian ditanggapi serius oleh Sandhy Sondoro sampai ia menciptakan lagu yang diharapkan Selvi Kitty.

“Ini wacana kita dari dulu sejak tahun 2015. Baru sempat ketemu sekarang dan Alhamdulillah disetujui sama Pak Rahayu (CEO NAGASWARA). Terimakasih Pak Rahayu.

“Ternyata, kerja bareng Kang Sandhy itu susah. Ya, susah cari waktunya. Tapi aku mau bilang terimakasih, kamu mau bantuin aku dalam segala hal. Aku senang banget bisa duet sama Sandhy Sondoro,” tambah Selvi Kitty.

Sandhy Sondoro sendiri menyebut lagu yang dinyanyikan bersama Selvi Kitty ini berbeda dari lagu-lagu yang pernah ia nyanyikan. Tampil berbeda, pelantun “Malam Biru” itu justru berharap lagunya bisa diterima semua kalangan.

“Ini mirip vibe-nya sama lagu Farid Hardja; ‘Ini Rindu’. Tapi bukan dangdut banget juga. Intinya lagu pop rakyat. Mudah-mudahan bisa didengar sama semua kalangan, dari bawah sampai atas. Ini lucu banget,” harapnya.

Penggarapan syuting video klip single “ Yang Penting Cuan ” telah rampung dikerjakan oleh tim DY Studio berlokasi di area Stasiun MRT, Dukuh Atas dan Cikini, Jakarta Pusat. Konsep video klip dengan tema yang natural, casual, humble dan merakyat dari hasil ide bersama antara tim Sutradara, Sandhy dan Selvi.

“Ya, kita inginnya begitu (merakyat), tujaunnya memang seperti itu, intinya dengan kostum casual, natural, berbaur dengan masyarakat (warga) yang ada disekitar lokasi syuting, sehingga cocok dengan musik dan lirik lagunya pop rakyatlah, “terang Sandhy.

Sebelum berduet dengan Selvi Kitty, Sandhy Sondoro pernah “dipinang” Baim untuk tampil berduet dalam lagu berjudul “I’ve Had Enough With Love” pada tahun 2019 yang lalu. Single itu diciptakan Baim berdasarkan kisah cinta Sandhy dengan lirik berbahasa Inggris.

Judul : “Yang Penting Cuan”
Artist : Sandhy Sondoro X Selvi Kitty
Music & Written : Sandhy Sondoro
Mixed & Mastered : Agung Exo
Label : NAGASWARA
Rilis : Januari 2023. (tw)

Hiburan

Warna Bulu burung Lucu dan Suaranya Bagus, Tolong Pikir Lagi Jika Pelihara Burung Ungkap Ustadz Khalid Basalamah

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Apa hukum memelihara burung dalam Islam? Simak penjelasan Ustadz Khalid Basalamah berikut ini. Banyak orang memiliki hobi memelihara hewan, mulai dari pelihara hewan yang menggemaskan, unik, hingga hewan-hewan yang membutuhkan perawatan ekstra.

Bagi sebagian orang memelihara dan merawat hewan menjadi kesenangan tersendiri hingga dapat menghilangkan stres.

Ustadz Khalid Basalamah ungkap hukum memelihara burung. Sumber: Pixabay dan YouTube Khalid Basalamah Official

Termasuk memelihara burung, terlebih burung-burung dengan bulu atau warna sayap berwarna-warni serta suara yang indah. Burung yang dipelihara tentu akan dimasukkan dalam kurungan serta diberi makan dan minum setiap hari.

Namun, bagaimana hukumnya memelihara burung dalam Islam? 

Dalam salah satu kesempatan dakwah, Ustadz Khalid Basalamah mendapat sebuah pertanyaan ‘Kalau kita memelihara hewan yang dikurung, kemudian mati, apakah kita berdosa?’. Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, dalam memelihara hewan harus kembali lagi kepada syar’i alias dilakukan berdasarkan ketentuan syariah.

Dalam Islam, hewan yang diperbolehkan dipelihara adalah hewan ternak. “Memelihara hewan harus kembali kepada syar’i, karena perilaku memelihara hewan dalam Islam yang diperbolehkan adalah hewan ternak,” ujar Ustadz Khalid Basalamah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika sebaik-baiknya harta seorang muslim adalah hewan ternak atau hewan yang bisa dimakan, misalnya kambing, sapi, unta, ayam, dan lain-lain. “Kata Nabi SAW, sebaik-baiknya harta seorang muslim, kambing misalnya. Maka ternaklah kambing itu. Kambing, sapi, unta, ayam, yang dimakan,” ucap Ustadz Khalid Basalamah.

Lantas, untuk memelihara burung, Ustadz Khalid Basalamah tidak menganjurkan, sebab burung diberi sayap untuk terbang.

“Daripada pelihara burung untuk dengar suaranya, mending pelihara anak yatim, banyak pahalanya. Banyak biayanya burung itu, biaya ini, biaya itu, kalau mau dengar suaranya burung, tinggal buka YouTube, semua suara burung ada,” ucapnya. Menurut Ustadz Khalid Basalamah, hobi memelihara hewan-hewan yang tidak penting harusnya diubah menjadi hal-hal yang positif.

“Hobi ini harus diubah. Ubah kepada hal-hal yang positif,” ujar Ustadz Khalid Basalamah. Mengingatkan kembali, hewan yang boleh dipelihara menurut syariat adalah hewan ternak, sekaligus boleh untuk diperdagangkan. (tw)

Continue Reading

Hiburan

Ramadan Identik dengan Wali Band yang Kembali Rilis Single Religi ‘Pulang (Robibighfirli)’

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Ramadhan seakan identik dengan Wali band. Wali memang menjadi satu di antara sedikit band yang tidak pernah absen merilis single religi setiap menjelang bulan Ramadhan. Ramadan 2024 ini, Wali kembali memperkenalkan single religi terbaru mereka yang berjudul “Pulang (Robbighfirlii)”.

Sedikit berbeda dari single-single religi sebelumnya, “Pulang (Robbighfirlii)” dikonsep dengan sentuhan musik yang nge-rock untuk sebuah lagu religi. Lagu tersebut bahkan sudah dibuka dengan permainan gitar Apoy yang lumayan cadas.

Tapi itulah Wali, selalu tidak terduga. Band dengan personil Apoy (gitar), Faank (vokal), Tomi (drum) dan Ovie (keyboard) itu mencoba memadukan sebuah ajakan untuk kembali kepada Allah dengan konsep musik rock..

“Ini sangat berbeda dari lagu-lagu religi Wali sebelumnya, konsep musiknya termasuk temannya yaitu kembali kepada Allah SWT. Harapan Wali tentu saja semoga menjadi inspiring di bulan Ramadhan dan seterusnya,” kata Apoy.

Secara garis besar lirik single ini bercerita soal setiap manusia yang mungkin saja keluar dari garis ketetapan Allah. Namun, sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun, sesungguhnya Allah selalu menginginkan hambanya untuk kembali pulang atau bertaubat.

“Sebesar apa pun dosa kita, lebih besar lagi rahmat ampunan Allah Sang Penyanyang. Allah merindukan kita untuk pulang (bertaubat),” terang Apoy.

Seperti biasa, single religi “Pulang (Robbighfirlii)” milik Wali kali ini pun dipersiapkan untuk menjadi lagu tema sinetron Ramadan berjudul “Tempat Kembali Pulang” yang tayang di RCTI. Tahun ini, Wali tidak melanjutkan sinetron “Amanah Wali”.

Lewat single religi yang berbeda dan sinetron Ramadhan baru, Wali ingin memberikan sebuah penyegaran kepada penggemarnya. Meski demikian, ajakan untuk berbuat baik masih tetap menjadi tujuan Wali dalam merilis setiap karya-karyanya.

Sementara, untuk penggarapan video klip single religi “Pulang (Robbighfirlii)”, Wali memilih konsep minimalis. Alasannya agar lirik dan musik yang lebih keras di single tersebut dapat lebih mudah tersampaikan.

Dalam video klip tersebut, sutradara Priscilla Citra dari Rupa Creative & Studio menampilkan para personil Wali tengah perform dengan kostum ala rocker. Hanya menggunakan satu model anak muda (Zhafari), warna-warna gelap atau gotik terlihat dominan dalam video klip berdurasi lebih dari empat menit itu.

