Connect with us

Gayahidup

Sekolah SoliDEO Gelar Open House dan PSB, Ajak Siswa Bangun dan Tingkatkan Kreativitas

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Tangerang Selatan, Sekolah Kristen SoliDEO yang erletak di Nusa Loka, BSD, Tangerang Selatan, kembali mengadakan kegiatan Open House dan Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Akademik 2025-2026 dengan tema “Welcome To SoliFam!”.

“Pada hari ini kita mengadakan open house berkesempatan bagi seluruh masyarakat, orang tua juga dari dalam negeri dan luar negeri di acara yang kami adakan ini. Bagaimana kreativitas yang ditunjukkan oleh siswa-siswa ini dalam kreativitas, berinovasi dan unjuk kebolehannya dalam melakukan presentasi kepada orang tua sehingga orang tua mau mensekolahkan anaknya disini,” ujar CEO & Chair Woman Sekolah Kristen SoliDEO, Dra. Khoe Ribka saat ditemu di Tangerang Selatan, Sabtu (24/8/2024).

Dalam penerapan kepada siswanya, Sekolah SoliDEO mengadopsi metode pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses belajar, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.

“Sehingga setiap siswa memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan gaya dan minat masing-masing. Kami menekankan bagaimana anak anak SoliDEO mampu menerapkan yang berdampak pada lingkungan keluarga dan masyarakat. Dan kami mengembangkan seluruh tingkatan yang ada agar dari TK, SD, SMP, dan SMA agar anak-anak bisa berkompetisi didunia global,” jelas Dra. Khoe Ribka.

Sebagai institusi pendidikan, Sekolah SoliDEO berkomitmen untuk mendorong perubahan positif dan menciptakan lingkungan yang penuh kasih bagi semua orang. 29 tahun melayani dibidang pendidikan, Sekolah SoliDEO semakin meyakini bahwa nilai kekeluargaan sangatlah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang hangat, suportif, dan saling menghormati, layaknya sebuah keluarga.

Oleh karena itu, di Sekolah SoliDEO, anak – anak bukan hanya sekedar belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan, melainkan juga belajar untuk bertumbuh secara karakter menjadi individu yang bertanggung jawab, peduli, dan memiliki empati.

Adapun kurikulum yang digunakan di Sekolah Kristen SoliDEO adalah kurikulum SoliDEO IKM. Ada 3 pilar pendidikan yang mendasari kurikulum ini:

  1. Pilar Kristiani – Prinsip dan nilai kekristenan menjadi dasar kehidupan warga sekolah
  2. Pilar Keluarga – Warga sekolah adalah anggota keluarga yang hidup dalam rumah kedua, yaitu sekolah.
  3. Pilar Kurikulum Merdeka – Kurikulum nasioanl yang mana berlaku di seluruh sekolah Nasional di Indonesia.

Tujuan akhir dari pendekatan ini adalah mencetak individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan. Semenjak tahun 2020, Sekolah SoliDEO mengambil langkah pengembangan strategis menjadi sekolah bilingual.

Menurut Khoe Ribka,, transformasi pendidikan ini merupakan bukti nyata dari komitmen sekolah SoliDEO untuk memberikan pendidikan yang relevan dengan jaman, sehingga sekolah dapat membantu mempersiapkan siswa dalam menghadapi dinamika dunia yang semakin globa, dan bersaing ditingkat Internasional.

Untuk membantu siswa menemukan dan mengembangkan talenta mereka, Sekolah Kristen SoliDEO mempunyai beberapa program kegiatan pengayaan:

  1. Student Enrichment Program yakni kegiatan tambahan akademis yang dapat diikuti siswa (khusus SD) sepulang sekolah, untuk membantu mereka memperdalam materi pembelajaran yang mereka minati.
  2. Chapel, Spiritual Buddies & Retreat yakni kegiatan kerohanian yang diadakan untuk mendukung kesehatan rohani dan mental siswa agar mereka boleh menjadi pribadi yang setia beribadah, dewasa, berkepribadian dan berkarakter baik.

Sementara itu, COO Mr. Reinhard Simeon Pratama mengatakan, berdasarkan founding father Ki Hajar Dewantoro bahwa pendidikan itu sebuah sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

“Kami percaya semua stakeholder mempunyai peran, dan peran kami menjadikan sekolah menjadi tempat yang nyaman dalam belajar, tempat bereksplorasi dan bagaimana siswa dapat menyalurkan ide yang muncul pada dirinya. Jadi peran guru dapat memfasilitasi peran anak dan bisa melatih kerjasama,” tutupnya. (utw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement