Hiburan
Sejarah Indosteak dan Tante Bestie, Berdirinya Resto Indosteak Cempaka Putih Hingga Pakansari
REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Sebuah malam di Cempaka Putih akan berubah menjadi sejarah, tidak ada yang benar-benar menyangka begitu hangat untuk diingat. Indosteak Tante Bestie yang beralamat di Jl. Cempaka Putih Raya No. 2, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, biasanya dipenuhi aroma daging panggang, dentingan sendok, dan obrolan santai anak muda.
Tapi malam itu berbeda. Lampu tampak lebih lembut, meja-meja ditata lebih rapi dari biasanya, dan ada keramaian yang menyimpan sukacita khusus. Tante Bestie merayakan ulang tahunnya yang ke-50.
Di bagian depan terpampang papan nama berlampu warna-warni dengan tulisan “Mulai dari 10 RB,” kursi-kursi besi di luar ruangan, lampu-lampu gantung, dan banner “Grand Opening.” DI atas pintu depan resto, papan nama INDO STEAK dengan slogan “Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima”. Di dalam tampak para tamu sudah berkumpul dan suasananya cukup ramai.
Di sisi lain ada stan Gemoy Coin Cempaka Putih yang menambah sentuhan pop pada atmosfer malam itu.
Terasnya terasa meriah. Banner besar bertuliskan Ayam Bakar Menyala Bestie, Soto Betawi Nyusu, Daging & Ayam, hingga Sop Iga Berjamaah berjajar rapi.
Bahkan banner Soto Betawi Nyusu, Daging & Ayam, dan Sop Iga Berjodoh berdiri berdampingan, mempertegas identitas kuliner Indosteak yang penuh warna.

“Acara akan segera dimulai” ujar Tante Bestie owner Indosteak, yang menyambut tamu undangan dengan ramah sembari mempersilakan tamu duduk.
Menurut pengakuannya, ia bukan tipe yang suka menggelar pesta. Ulang tahun ini sebenarnya hal yang jarang baginya.
Namun setelah melihat bagaimana pelanggan sering merayakan momen spesial ulang tahun di restorannya, anniversary, kelulusan, ia merasa ingin ikut merasakan suasana meriah itu. Malam itu sekitar 65 hingga 70 tamu hadir dari keluarga, sahabat, hingga para karyawan yang selama ini menjadi tulang punggung usahanya.
Para tamu undangan berdatangan, saling menyapa, dan larut dalam obrolan ringan. Sejak awal suasana seperti reuni besar yang hangat.
Tidak ada formalitas berlebihan, dan justru di situlah letak pesonanya. Hidangan makan malam disajikan: sop iga dan ayam panggang yang aromanya memenuhi ruang, ditemani beragam kue dan makanan kecil. Acara dibuka dengan sambutan singkat, lalu Tante Bestie dan suami tercinta melakukan pemotongan kue.
Di tengah suasana santai itu, EO memimpin serangkaian games yang membuat semua orang ikut serta dari yang muda sampai yang sudah sepuh. Hadiahnya beragam, ditambah saweran uang tunai merah dan biru yang membuat suasana makin heboh.
Mengabadikan beberapa foto dengan menangkap momen istimewa. Ada potret tamu yang tertawa lepas saat mengikuti permainan, ada yang tampak fokus mendengarkan instruksi, dan ada foto keluarga yang memperlihatkan keakraban yang jarang ditemukan dalam acara formal. Namun yang paling mencuri perhatian tetaplah foto Tante Bestie sendiri senyum lepas, mata berbinar, dan aura kebanggaan yang tulus.
Ketika acara mulai mereda, sejenak nama aslinya adalah Putri Muda, nama yang terdengar anggun. Ia hanya tersenyum saat ditanya kenapa memakai nama ‘Tante Bestie’. Mungkin karena panggilan itu muncul begitu saja dari para pelanggan muda, lalu melekat menjadi identitas yang penuh keakraban.

Dari ceritanya, bahwa perjalanan Indosteak tidak sesederhana tampak dari luar. Cabang pertama dibuka di kawasan Tegar Beriman, Bojong Gede, Bogor, tetapi lokasinya kurang strategis. Pengunjung ada, namun tidak stabil. “Agak sepi,” katanya jujur. Akhirnya ia memutuskan untuk tutup, bukan sebagai tanda menyerah, melainkan sebagai keputusan bisnis yang realistis.
Di sanalah Indosteak menemukan ritme pertumbuhannya. Ia kemudian memindahkan operasional ke Jl. Kol. Edy Yoso Martadipura No. 99, Pakansari, Cibinong, Bogor, tak jauh dari stadion yang selalu ramai aktivitas warga.
Ia juga menekankan bahwa aroma rempah adalah salah satu kekuatan utama menu-menu di resto ini. Anak muda berdatangan, keluarga mulai mengenal rasa steak-nya, dan usaha pun berkembang. Setiap cabang rata-rata mempekerjakan enam karyawan, menunya beragam, harganya terjangkau, dan tersedia mushola agar pengunjung merasa nyaman. “Targetnya memang Gen Z,” ujarnya sambil tertawa.
Dan kini, di usia 50, ia kembali merayakan seakan menutup lingkaran perjalanan hidup dalam tiga fase yang berbeda. Tante Bestie bercerita bahwa ini bukan ulang tahun pertama yang pernah dirayakannya. Saat berusia 3 tahun, ia pernah dirayakan kecil-kecilan. Usia 17 tahun, ia merayakan lagi, meski momen itu kini hanya tersisa samar.
Cara ia bercerita menunjukkan semangat yang menular, seolah energi pengabdian itu menjadi bahan bakar utama langkah-langkah besarnya. Indosteak hanyalah satu cabang kecil dalam portofolio pengabdiannya, sementara karya lainnya bergerak di bidang yang jauh lebih besar dan berdampak. Selain mengelola bisnis kuliner, Tante Bestie juga merupakan CEO perusahaan pembangunan rumah murah tanpa riba. Targetnya tahun ini cukup ambisius membangun 1.200 rumah.
Sebelum tamu pulang, Tante Bestie sudah menyiapkan suvenir berupa sandal bergambar dirinya, dikemas dalam plastik transparan. “Buat ke masjid juga boleh,” katanya sambil tertawa. Sentuhan kecil yang justru membuat tamu merasa dekat.
Malam itu adalah perayaan perjalanan memperlihatkan bahwa ulang tahun bukan sekadar soal angka. Perayaan keteguhan seorang perempuan bernama Putri Muda biasa di sapaTante Bestie yang membangun bisnis dari keputusan sulit, memindahkan cabang ketika lokasi tak cocok, mendirikan usaha baru demi membuka pintu rumah bagi ribuan keluarga, dan tetap menjaga kehangatan hubungan manusia dalam setiap langkahnya.
Ia hanya perlu kejujuran, tawa, dan orang-orang yang tulus hadir. Tante Bestie punya semuanya. Dan malam itu, di Indosteak Cempaka Putih, semuanya menjadi saksi bahwa perayaan tidak harus megah untuk terasa istimewa.
Kalau usia emas ini tidak disebutkan secara jujur, dan tentu saja, tak akan percaya bahwa Tante Bestie sudah berusia setengah abad dari penampilannya jauh lebih muda dari itu.
Semoga Indosteak semakin eksis dan terus berkembang dalam inovasi menu nusantaranya ! (Silo)