Di momen yang sama menjalang bulan Ramadhan 2024 ini, single Wali berjudul “Setia Jujur dan Taqwa (SEJUTA)” juga kembali menjadi sound pilihan para pengguna media sosial terutama TikTok. Trend yang sama juga terlihat di streaming Spotify dan YouTube.

Single dengan konsep musik ala Minang, Sumatra Barat itu masuk dalam album “Aku Bukan Bang Toyib” yang dirilis Wali tahun 2011 yang lalu. Liriknya bercerita soal sebaik-baiknya standar memilih pasangan hidup adalah mereka yang setia, jujur dan taqwa.

Artist : Wali
Tittle : “Pulang (Robbighfirlii)”
Composer : Apoy
Producer & Arranger : Wali
Mixing Engineer : Sadat Effendy
Mastering Engineer : Aziz Kentel
Label : NAGASWARA
Publisher : NAGASWARA PUBLISHERINDO MUSIK
Genre : Religi
Release : Maret 2024. (utw)

Continue Reading

Hiburan

UNGU Rilis Single Religi di Ramadan Tahun Ini yang Sudah Jadi Tradisi

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Melanjutkan tradisinya di setiap bulan suci Ramadan, UNGU kembali merilis karya terbaru. Karya tersebut berjudul “Baik dan Burukmu”.

Bisa dibilang, “Baik dan Burukmu” adalah persembahan spesial band yang digawangi oleh Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bass), dan Rowman (drum) itu. Karena sebelumnya, UNGU kerap meluncurkan karya berupa remake atau berkolaborasi dengan musisi lain. 

“Baik dan Burukmu” adalah hasil brainstorming Enda dan Oncy dalam memahami apa arti hidup manusia selama berada di dunia secara mendalam.

Dikemas dengan nuansa slow pop diiringi petikan gitar, strings, serta entakan musik dalam format full band menjelang akhir, “Baik dan Burukmu” terdengar khidmat sekaligus menegaskan pesan dalam liriknya, menjadikan lagu tersebut sebuah bahan perenungan yang tepat di bulan puasa.

“Akhir-akhir ini, semakin banyak orang yang berburuk sangka dan main hakim sendiri sampai menuduh orang lain bersalah dan berdosa. Padahal, sesungguhnya, Yang Maha Mengetahui tentang benar atau salahnya setiap makhluk adalah Tuhan. Baik dan burukmu, hanya Tuhan yang tahu,” ucap Oncy di jakarta, (14/3/2024).

“Awalnya, saya yang menulis lirik dan Oncy yang membuat notasi. Di tengah-tengah proses, saya dan Oncy tidak menemukan reff yang tepat untuk lagu ini. Suatu hari, ketika UNGU sedang berada di studio, Pasha secara tidak sengaja menemukan reff-nya,” jelas Enda.

Video klip “Baik dan Burukmu” digarap oleh Sutedja Khoa (Guava Productions) dan menampilkan banyak hal, mulai dari ambiguitas, konotasi, serta sudut pandang seseorang. “Ada suatu hal atau kejadian yang kita nilai atau pandang negatif, padahal kita belum paham lebih dalam terkait itu. Bahkan, kita tidak melihat dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Nah, UNGU menampilkannya dalam video musik “Baik dan Burukmu”,” kata Oncy.

“Kami berharap “Baik dan Burukmu” dapat menghibur teman-teman semua, membawa hidup kita dan orang-orang sekitar untuk menjadi lebih lagi, serta menyadarkan kita bahwa tidak semua hal yang ‘terlihat jelek’ benar-benar buruk. Terkadang, ada makna indah di balik itu semua. Kita saja yang terlalu mudah dan cepat menghakimi sesuatu atau seseorang,” tutup Pasha.

Dan rencananya, di pertengahan bulan maret UNGU Band akan menggelar acara Bukber dengan Anak Yatim di Hotel Pomelotel di kawasan Kuningan-Jakarta Selatan. (utw)

Continue Reading
Advertisement

Trending